Syok Septik rizki

  • View
    12

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan kasus

Text of Syok Septik rizki

BAB IPENDAHULUANGagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah secara adekuat untuk memelihara sirkulasi darah15. Gagal jantung kongesti merupakan suatu sindrom klinis yang terjadi pada pasien yang abnormalitas (baik akibat keturunan atau didapat) pada struktur atau fungsi jantung sehingga menyebabkan terjadinya perkembangan serangkaian gejala klinis dan tanda klinis (edema dan ronki) yang mengakibatkan opname, kualitas hidup yang buruk, dan harapan hidup yang memendek15. Kualitas dan kelangsungan hidup penderita gagal jantung kongestif sangat dipengaruhi oleh diagnosis dan penatalaksnaan yang tepat. Oleh karena itu, prognosis pada penderita gagal jantung kongestif bervariasi pada tiap penderita. Berdasarkan salah satu penelitian, angka kematian akibat gagal jantung adalah sekitar 10% dalam 1 tahun. Sumber lain mengatakan bahwa setengah dari pasien gagal jantung kongestif meninggal dalam waktu 4 tahun setelah didiagnosis dan terdapat lebih dari 50% penderita gagal jantung meninggal dalam tahun pertama7. Demam reumatik akut merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai faringitis dan ada pada 0,3% kasus faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolyticus grup A. Penyakit ini bias terjadi secara akut atau berulang dengan satu atau lebih gejala mayor yaitu poliartritis migrans akut, karditis, korea, nodul subkutan, dan eritema marginatum. Penyakit ini cenderung berulang dan dipandang sebagai penyebab terpenting penyakit jantung didapat pada anak dan dewasa muda di seluruh dunia. Puncak insiden demam reumatik akut terdapat pada kelompok usia 5-15 tahun, penyakit ini jarang dijumpai pada anak dibawah usia 4 tahun dan penduduk di atas 50 tahun. Demam reumatik akut yang menimbulkan gejala sisa pada katup-katup jantung disebut sebagai penyakit jantung reumatik. Demam reumatik akut dan penyakit jantung reumatik sering terjadi pada daerah kumuh dan padat. Di negara berkembang, demam reumatik akut merupakan penyebab utama dalam kelainan kardiovaskular (25%-45%)18.Stenosis mitral merupakan suatu keadaan dimana terjadi gangguan aliran darah dari atrium kiri melalui katup mitral oleh karena obstruksi pada level katup mitral. Kelainan struktural ini menyebabkan gangguan pembukaan sehingga timbul gangguan pengisian ventrikel kiri pada saat diastol.1Penyebab stenosis mitral yang paling sering adalah penyakit jantung rematik, yakni sekitar 40% penderita jantung penyakit jantung rematik berlanjut menjadi mitral stenosis. Biasanya penyakit jantung rematik ini juga menyebabkan mitral regurgitasi, yang bersamaan dengan mitral stenosis. Jarang sekali terjadi mitral regurgitasi sendiri akibat jantung rematik. Penyakit jantung rematik ini disebabkan oleh bakteri Streptococcus haemoliticus Group A sehingga penyakit ini menggambarkan sosial ekonomi yang rendah oleh karena itu angka kejadian stenosis mitral di luar negeri sudah jarang ditemukan, sedangkan di negara-negara sedang berkembang angka kejadiannya masih tinggi.2,3,4Di Amerika angka kejadian stenosis mitral adalah 1 : 100.000 sedangkan di Afrika angka kejadian stenosis mitral adalah 150 : 100.000, di India angka ini mencapai 300-400 : 100.000.Penyakit katup, baik stenosis mitral maupun regurgitasi mitral, ini dapat berlanjut menjadi gagal jantung kongestif. Hal ini dikarenakan pada stenosis mitral terjadi aliran darah dari atrium kiri (LA) yang tidak secara keseluruhan pindah ke ventrikel kiri (LV) akibat penyempitan katup mitral. Ini akan menyebabkan peningkatan tekanan pada vena pulmonalis kemudian meningkatkan tekanan di paru-paru dan pada akhirnya meningkatkan tekanan di ventrikel serta atrium kanan. Jantung kanan membesar dan akhirnya tidak terjadi kompensasi oleh jantung kanan akibat kerja ekstra untuk memompakan darah dari ventrikel kanan ke paru-paru sehingga terjadilah gagal jantung kanan. Curah jantung yang menurun pada ventrikel kiri akibat darah dari atrium kiri tidak seluruhnya ke ventrikel kiri, ini sangat bergantung pada derajat stenosis pada katup mitral tersebut, mengakibatkan jantung tidak cukup memompakan darah ke seluruh tubuh ini. Sedangkan pada regurgitasi mitral terjadi aliran balik ke atrium kiri saat sistol akibat ketidakmapuan katup menutup sempurna sehingga terjadi overload di atrium kiri saat diastole yang pada akhirnya meningkatkan tekanan di atrium kiri yang berlanjut dengan peningkatan tekanan vena pumonalis kemudian ventrikel kiri hingga terjadi gagal jantung kanan.1,2,3,4,5Karena masih tingginya angka kejadian stenosis maupun regurgitasi mitral di negara-negara berkembang, khususnya di Indonesia, maka sangatlah penting untuk mengetahui mengenai penyakit ini, di samping mengingat efek jangka panjang penyakit ini sendiri adalah gagal jantung.

BAB IIILUSTRASI KASUS1. IDENTITAS PASIENNama: Ny. NUmur: 42 tahunNo. CM: 1-05-17-51Jenis Kelamin: Perempuan Alamat: Cot Ju PeusanganSuku : AcehAgama: IslamStatus: KawinPekerjaan: Ibu Rumah TanggaPendidikan terakhir: SLATanggal Masuk: 13 Mei 2015 (pukul 14.22 wib)Tanggal Pemeriksaan: 18 Mei 2015

0. ANAMNESIS0. Keluhan Utama: Nyeri kepala 0. Keluhan Tambahan: Kelemahan anggota gerak kiri, nyeri dada, .0. Riwayat Penyakit Sekarang:Pasien datang dengan keluhan nyeri perut yang dirasakan sejak 2 minggu yang lalu, sebelumnya pasien sudah sudah sering merasakan nyeri diperut sejak perutnya mulai ada benjolan dibagian perut kanan bawah sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri hilang timbul dan tidak dipengaruhi oleh posisi dan makin nyeri jika ditekan. Dalam 5 hari terakir pasien mengeluh nyerinya semakin hebat dan tidak berkurang walaupun sudah minum obat anti nyeri dari dokter. sejak 5 hari yang lalu pasien juga merasakan nyeri dibagian dada tengah terutama saat pasien batuk atau berubah posisi secara tiba-tiba, nyeri bersifat tajam dan tembus kebelakang, tidak menjalar ke lengan. keluhan ini baru pertama kali dialami pasien. Pasien juga demam sejak 2 minggu yang lalu, demam bersifat tinggi dan tidak menggigil, selama demam keadaan pasien semakin lemas. Riwayat muntah (-), mual (-), batuk (-). Riwayat trauma di dada dan perut disangkal. Pasien merupakan pasien rujukan dari spesialis

0. Riwayat Penyakit DahuluRiwayat Hipertensi : pasien hipertensi sejak 2 tahun yang lalu.Diabetes Melitus (-)0. Riwayat Penyakit Keluarga Disangkal0. Riwayat Pemakaian ObatDisangkal0. Riwayat Kebiasaan SosialPasien merokok 1 bungkus dalam 1 hari sejak usia 15 tahun. Dan sudah berhenti sejak 10 tahun yang lalu.

2.3 PEMERIKSAAN FISIK0. Status PresentKeadaan sakit : Sakit SedangKesadaran: Compos Mentis , GCS (E3M4V5)Tekanan Darah: 120/80 mmHgNadi (HR): 85 x/menit Frekuensi Nafas: 21 x/menitTemperatur: 36,7 C

0. Status GeneralKulitWarna: Sawo matangTurgor: Kembali cepatIkterus: (-) Pucat: (+)Sianosis: (-)Oedema: (-)KepalaBentuk: Kesan NormocephaliRambut: Berwarna hitam sukar dicabut Mata: Cekung (-), refleks cahaya (+/+), konj. Palp inf pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)Telinga: Sekret (-/-), perdarahan (-/-)Hidung: Sekret (-/-), perdarahan (-/-), NCH (-/-)MulutBibir: Pucat (-), Sianosis (-)Gigi geligi: Karies (-)Lidah: Beslag (-), Tremor (-)Mukosa: Basah (+)Tenggorokan: Tonsil dalam batas normalFaring : Hiperemis (-)LeherBentuk: Kesan simetrisKel. Getah Bening: Kesan simetris, Pembesaran KGB (-)Peningkatan TVJ : R-2 cmH2OAxilla: Pembesaran KGB (-)Thorax1. InspeksiBentuk dan Gerak: Normochest, pergerakan simetris.Tipe pernafasan: Thorako- Abdoimnal.Retraksi: (-)1. PalpasiStem premitusParu kananParu kiri

Lap. Paru atasNormalNormal

Lap. Paru tengahNormalNormal

Lap. Paru bawahNormalNormal

1. PerkusiParu kananParu kiri

Lap. Paru atasSonorSonor

Lap. Paru tengahSonorSonor

Lap.Paru bawahSonorSonor

1. AuskultasiSuara pokokParu kananParu kiri

Lap. Paru atasVesikulerVesikuler

Lap.Paru tengahVesikulerVesikuler

Lap.Paru bawahVesikuler Vesikuler

Suara tambahanParu kananParu kiri

Lap. Paru atasRh(-) , Wh(-)Rh(-) , Wh(-)

Lap. Paru tengahRh(-) , Wh(-)Rh(-), Wh(-)

Lap. Paru bawahRh(-) , Wh(-)Rh(-), Wh(-)

Jantung Inspeksi: Ictus cordis tidak terlihat Palpasi:Ictus cordis teraba ICS V linea midclavicula sinistra Perkusi: Batas atas: ICS III LMCS Batas kanan: ICS V Linea parasternalis dextra Batas Kiri: ICS V, 2 cm ke arah lateral linea midclavicula sinistra Auskultasi: BJ I > BJ II, reguler, bising (-)

Abdomen Inspeksi: simetris, tidak tampak pembesaran organ.. Palpasi: Nyeri tekan (-), Hati, limpa dan ginjal tidak teraba Perkusi: timpani (+), asites (-) Auskultasi: Peristaltik usus (+) normal. Genetalia: Terpasang cateterAnus: Tidak dilakukan pemeriksaanEkstremitas:EkstremitasSuperiorInferior

KananKiriKananKiri

Sianotik----

Edema----

Ikterik----

Pucat----

Kekuatan Motorik5555111155551111

Atrofi otot----

0. PEMERIKSAAN PENUNJANGTanggal 08 05 2015

Darah RutinJenis pemeriksaanHasil PemeriksaanNilai Rujukan

Haemoglobin8,1 gr/dl12 - 15 gr/dl

Leukosit20,7 x 103/mm34,1-10,5 x 103/mm3

Trombosit479 x 103 /mm3150-400 x 103/mm3

Eritrosit2,8 x 106/mm34,5 6,0 x 106/mm3

Hematokrit24 %37 47 %

Hitung jenis

Eosinofil00-5%

Basofil00-2%

Netrofil Segmen8150-70%

Limfosit1020-40%

Monosit92-8%

ElektrolitJenis pemeriksaanHasil PemeriksaanNilai Rujukan

Natrium (Na)138135-145 mmol/ll

Kalium (Ka)3,9 mmol/l3,5-4,5 mmol/l

Clorida ( Cl)9890-100 mmol/l

Fungsi GinjalJenis pemeriksaanHasil PemeriksaanNilai Rujukan

Ureum108 mg/dl13-43 mg/dl

Kreatinin0,94 mg/dl0,67-1,17 mg/dl

DibetesJenis pemeriksaanHasil PemeriksaanNilai Rujukan

Gula darah sewaktu170 mg/dl120 x/ menit)

Diagnosis ditegakkan dari dua kriteria mayor atau satu kriteria mayor dan dua kriteria minor di