Surya epaper 29 november 2013

  • Published on
    25-Jun-2015

  • View
    3.707

  • Download
    1

Embed Size (px)

Transcript

  • 1. JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 NO. 018 TAHUN XXVII TERBIT24 HALAMANHARGA HARGA LANGGANAN: Rp 29.000/BULAN BERLANGGANAN/PENGADUAN/SIRKULASI:Manusia Langka Dunia Sepakbola(031) 8479 555ALAMAT REDAKSI/IKLAN: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYARYAN GIGGS Hari Ini Ultah ke-40 GELANDANG veteran Manchester United Ryan Giggs merayakan hari ulang tahun ke-40 pada Jumat (29/11) hari ini. Sulit rasanya mempercayai seorang pemain masih(031) 8419 000Bank Blacklist Korban Lumpur Pengusaha Korban Lapindo Bersaksi di MK JAKARTA, SURYA - Para pengusaha yang menjadi korban luapan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo mengaku masuk dalam daftar hitam perbankan sehingga mereka sulit mendapatkan kredit untuk modal me- KE HALAMAN 7Rp 1.000mulai usaha baru lagi. Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Pengusaha Korban Lumpur Lapindo (GBKLL) SH Ritonga ketika memberikan KE HALAMAN 7PENGUSAHA KORBAN LAPINDO MENGGUGATJudicial review atas Pasal 9 ayat (1) huruf a UU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas UU Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (UU APBN). Dengan pasal ini, BPLS hanya menanggung korban yang masuk Peta Area Terdampak, padahal hingga kini ganti rugi korban belum tuntas. Sejauh ini Lapindo sudah mengucurkan ganti rugi hingga Rp 3 triliun, tetapi masih kurang Rp 1,5 triliun (versi pemoho) Korban Lapindo berharap pemerintah bisa membayar sisa utang Lapindo kepada warga, sehingga setelah pembayaran itu tanah warga bisa menjadi milik negara. Pemerintah harus ikut bertanggung jawab karena pemerintah akan menikmati keuntungan bila proyek Lapindo berhasil. grafis: surya/rendraDorong Pemkab Bentuk Agen TandinganHUFFINGTON POSTSURABAYA, SURYA - Kelangkaan BBM di Kepulauan Jatim, khususnya di Kabupaten Sumenep terbilang sudah akut. Berlangsung lama, parah, dan tak kunjung ada solusi permanen. Kalaupun ada solusi, hanya bersifat sesaat, ketika masyarakat menjerit dan melakukan protes. Pihak Pertamina menyebut, problem BBM di kepulauan bukan sekedar masalah suplai, permintaan dan distribusi. Masih ada sederet faktor yang menyebabkan kondisi buruk itu berlarutlarut. Satu diantaranya faktor regulasi minyak dan gas (migas).Asisten Manager External Relations Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari menjelaskan jauh sebelum ributribut kelangkaan BBM muncul sekarang ini, pihaknya sudah punya skema antisipasi. Khususnya di Masalembu dan Kangean. Skema itu dijalankan bersama dengan pihak Pemkab Sumenep dan instansi terkait. Skema itu berupa dibukanya jalur distribusi melalui pengecer. Dengan begitu, kebutuhan warga terhadap bahan bakar minyak BBM tidak bergantung pada SURYA/DYAN REKOHADI KE HALAMAN 7HEPPY WULANSARIPulau Penghasil Migas Selalu Pacekiik BBM (3)Gubernur Berulangkali Ganti, Kenapa Kami Tetap Begini?Premier League Main: 666 Gol: 114Piala FA Main: 74 Gol: 12Piala Liga Main: 40 Gol: 12Kompetisi Eropa Main: 154 Gol: 29Kompetisi Lainnya Main: 19 Gol: 1Total Main: 953 Gol: 168Musim panen ikan tahun ini menjadi musim penuh getir. Alih-alih bisa membawa pulang ikan yang melimpah, berangkat melaut saja mereka tidak bisa. Mesin perahu mereka mau diajak bekerja lantaran solar sudah berbulan-bulan langka.BULAN-BULAN menjelang akhir tahun begini, biasanya menjadi masa penuh suka cita bagi para nelayan di kepulauan Masalembu dan Kangean. Inilah masa paling menyenangkan yang selalu mereka tunggu. Inilah masa yang merekasebut musim panen raya. Di bulan-bulan ini, laut sangat bersahabat. Ombak tidak terlalu tinggi dan cuacanya terang. Koloni ikan bermunculan di sepanjang peraian mereka. KE HALAMAN 7GRAFIS: BAYUBus Pintar-Truk Reli Dakkar di Pabrik Hino Motors (1)NADINE CHANDRAWINATARem Bekerja Otomatis saat Sopir Ngantuk SEBUAH bus berkapasitas mesin 13.000 cc melaju kencang di jalan berasapal mulus. Mendadak alarm berbunyi keras ketika sekitar 50 meter di depan bus berbadan lebar itu muncul tonggak besi setinggi setengah meter.B TRIBUNNEWS/FEBBY MAHENDRA PUTRAHYBRID - Hino Melpha Hybrid, sebuah bus yang bisa difungsikan sebagai penyuplai aliran listik dan klinik medis, yang didisplay di arena Tokyo Motor Show 2013.RAKKKKK!!! Bus menabrak tonggak besi. Sekitar lima meter kemudian bus berhenti mendadak. Tentu saja penumpang merasakan hentakan kecil, meski tak begitu kuat, saat bus tiba-tiba mengerem. Ternyata bus pintar yang diberi nama Hino Air Loop itu punya sistem pengereman otomatis ketika menabrak bendaatau kendaraan lain di depannya. Di bagian bumper depan bus ini memang diberi sensor untuk memindai benda-benda di depannya. Alarm peringatan berbunyi untuk memperingatkan sopir begitu bus terus melaju ke arah benda di depannya, ujar Mr Imaizumi, staf di Hino Customer Technical Centre. Selanjutnya, bus Air Loopkembali bergerak dengan kecepatan 70 km per jam. Kali ini pengeram dilakukan secara manual oleh sang pengemudi begitu alarm meraung dan bus berada sekitar 25 meter dari tonggak besi. Bus berhenti tepat dua meter sebelum menghanjar tonggak. Teknologi yang terpasang di Air Loop merupakan upaya untuk mengurangi risiko ketika terjadi kecelakaan di jalan raya. Terutama kecelakaan yang diakibatkan sopir dalam kondisi lelah atau mengantuk. KE HALAMAN 7Suka Blue EconomyDUA bola mata Nadine Chandrawinata berbinar-binar saat dimintai komentar tentang buku Blue Economy, An Odyssey To Prosperity, karya Ardian Puwoseputro, pemuda asal Blitar. Hal itu diceritakan Ardian kepada Surya, Kamis (28/11), usai memperkenalkan bukunya dalam pemutaran film perdana Sagarmatha di sebuah gedung bioskup di Jakarta. Film ini dibintangi Nadine Chandrawinata dan Ranggaina Puspandya. "Nadine menilai buku KE HALAMAN 7TRIBUNNEWS/JEPRIMAjoin facebook.com/suryaonlinefollow @portalsurya

2. ROAD TO ELECTIONJUMAT, 29 NOVEMBER 2013surya.co.id | surabaya.tribunnews.com|PPATK Siap Tilik Rekening Caleg Bahas Konsep MoU dengan KPU jakarta, surya - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) siap menilik rekening kampanye para calon anggota DPR dan DPRD, serta para calon presiden. Pemantauan rekening ini dilakukan untuk transparansi dana kegiatan politik yang dilakukan menjelang Pemilu 2014. Soal menyerahkan rekening caleg itu saran kami kepada KPU dalam rangka mewujudkan transparansi. Kan kita ingin mendapat wakil rakyat yang jujur, ujar Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf. PPATK sendiri membuka diri jika kemudian KPU berinisiatif untuk menjalin kerja sama dalam rangka transparansi dana politik yang digunakan oleh peserta Pemilu. Saya bisa memaklumi kondisi KPU, namanya saja saran, kalau saya sendiri prinsipnya welcome dan kalau memang diundang untuk bekerja sama pasti akan kami tindaklanjuti, katanya. Menurutnya, sejauh ini KPU keberatan menyerahkan daftar rekening caleg dan capres. Alasannya, karena KPU kekurangan sumber daya manusia (SDM). Sebenarnya KPU tidak perlu menambahkan SDM dalam menindak lanjuti permintaan PPATK. KPU hanya memerin-storyhighlights PPATK siap menilik rekening caleg dan capres. Untuk transparansi dana kegiatan politik menjelang Pemilu 2014. KPU masih membahas konsep nota kesepahaman dengan PPATK. tahkan kepada capres dan caleg melalui surat untuk menyerahkan nomor rekening ke PPATK, kata Yusuf. Yusuf mengatakan, jika caleg dan capres tidak mau menyerahkan daftar rekeningnya tinggal dipublikasikan ke publik. Kalau tidak mau jangan dipilih rakyat, berarti ada ketidakberanian untuk transparan, katanya. Untuk itu, Yusuf mengimbau agar para caleg dan capres berkenan untuk menyerahkan rekening sebagai wujud transparansi. Kalau perlu ada pakta integritas untuk itu kepada PPATK atau KPU, kami jamin kerahasiaannya, katanya. Dia juga mengatakan dengan adanya rekening PPATK akan mengetahui berbagai aliran dana, termasuk sumbangan dana. Dalam PembahasanKomisioner KPU Ferry Kur-nia Rizkiyansyah mengatakan, pihaknya sedang membahas mengenai konsep nota kesepahaman (MoU) dengan PPATK. KPU juga sedang mempertimbangkan saran PPATK terkait penyerahan salinan rekening parpol dan caleg peserta Pemilu 2014. Namun perlu dipahami bahwa peserta Pemilu itu adalah parpol dan di kami tidak ada syarat bagi caleg untuk melampirkan rekening perbankan, kata Fery. Dalam peraturan KPU nomor 17/2013 tentang Pedoman Pelaporan Dana Kampanye hanya dijelaskan bahwa parpol peserta Pemilu wajib menyerahkan laporan dana kampanye partai, yang di dalamnya harus disertakan laporan milik caleg masingmasing partai. Dalam peraturan laporan dana kampanye itu yang dituntut hanya penerimaan dan pengeluaran dana oleh caleg yang dikirim ke parpol katanya. Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan, pihaknya masih akan merundingkan hal tersebut. Menurut Husni, dalam pelaporan dana kampanye, KPU mengatur adanya laporan dari parpol dan laporan dari caleg yang tak terpisahkan. Laporan tersebut akan diperiksa oleh kantor akuntan publik yang ditunjuk oleh KPU. (ant/bet)iNTER-nASYingluck Lolos dari Mosi Tidak Percaya bangkok, surya - Upaya pelengseran Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatradengan gagal sudah. Yingluck lolos dari mosi tidak percaya setelah dalam voting Parlemen Thailand memenangi 297 suara mendukung dan 134 suara menentang. Perdana Menteri Yingluck, lolos dari mosi tidak percaya, kata Ketua Parlemen Somsak Kiatsuranont, Kamis (28/6). Sementara itu, para pengunjuk rasa masih melumpuhkan sejumlah kementerian di Bangkok. Sedangkan di luar kota Bangkok, pengunjuk rasa berkumpul di 25 gedung pertemuan provinsi di wilayah selatan yang menjadi basis oposisi, termasuk di pulau wisata Phuket. Meski sejauh ini unjuk rasa masih berjalan damai, namun muncul kekhawatiran unjuk rasa ini akan berubah menjadi kekerasan jalanan di negara yang sudah mengalami serangkaian kerusuhan politik sejak Thaksin digulingkan pada 2006. Di depan Kantor Kementerian Pertahanan Thailand, demonstran berhadapan dengan tentara. Kejadian itu lantaran ratusan pengunjuk rasa ingin menduduki kantor tersebut. Bangkok Post pada Kamis (28/11) menuliskan, anggota Par-APSELAMAT - PM Thailand, Yingluck Shinawatra (kanan) bersama Menlu Surapong Tovichakchaikul di parlemen, Kamis (28/11) tai Demokrat Thailand, Jitrapas Pirompakdee memimpin para pengunjuk rasa. Tetapi, pendemo antipemerintah itu dihadang sepasukan tentara Thailand. Pemerintah Thailand menandaskan tidak akan ada kudeta di negeri tersebut. Menteri Pendidikan Thailand, Chaturon Chaiseng mengatakan, dia tidak yakin kudeta akan terjadi meski unjuk rasa anti pemerintah telahmemasuki hari kelima. Sementara itu, Presiden SBY memerintahkan Menteri Luar Negeri RI untuk memastikan keamanan WNI di Bangkok, Thailand. (kompas.com/tribunnews/bbc)kompas.com/Deytri AritonangPUTUS KONGSI - Komisioner KPU Arif Budiman (kiri), Ketua KPU Husni Kamil Manik (kedua dari kiri) dan Kepala Lemsaneg Mayjen Djoko Setiadi (kedua dari kanan) pada pengumuman pembatalan kerja sama KPU dan Lemsaneg terkait pengamanan data Pemilu 2014 di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (28/11).KPU Masih Emoh Rangkul Konsorsium IT Resmi Hentikan Kerja Sama dengan Lemsaneg jakarta, surya - KPU masih belum berpikir membentuk konsorsium untuk pengamanan data Pemilu 20014, pasca resmi diputusnya kerja sama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg). KPU merasa yakin mampu mengatasi pengamanan data Pemilu itu dengan kekuatan internalnya. Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan, pihaknya belum bisa dalam waktu dekat membentuk konsorsium untuk pengamanan data pemilu. Untuk sementara cukup mengandalkan kemampuan kekuatan internal yang ada. Kami sementara ini masih mengandalkan kemampuan internal, karena untuk membangun aplikasi kita sebagian bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk membantu pengamanan data, ujarnya di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (28/11). Keputusan itu diambil setelah KPU dan Lemsaneg menghentikan kerja sama dalam pengamanan data Pemilu 2014. Nota kesepahaman itu ditandai dengan penukaran dokumen antara dua belah pihak di GedungKPU, Jakarta, Kamis (28/11). Hadir dalam pemberhentian nota kesepahaman antarpihak ini Ketua KPU Husni Kamil Manik dan Kepala Lemsaneg Mayjen TNI Djoko Setiadi. Saya mewakili KPU, dan DJoko Setiadi mewakili Lemsaneg, menyepakati klausulklausul dari pembahasan kami. Pertama, penghentian kesepahaman. Para pihak sepaham dan memutuskan untuk tidak melanjutkan, menghentikan nota kesepahaman KPU dan Lemsaneg, ujar Husni. Husni mengakui, penghentian kerja sama ini mencermati perkembangan yang dua belah pihak ikuti secara terbuka dan partisipatif, menyangkut juga pendapat saran, ide, dan gagasan dari multi pihak, baik partai politik di DPR, dan publik. Husni melanjutkan, pada poin kedua, bahwa dengan penghentian itu, masing-masing pihaktidak menuntut kompensasi. Ketiga bahwa kesepahaman ini ditandatangani pada Kamis 28 November 2013. Pembatalan ini bertujuan untuk bagaimana menghentikan pro dan kontra atas kerja sama ini yang berdasarkan pertimbangan kami ketika menandatangani nota kesepahaman adalah bertujuan meningkatkan kualitas pemilu 2014 yang berkenaan dengan penggunaan teknologi informasi, ujar Husni. Mayjen TNI Djoko Setiadi menambahkan, penghentian ini diharapkan dapat mengakhiri polemik yang berkepanjangan. Kami berposisi tegas untuk menarik diri dari penyelanggaraan Pemilu 2014, dengan harapan untuk mengakhiri piolemik dan kontraproduktif bagi kemajuan demokrasi Indonesia, ujar Djoko. Djoko mengatakan, penghentian ini ditempuh, bukan karenaUniversitas Negeri Malang (UM) Jendela Informasi Jerman UNIVERSITAS Negeri Malang (UM) dipercaya Kedutaan Jerman untuk Indonesia, sebagai pusat informasi Jerman. Kepercayaan tersebut bukan tanpa alasan. Universitas yang memiliki program kependidikan dan non kependidikan ini, mampu menunjukkan keseriusannya mengelola Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman. Berbagai prestasi pun telah dicapainya. Bahkan Program Double Degree dilakukan dengan menggandeng Konstanz Universitat. Double Degree Program Bisnis Management dan Torism dengan Konstanz Universitat telah meluluskan dua mahasiswa dan beberapa mahasiswa yang sedang studi di Jerman. Pusat Informasi Jerman di lingkungan perguruan tinggi ini merupakan satu-satunyadi Indonesia. Setelah penandatangan MoU ini, kerjasamanya semakin luas. Tidak hanya informasi tentang pendidikan, mulai dari kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, bea siswa, penelitian dan pertukaran dosen saja tetapi secara utuh tentang Jerman, terutama tentang kebudayaannya sampai tentang kehidupan masyarakat Jerman. Sekarang kalau ingin mengetahui seluk beluk Jerman tidak harus ke Jerman tetapi kini ada di Indonesia sebelah Timur, yakni di Universitas Negeri Malang, ujar Rektor UM, Prof Dr Suparno menjelang penandatanganan MoU antara Goethe Institut dengan UM, Kamis (28/11) di Gedung A3. Perhatian Jerman terhadap Universitas Negeri Malang pun tak kalah besarnya. Penandatanganan MoU tersebutCINDERA MATA - Rektor UM Prof Dr Suparno memberikan cindera mata kepada Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschl.join facebook.com/suryaonlinekeraguan atau kapabilitas Lemsaneg dalam mengamankan informasi. Tetapi lebih karena keraguan netralitas L...