Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan sni. Nasional Indonesia SNI 7509:2011 Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum ICS 91.140.60 Badan Standardisasi Nasional

  • Published on
    27-May-2018

  • View
    215

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

  • Standar Nasional Indonesia

    SNI 7509:2011

    Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum

    ICS 91.140.60 Badan Standardisasi Nasional

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    i

    Daftar isi

    Daftar isi .................................................................................................................................... i

    Prakata ..................................................................................................................................... ii

    Pendahuluan ........................................................................................................................... iii

    1 Ruang lingkup .................................................................................................................... 1

    2 Acuan normatif ................................................................................................................... 1

    3 Istilah dan defenisi ............................................................................................................. 1

    4 Persyaratan umum .............................................................................................................4

    5 Tata Letak (lay-out) dan tipe sistem distribusi .................................................................. 5

    6 Reservoir .......................................................................................................................... 5

    6.1 Penempatan .. 5

    6.2 Komponen ..... 5

    6.3 Fungsi reservoir ......................................................................................................... 5

    6.4 Lokasi dan ketinggian reservoir ................................................................................. 6

    6.5 Volume reservoir ........................................................................................................ 6

    7 Sistem pemompaan...... 7

    8 Palu air .. 8

    9 Pipa transmisi . 9

    10 Pipa distribusi .. 10

    11 Unit pelayanan ..12

    12 Hasil perencanaan .. 14

    13 Pengerjaan 14

    13.1 Persiapan pengerjaan... 14

    13.2 Cara pengerjaan..... 14

    Lampiran A .. 16

    Lampiran B .. 18

    Lampiran C .. 20

    Lampiran D .. 21

    Bibliografi . 22

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    ii

    Prakata Standar ini merupakan SNI baru yang disusun sebagai acuan dalam perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan di lapangan sehingga kualitas konstruksinya dapat tepat mutu. Standar ini disusun oleh Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil melalui Gugus Kerja Lingkungan Permukiman pada Subpanitia Teknik 91-01-S3 Perumahan, Sarana, dan Prasarana Lingkungan Permukiman dalam rangka memenuhi efisiensi dan meningkatkan hasil pembangunan dalam bidang Sarana dan prasarana perumahan. Tata cara penulisan disusun mengikuti Pedoman Standardisasi Nasional 08:2007 dan dibahas pada forum rapat konsensus pada tanggal 4-5 Desember 2007 di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Bandung dengan melibatkan stakeholder yang mewakili unsur pemerintah, pakar/tenaga ahli, produsen dan konsumen/pengguna.

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    iii

    Pendahuluan

    Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum ini berisi mengenai persyaratan umum dan ketentuan-ketentuan yang diperlukan dan merupakan rujukan untuk para perencana, produsen, pelaksanan konstruksi, dan pengelola. Standar ini disusun dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 16 tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, yaitu Bagian Kedua Wewenang dan Tanggung Jawab Pemerintah, Pasal 38 butir b. Menetapkan norma, standar, pedoman, dan manual. Tata cara ini menguraikan tata letak (lay-out) dan tipe sistem distribusi, ketentuan reservoir, sistem pemompaan, palu air, pipa transmisi, pipa distribusi, unit pelayanan, hasil perencanaan dan pengerjaan. Substansi teknis diambil dari beberapa sumber berupa buku referensi (text book), standar Indonesia, dan standar negara lain.

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    1 dari 22

    Tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum

    1 Ruang lingkup Standar ini menetapkan tata cara perencanaan teknik jaringan distribusi dan unit pelayanan sistem penyediaan air minum (SPAM), yang meliputi reservoir, perpompaan, pipa transmisi dan jaringan pipa distribusi serta pipa pelayanan. 2 Acuan normatif SNI 06-0135, Sambungan pipa PVC untuk saluran air minum SNI 05-2547, Spesifikasi meter air bersih (ukuran 13 mm 40 mm) SNI 07-2225, Pipa baja saluran air SNI 05-0666, Persyaratan umum rumah meter air SNI 06-4828, Spesifikasi cincin karet sambungan pipa air minum, air limbah dan air hujan SNI 03-6382, Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah SNI 03-6382, Spesifikasi hidran kebakaran tabung basah SNI 03-6419, Spesifikasi pipa PVC bertekanan berdiameter (110-315) mm untuk air bersih SNI 03-0084, Pipa PVC untuk saluran air minum SNI 19-6782, Tata cara pemasangan perpipaan besi daktil dan perlengkapannya SNI 03-6785, Spesifikasi pipa resin termoseting bertekanan berpenguat fiberglass SNI 06-4829, Spesifikasi pipa polietilena (PE) dan sambungan untuk air minum 3 Istilah dan definisi 3.1 datum titik atau garis patokan berdasarkan muka air laut 3.2 faktor jam puncak angka perbandingan antara kebutuhan air jam puncak terhadap kebutuhan air rata-rata 3.3 fluktuasi pemakaian air variasi pemakaian air oleh konsumen setiap satuan waktu dalam suatu perioda 3.4 garis hidrolis (hydraulic grade line / HGL) garis yang menggambarkan tekanan total aliran yang tersedia dikurangi tekanan akibat kecepatan aliran 3.5 ground reservoir reservoir yang ditempatkan di permukaan tanah, baik yang di bawah atau muncul sebagian maupun di atas muka tanah

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    2 dari 22

    3.6 jaringan distribusi rangkaian sistem perpipaan untuk mendistribusikan air minum dari reservoir distribusi ke konsumen 3.7 jaringan distribusi pembagi rangkaian pipa yang membentuk jaringan tertutup sel utama 3.8 jaringan distribusi pembawa rangkaian pipa yang menghubungkan antara jaringan distribusi utama dengan sel utama 3.9 jaringan distribusi utama rangkaian pipa distribusi yang membentuk zona distribusi dalam suatu wilayah pelayanan SPAM 3.10 jaringan pipa distribusi sistem cabang rangkaian sistem jaringan pipa distribusi yang berbentuk cabang sehingga terdapat satu arah aliran dari pipa induk ke pipa cabang sekunder, kemudian seterusnya ke pipa cabang tersier 3.11 jaringan pipa distribusi sistem tertutup rangkaian sistem jaringan pipa induk yang melingkar dan tertutup sehingga terdapat arah aliran bolak balik 3.12 kapasitas reservoir kapasitas keseluruhan dari ruang dalam reservoir selain ruang lumpur dan ambang bebas (freeboard) 3.13 kebutuhan air jam puncak kebutuhan air minum tertinggi yang terjadi pada jam tertentu setiap hari 3.14 kebutuhan air maksimum kebutuhan air satu hari yang paling besar dalam satu periode pengamatan 3.15 kebutuhan air rata-rata kebutuhan air minum rata-rata setiap hari 3.16 kehilangan tekanan kehilangan tekanan yang terjadi selama pengaliran dari titik awal sampai pada suatu titik yang diamati 3.17 kemiringan hidrolis kemiringan garis yang menghubungkan titik-titik ketinggian tekanan air sepanjang jalur pipa yang dihitung terhadap suatu datum tertentu

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    3 dari 22

    3.18 lubang inspeksi (manhole) bukaan di bak atau saluran air sebagai jalan masuk manusia 3.19 menara air (elevated tank) reservoir yang ditempatkan di atas suatu bangunan atau konstruksi penyangga yang mempunyai ketinggian tertentu dari muka tanah 3.20 muka air maksimum ketinggian muka air maksimum dalam reservoir 3.21 muka air minimum ketinggian muka air minimum dalam reservoir dimana bagian air ini tidak boleh diganggu untuk mencegah agar endapan pada dasar resevoar tidak terbawa ke bagian outlet 3.22 palu air (water hammer) kondisi yang menyebabkan kerusakan pada sistem perpipaan akibat peningkatan tekanan yang tiba-tiba dalam sistem perpipaan tertutup pada saat kecepatan aliran tiba-tiba berubah 3.23 perencanaan suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam rangka merencanakan sesuatu pekerjaan agar dapat dilaksanakan dengan biaya dan teknologi yang sesuai dengan kriteria perencanaan yang ada 3.24 perencanaan teknik suatu kegiatan perencanaan secara lengkap dikaitkan dengan segala aspek teknis 3.25 pipa by pass pipa yang dipasang pada pipa inlet dan dihubungkan dengan pipa outlet yang dilengkapi dengan katup penutup (gate valve) sehingga dapat terjadi pengaliran langsung dari sistem transmisi ke sistem distibusi pada saat reservoir dicuci atau dikuras 3.26 pipa pelayanan pipa yang menghubungkan antara jaringan distribusi pembagi dengan sambungan rumah 3.27 pipa transmisi ruas pipa pembawa air dari sumber air sampai unit pengolahan dan pembawa air dari unit pengolahan sampai reservoir atau batas distribusi 3.28 pompa penguat (booster pump) pompa yang digunakan untuk menaikkan tekanan fluida pada sisi tekan

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    4 dari 22

    3.29 reservoir distribusi bangunan penampung air minum dari instalasi pengolahan air atau mata air untuk kemudian didistribusikan ke daerah pelayanan melalui jaringan pipa distribusi 3.30 reservoir penyeimbang reservoir yang menampung kelebihan air pada saat pemakaian air oleh konsumen relatif kecil dari pada air yang masuk, kemudian air didistribusikan kembali pada saat pemakaian air oleh konsumen relatif lebih besar dari pada air yang masuk 3.31 sel dasar (elementary zone) suatu area pelayanan dalam sebuah sel utama dan dibatasi oleh pipa pelayanan 3.32 sel utama (primary cell) suatu area pelayanan dalam sebuah zona distribusi dan dibatasi oleh jaringan distribusi pembagi yang membentuk suatu jaringan tertutup 3.33 sisa tekanan tekanan air yang ada atau tersisa di suatu lokasi jalur pipa yang merupakan selisih antara hydraulic grade line (HGL) dengan ketinggian atau elevasi dari lokasi pipa yang bersangkutan 3.34 tekanan statis tekanan yang tersedia di suatu titik atau lokasi pada jalur pipa yang diukur dari titik ketinggian air di awal aliran terhadap ketinggian lokasi pipa bersangkutan 3.35 titik simpul (node) titik pertemuan (simpul) dari dua pipa atau lebih, atau titik akhir pipa, yang memiliki tekanan dan besaran aliran (debit) 3.36 zona distribusi suatu sistem penyediaan air minum suatu area pelayanan dalam wilayah pelayanan air minum yang dibatasi oleh pipa jaringan distribusi utama 4 Persyaratan umum Perencanaan unit distribusi dan pelayanan harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman dalam bidang air minum dengan memperhatikan rencana induk pengembangan kota. 5 Tata letak (lay-out) dan tipe sistem distribusi a) sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi wilayah pelayanan dan lokasi

    instalasi pengolahan air; b) tipe sistem distribusi ditentukan berdasarkan keadaan topografi dan sebaran penduduk di

    wilayah pelayanan;

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:2011

    5 dari 22

    c) jika keadaan topografi tidak memungkinkan untuk sistem gravitasi seluruhnya, diusulkan kombinasi sistem gravitasi dan pompa. Jika semua wilayah pelayanan relatif datar dapat digunakan sistem pemompaan langsung, kombinasi dengan menara air, atau penambahan pompa penguat;

    d) jika terdapat perbedaan elevasi wilayah pelayanan yang terlalu besar atau lebih dari 40 m, wilayah pelayanan dibagi menjadi beberapa zona sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan tekanan minimum. Untuk mengatasi tekanan yang berlebihan dapat digunakan katup pelepas tekanan (pressure reducing valve). Untuk mengatasi kekurangan tekanan dapat digunakan pompa penguat.

    6 Reservoir 6.1 Penempatan Penempatan reservoir ada: a) di bawah permukaan tanah; b) sebagian atau seluruhnya di atas permukaan tanah; c) di atas tanah dengan penyangga.

    6.2 Komponen Bagian utama dari reservoir adalah bak penampung air minum, dilengkapi dengan: a) perpipaan:

    1) pipa air masuk / pipa inlet, dilengkapi dengan katup aliran (gate valve); 2) pipa air keluar / pipa outlet, umumnya dilengkapi dengan saringan dan katup aliran; 3) pipa peluap, dilengkapi dengan saringan; 4) pipa penguras, dilengkapi dengan katup aliran; 5) pipa udara, dilengkapi dengan kawat kasa untuk menghindari serangga atau

    binatang lain masuk ke dalam reservoir; b) lubang inspeksi, digunakan untuk mengontrol atau jalan masuk ke dalam reservoir; c) tangga untuk naik ke menara reservoir dan tangga untuk masuk ke dalam reservoir; d) alat penunjuk tinggi muka air dalam reservoir; e) alat pengukur debit air dipasang pada pipa air keluar dari reservoir. 6.3 Fungsi reservoir Fungsi utama reservoir adalah menyeimbangkan antara debit produksi dan debit pemakaian air yang berfluktuasi selama 24 jam. Pada saat jumlah produksi air bersih lebih besar dari pada jumlah pemakaian air maka untuk sementara kelebihan air disimpan dalam reservoir dan digunakan kembali untuk memenuhi kekurangan air pada saat jumlah produksi air bersih lebih kecil dari pada jumlah pemakaian air Berdasarkan fungsinya, reservoir dalam sistem distribusi dibagi menjadi dua kategori: a) reservoir pelayanan; b) reservoir penyeimbang. 6.3.1 Fungsi reservoir pelayanan a) sebagai pemasok sebagian besar jaringan pipa distribusi; b) untuk menambah tekanan air pada jaringan pipa distribusi; c) agar tekanan air pada jaringan pipa distribusi relatif stabil;

    "Hak C

    ipta Badan S

    tandardisasi Nasional, C

    opy Standar ini dibuat untuk penayangan di w

    ebsite dan tidak untuk di komersialkan"

  • SNI 7509:20...