Tata Letak Pabrik

  • Published on
    24-Nov-2015

  • View
    60

  • Download
    3

Embed Size (px)

Transcript

1

I. PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangDidalam suatu pabrik pengolahan pangan akan sering dijumpai berbagai fasilitas produksi agar suatu kegiatan produksi dapat berjalan dengan lancar, baik berupa mesin, peralatan produksi, pegawai, dan fasilitas penunjang lainnya, sehingga pengaturan tata letak atau pengaturan dari fasilitas pabrik sangat penting dan menjadi landasan atau pedoman dalam perancangan pabrik pengolahan pangan. Tata letak menjadi sesuatu yang sangat sentral dan menjadi landasan atau pedoman dalam perancangan pabrik pengolahan pangan. Tata letak pabrik yang terencana dengan baik dapat menentukan produktivitas, efisiensi, dan kelangsungan hidup suatu industri karena proses produksi berjalan dengan lancar dan pegawai bekerja dengan nyaman dan aman.Tata letak pabrik atau tata letak fasilitas pabrik adalah tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna kelancaran suatu proses produksi. Pengaturan tersebut dalam rangka memanfaatkan luas area untuk penempatan mesin atau fasilitas penunjang produksi lainnya, kelancaran gerakan perpindahan material, penyimpanan material. Terdapat dua hal yang diatur letaknya yaitu pengaturan mesin (machine layout) dan pengaturan departemen yang ada di pabrik (departement layout).Tujuan utama perancangan tata letak pabrik adalah mempermudah proses manufaktur, meminimumkan pemindahan barang, memelihara keluwesan susunan dan operasi, memelihara perputaran barang setengah jadi yang tinggi, menekan modal peralatan, menghemat pemakaian ruang bangunan, meningkatkan keefektifan pemakaian tenaga kerja, memberikan kemudahan, keselamatan dan kenyamanan bagi para pekerja.1.2. Tujuan1. Mengetahui departemen-departemen dan fungsinya masing-masing yang ada dalam suatu pabrik pengolahan pangan.1. Dapat membuat tata letak dari suatu pabrik industri pengolahan pangan dan dapat mendesain dengan baik tata letak pabrik dan tata letak fasilitas pabrik.II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Activity Relation ChartPada industri pada umumnya terdapat sejumlah kegiatan atau aktivitas yang menunjang jalannya suatu industri. Setiap kegiatan atau aktivitas tersebut saling berhubungan (berinteraksi) antara satu dengan lainnya, dan yang paling penting diketahui bahwa setiap kegiatan tersebut membutuhkan tempat untuk melaksanakannya. Aktifitas atau kegiatan tersebut diatas dapat berupa aktivitas produksi, administrasi, assembling, inventory, dll. Sebagaimana diketahui diatas bahwa setiap kegiatan atau aktifitas tersebut saling berhubungan antara satu dengan lainnya ditinjau dari beberapa kriteria, maka dalam perencanaan tata letak pabrik harus dilakukan penganalisaan yang optimal. Teknik yang digunakan sebagai alat untuk menganalisa hubungan antar aktifitas yang ada adalah Activity Relationship Chart. ActivityRelationChart (ARC) adalah salah satu cara yang sederhana dalam merencanakan tata letak fasilitas berdasarkan derajat hubungan aktivitas dan cenderung berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat subyektif.ActivityRelationChart(ARC) sangat berguna untuk perencanaan dan analisa hubungan aktivitas antar masing-masing departemen. Sebagai hasilnya, data yang didapat selanjutnya akan dimanfaatkan untuk penentuan letak masing-masing departemen tersebut dengan menggunakan activity relation diagram. Teknik penganalisaan menggunakan ARC dikemukakan oleh Richard Muthe, adalah sebagai berikut :1. Hubungan antar aktifitas ditunjukkan dengan tingkat kepentingan hubungan antar aktifitas tersebut yang dikonversikan dalam bentuk huruf, sebagai berikut :Tabel 1. Derajat Hubungan AktivitasNo.TINGKAT KEPENTINGANKODEWARNA

1MUTLAK PENTINGAMERAH

2PENTING TERTENTUEKUNING

3PENTINGIHIJAU

4BIASAOBIRU

5TIDAK PENTINGUPUTIH

6TIDAK DIINGINKANXCOKLAT

2. Alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan tersebut adalah sebagai berikut :a. Menggunakan catatan yang samab. Menggunakan personil yang samac. Menggunakan ruang yang samad. Tingkat hubungan personile. Tingkat hubungan kertas kerjaf. Urutan aliran kertasg. Melakukan aliran kerja yang samah. Menggunakan peralatan dan fasilitas yang samai. Ribut, kotor, getaran, debu, dan lain-lainj. Lain-lain yang mungkin perluDiagram ini berguna untuk menggambarkan letak-letak dari setiap bagian (aktivitas) yang ada pada suatu pabrik yang direncanakan. Teknik penyusunannya dilakukan berdasarkan data-data yang ada pada block template dimana apabila suatu aktivitas dengan yang lainnya mempunyai tingkat hubungan A, maka kedua sisi saling menempel. Untuk selanjutnya adalah tingkat hubungan E, I, O, U dan X biasanya untuk mendapatkan letak yang baik dari tiap-tiap block dilakukan secara trial, yaitu diulang beberapa kali sehingga diperoleh susunan yang harmonis.2.2. Space Relationship ChartTahap ini adalah tahap mengevaluasi kebutuhan luas untuk pengaturan segala fasilitaspabrik yang dibutuhkan.Setelah aliran material, hubungan antar masing-masing aktivitas dan diagram hubungan aktivitas selesai dianalisa dan dibuat maka langkah selanjutnya adalah mengevaluasi kebutuhan luasan untuk pengaturan segala fasilitas pabrik yang dibutuhkan. Idealnya desain tata letak fasilitas kerja dibuat terlebih dahulu dan kemudian baru didirikan bangunan pabrik disekeliling lay-out yang telah dibuat tersebut. Bagaimanapun sering solusi dari lay-out yang dirancang akan terbentur dengan bentuk maupun luasan yang tersedia. Hambatan atau batasan ini bisa berupa luas dan bentuk bangunan pabrik baru untuk menggantikan bangunan yang lama. Dengan memperhatikan alasan-alasan ini maka pertimbangan yang perlu dilakukan tidak saja menyangkut evaluasi kebutuhan luas area pabrik saja akan tetapi juga menyangkut luasan dan bentuk area yang mampu disediakan. angkah ini bisa disebut sebagai langkah penyesuaian. Disini penyesuaian harus dilaksanakan dengan memperhatikan luas area yang diperlukan. Hal ini dilakukan dengan menganalisa dan menghitung kebutuhan luas area untuk penempatan fasilitas produksi dengan memperhatikan luasan area per mesin dan kelonggaran (allowance) luasan lainnya. Langkah ini merupakan langkah kritis, tetapi untuk hampr semua organisasi industri luasan area untuk fasilitas produksi akan dapat diprediksi sehingga luas area yang diperlukan ini masih harus dilihat kemungkinannya dengan mempertimbangkan luasan area yang tersedia. Diagram hubungan antar aktivitas (departemen/mesin) berdasarkan tingkat prioritas kedekatan, sehingga diharapkan ongkos handling minimum. Dasar untuk ARD yaitu TSP. Jadi yang menempati prioritas pertama pada TSP harus didekatkan letaknya lalu diikuti prioritas berikutnya. Pada saat menyusun ARD ini kemungkinan terjadinya error sangat besar karena berangkat dari asumsi bahwa semua departemen berdekatan satu sama lain. Adapun yang dimaksud error disini adalah suatu keadaan dimana mesin-mesin (departemen-departemen) yang mendapat prioritas satu tidak dapat menempati posisinya untuk saling berdekatan satu sama lain tanpa ada pembatas dari departemen lain. Adapun batas error yang diijinkan dalam penempatan departemen-departemen tersebut (pembuatan ARD) adalah maksimal dua buah error.2.3. Spare Relationship DiagramSpace Relationship Diagram (SRD) merupakan kombinasi antara kebutuhan luasan dan Activity Relationship Diagram. Untuk mendesain alternatif layout dengan cara memperhatikan Space Relationship Diagram dan melakukan modifikasi seperlunya berdasarkan batasan-batasan dan pertimbangan-pertimbangan khusus lainnya. Desain layout secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk Block Plan. Block Plan merupakan diagram blok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan dan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding-dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok lainnya. Berdasarkan blok plan ini kemudian bisa dirancang detail lay-out yang sesuai. Analisan detail lay-out, prosedur dan langkah-langkah yang diambil sama dengan prosedur yang dilakukan untuk mendesain lay-out secara menyeluruh. Detail lay-out pada dasarnya adalah mengatur mesin atau fasilitas kerja yang berada dimasing-masing blok yang ada, sedangkan overal lay out adalah mengatur letak blok terhadap blok lain. Desain layout alternatif bisa dibuat dengan caramengkombinasikan pertimbanganpertimbangan kebutuhan luas area yang dibutuhkan dengan REL diagram dimana dilaksanakan dalam bentuk Space Relationship Diagram dengan memperhatikan batasanbatasan dan pertimbanganpertimbangan khusus. Desain layout ini secara umum dapat ditunjukkan dalam bentuk suatu Block Plan. Disini Block Plan akan merupakan diagram blok dengan skala tertentu yang mempresentasikan bangunan normalnya juga menunjukkan lokasi dari dinding penyekat yang memisahkan blok satu dengan blok yang lainnya, termasuk pula lokasi dari kolom tiang penyangga atas gedung.

III. PEMBAHASANBika ambon Kabika memiliki perencanaan tata letak pabrik dengan menggunakan Activity Relationship Chart, Diagram Activity Relationship Chart, Space Relationship Diagram, dan Blok Plan Space Relationship Diagram. Terdapat 15 area yang disusun tata letaknya antara lain ruang kantor, ruang supervisor, ruang rapat, ruang sanitasi, ruang fermentasi, ruang produksi, ruang pengepakan, ruang pengiriman, ruang perbaikan dan perawatan, ruang pelayanan, area penerimaan barang dan gudang bahan baku, ruang pengujian, gudang produk, toilet, dan ruang karyawan.3.1. Activity Relationship Chart

Gambar 1. Activity Relationship Chart(Dokumentasi Pribadi, 2013

141103211946128137515

III.

IV.

V.

VI.

KETERANGAN

A Rating

E Rating

I Rating

O Rating

NoneU Rating

X Rating

Gambar 2. Activity Relationship Chart Diagram(Dokumentasi Pribadi, 2013)

Berdasarkan Activity Relationship Chart dan Activity Relationship Chart Diagram, dapat dilihat bahwa area yang diberi kode A adalah ruang fermentasi dan ruang produksi. Kedua area tersebut mutlak harus berdekatan karena proses fermentasi termasuk dalam salah satu proses

Recommended

View more >