TP Trauma Maksilofasial

  • View
    188

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Trauma maksilofasial 12

Text of TP Trauma Maksilofasial

Trauma Maksilofasial

Disusun oleh :Dani Pernata41101015Preceptor :Nurbaiti, DR., Sp.THT-KL., M.KesTrauma Maksilofasial1ANATOMI

DefinisiTrauma maksilofacial berhubungan dengan cedera apapun pada wajah atau rahang yang disebabkan oleh kekuatan fisik, benda asing atau luka bakarTrauma maksilofasial termasuk cedera pada salah satu struktur tulang ataupun kulit dan jaringan lunak pada wajah3KlasifikasiTrauma Maksilofacial dibagi atas fraktur pada organ yang terjadi :Fraktur tulang hidungFraktur tulang zigoma dan arkus zigomaFraktur tulang maksila (mid facial)Fraktur tulang orbitaFraktur tulang mandibula

4Fraktur tulang hidungTrauma daerah muka paling seringDiagnosis fraktur hidung dapat dilakukan dengan inspeksi, palpasi dan pemeriksaan hidung bagian dalam dilakukan dengan rinoskopi anterior

5Gambaran klinis :EpistaksisPerubahan bentuk hidungObstruksi jalan nafasEkimosis infraorbital6Klasifikasi fraktur nasal :- Fraktur hidung sederhanaMerupakan fraktur pada tulang hidung saja sehingga dapat dilakukan reposisi fraktur tersebut dalam analgesi lokalFraktur Tulang hidung terbukaMenyebabkan perubahan tempat dari tulang hidung tersebut yang juga disertai laserasi pada kulit atau mukoperiosteum rongga hidung. Kerusakan atau kelainan pada kulit dari hidung diusahakan untuk diperbaiki atau direkonstruksi pada saat tindakan.

7- Fraktur tulang nasoorbitoetmoid kompleks Jika nasal piramid rusak karena tekanan atau pukulan dengan beban berat akan menimbulkan fraktur yang hebat pada tulang hidung, lakrimal, etmoid, maksila dan frontal8Tindakan :Reduksi tertutup dengan analgesia lokal atau analgesia lokal dengan sedasi ringan. Paling baik dilakukan 1-2 jam setelah trauma.Indikasi : Fraktur sederhana tulang hidung/septum hidung.Reduksi terbuka, dilakukan dengan sedasi yang kuat atau analgesia umum.Indikasi : Fraktur dislokasi ekstensif tulang dan hidung, fraktur septum terbuka, fraktur dislokasi septum kaudal, persisten deformitas setelah reduksi tertutup.9Fraktur tulang zigoma dan arkus zigomaFaktur Tulang ZygomaTulang zigoma ini dibentuk oleh bagian-bagian yang berasal dari tulang temporal, tulang frontal, tulang sfenoid dan tulang maksila. Bagian-bagian dari tulang yang membentuk zigoma ini memberikan sebuah penonjolam pada pipi di bawah mata sedikit ke arah lateralJenis fraktur yang selalu disebabkan oleh kekerasan langsungFraktur sering berupa Communited fracture

10Gejala fraktur zigoma :Pipi menjadi lebih rata (jika dibandingkan dengan sisi kontralateral atau sebelum trauma)Diplopia dan terbatasnya gerakan bola mataEdem periorbita dan ekinosis Perdarahan subkonjungtivaEnoftalmus PtosisKarena kerusakan saraf infra-orbitaTerbatasnya gerakan mandibulaEmfisema subkutisEpistaksis karena perdarahan yang terjadi pada antrum11Tindakan :Reduksi tidak langsung dari fraktur zigomaPada cara ini reduksi fraktur dilakukan melalui sulkus gingivobukalis. Dibuat sayatan kecil pada mukosa bukal di belakang tuberositas maksila. Elevator melengkung dimasukkan di belakang tuberositas tersebut dan dengan sedikit tekanan tulang zygoma yang fraktur dikembalikan pada tempatnya. Cara reduksi fraktur ini mudah dikerjakan dan memberi hasil yang baik.

12Reduksi terbuka dari tulang zigomaTulang zigoma yang patah harus ditanggulangi dengan reduksi terbuka dengan menggunakan kawat atau mini plate. Laserasi yang timbul di atas zigoma dapat dipakai sebagai marka untuk melakukan inisis permulaan pada reduksi terbuka tersebut. Adanya fraktur pada rima orbita inferior, dasar orbita, dapat direkonstruksi dengan melakukan insisi di bawah palpebra inferior untuk mencapai fraktur di sekitar tulang orbita tersebut. Tindakan ini harus dilakukan hati-hati karena dapat merusak bola mata.

13Fraktur Arkus ZigomaArkus zigoma merupakan bagian dari subunit wajah yang dikenal sebagai zygomaticomaxillary complex (ZMC), yang memiliki 4 fusi tulang dengan tengkorak.Fraktur arkus zigoma tidak sulit untuk dikenal sebab pada tempat ini timbul rasa nyeri waktu bicara atau mengunyah. Kadang-kadang timbul trismus. Fraktur arkus zigoma yang tertekan atau terdepresi dapat dengan mudah dikenal dengan palpasi14

Fraktur Tulang Maksila

Fraktur dari tulang maksila ini berpotensi mengancam nyawa karena dapat menimbulkan gangguan jalan nafas serta perdarahan hebat yang berasal dari arteri maksilaris interna atau arteri ethmoidalis sering terjadi pada fraktur maksila

15Klasifikasi fraktur maksila :Fraktur Maksila Le Fort IMeliputi fraktur horizontal bagian bawah antara maksila dan palatum atau arkus alveolar kompleks

16Fraktur Maksila Le Fort II (fraktur piramid)Berjalan melalui tulang hidung dan diteruskan ke tulang lakrimalis, dasar orbita, pinggir infraorbita dan menyebarang ke bagian atas dari sinus maksila juga ke arah lamin pterigoid sampai ke fossa pterigopalatina

17Fraktur Le Fort III (craniofacial dysjunction)Suatu fraktur yang memisahkan secara lengkap antara tulang dan tulang kranial

18Fraktur Tulang Orbita

Fraktur maksila sangat erat hubungannya dengan timbulnya fraktur orbita terutama pada penderita yang menaiki kendaraan bermotorOrbita dibentuk oleh 7 tulang wajah, yaitu tulang frontal, tulang zigoma,tulang maksila, tulang lakrimal, tulang etmoid, tulang sphenoid dan tulang palatina19

20Gejala gejala :EnoftalmusEksoftalmusDiplopia Asimetris pada muka Gangguan saraf sensoris21Fraktur Tulang Mandibula

Disebabkan oleh kondisi mandibula yang terpisah dari kraniumPenanganan fraktur mandibula ini sangat penting terutama untuk mendapatkan efek kosmetik yang memuaskan, oklusi gigi yang sempurna, proses mengunyah dan menelan yang sempurna22

Diagnosis :Pembengkakan, ekimosis ataupun laserasi pada kulit yang meliputi mandibulaRasa nyeri yang disebabkan kerusakan pada nervus alveolaris inferior.Anestesia dapat terjadi pada satu bibir bawah, pada gusi atau pada gigi dimana nervus alveolaris inferior menjadi rusak. Maloklusi, adanya fraktur mandibula sangat sering menimbulkan maloklusi.Gangguan morbilitas atau adanya krepitasi.Rasa nyeri saat mengunyah.Gangguan jalan nafas, kerusakan hebat pada mandibula menyebabkan perubahan posisi, trismus, hematoma, serta edema pada jaringan lunak.24TERIMA KASIH25