Tahap-tahap Belajar Anak

  • View
    17

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

psikologi pedidikan

Text of Tahap-tahap Belajar Anak

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN BELAJAR ANAK

Disusun olehKelompok V1. Rahmat Ardoni(14221079)2. Marwa Fitriyah(14221055)3. Nurul Khoiriah(14221070)4. Oktari Yulika(14221072)

Dosen PengampuEka Rija Mishayati, M.Pd.I

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKAFAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)RADEN FATAH PALEMBANG2015

PENDAHULUAN

Perkembangan merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu.Perkembangan adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia, atau dengan kata lain perkembangan dapat diartikan sebagai proses seorang manusia menuju kedewasaan. Setiap anak mengalami proses perkembangan dalam sikap dan mental serta pertumbuhan fisik seiring dengan bertambahnya umur mereka.Perkembangan anak sangat penting untuk menjadi perhatian khusus bagi orang tua. Karena, jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua tanpa arahan dan dampingan orang tua, anak tersebut akan tumbuh seadanya sesuai dengan apa yang dihadapinya di lingkungan sekelilingnya tanpa dapat membedakan hal-hal apa saja yang patut ditiru maupun yang tidak. Umumnya para orangtua suka kalau anaknya maju lebih cepat dibandingkan dengan anak-anak sebayanya. Hanya saja, sebagian orang tua memaksakan anaknya untuk belajar sesuatu yang belum waktunya juga dengan cara belajar yang belum sesuai dengan drinya. Lalu bagaimana cara belajar yang sesuai dengan perkembangan anak?Tidak hanya perkembangan anak menuju pendewasaan yang harus di perhatikan, tetapi juga perkembangan anak dalam belajar yang berbeda-beda sesuai usia mereka. Sebagai contoh, proses belajar anak yang duduk di sekolah dasar tentu akan jauh berbeda dengan cara belajar anak saat memasuki sekolah menengah. Oleh karena itu, baik orang tua maupun pendidik harus mengetahui proses perkembangan anak dalam belajar, agar dapat membantu anak tersebut dalam menyerap pelajaran dengan cara penyampaian kita yang sesuai.Untuk mengetahui tahap-tahap apa saja yang dialami seorang anak dalam perkembangan belajarnya, penulis dalam makalah ini menjelaskan tahap-tahap apa saja yang dialami anak pada perkembangan belajarnya. Bagaimana cara yang sesuai diterapkan pada usia mereka. Sehingga dapat tercipta suasana kondusif pada saat proses belajar dan anak pun akan lebih mudah terarah dalam mempelajari sesuatu hal sesuai dengan perkembangan anak.

PEMBAHASAN

A. Perkembangan Proses BelajarSetiap manusia akan mengalami proses berkembang, perkembangan manusia tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhannya. Pertumbuhan adalah sesuatu yang menyangkut materi jasmaniah yang dapat menumbuhkan fungsi dan bahkan perubahan fungsi pada materi jasmaniah. Perubahan jasmaniah dapat menghasilkan kematangan atas fungsinya. Perkembangan pada prinsipnya merupakan rentetan perubahan jasmani dan rohani (fisio-psikis) manusia yang menuju ke arah yang lebih maju dan sempurna.[footnoteRef:2] [2: Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, hlm. 12.]

Proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi kearah yang lebih maju daripada keadaan sebelumnya. Perilaku kognitif yaitu berkembangnya ilmu pengetahuan yang ia miliki yang diperoleh anak dalam proses belajar dalam kehidupan sehari-hari, Perubahan perilaku afektif yaitu berkembangnya pola pikir anak, semakin bertambah dewasa anak ia sudah dapat membedakan mana perilaku yang baik dan buruk. Perubahan perilaku psikomotorik yaitu perkembangan keterampilan anak dalam membuat hal-hal baru.Menurut Muhhibin Syah (2013), proses-proses perkembangan dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar siswa. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi:1. Perkembangan motor (motor development), yakni proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam keterampilan anak ( motor skills)2. Perkembangan kognitif (kognigtive development), yakni perkembangan pungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan / kecerdasan anak ; dan 3. Perkembangan sosial dan moral (social and moral development) yakni proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan perubahan cara anak yang berkomunikasi dengan objek atau orang lain, baik secara individu maupun sebagai kelompok.

1. Perkembangan Motor (fisik) AnakDalam perkembangan psikologi, kata motor digunakan sebagai istilah yang menunjuk padahal, keadaan , dan kegiatan yang melibatkan otot-otot dan gerakan-gerakannya, juga kelenjar kelenjar dan sekeresinya (pengeluaran cairan/ getah). Secara singkat, motor dapat pula di pahami sebagai segala keaadaan yang meningkatkan atau menghasilkan stimulasi / rangsangan terhadap kegiatan organ-organ fisik. Proses perkembangan fisik anak berlangsung kurang lebih dua dekade (dua dasawarsa) sejak ia lahir.semburan perkembangan (spurt) terjadi pada anak menginjak usia remaja antara 12 sampai 13 tahun hingga 21 sampai 22 tahun. Pada saat perkembangan berlangsung beberapa bagian jasmani seperti kepala dan otak yang pada waktu dalam rahim berkembang tidak seimbang (tidak secepat badan dan kaki), mulai menunjukkan perkembangan yang cukup berarti hingga bagian-bagian lainnya menjadi matang.Menurut Gleitman (1987), bekal yang dibawa anak yang baru lahir sebagai dasar perkembangan hidupnya selama di dunia ada dua jawaban pokok yaitu: 1) bekal kapasitas motor (jasmani); dan 2) bekal kapasitas pancaindera (sensori).

2. Perkembangan Kognitif SiswaPengaturan kegiatan kognitif merupakan suatu kemahiran tersendiri. Orang yang memiliki kemampuan kognitif tinggi ini akan mampu mengontrol dan menyalurkan aktivitas kognitif yang berlangsung dalam dirinya sendiri.[footnoteRef:3] [3: Djaali, Psikologi Pendidikan, hlm. 67. ]

Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti mengetahui. Dalam arti yang luas, cognition (kognisi) ialah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu domain atau wilayah/ ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa (Chaplin, 1972).[footnoteRef:4] [4: Muhibbin Syah, op. cit., hlm. 22.]

Dengan kata lain, kognitif adalah kemampuan anak dalam hal yang berhubungan dengan akademik, yaitu kemampuan anak untuk menganalisis masalah yang diberikan oleh pendidiknya.Sebagian besar psikolog terutama kognitivis (ahli psikologi kognitif) berkeyakinan bahwa proses perkembangan kognitif manusia mulai berlangsung sejak ia baru lahir. Menurut para ahli psikologi kognitif, pendayagunaan kapasitas ranah kognitif manusia sudah mulai berjalan sejak manusia mulai mendayagunakan kapasitas motor dan sensorinya. Hasil-hasil riset para ahli psikologi kognitif yang menyimpulkan bahwa aktivitas ranah kognitif manusia pada prinsipnya sudah berlangsung sejak masa bayi, yakni rentang kehidupan antara 0-2 tahun.[footnoteRef:5] [5: Ibid., hlm. 23.]

Selanjutnya, seorang pakar terkemuka dalam disiplin psikologi kognitif dan psikologi anak, Jean Piaget (baca: Jin Piasye), yang hidup antara tahun 1896 sampai tahun 1980, mengklasifikasikan perkembangan kognitif anak menjadi empat tahapan (Daehler & Bukatko, 1985; Best, 1989; Anderson, 1990). Untuk mempermudah identifikasi tahapan-tahapan perkembangan kognitif tersebut, berikut ini disajikan sebuah tabel.Tabel 1Tahapan Perkembangan Kognitif AnakNo. Tahap Perkembangan KognitifUsia Perkembangan Kognitif

1.2.3. 4.Sensory-motor (Sensori-motor)Preoperational (Praoperasional)Concrete-operational (Konkret-operasionalFormal-operation (formal-operasional)0 sampai 2 tahun2 sampai 7 tahun7 sampai 11 tahun11 sampai 15 tahun

a. Tahap Sensori-motor (0-2 tahun)Selama perkembangan dalam periode sensori-motor yang berlangsung sejak anak lahir sampai usia 2 tahun, intelegensi yang dimiliki anak masih berbentuk primitive dalam arti masih didasarkan pada perilaku terbuka.[footnoteRef:6] [6: Ibid., hlm 26]

Perkembangan kognitif dari tahap sensorik-motorik pada anak-anak akan terlihat pada upayanya untuk melakukan gerakan tertentu diantara lingkungan sekitarnya. Pada mulanya gerakan seorang bayi dilakukan secara spontan. Dorongan untuk melakukan gerakan tertentu selalu dating dari factor internal dirinya sendiri. Penyesuaian dan pengaturan dari proses penyesuaian serta proses akomodasi dilaksanakan dari proses awal, hingga hasilnya berlanjut baik secara kuantitatif maupun kualitatif, seiring dengan perubahan yang terjadi pada skemata atau pengertian. Proses pembentukan pengetahuan pada anak-anak dimulai dari proses yang paling primitive, yaitu mencoba mengulang-ulang bunyi yang didengarnya.b. Tahap Praoperasional (2-7 tahun )Periode perkembangan kognitif pra-operasional terjadi dalam diri anak ketika berumur 2-7 tahun. Perkembangan ini bermula pada saat anak memiliki penguasaan sempurna mengenai objek permanen. Artinya, anak tersebut sudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya suatu benda yang harus ada atau biasa ada, walaupun benda tersebut sudah ia tinggalkan, atau sudah tak dilihat dan tak didengar lagi. Jadi pandangan terhadap eksistensinya benda tersebut berbeda dari pandangan periode sensori-motor, yakni tidak lagi bergantung pada pengamatannya belaka.[footnoteRef:7] [7: Muhibbin Syah, op. cit., hlm. 28.]

Jadi, pada tahap ini seorang anak akan mulai berpikir tentang kebiasaannya terhadap suatu benda. Ia akan selalu menginat tentang keberadaan benda tersebut walaupun sudah ditinggalkan. Misalnya anak tersebut mempunyai mainan di rumah dan ketik