Click here to load reader

TELAAH TEORITIS

  • View
    930

  • Download
    25

Embed Size (px)

Text of TELAAH TEORITIS

TELAAH TEORITIS TINJAUANPUSTAKA KERANGKA TEORITIS LANDASAN TEORI>Menjadi Landasan (dasar yang kokoh) untuk Jawaban masalah/ Pertanyaan Penelitian. >Dapat memberikan Jawaban Sementara terhadap Hipotesis penelitian sebelum dibuktikan kebenarannya melalui pengujian fakta.

PENTINGNYA TEORI > Merupakan suatu kumpulan Construct ataupun konsep, defenisi dan proposisi yang sistematis untuk menggambarkan penentuan hubungan antara variabel dengan tujuan untuk menjelaskan permasalahan. > Ada 3(tiga) hal yang dianggap penting dalam teori : (1). Elemen teori (konsep, konstruk, defenisi, proposisi). (2). Memberikan gambaran sistematis (3). Menjelaskan dan memprediksi permasalahan.

GARIS-GARIS BESAR PROSES PENELITIAN Masalah/Pertanyaan Penelitian Telaah Teorotis Hipotesa

Pengujian Fakta

Hasil

KESIMPULAN

KONSEP - KONSTRUK Merupakan dasar pemikiran Peneliti yang dikomunikasikan kepada orag lain Contoh : Penelitian yang menguji : Apakah kemampuan komunikasi mempunyai pengaruh terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Untuk dapat dirumuskan dengan baik perlu diartikan Apakah yang dimaksud dengan : Kemampuan Komonikasi ,Prestasi Akademik dan Mahasiswa.

VARIABEL Variabel adalah : = segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai. = Merupakan proksi atau repersentasi dari konstruk yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai = Merupakan mediator antara konstruk yang abstrak dengan fenomena yang nyata. = Memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai fenomena-fenomena yang digeneralisasi dalam konstruk.

NILAI VARIABEL

Dapat dinilai berupa angka atau berupa atribut yang menggunakan ukuran skala dalam suatu kisaran nilai, Contoh variabel a/l : - Sikap nilai : (+) atau (-). - Motivasi nilai : tinggi,sedang. Kurang. - Prestasi akademik Nilai : Sangat memuaskan, memuaskan, Cukup, kurang. - Absensi nilai : 0 s/d jumlah tertentu.

SKEMA HUBUNGAN TEORI-CONSTRUK-VARIABEL-FENOMENA

Abstrak

TEORI

Kebutuhan Imiah

CONSTRUK Proksi

Pengukuran

VATIABEL VARIABEL

Gambaran Sistematis

Realitas

FENOMENA ALAM

SUBYEK/OBYEK PENELITIAN

TIPE-TIPE VARIABEL PENELITIAN 1. Berdasarkan Fungsi Variabel : - Var. Independen dan Dependen - Var. Moderating. - Var. Intervening - Var. Kontrol 2. Berdasarkan Skala Nilai Variabel : - Var. Kontinu. - Var. Katagoris. 3. Berdasarkan Perlakuan terhadap Var. - Var. Aktif. - Var. Atribut

1.Berdasarkan Fungsi Variabel 1.1. VARIABEL INDEPENDEN DAN VARIABEL DEPENDEN Var. Independen Tipe Variabel Yang Menjelaskan (mempengaruhi) diduga sebagai sebab. Var. Dependen : Tipe Variabel Yang Dijelaskan (dipengaruhi) diduga Sebagai Akibat.

Misalnya : Penelitian Menguji Pengaruh Saham Terhadap Perubaha Harga Saham Pemecahan Saham (Independen)

Harga Saaham (Dependen)

1.2 VARIABEL MODERATING

Variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel-variabel independen dan variabel-variabel dependen. Pengaruh (memperkuat atau memperlemah) Mis: Pengaruh Struktur Organisasi (desentralisasi atau Sentralisasi) terhadap hubungan antara partisipasi dalam penyusunan anggaran dengan kinerja

s Str. OrganisasiPartisipasi Tinggi Rendah

Desentralisasi

Sentralisasi

Kinerja tinggi Kinerja rendah

Kinerja rendah Kinerja tinggi

Partisipasi (Var.Independen) Struktus Organisasi (Var. Moderating)

Kinerja (Var. Dependen)

1.3 VARIABEL INTERVENING

=Merupakan tipe var-var. Yang mempengaruhi hubungan antara var-var independen dengan var-var Dependen menjadi hubungan tidak langsung. =Terletak diantara Var. Indenpenden(partisipasi), Variabel Intervening(motivasi) dan Variabel dependen(kinerja). Partisipasi (Var.Indp) Motivasi (Var.Inter) Kinerja (Var.Dep)

1.4. VARIABEL KONTROL

Variabel ini ditetapkan oleh peneliti jika peneliti ingin mengontrol supaya variabel diluar yang diteliti tidak mempengaruhi hungungan antara Var. Independen dan Dependen atau ingin melakukan penelitian yang bersifat membandingkan. Mis: membandingkan penampilan kerja petugas pemasaran antara lulusan SMU dan SMK dengan menggunakan var. kontrol seperti pekerjaan yang dikerjakan , alat untuk mengerjakan atau pun pengalaman kerja.

2 Berdasarkan Skala Nilai Variabel2.1.Variabel Kontinu= Tipe variabel penelitian yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. = Nilai tersebut dapat menggambarkan peringkat atau jarak berdasarkan skala tertentu. Mis.(A) Perbedaan Lebih atau Kurang Tinggi-Sedang-Kurang (1) (2) (3) (B) Skor Nilai 1 s/d 7 1 2 3 4 Sangat penting Sangat sering Sangat wangi Sangat ganteng Sangat baik Sangat bersih

5 6 7 Sangat tidak penting Tidak pernah Tidak wangi Sangat Loyo Sangat nakal Sangat jorok

f Variabel Katagoris 2.2=Tipe variabel Penelitian yang memiliki nilai berdasarkan katagori tertentu atau lebih dikenal dengan skala nominal. Contoh: Jenis kelamin (pria,wanita) Perilaku (baik,buruk) Agama(...) Tingkat Pendidikan(..) Kewarganegaraan()

3. Berdasarkan Perlakuan Terhadap Variabel 3.1. Variabel Aktif. = Tipe variabel yang dapat dimanipulasi untuk keperluan penelitian (eksperimen) Contoh : Suhu untuk pemanasan Jumlah pupuk untuk tanaman 3.2. Variabel Atribut. = Tipe variabel yang tidak dapat dimanipulasi untuk keperluan penelitian. Contoh : Jenis kelamin, ekonomi, intelegensi dll

Judul : Pengembangan Sistem Informasi OperasionalSekolah Pada SMA --- X di Medan Bab II. Tinjauan Pustaka. 2.1. Sistem Informasi Dan Pengembangan Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem 2.1.2. Pengertian Informasi 2.1.3. Pengertian Sistem Informasi 2.1.4. Pengembangan Hidup Sistem Informasi 2.2. Analisis dan Perancangan Berorentasi Obyek 2,2,1. Pendekatan Berorentasi Obyek 2.2.2. Unifed Modeling Languate (UML) 2.2.3. Diagram Aktifitas 2.2.4. Diagram Use-case 2.2.5. Diagram Kelas. 2.2.6. Package Diagram 2.2.7. Diagram Sequence 2.2.8. Deployment Diagram

Judul : Pengembangan Sistem Informasi OperasionalSekolah Pada SMA --- X di Medan

2.3. Metodologi Pengembangan Sistem 2.4. Perancangan Basis Data 2.5.Operasional Sekolah 2.5.1. Proses Belajar Mengajar 2.5.2. Sumber Dana SEkolah.

Masuk Kuliah Ke-V

HIPOTESA JAWABAN MASALAH PENELTIAN DAPAT DICAPAI DENGAN 2(Dua) Hal:

1. Jawaban permasalahan yang berupa kebenaran pada taraf teoritis yang dicapai melalui membaca (studi kepustakaan) 2. Jawaban permasalahan yang berupa kebenaran pada taraf praktek, dicapai setelah penelitian selesai melalui pengumpulan/ pengolahan data. HIPOTESA = Sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalah penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipo = dibawah dan dan Thesa = kebenaran Hipotesa = Sebagai suatu kebenaran apa adanya = Merupakan hubungan yang diduga secara logis antara dua variabel.

FUNGSI/KEGUNAAN HIPOTESA

1. Menjelaskan masalah penelitian dan pemecahaannya secara rasional. 2. Menyatakan variabel-variabel penelitian yang perlu diuji secara empiris. 3. Digunakan sebagai pedoman untuk memilih metodemetode pengujian data. 4. Menjadi dasar untuk membuat kesimpulan penelitian 5. Dapat memberi batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian 6. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai berai tanpa koordinasi dalam satu kesatuan penting dan menyelutuh. 7. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antara fakta.

CIRI-CIRI HIPOTESA HIPOTESA HARUS : a. Menyatakan hubungan b. Sesuai dengan fakta c. Berhubungan dengan ilmu d. Dapat diuji e. Sederhana f. Dapat menerangkan fakta

FORMAT HIPOTESA Rumusan hipotesa dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk : (1) Pertanyaan jika maka atau proposisi (2) Hipotesa Nol (null hypotheses) (3) Hipotesa Alternatif Format pernyatan Jika-Maka atau proposisi. Contoh : Jika karyawan mengalami tekanan maka mereka akan memperoleh kinerja kerja yang lebih rendah. Karyawan yang mengalami tekanan dalam bekerja lebih rendah akan memperoleh kinerja kerja yang lebih tinggi.

DALAM PROSES PENELITIAN > Hipotesa perlu diuji kebenarannya > Setelah dilakukan pengujian terdapat 2 (dua) hal : 1. Menerima keputusan seperti apa adanya seandainya hipotesa tidak benar 2. Mengganti hipotesa seandainya melihat tanda-tanda bahwa data yang terkumpul tidak mendukung terbuktinya hipotesa

KEDUDUKAN HIPOTESA 1. Perlu diuji apakah ada data yang menunjukkan hubungan antara variabel penyebab dan variabel akibat 2. Adanya data yang menunjukkan bahwa akibat yang ada memang ditimbulkan penyebab itu 3. Adanya data yang menunjukkan bahwa tidak ada penyebab lain yang bisa menimbulkan akibat itu.

JENIS-JENIS HIPOTESA Dalam penelitian dikenal 2 jenis hipotesa yakni : Hipotesa kerja dan Hipotesa nol. 1. HIPOTESA KERJA = HIP. Altertatif=Ha. Hipotesa yang menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y atau adanya perbedaan 2 kelompok Rumusan Hip. Kerja : a. Jika . Maka .. Contoh : Jika banyak makan makan maka berat badan akan naik. b. Ada perbedaan antara Dan . Contoh : Ada perbedaan antara penduduk kota dan penduduk desa dalam cara berpakaian. c. Ada pengaruh terhadap . Contoh : Ada pengaruh makanan terhadap berat badan.

2.Hipotesa nol (Hipotesa Nihil) = Null Hypotheses Ho d = disebut juga Hipotesa statistik, karena pengujian secara statistik. = Menyatakan tidak adanya perbedaan antara 2 variabel atau tidak adanya pengaruh penting Var. X terhadap Var. Y. RUMUSAN HIPOTESA NOL : a. Tidak ada perbedaan antara .. Dengan . Dalam Contoh : Tidak ada perbedaan antara Mahasiswa tingkat l dan tingkat ll dalam disiplin kuliah. b. Tidak ada pengaruh Terhadap . Contoh : Tidak ada pengaruh jarak rumah ke sekolah terhadap kerajinan mengikuti kuliah.

MERUMUS

Search related