Studi Kaji Dampak, Indikator Performance Program Pemberdayaan

Embed Size (px)

Citation preview

(STUDI KAJI DAMPAK) INDIKATOR PERFORMANCE PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PERTANIAN SEHAT Latar Belakang. Penilaian kinerja sebuah program pemberdayaan masyarakat, seringkali mengalami kesulitan pada saat melakukan kaji dampak terhadap kondisi yan dicapai bagi masyarakat dampingan. Hal ini di sebabkan karena kontribusi langsung dari program pemberdayaan seringkali berbaur dengan pengaruh-pengaruh langsung dari internal manusia maupun kondisi lingkungan di sekitarnya. Di sisi lain, dinamika masyarakat di dalam melakukan aktivitas kehidupannya peda kenyataannya sangat dinamis. Hal ini yang mempengaruhi proses-proses penilaian kinerja (dampak yang dihasilkan) yang dilakukan pada saat tertentu dimana dalam waktu tidak terlalu lama ternyata cenderug mengalami perubahan, sehingga data atau informasi sebelumnya tidak bisa lagi dijadikan sebagai landasan kuat bagi proses perencanaan selanjutnya, melainkan harus dilakukan kaji ulang pada waktu-wakt terakhir. Karenanya untuk mengkaji dampak dari pemberdayaan dimaksud, maka perlu dilakukan batasan-batasan secara spesifik dengan mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut: goal program, cakupan kegiatan, strategi yang digunakan, sasaran dan output yang ingin dicapai serta jenis-jenis kegiatan yang dikembangkan. Karenanya, upaya penyusunan indeks performance dampak pemberdayaan masyarakat pada program pemberdayaan di Lembaga Pertanian Sehat (LPS) secara umum ditujukan untuk mengetahui sejauhmana manfaat yang telah dirasakan oleh masyarakatnya atas input-input yang diberikan melalui program pendampingan dna in kind, di dalam pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan masyarakat itu sendiri. Maksud dan Tujuan Indeks performance pemberdayaan masyarakat ini dimaksudkan untuk memberikan penilaian-penilaian ketercapaian hasil (output/outcome maupun dampak) dari pelaksanaan program. Maksud penyusunan indeks ini untuk memberikan arahan kepada tim evaluasi di dalam menilai sejauh mana dampak yang telah diberikan dari program-program yang dilaksanakan selama ini oleh bagian kajian Dompet Dhuafa. Aspek Penilaian Aspek penilaian kinerja di dasarkan pada cakupan kegiatan yang dilaksanakan oleh seluruh kegiatan pemberdayaan di LPS yang mengarah pada aspek sebagai berikut: 1) penguatan kelembagaan, 2) aspek peningkatan kapasitas (pengetahuan, ketrampilan dan prilaku), 3) aspek kewirausahaan (entepreuneurship) dan 4) kemampuan pengembangan jaringan. Prinsip Penilaian Prinsip penilaian dilaksanakan secara partisipatif dan akuntabilitas. Dimana pihak yang menilai adalah mereka yang terlibat di dalam proses pemberdayaan yakni baik berasal dari masyarakat, aparat, maupun tenaga pendamping. Sedangkan tim evaluator berperan sebagai fasilitator yang memfasilitasi prosesproses penilaian itu berlangsung. Peran fasilitator evaluator adalah menyiapkan instrument-instrumen yang sudah disediakan, memfasilitasi proses penilaian dan melakukan analisa terhadap hasil penilaian yang dihasilkan berdasarkan indicator penilaian yang sudah dirancang dalam pedoman indeks performance dampak pemberdayaan masyarakat. Indikator Penilaian Indikator penilaian kinerja pemberdayaan masyarakat sebagaimana dijelaskan di atas dapat disampaikan dalam rancangan berikut:

1. Indikator penguatan kelembagaan (bobot 35%) a. Pertemuan anggota (intensitas, jumlah yang hadir, follow up) (7,5%) b. Organisasi Kelompok (pencatatan kegiatan, pencatatan keuangan, kelengkapanpengurusan, kelengkapan structur organisasi) (5%) c. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan kelompok (jenis-jenis, orientasi dan jumlah) (7,5%) d. Peran-peran komponen kelembagaan kelompok dalam menjamin kemandirian kelompoknya (10%) e. Kelompok mampu mereduksi terjadinya konflik antar masyarakat (2,5%) f. Manfaat kelompok bagi masyarakat disekitar lingkungannya (2,5%) Indikator penguatan kapasitas masyarakat (bobot 25%) a. Pemahaman kelompok (terhadap visi, tujuan dan maksud) (5%) b. Peningkatan ketrampilan (jenis-jenis, implementasi, manfaat dalam usaha) (5%) c. Peningkatan attitude (harapan, perspektif, motivasi, dan sikap) (5%) d. Kemampuan yang dimiliki sudah diterapkan dalam pengembangan ekonomi (kreativitas individu, semangat/optimistik, , perorangan atau kelompok) (5%) e. Manfaat dalam menjalankan ketrampilan (5%) Indikator pengembangan usaha masyarakat (bobot 27,5%) a. Penumbuhkembangan modal kelompok (5%) b. Jenis-jenis dan karakteristik usaha (2,5%) c. Skala usaha yang dikembangkan (5%) d. Tingkat keuntungan yang diperoleh (5%) e. Pengelolaan usaha yang dilakukan (perorangan kelompok) (5%) f. Jaminan keberlanjutan usaha (5%) Indikator pengembangan Jaringan Kerja (bobot 12,5%) a. Jumlah jaringan (2,5%) b. Tingkat hubungan berjejaring (5%) c. Pola kemitraan yang dikembangkan (5%)

2.

3.

4.

Detail Indikator Performance

1. Penguatan Kelembagaan (35%)No 1. Indikator Pertemuan (7,5%) anggota Detail Indikator Intensitas pertemuan yang dilaksanakan kelompok (30%) Jumlah yang hadir dalam pertemuan (30%) Follow up yang hasil pertemuan. (40%) Pencatatan kegiatan kelompok. (30%) Pencatatan keuangan kelompok (40%) Kelengkapan struktur pengurusan. (30%) Jenis-jenis kegiatan yang dikembangkan oleh kelompok. (25%) Orientasi kegiatan (produktif atau konsumtif). (35%) Sifat kemapanan kegiatan kelompok (tingkat sustainabilitas). (40%) Kejelasan jobdes masing-masing komponen struktur dalam kelompok. (30%) Pelaksanaan peran masing-masing komponen/struktur kelembagaan. (30%) bobot 0,0225 0,0225 0,03 0,02 0,02 0,015 0,01875 0,02625 0,03 0,03 0,03 Nilai Total score

2

Organisasi (5%)

Kelompok

3

Kegiatan-kegiatan lembaga (7,5%)

4

Peran-peran struktur kelompok dalam menjamin kemandirian manajemen (10%)

5

Kepercayaan pihak luar kepada kelompok (2,5%) Manfaat kelompok bagi masyarakat disekitar lingkungannya (2,5%)

6

Sinergitas antara pengurus kelompok. (40%) Dukungan program kepada kelompok dari instansi lain. (60%) Pinjaman atau bantuan instansi lain terhadap kelompok. (40%) Jenis-jenis manfaat yang diperoleh masyarakat dari kelompok. (40%) Sebaran manfaat dari keberadaan kelompok terhadap masyarakat di sekitarnya. (60%)

0,04 0,015 0,01 0,01 0,014

Total (35%) Keterangan nilai: a. Sangat rendah (nilai 1) b. Rendah (nilai 2) c. Sedang (nilai 3) d. Baik (nilai 4) e. Sangat baik (nilai 5) 2. No 1. Indikator penguatan kapasitas masyarakat Indikator Detail Indikator Tingkat pemahaman anggota terhadap visi dan misi kelompok. ((40%) Tingkat pemahaman anggota terhadap terhadap tujuan dan sasaran berkelompok.(40%) Persepsi dan harapan anggota terhadap kelompok yang dimasukinya. (20%) Jenis dan jumlah pelatihan yang diperoleh kelompok dalam aspek ketrampilan. (20%) Jenis dan jumlah kunjungan atau studi banding yang dilakukan kelompok.(20%) Kemampuan kelompok dalam melaksanakan manajemen secara terbuka, partisipatif dan bertangjungjawab. (30%) Penerapan keahlian dari pelatihan/ pembelajaran yang diperoleh. (30%) Tingkat motivasi anggota dalam memajukan kelompoknya. (30%) Tingkat keyakinan para anggota dalam mencapai tujuannya kelompok. (30%) Bagaimana rencana kegiatan yang dirancang oleh masing-masing kelompok maupun individu anggotanya.(40%) Kemampuan anggota dalam mengembangkan usaha individunya.(30%) Kemampuan usaha anggota yang mendukung usaha kelompok.(30%) Kemampuan anggota dalam mendukung keberlanjutan usaha bersama.(40%) bobot 0,02 0,02 0,01 0,02 0,02 0,03 0,03 0,03 0,03 0,04 0,015 0,015 0,02 Nilai Total score

Pemahaman tehadap kelompok (5%)

2

Peningkatan ketrampilan (10%)

3

Peningkatan attitude (10%)

4

Kemampuan yang dimiliki sudah diterapkan dalam pengembangan ekonomi (5%)

Total (25%) Keterangan:

a. b.

Sangat rendah (nilai 1) Rendah (nilai 2)

c. d. e.

Sedang (nilai 3) Baik (nilai 4) Sangat baik (nilai 5)

3. Indikator pengembangan usaha masyarakat (25%) 1. Penumbuhkembangan modal kelompok 2. Jenis-jenis dan karakteristik usaha 3. Skala usaha yang dikembangkan 4. Tingkat keuntungan yang diperoleh 5. Pengelolaan usaha yang dilakukan (perorangan kelompok) No 1. Indikator Pengembangan modal kelompok (7,5%) Detail Indikator Tabungan yang dihimpun dari dana swadaya anggota.(30%) Komposisi jumlah permodalan kelompok dibandingkan dengan penerimaan bantuan. (30%) Pendayagunaan permodalan oleh kelompok (40%) Variasi jenis usaha yang dikembangkan oleh masing-masing anggota masyarakat.(30%) Jumlah kegiatan usaha yang dikembangkan oleh kelompok. (30%) Sinergi variasi usaha individu dengan variasi usaha di kelompok. (40%) Besarnya investasi yang dialokasikan dalam mengembangkan usaha.(30%) Perolehan keuntungan dari usaha produktif yang dikembangkan (rugi, impas atau untung).(40%) Sifat investasi atau modal yang digunakan dalam mekanisme usaha produktif (equity). (30%) Persentasi pendapatan yang dihasilkan dari usaha produktif, dibandingkan dengan modal yang dikelola. (35%) Sistem pembagian keuntungan yang dikembangkan oleh kelompok.(40%) Fluktuasi keuntungan yang dihasilkan dalam pengembangan usaha.(25%) Peran individu dalam pengembangan usaha kelompok.(30%) Peran kelompok dalam mengembangkan usaha produktif individu anggota.(30%) Sistem pelaporan usaha yang dilakukan. (40%) bobot 0,0225 0,0225 0,03 0,0075 0,0075 0,001 0,015 0,02 0,015 0,0175 0,02 0,0125 0,015 0,015 0,02 Nilai Total score

2

Jenis-jenis dan karakteristik usaha yang dikembangkan (2,5%) Skala dan pendapatan usaha yang dikembangkan (5%) Alokasi pendapatan usaha yang dikembangkan (5%)

3

4

5

Pengelolaan usaha yang dilakukan (5%)

Total (25%) Keterangan:

a. b. c. d. e.

Sangat rendah (nilai 1) Rendah (nilai 2) Sedang (nilai 3) Baik (nilai 4) Sangat baik (nilai 5)

4. Indikator pengembangan Jaringan Kerja (15%) 1. Jumlah jaringan 2. Tingkat hubungan berjejaring 3. Pola kerjasama yang dikembangkan No 1. Indikator (bobot) Jumlah kerja (5%) jaringan Detail Indikator Banyaknya jejaring yang dibangun dan dikembangkan oleh kelompok. (30%) Tujuan dilakukannya komunikasi dan koordinasi dalam berjejaring. (40%) Sebaran dan variasi jejaring yang dikembangkan. (30%) Motivasi koordinasi yang dilakukan antara kelompok dengan mitranya. (30%) Intensitas koordinasi atau konsolidasi yang dilakukan antara kelompok dengan jejaringnya. (40%) Keeratan jaringan kerjasama yang dibangun. (30%) Pola kerjasama dengan jejaring yang dikembangkan kelompok.(30%) Sifat hubungan yang dikembangkan antara anggota jaringan kerja.(30%) Legalitas kerjasama yang dilaksanakan. (40%) bobot 0,015 0,02 0,015 0,015 0,02 0,015 0,015 0,015 0,02 Nilai Total score

2

Tingkat hubungan berjerjaring. (5%)

3

Pola kerjasama yang dikembangkan. (5%)

Total 15% Keterangan :

a. b. c. d. e.

Sangat rendah (nilai 1) Rendah (nilai 2) Sedang (nilai 3) Baik (nilai 4) Sangat baik (nilai 5)

Teknik penilaian: Total skor yang dicapai dalam penilaian indicator kinerja pemberdayaan masyarakat merupakan penjumlahan dari semua sub total nilai terbobot dari sub komponen 1 4 yang meliputi : 1. Indikator penguatan kelembagaan 2. Indikator penguatan kapasitas masyarakat 3. Indikator pengembangan usaha masyarakat 4. Indikator pengembangan jaringan kerja (jejaring) Jumlah nilai secara keseluruhan yang sudah terbobot berkisar antara 53 256 (Notes: range ini akan dirubah sesuai pembobotan pada matrik analisa). Berdasarkan pertimbangan bobot penilaian, range performance dikelompokkan menjadi beberapa bagian yakni: 1. Range nilai 53 124 (Kelompok tumbuh/persiapan) 2. Range 125 - 195 (Kelompok berkembang/ advance) 3. Range 196 - 256 (Kelompok mandiri/self reliance). Adapun teknik penjumlahan nilai terbobot dari masing-masing nilai indicator terbobot dimaksud dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel . Penilaian skore terbobot yang sudah dirancang sebelumnya. No 1. 2. 3. 4. Kelompok A B C Dst TOTAL Total nilai 1 Total Nilai 2 Total Nilai 3 Total Nilai 4 Total score terbobot

Katagori pemilihan: 1. Range nilai 53 124 2. Range nilai 125 - 195 3. Range nilai 196 - 256 Katagori:

(Kelompok tumbuh/persiapan) (Kelompok berkembang/ advance) (Kelompok mandiri/mandiri).

Kelompok Tumbuh: merupakan kelompok yang baru pada tahapan inisiasi dan persiapan dalam pelengkapan perangkat organisasi dan inisiasi terhadap aktivitas yang dikembangkan. Kelompok pada tahapan ini masih memerlukan sentuhan animasi dan motivasi yang cukup intensif untuk memberikan kesadaran pada anggotanya mengenai pentingnya berkelompok. Pembenahan organisasi focus terhadap pengembangan peran-peran struktur organisasi, pertemuan rutin dan pengembangan kegatan kelompok. Kelompok Berkembang: Merupakan kelompok yang sudah mengembangkan kegiatan rutin kelompok dan mulai merintis kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif. Pada tahapan ini kelompok mulai mengembangkan hubungan dengan pihak ketiga dan mulai membenahi permasalahan adminstrasi secara lebih teratur. Semua anggota sudah menyadari pentingnya berkelompok dan tujuan dibentuknya kelompok. Pembenahan pada tahapan ini lebih banyak dilakukan ke dalam (bersifat internal). Kelompok Mandiri. Merupakan kelompok yang sudah memiliki kapasitas untuk mengelola kelompoknya secara mandiri. Kelompok mandiri dimaksud bukan sebagai kelompok yang sudah berdiri sendiri tanpa membutuhkan siapapun. Tetapi kelompok manidiri adalah kelompok yang mampu mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak ketiga yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok untuk menopang eksistensi kelembagaannya serta mampu . Kelembagaan mandiri memiliki bargaining yang cukup baik di dalam mengupayakan kepentingan kelompoknya untuk eksis dalam berinteraksi di lingkungan masyarakat. Kelompok sudah dirasakan manfaatkan tidak hanya oleh anggota tapi memiliki manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya. Konsolidasi kelompok sudah mulai ditujukan untuk membangun networking secara lebih luas (bersifat eksternal).

Lampiran. Rencana Anggaran Biaya Kaji Dampak Program Pemberdayaan LPS Nilai No Uraian Q Satuan Satuan 1 Transportasi 2 orang 1 PP 1,200,000 2 Penginapan tim (2 orang) 2 malam 250,000 Penggalian data 3 (kuesioner) 1 Paket 700,000 4 Komunikasi 1 Paket 100,000 Pertemuan dengan 5 komunitas 1 paket 400,000 6 akomodasi tim 2 orang 3 hari 400,000 Tenaga lapang 7 sukarelawan 1 paket 300,000 Peralatan lapang (ATK, 8 Plano, dll) 1 Paket 200,000 Perbanyakan Lembar 9 Penilaian 1 Paket 200,000 10 Pembuatan laporan 1 Paket 500,000 Presentasi dan sosialisasi 11 hasil 1 Paket 700,000 Total

Jumlah 1,200,000 500,000 700,000 100,000 400,000 1,200,000 300,000 200,000 200,000 500,000 700,000 6,000,000