Click here to load reader

Timbang Terima 4 Bab

  • View
    68

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bobo

Text of Timbang Terima 4 Bab

PRAKTIK PROFESI MANAJEMEN KEPERAWATAN KELOMPOK 3

LAPORAN PELAKSANAAN PROSEDUR TIMBANG TERIMAPRAKTIK KEPEMIMPINANAN DAN MANAJEMEN KEPERAWATANDI PAVILIUN V RUMKITAL DR. RAMELAN SURABAYA

OLEH:AHMAD NUR AFIAT

143.0003AJENG KRISTIA A.

143.0004

DIAH AYU SAPUTRI

143.0013DIANA YULI UTAMI

143.0015EKA RATNA MUSTIKA

143.0021FETRIANA AYU DWITANTI

143.0030JULLYANA C. H.

143.0042M. FARIS SETIYA BUDI

143.0055NURUL FAHMI RIZKA L.

143.0064PUSPITASARI AYUNINGTYAS

143.0067RAHAYU APRILLIA WILUJENG143.0069ROSALINA DIANI

143.0076TRI VINTI RATNA DEWI

143.0085

VERRY EFRILIYANA

143.0090PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA2015LEMBAR PENGESAHAN

Proposal Pelaksanaan Prosedur Timbang TerimaPraktek Kepemimpinan Dan Manajemen KeperawatanDi Paviliun V Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.(Pelaksanaan Role Play Timbang Terima Tanggal 09 Februari 2015)

BAB 1PENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan

Profesionalisme dalam pelayanan keperawatan dapat dicapai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi perawat, terutama peran dan fungsi mandiri perawat. Hal ini dapat diwujudkan dengan baik melalui komunikasi yang efektif antar perawat, maupun dengan tim kesehatan yang lain. Salah satu bentuk komunikasi yang harus ditingkatkan keefektivitasannya adalah saat pergantian shift, yaitu saat timbang terima pasien.

Timbang terima pasien (operan) merupakan tehnik atau cara untuk menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan pasien. Timbang terima pasien harus dilakukan seefektif mungkin dengan menjelaskan secara singkat jelas dan komplit tentang tindakan mandiri perawat, tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan/belum dan perkembangan pasien saat itu. Informasi yang disampaikan harus akurat sehingga kesinambungan asuhan keperawatan dapat berjalan dengan sempurna. Timbang terima dilakukan oleh Katim 1 dan Katim 2 secara tulisan dan lisan.Berdasarkan hasil observasi didapatkan data bahwa seluruh perawat menyatakan bahwa laporan timbang terima hanya berisi laporan kondisi pasien, program, jumlah kapasitas, namun belum ditemukan laporan tentang masalah keperawatan yang muncul pada pasien. Berdasar dari hasil observasi pelaksanaan timbang terima di Paviliun V Rumkital Dr. Ramelan Surabaya saat ini untuk shift malam ke shift pagi telah dilaksanakan meskipun belum optimal, sedangkan shift pagi ke sore dan sore ke malam timbang terima dilakukan hanya sebatas laporan jaga saja. Oleh karena itu pada kesempatan praktek manajemen keperawatan ini kami mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya akan mencoba melaksanakan atau mengaplikasikan timbang terima pasien berdasarkan konsep manajemen keperawatan di Paviliun V Rumkital Dr. Ramelan Surabaya.1.2 Tujuan

1.2.1 Tujuan UmumMengkomunikasikan segala informasi yang berkaitan dengan kondisi pasien.1.2.2 Tujuan Khusus

a. Menyampaikan kondisi atau keadaan pasien (data fokus).b. Menyampaikan diagnosis keperawatan pasien.

c. Menyampaikan tindakan keperawatan dan tindakan kolaboratif yang sudah dilakukan kepada pasien.d. Menyampaikan tindakan keperawatan dan tindakan kolaboratif yang belum dilakukan kepada pasien.e. Menyampaikan hal penting yang harus ditindaklanjuti oleh dinas shift berikutnya.f. Menyusun rencana kerja untuk dinas shift berikutnya.g. Mendokumentasikan timbang terima.

1.3 Manfaat

1.3.1 Bagi Perawat

a. Meningkatkan komunikasi dan kerjasama antar perawat.

b. Menjalin hubungan yang bertanggung jawab antar perawat.

c. Meningkatkan kualitas pelaksanaan askep terhadap penderita yang berkesinambungan.1.3.2 Bagi PasienPasien dapat menyampaikan masalah secara langsung pada saat perawat melakukan validasi data.1.4 Pengorganisasian

Kepala Ruangan: Fetriana Ayu Dwitanti, S.Kep Katim 1: Verry Efriliyana, S.Kep P. Pelaksana 1 : Diana Yuli Utami, S.KepP. Pelaksana 2: Puspitasari Ayuningtyas, S.KepP. Pelaksana 3: Nurul Fahmi Rizka L., S.KepP. Pelaksana 4: Jullyana C.H, S.KepP. Pelaksana 5: Ahmad Nur Afiat, S.Kep Katim 2: M. Faris Setiya Budi, S.Kep P. Pelaksana 1 : Rosalina Diani, S.KepP. Pelaksana 2: Diah Ayu Saputri, S.Kep P. Pelaksana 3: Ajeng Kristia S.KepP. Pelaksana 4: Rahayu Aprillia, S.KepP. Pelaksana 5: Eka Ratna M., S.KepP. Pelaksana 6: Trivinti Ratna Dewi, S.KepPasien : Pasien kamar 5 dan 6 Paviliun V Rumkital Dr. Ramelan Surabaya Pembimbing: 1.Diyah Arini, M. Kes., Ns.

2.Luluk Sri Wahyuni, AMK

3.Sri Reny Rachmawati, S.Kep., Ns1.5 Pelaksanaan Timbang Terima

Hari / Tanggal: Jumat, 06 Februari 2015Pukul: 13.00 14.00 WIB

Pelaksana: Dari Katim ke PP sore, diikuti oleh KaruTempat: Ruang Nurse Station dilanjutkan ke kamar pasien

Sasaran: Semua pasien kelolaan mahasiswaMetode: Pelaporan dan Tanya jawab

Media: a. Lembar timbang terima c. Lembar observasi

b. Status pasien

1.6 Mekanisme KegiatanTAHAPKEGIATANWAKTUTEMPATPELAKSANA

Persiapan

1. Kedua kelompok dinas sudah siap dan berkumpul di Nurse Station2. Kelompok yang akan bertugas menyiapkan catatan (Work Sheet), perawat pelaksana yang akan mengoperkan menyiapkan lembar timbang terima 3. Kepala rungan membuka acara timbang terima dilanjutkan dengan doa bersama.5 menit

Nurse Station

Karu

Pelaksanaan

1. Katim dinas pagi melakukan timbang terima pada PP tim 1 dan PP tim 2 yang dinas sore, hal-hal yang perlu disampaikan saat timbang terima :a. Identitas klien dan diagnosis medisb. Masalah keperawatan yang muncul.

c. Data Fokus (keluhan subyektif dan obyektif)d. Rencana keperawatan yang sudah/belum dilaksanakan.e. Tindakan kolaboratif.

f. Persiapan rencana umum yang perlu dilakukan (pemeriksaan penunjang, konsul, prosedur tindakan tertentu), perlu disampaikan untuk ditindak lanjuti.

2. Masing-masing PP yg akan bertugas melakukan klarifikasi terhadap data yang disampaikan.3. Mengupayakan penyampaian yang jelas, singkat dan padat.

4. Lama timbang terima setiap pasien kurang lebih 5 menit, kecuali kondisi khusus yang memerlukan keterangan lebih rinci.5. Karu diikuti semua perawat keliling ke tiap pasien. Katim melakukan validasi data.30 menit

Nurse StationBed PasienPPKaru, Katim dan PP

Penutup1. Perawat kembali ke Nurse Station. Diskusi tentang hasil validasi.

2. Setelah proses timbang terima selesai dilakukan maka kedua kelompok dinas menandatangani laporan timbang terima diketahui oleh Karu.

3. Karu menutup timbang terima, Karu memberikan reward kepada PP dan Katim dinas pagi dan mengucapkan selamat bekerja kepada PP Tim 1 dan PP Tim 2.5 menitNurse StationSemua perawat

Karu

1.7 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

a. Dilaksanakan tepat waktu, setiap pergantian shif

b. Dipimpin oleh Karu atau penanggung jawab pasien (PP).

c. Diikuti oleh semua perawat yang telah dan yang akan dinas.

d. Adanya unsur bimbingan, pengarahan serta tanggung jawab

e. Informasi yang disampaikan harus akurat, singkat, sistematis dan menggambarkan kondisi pasien saat ini serta menjaga kerahasiaan pasien.f. Timbang terima harus berorientasi pada permasalahan pasien.

g. Saat timbang terima dikamar pasien, menggunakan volume suara yang cukup sehingga pasien di sebelahnya tidak mendengar sesuatu yang privacy bagi pasien. Semua yang dianggap rahasia sebaiknya tidak dibicarakan secara langsung didepan pasien.h. Sesuatu yang mungkin membuat klien terkejut sebaiknya dibicarakan di nurse station1.8 Alur Timbang Terima

1.9 Evaluasi

1. StrukturPada timbang terima, sarana prasarana yang menunjang telah tersedia antara lain: Lembar timbang terima, status pasien, work sheet dan alat tulis, serta kedua kelompok shif timbang terima Kepala ruangan seharusnya memimpin timbang terima yang dilaksanakan pada pergantian shift yaitu malam ke pagi, pagi ke sore. Kegiatan timbang terima pada shift sore ke malam dipimpin oleh PP yang bertugas saat itu.2. ProsesProses timbang terima dipimpin oleh Karu dan diikuti oleh Katim dan seluruh perawat yang bertugas sebelumnya maupun yang akan ganti dinas. Katim mengoperkan kepada PP berikutnya yang akan mengganti dinas. Timbang terima pertama dilakukan di Nurse Station kemudian ke bed pasien dan kembali lagi ke Nurse Station. Isi timbang terima mencakup identitas pasien, diagnosis keperawatan, intervensi yang sudah dilakukan, intervensi yang belum dilakukan dan pesan khusus. Setiap pasien tidak lebih dari 5 menit saat klarifikasi ke pasien.3. Hasil

a. Timbang terima dapat dilaksanakan setiap pergantian shift.b. Setiap perawat dapat mengetahui perkembangan c. Komunikasi antar perawat berjalan dengan baik.

BAB 2TINJAUAN KASUS2.1

Pengertian Timbang terima adalah suatu cara dalam menyampaikan dan menerima sesuatu (laporan) yang berkaitan dengan keadaan klien (Nursalam, 2002).

2.2

Tujuan :a. Menyampaikan kondisi atau keadaan pasien secara umum

b. Menyampaikan hal-hal yang penting yang perlu ditindak lanjuti oleh dinas berikutnya.c. Tersusunnya rencana kerja untuk dinas berikutnya2.3

Langkah-langkaha. Kedua kelompok shift dalam keadaan sudah siap

b. Shift yang akan menyerahkan dan mengoperkan perlu mempersiapkan hal-hal apa yang akan disampaikan

c. Katim menyampaikan kepada penaggungjawab shift yang selanjutnya meliputi :

1) Kondisi atau keadaan klien secara umum

2) Tindak lanjut atau dinas yang menerima operan

3) Rencana kerja untuk dinas yang menerima operan

d. Penyampaian operan diatas harus dilakukan secara jelas dan tidak terburu-burue. Katim dan anggota kedua shift dinas bersama-sama secara langsung melihat keadaan klien

2.4

Prosedur