TUBERKULOSIS PARU.ppt

  • View
    119

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of TUBERKULOSIS PARU.ppt

  • TUBERKULOSIS PARUDR.H.A.HAMID HASANINTERNAFK.UNIMAL

  • PENDAHULUANINSIDEN TB-PARU MASIH TINGGIINDONESIA MENEMPATI POSISI KE-TIGA DUNIATERBANYAK MENGENAI USIA MUDAPENYEBAB ADALAH MIKOBAKTERIUM TUBERKULOSIS, BERBENTUK BATANGPENULARAN MELALUI DROPLET NUCLEI (AIR BORNE)

  • PATOFISIOLOGITEORI TERJADINYA PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU YANG DIANUT ADALAH : 1. INFEKSI PRIMER ( PRIMARY INFECTION ) 2. INFEKSI POST-PRIMER ( POST PRIMARY INFECTION )

  • I. INFEKSI PRIMERBATUK DROPLET NUKLEI (UDARA) KUMAN-TB SAL-NAPAS KUMAN MATI ( SEKRET, SILIA, MAKROFAG )

    KUMAN SURVIVE PEMB.KGB REGIONAL ( AFEK PRIMER ) ( LIMFADENOPATIHILLAR )

    ( KOMPLEK PRIMER ) - SEMBUH SEMPURNA - SEMBUH CACAT - MENYEBAR : - PERKONTINUITATUM - BRONKOGEN - LIMFOGEN - HEMATOGEN

  • II.TB POST-PRIMERKUMAN DORMANT (TB PRIMER)

    INFEKSI ENDOGEN SARANG DINI ( APIKOBASAL / APIKO-POSTERIOR )

    RESORBSI SEMPURNA MELUAS & SEMBUH MELUAS ( FIBROSIS & KALSIFIKASI ) ( TUBERKEL)

    NEKROSIS

    PERKEJUAN

    KAVITAS

  • GEJALA KLINISSANGAT BERVARIASI ANTARA LAIN : - MALAISE - ANORHEKSIA - SUB-FEBRIS - BATUK-BATUK - BATUK DARAH - NYERI DADA - SESAK NAPAS

  • PEMERIKSAAN FISIKTERGANTUNG RINGAN DAN BERATNYA PENYAKIT, YAITU : - BILA RINGAN ( FASE AWAL ) SULIT MENEMUKAN KELAINAN PADA P.F. - BILA BERAT ( FASE SEDANG/ LANJUT ) BIASANYA BERVARIASI UMUMNYA KELAINAN PADA APEK PARU ( APIKO-POSTERIOR ) ATAU PADA BASAL ( APIKO-BASALIS )

  • KELAINAN BERUPA .SUARA TAMBAHAN SEPERTI RONCHI BASAH, VESIKULAR MELEMAH, HIPERSONOR, ATAU SUARA AMFORIK ( BILA ADA INFILTRAT & KAVITAS )PADA KEADAAN LANJUT TERDAPAT KELAINAN RETRAKSI OTOT INTERKOSTAL ATAU SUPRA KLAVIKULAR

  • KEADAAN LANJUTDAPAT DITEMUKAN SUARA NAPAS MELEMAH PADA AUSKULTASI DAN REDUP PADA PERKUSI ( BILA ADA ATELEKTASIS DAN FIBROSIS ) PADA INSPEKSI KADANG DIDAPAT ASIMETRINYA TRAKEA ( O.K. TARIKAN OLEH FIBROSIS PARU )

  • PEMERIKSAAN PENUNJANG RADIOLOGI - ADANYA GAMBARAN INFILTRAT APEK LOBUS ATAS / LOBUS BAWAH ( FASE AWAL ) - KAVITAS ( FASE AWAL LANJUT ) - KADANG ADA JARINGAN FIBROSIS, KALSIFIKASI ( GAMBARAN BEKAS TB ) - ATELEKTASIS / KOLAP PARU

  • DARAH - KURANG BANYAK DIGUNAKAN - PEMERIKSAAN DARAH / SERUM YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN ADALAH :PAP ( PEROKSIDASE ANTI PEROKSIDA )MYCODOTPCR ( POLIMERASE CHAIN REACTION )

  • SPUTUMPEMERIKSAAN BAKTERIOLOGISMEMASTIKAN ADA/TIDAKNYA ( BTA = BAKSIL TAHAN ASAM )BILA BTA + MAKA DIPASTIKAN MENDERITA TB PARUBTA SPUTUM BISA SECARA LANGSUNG / DIREK ATAU CARA BIAKAN / KULTUR, ATAU MIKROSKOP FLUORESENS

  • TES TUBERKULINKHUSUS UNTUK DIAGNOSIS TB PADA ANAKPADA TB DEWASA SELEKTIF SEKALI YANG DIPAKAI ADALAH TUBERKULIN PPD (PURIFIED PROTEIN DERIVATE ) 0,1 CC INTRA KUTAN.PEMBACAAN SETELAH 48-72 JAM, BERAPA LUAS HIPEREMIS DAN INDURASI PADA KULIT LENGAN

  • DIAGNOSISDITEGAKAN ATAS DASAR BTA (+) TB PARUBILA RADIOLOGIS (+), KLINIS MENYOKONG, TAPI BTA (- ) TB PARU TERSANGKAKLINIS MENYOKONG, RADIOLOGIS FIBROSIS DAN KALSIFIKASI, BTA (-) BEKAS TB

  • KOMPLIKASITB PARU LUAS ( ADVANCE ) ATELEKTASIS, BRONKIEKTASIS, FIBROSIS ( DESTROYED LUNG )HIPERTENSI PULMONAL KOR PULMONALE DEKOMP KANAN DEKOMP KI-KATIMBUL SINDROM OBSTRUKTIF

  • DIAGNOSIS BANDINGTERGANTUNG GEJALA YANG DOMINAN BATUK-BATUK LAMA DENGAN BRONKITISBATUK DARAH BRONKITIS, PNEMONIA, BRONKIEKTASIS, TUMOR PARUSESAK NAPAS PPOK, PAYAH JANTUNG

  • TERAPIFIRST LINE TREATMENT : - RIFAMPISIN DOSIS ANAK 10-15 mg/kgbb, DWS 450 600 MG SINGLE DOSE - ISONIAZID DOSIS ANAK 10-20 mg/kgbb, DEWASA 300 400 mg SINGLE DOSE - ETHAMBUTOL DOSIS 15 mg/kgbb - PYRAZINAMID DOSIS 20-35 mg/kgbb 3 x DENGAN DOSIS TERBAGI

  • PADUAN OATJANGKA PENDEK LAMANYA 6 BULAN DAN PADUAN OAT MENGANDUNG RIFAMPISIN : - 2 RHEZ 4RHE - 2 RHEZ 4-5 R3 H3E3JANGKA PANJANG BILA PADUAN YANG DIBERIKAN TIDAK MENGANDUNG RIFAMPISIN LAMANYA 12 18 BULAN

  • OAT LAINCAPREOMISIN 15-30 Mg/kgbbSIKLOSERIN 15-20 Mg/kgbbETHIONAMIDE 15-20 Mg/KgbbKANAMISIN 15-30 Mg/KgbbPAS

  • EFEK SAMPINGISONIAZIDE HEPATITIS, NEURITIS PERIFERRIFAMPICIN HEPATITIS, GGN G.I.TETAMBUTOL NEURITIS OPTIKA, SKIN RASHPIRAZINAMID HEPATOTOKSIK, HIPERURISEMI, ARTRALGI, SKIN RASHSTREPTOMISIN OTOTOKSIK,REAKSI HIPERSENSITIVITI, NEFROTOKSIK

  • EVALUASI TERAPI2 BULAN SEJAK PENGOBATAN DIBERIKAN YAITU : - PENILAIAN KLINIS - BAKTERIOLOGIS - RADIOLOGIS6 BULAN PENGOBATAN / AHIR TERAPI DINILAI : - BAKTERIOLOGIS - RADIOLOGIS