tata busana

  • View
    235

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

d

Text of tata busana

KUALITAS TAHAN LUNTUR WARNA BATIK CAP DI GRIYA BATIK LARISSA PEKALONGAN

SKRIPSI Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata I untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Program Studi Jurusan : Antun Atikasari : 5444000054 : PKK Konsentrasi Tata Busana S-1 : Teknologi Jasa dan Produksi

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

Maret 2006

Antun Atikasari

ii

SARI Antun Atikasari. 2006. Kualitas Tahan Luntur Warna Batik Cap di Griya Batik Larissa Pekalongan. Skripsi, Teknologi Jasa dan Produksi Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing I Dra. Uchiyah Achmad M.Pd, Dosen Pembimbing II Dra. Sri Endah Wahyuningsih M.Pd. Pekalongan merupakan salah satu penghasil batik di Indonesia. Batik sebagai bahan sandang sudah mulai membudaya di kalangan masyarakat. Ketahanan luntur warna batik sangat penting ditinjau dari kepentingan konsumen. Batik cap produksi Griya Batik Larissa banyak diminati konsumen karena harganya yang relatif lebih murah dan dimungkinkan ketahanan luntur warna yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut maka timbul permasalahan yaitu bagaimanakah kualitas ketahanan luntur warna batik cap di griya batik Larissa Pekalongan terhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tahan luntur warna batik cap terhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan di griya batik Larissa Pekalongan. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah memberi gambaran kepada masyarakat mengenai kualitas tahan luntur warna batik cap di griya batik Larissa Pekalongan. Penelitian ini adalah eksperimen murni tentang tahan luntur warna batik cap dari bahan sutera, mori primisima dan shantung. Variabel penelitian berupa variabel tunggal yaitu kualitas tahan luntur warna batik cap. Data dikumpulkan melalui hasil pengujian laboratorium untuk mengukur tahan luntur warna terhadap pencucian dengan alat launderometer, tahan luntur warna terhadap keringat dengan American Association of Textile Chemists and Colourists (AATCC) perspiration tester, tahan luntur warna terhadap gosokan dengan alat crockmeter dan tahan luntur warna terhadap panas penyetrikaan dengan setrika listrik yang berpedoman pada standar pengujian dari Standar Industri Indonesia. Teknik untuk analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji Kruskall Wallis kemudian dilanjutkan dengan uji U Mann Whitney. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kualitas tahan luntur warna batik cap terhadap pencucian, gosokan, keringat dan panas penyetrikaan di griya batik Larissa mempunyai nilai baik. Hasil uji Kruskall Wallis pada tahan luntur warna batik cap terhadap pencucian diperoleh nilai 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan dari ketiga jenis kain, sedangkan penodaan warna terhadap kapas karena pencucian dari hasil uji Kruskall Wallis diperoleh nilai 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan dan hasil penodaan warna terhadap sutera diperoleh nilai 2hitung = 0,000 dengan p value (1,000 > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan dari ketiga jenis kain tersebut. Hasil analisis tahan luntur warna batik cap terhadap gosokan pada penodaan warna terhadap kapas kering menunjukkan 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan. Penodaan warna terhadap kapas basah karena gosokan iii

menunjukkan 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan. Hasil uji Kruskall Wallis pada tahan luntur warna batik cap terhadap keringat diperoleh nilai 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan pada ketiga jenis kain tersebut. Penodaan warna terhadap kapas karena keringat pada uji Kruskall Wallis diperoleh nilai 2hitung = 9,955 dengan p value (0,007 < 0,05)yang berarti ada perbedaan yang signifikan dan hasil penodaan warna terhadap sutera menunjukkan 2hitung = 17 dengan p value (0,000 < 0,05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan. Hasil analisis tahan luntur warna batik cap karena panas penyetrikaan menunjukkan 2hitung = 0,000 dengan p value (1,000 > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada perubahan warnanya. Hasil penodaan warna terhadap kapas kering menunjukkan 2hitung = 0,000 dengan p value (1,000 > 0,05) yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan pada ketiga jenis kain tersebut. Simpulan dari penelitian ini adalah kualitas tahan luntur warna batik cap terhadap pencucian, keringat, gosokan dan panas penyetrikaan di griya batik Larissa Pekalongan termasuk dalam kategori baik. Saran dalam penelitian ini adalah : 1) Griya batik Larissa perlu meningkatkan kualitas produknya, 2) Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang lain. Kata Kunci : Kualitas, tahan luntur warna, batik cap Larissa.

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO : Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan. ( Al Insyirah : 6 ) Warna merupakan salah satu wujud ekspresi budaya umat manusia. ( Euis Halisotan. H)

PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada : 1. Ibu dan Bapak tercinta. 2. Kakak kakakku, Mas Imam, Mas Agus, Mbak Ci dan Mbak Ari. 3. Almamaterku.

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah- Nya sehingga skripsi ini selesai sesuai yang diharapkan, serta tidak lepas mengucapkan sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta orang orang yang berada di jalan-Nya. Skripsi ini disusun sebagi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Tata Busana Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Banyak sekali kesulitan serta hambatan sejak persiapan, penelitian dan penyuisunan skripsi ini, namun hal tersebut dapat terselesaikan dan itu semua tak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini disampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada : 1. Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian. 2. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin untuk mengadakan penelitian. 3. Ketua Jurusan Teknologi dan Produksi yang telah memberikan izin dan kemudahan untuk mengadakan penelitian. 4. Dra. Uchiyah Achmad, M. Pd, Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, mengarahkan dan memberi petunjuk dalam pelaksanaan penelitian sampai akhir penyusunan laporan.

vi

5.

Dra. Sri Endah Wahyuningsih, M. Pd, Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, mengarahkan dan memberi petunjuk dalam pelaksanaan penelitian sampai akhir penyusunan laporan.

6.

Kepala Laboratorium Balai Besar Kerajinan dan batik Yogyakarta beserta stafnya, yang telah membantu dalam pengujian laboratorium.

7.

Drs. Eddy Wan, Pimpinan Griya Batik Larissa Pekalongan yang telah memberikan kesempatan, kemudahan dan segala informasi yang dibutuhkan.

8.

Semua pihak yang telah membantu baik secara moral maupun spriritual dalam penyusunan skripsi ini. Semoga Allah SWT memberikan balasan kepada semua pihak yang telah

memberikan bantuan baik secara moral maupun spiritual sehingga skripsi ini dapat selesai sesuai yang diharapkan. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangan dan manfaat kepada pembaca pada khususnya dan dunia ilmu pengetahuan pada umumnya. Semarang, Maret 2006

Peneliti

( Antun Atikasari )

vii

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL PENGESAHAN KELULUSAN PERNYATAAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR SARI DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Permasalahan C. Penegasan Istilah D. Tujuan Penelitian E. Manfaat Penelitian F. Sistematika Skripsi BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Kain Batik B. Motif Kain Batik Cap di Griya Batik Larissa Pekalongan C. Pembuatan Kain Batik Cap Pekalongan ix 9 13 21 1 4 4 6 6 7 i ii iii iv v vii ix xii xiv xvi

1. Bahan dalam Pembatikan 2. Peralatan Batik Cap 3. Proses Pembuatan Batik Cap D. Kualitas Tahan Luntur Warna E. Kerangka Berfikir BAB III METODE PENELITIAN A. Populasi B. Sampel C. Teknik Pengambilan Sampel D. Variabel Penelitian E. Pendekatan Penelitian 1. Pendekatan Eksperimen 2. Desain Eksperimen 3. Waktu dan Tempat Penelitian 4. Tahapan-tahapan Eksperimen F. Metode Pengumpulan Data 1. Uji Tahan Luntur Warna Terhadap Pencucian 2. Uji Tahan Luntur Warna Terhadap Gosokan 3. Uji Tahan Luntur Warna Terhadap Keringat 4. Uji Tahan Luntur Warna Terhadap Panas Penyetrikaan G. Validitas Eksperimen 1. Validitas Internal 2. Validitas Eksternal H. Metode Analisis Data 1. Analisis Deskriptif x

22 36 37 41 47

49 49 49 51

51 51 53 53

54 57 59 61

64 64

65

2. Uji Kruskall Wallis 3. Uji Mann Whitney BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Tinjauan Umum Griya Batik Larissa 2. Kualitas Batik Cap dilihat dari Tahan Luntur Warna Terhadap Pencucian 3. Kualitas Batik Cap dilihat dari Tahan Luntur Warna Terhadap Keringat 4. Kualitas Batik Cap dilihat dari Tahan Luntur Warna Terhadap Panas Penyetrikaan 5. Kualitas Batik Cap dilihat dari Tahan Luntur Warna Terhadap Gosokan B. Pembahasan C. Keterbatasan Penelitian BAB V PENUTUP A. Simpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

67 67

68 68

69

73

78

80 84 86

87 88 89 91