of 23 /23
STUDI KASUS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK TENTANG PENYESUAIAN DIRI SISWA PEMALU Oleh: NOLA RISKA DEWI Dosen Pembimbing: Darmanella Dian Eka Wati, S.Si., M.Pd PROGRAM STUDI BIOLOGI

Tugas makalah penyesuaian diri

Embed Size (px)

Text of Tugas makalah penyesuaian diri

  • 1. STUDI KASUS PERKEMBANGAN PESERTADIDIK TENTANG PENYESUAIAN DIRI SISWA PEMALU Oleh: NOLA RISKA DEWI Dosen Pembimbing: Darmanella Dian Eka Wati, S.Si., M.Pd PROGRAM STUDI BIOLOGI PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN SOLOK 2013

2. Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan. Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyesaikan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang memberikan bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin. Wasalam Penulis i DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .. i DAFTAR ISI .. ii 3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang .. 1 B. Tujuan Penulisan .. 1 C. Rumusan Masalah .. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. PengertianPenyesuaian diri .. 3 B. Penyesuaiain Diri yang Baik .. 3 C. Proses Penyesuaian Diri ...... 4 D. Karakteristik Penyesuaian Diri .. .4 E. Faktor-faktor Penyesuaian Diri . . 5 F. Dinamika Penyesuaian Diri 6 G. Implikasi Penyesuaian Diri pada Pendidikan ... 7 BAB III PEMBAHASAN A. Judul . 8 B. Metode Wawancara . 8 C. Identitas Subjek Wawancara . 8 D. Pelaksanaan Wawancara . 8 E. Hasil Wawancara . 9 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan .. 10 B. Saran .. 10 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN WAWANCARA ii BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Makna akhir dari hasil pendidikan seseorang individu terletak pada sejauh mana hal yang telah dipelajari dapat membantunya dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan-kebutuhan hidupnya dan pada tuntutan masyarakat. Berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapat di sekolah dan di luar sekolah ia memiliki sejumlah pengetahuan, 4. kecakapan, minat-minat, dan sikap-sikap. Dengan pengalaman- pengalaman itu ia secara berkesinambungan dibentuk menjadi seorang pribadi seperti apa yang dia miliki sekarang dan menjadi seorang pribadi tertentu di masa mendatang. Seseorang tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri atau tidak mampu menyesuaikan diri. Kondisi fisik, mental dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau yang salah. Sejak lahir sampai meninggal seorang individu merupakan organisme yang aktif. Ia aktif dengan tujuan dan aktifitas yang berkesinambungan. Ia berusaha untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan jasmaninya dan juga semua dorongan yang memberi peluang kepadanya untuk berfungsi sebagai anggota kelompoknya. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Dan salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya adalah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya. 2. Tujuan Penulisan 1. Pengertian penyesuaian diri, 2. Proses penyesuaian diri, 3. Karakter penyesuaian diri secara positif, 4. Karakter penyesuaian diri yang salah, 5. Faktor yang mempengarui proses penyesuaian diri, 6. Contoh permasalahan permasalahan penyesuaian diri remaja, dan 7. Implikasi penyesuaian diri remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan. 1 3. Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian dari penyesuain diri itu? 2. Bagaimanakah bentuk penyesuaian diri yang baik? 3. Bagaimana proses penyesuaian diri? 4. Apa saja karakteristik penyesuaian diri? 5. Apa saja faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri? 6. Apa saja dinamika penyesuaian diri remaja? 5. 7. Bagaimana implikasi proses penyesuaian remaja terhadap penyelenggaraan pendidikan? 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Pengertian Penyesuaian Diri Penyesuaian diri dapat diartikan atau dideskripsikan sebagai berikut : 1. Penyesuaian berarti adaptasi: dapat mempertahankan eksistensinya, atau bisa survive dan memperbolehkan kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, dan dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan. 2. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip. 3. Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan,yaitu memiliki kemampuan untuk membuat rencana dan mengorganisasi respon- respon sedemikian rupa, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien. 4. Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan emosional yang tepat pada setiap situasi. 6. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian adalah usaha manusia untuk mencapai keharmonisan pada diri sendiri dan pada lingkunganya. 2. Penyesuaian diri yang baik Seseorang dikatakan memiliki kemampuan penyesuaian diri yang baik (Well Adjusted Person) jika mampu melakukan respon-respon yang matang, efisien, memuaskan dan sehat. Dikatakan efisien apabila mampu melakukan respon dengan mengeluarkan tenaga dan waktu sehemat mungkin. Dikatakan sehat apabila respon-respon yang dilakukannya dengan hakikat individu, lembaga atau kelompok antar individu, dan hubungan antar individu dan ciptaanNya berjalan dengan baik. 3 3. Proses penyesuaian diri Proses penyesuaian diri menurut Schneiders (1984), melibatkan tiga unsur yang akan mewarnai kualitas proses penyesuaian diri individu yaitu : 1. Motivasi dan Proses Penyesuaian Diri Motivasi sama dengan kebutuhan, perasaan, dan emosi merupakan kekuatan internal yang menyebabkan ketegangan dan ketidakseimbangan dalam organisme. 2. Sikap terhadap realitas dan Proses Penyesuaian Diri Secara umum dapat dikatakan sikap yang sehat terhadap realitas dan kontak yang baik terhadap realitas sangat diperlukan bagi penyesuaian diri yang sehat. 3. Pola Dasar Penyesuaian Diri Dalam proses penyesuaian diri sehari-hari terdapat suatu pola dasar penyesuaian diri. Misalnya : seorang anak membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya yang selalu sibuk. dalam situasi tersebut anak akan 7. frustasi dan berusaha menemukan pemecahan yang berguna mengurangi ketegangan antara kebutuhan akan kasih sayang dengan frustasi yang dialami. 4. Karakteristik penyesuaian diri remaja Penyesuaian diri remaja memiliki karakteristik yang khas, yang dapat dilihat berbagai sisi, yaitu sebagai berikut : 1. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Peran dan Identitasnya Tujuannya adalah memperoleh identitas diri yang semakin jelas dan dapat dimengerti serta diterima oleh lingkumgannya, baik lingkungan keluarga, sekolah, ataupun masyarakat. 2. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Pendidikan Pada umumnya, para remaja berjuang untuk meraih kesuksesan dalam belajar, tetapi dengan cara-cara yang menimbulkan perasaan bebas dan senang, terhindar dari tekanan dan konflik, atau bahkan frustasi. 3. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Kehidupan Seks Secara keseluruhan, remaja ingin memahami kondisi seksual dirinya dan lawan jenisnyaserta mampu bertindak untuk menyalurkan dorongan seksualnya yang dapat 4 dimengerti dan dapat dibenarkan oleh norma sosial dan agama. 4. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Norma Sosial Penyesuaian diri remaja terhadap norma sosial mengarah pada dua dimensi, yaitu remaja ingin diakui keberadaannya dalam masyarakat dan remaja ingin bebas menciptakan aturan-aturan tersendiri yang lebih sesuai untuk kelompoknya, tetapi menuntut agar dapat dimengerti dan diterima oleh masyarakat dewasa. 5. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Waktu Luang Dalam kontek ini upaya yang harus dilakukan oleh remaja adalah melakukan penyesuaian antara dorongan kebebasannya serta inisiatif 8. dan kreativitasnya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat agar dapat berguna bagi dirinya maupun orang lain. 6. Penyesuaian Diri Remaja terhadap Uang Remaja berusaha untuk mampu bertindak secara proporsional, melakukan penyesuaian antara kelayakan pemenuhan kebutuhannya dengan kondisi ekonomi orang tuanya. 7. Penyesuaian Diri remaja terhadap Kecemasan, Konflik, dan Frustasi Menurut Signund Freud (Corey, 1989), strategi yang digunakan untuk mengatasi masalah kecemasan, konflik, dan frustasi adalah menggunakan mekanisme pertahanan diri (defence mechanism) seperti kompensasi, rasionalisasi, proyeksi, sublimasi, identifikasi, regresi, dan fiksasi. 5. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian remaja Menurut Schneiders (1984), setidaknya ada lima faktor yang dapat mempengaruhi proses penyesuaian diri remaja yaitu : 1. Kondisi Fisik Aspek-aspek yang berkaitan dengan kondisi fisik serta dapat mempengaruhi penyesuaian diri remaja adalah (a) hereditas dan konstitusi fisik, (b) sistem uatama tubuh, dan (c) kesehatan fisik. 2. Kepribadian Unsur-unsur kepribadian yang penting pengaruhnya terhadap penyesuaian diri adalah (a) kemauan dan kemampuan untuk berubah, (b) pengaturan diri, (c) realisasi diri, dan (d) inteligensi. 5 3.Proses Belajar Unsur-unsur penting dalam Edukasi atau Pendidikan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri individu adalah (a) belajar, (b) pengalaman, (c) latihan, dan (d) determinasi diri. 4. Lingkungan 9. Faktor lingkungan sebagai variabel yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri sudah tentu meiputi lingkungan keluaraga, sekolah dan masyarakat. 5. Agama serta Budaya Faktor Agama memberikan sumbangan yang berarti dalam penyesuaian diri individu yaitu beupa nilai-nilai, keyakinan, praktik-praktik, tujuan, serta kestabilan dan keseimbangan hidup individu. Selain Agama, Budaya juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan individu. Hal ini terlihat jika dilihat dari adanya karakteristik budaya yang diwariskan kepada individu melalui berbagai media dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. 6. Dinamika penyesuaian diri remaja Ada sejumlah faktor psikologis dasar yang memiliki pengaruh kuat terhadap dinamika penyesuaian diri, yaitu : 1. Kebutuhan (Need) Kebutuhan yang dimaksud merupakan kebutuhan yang bersifat internal. Dalam faktor ini, penyesuaian diri ditafsirkan sebagai suatu jenis respon yang diarahkan untuk memenuhi tuntutan yang harus diatasi oleh individu. 2. Motivasi (Motivation) Penafsiran terhadap karakter dan tujuan respons individu dan hubungannya dengan penyesuaian tergantung pada konsep-konsep yang menerangkan hakikat motivasi. 3. Persepsi (Perception) Tidak jarang persepsi dipahami sebagai suatu pencerminan yang sempurna tentang realitas. Pengertian persepsi menurut Atkinson dan Hilgard (1983) mengemukakan bahwa persepsi adalah proses menginterpretasikan dan mengorganisasikan pola-pola stimulus yang berasal dari lingkungan. 6 10. 4.Kemampuan (Capacity) Pengaruh perkembangan kemampuan remaja dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik, juga dapat mewarnai dinamika penyesuaian diri. 5. Kepribadian (Personality) Dalam hal ini remaja yang sudah mencapai tahapan berfikir operasional formal, sudah menyadari akan pentingnya nilai-nilai dan norma yang dapat dijadikan pegangan hidupnya, sudah mulai berkembang ketertarikan dengan lawan jenis, memiliki kohesivitas kelompok yang kuat, serta cenderung membangun budaya kelompoknya sendiri. Hal inilah yang akan memberikan warna tersendiri terhadap dinamika penyesuaian diri remaja. 7. Implikasi proses penyesuain diri remaja bagi pendidikan Perkembangan penyesuaian diri remaja yang ditandai dengan dinamika yang sangat tinggi, membawa implikasi imperatif akan pentingnya intervensi pendidikan yang dilakukan secara sistematis, serius, dan terprogram guna membantu proses perkembangannya agar berkembang kearah yang lebih baik. Intervensi edukatif yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut : 1.Dalam kehidupan keluarga hendaknya diciptakan interaksi edukatif yang memberikan perasaan aman bagi remaja untuk memerankan dirinya ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan keluarganya. 2. Orang tua hendaknya jangan menimbulkan stimulus yang dapat mengembangkan identifikasi negatif pada remaja karena sesungguhnya orang tua harus dapat dijadikan model bagi remaja dalam segala tingkah lakunya. 3. Hindarkan perkembangan identifikasi menyilang pada remaja. 4. Perlu menciptakan kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif dan didalamnya menuntut kemampuan remaja untuk melakukan interaksi, 11. proses sosialisasi, dan penyesuaian diri terhadap diri sendiri, kegiatan yang diikuti, maupun orang lain yang sama-sama ikut aktif dalam proses kegiatan tersebut. 7 BAB III PEMBAHASAN PERMASALAHAN PENYESUAIAN DIRI REMAJA A. Judul: Identifikasi Remaja Pemalu B. Metode Wawancara Metode wawancara yang digunakan dalam wawancara ini adalah semi terstruktur. Secara umum, pertanyaan yang digunakan dalam wawancara menggunakan pertanyaan terbuka dan tidak sepenuhnya berpedoman pada naskah pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya, pertanyaan yang akan diajukan tergantung pada konteks jawaban dari interview nantinya. Namun, masih dalam batasan-batasan pertanyaan yang relevan dengan tujuan wawancara itu sendiri. C. Identitas Subjek Wawancara a. Nama : AW b. Umur : 17 tahun c. Sekolah : SMA N 4 KOTA SOLOK d. Jurusan : IPA e. Asal : Pulau Punjung, Dharmasraya f. Alamat : Kota Solok D. Pelaksanaan Wawancara a. Tempat : Kos AW, Kota Solok b. Tanggal : 13 Juli 2013 c. Durasi : 49 menit. 8 E. Hasil Wawancara Dari wawancara yang telah dilakukan subjek mengidentifikasikan dirinya sebagai orang yang pemalu dalam lingkungan sosial. Sehingga rasa pemalu tersebut membuat dirinya sulit untuk mengajak berkenalan terlebih dahulu dengan orang yang baru saja ditemuinya. Subjek juga terkadang merasa tidak mudah menyesuaikan dirinya ditempat yang baru, tetapi subjek akan berusaha untuk menyesuaikan dirinya dilingkungan baru tersebut. 12. Dalam lingkungan keluarga, subjek termasuk orang yang dekat dengan keluarganya. Subjek merasa nyaman berada dilingkungan keluarganya walaupun terkadang bertengkar sewaktu kecil akan tetapi subjek merasa nyaman berada dengan keluarganya. Dengan anggota keluarga baru pun subjek dapat menyesuaikan dirinya dengan baik walaupun pada dasarnya subjek adalah seseorang yang pemalu. Karena subjek menganggap orang baru tersebut adalah keluarganya. Dalam lingkungan sekolah, subjek akan berusaha menyesuaikan dirinya dengan orang yang baru subjek kenal dengan mengajak bicara dan subjek merasa nyaman berada dalam lingkungan kelasnya karena orang-orang disekitarnya ramah dan baik. Subjek akan bersikap cuek dengan orang yang subjek tidak sukai. Namun, subjek berusaha untuk tidak mempunyai musuh dalam lingkungan sekolahnya. 9 BAB IV PENUTUP 1. Kesimpulan Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri, maka perlu penyesuaian diri terhadap lingkungannya. Penyesuaian diri dapat diartikan adaptasi, konformitas, penguasaan, dan kematangan emosional. Proses penyesuaian diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara faktor internal dan eksternal anak sering menimbulkan konflik, tekanan, frustasi, dan berbagai macam perilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. 13. Kondisi fisik, mental, dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan di mana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau salah. Selain faktor lingkungan, faktor psikologis, kematangan, kondisi fisik, dan kebudayaan juga mempengaruhi proses penyesuaian diri. Permasalahn-permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. Selain itu permasalahan-permasalahan penyesuaian akan muncul bagi remaja yang sering pindah tempat tinggal. Lingkungan sekolah juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan jiwa remaja. Sekolah selain megemban fungsi pengajaran juga fungsi pendidikan. Di sekolah, guru hendaknya dapat bersikap yang lebih efektif, seperti adil, jujur, menyenangkan dan sebagainya sehingga siswanya akan merasa senang dan aman bersamanya. 2. Saran Sebagai penyusun saya merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini, oleh karena itu saya mohon kritik dan saran dari pembaca untuk kesempurnaan makalah ini. 10 DAFTAR PUSTAKA Sunarto, H. & Hartono, Agung.1998. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta. Hurlock E, B. 1991. Perkembangan Anak. Surabaya : Erlangga. Campbel, E.Q. 1969. Adolescent Socializatiom. Chicago: Rand Macnally. Piaget, J. 1932. The Moral Jugdment of the Child. III: The Pree Press. Sarlito Wirawan Sarwono. 1997. Psikologi Remaja. Jakarta: Gramedia. 14. LAMPIRAN HASIL WAWANCARA A. Lingkungan tempat tinggal a. Tanya: Apakah anda pemalu? Jawab: Ya, saya pemalu b.Tanya: Apakah anda termasuk orang yang suka mengajak orang berkenalan terlebih dahulu? Jawab : Kadang-kadang, tapi sangat jarang c. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang suka menyapa orang yang belum anda kenal apabila bertemu? Jawab : Tidak juga, saya takut orang tersebut tidak menyahut d. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang susah untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan? Jawab : Kadang-kadang e. Tanya : Faktor- faktor apakah yang menyebabkan anda susah untuk menyesuaikan diri? Jawab : Karena saya anaknya pemalu, tidak pedean, kadang agak bingung untuk memulai suatu pembicaraan. f. Tanya : Pernah langsung dapat menyesuaikan diri? Jawab : Pernah g. Tanya : Apa sebabnya anda merasakan gampang menyesuaikan diri? Jawab : Karena orang yang saya ajak kenalan itu orangnya ramah, tidak cuek, tidak jutek, sehingga enak untuk diajak kenalan. h. Tanya : Apa anda pernah merasa bosan di kost? Jawab : Iya, apalagi saat di kost gak ada teman. 1 i. Tanya : Usaha apa yang dilakukan anda pada saat merasa bosan di kost? Jawab : Saya melakukan aktifitas yang membuat saya tidak merasa kesepian, seperti nonton, membaca novel, dll 15. B. Lingkungan keluarga a. Tanya : Apakah anda merasa dekat dengan keluarga? Jawab : Iya, saya termasuk orang yang dekat dengan keluarga. b. Tanya : Apakah anda sering tidak nyaman dengan keluarga anda? Jawab : Tidak c. Tanya : Apakah orang tua anda selalu menekan anda setiap melakukan sesuatu? Jawab : Tidak, orang tua saya terserah dengan semua kegiatan yang saya lakukan. d. Tanya : Apakah anda termasuk orang yang betah tinggal di dalam rumah? Jawab : Ya e. Tanya : Apakah anda sering bertengkar dengan saudara anda? Jika iya, apa penyebabnya? Jawab : Iya, tapi dulu. Kalo sekarang sudah tidak lagi, karena saya sudah besar. f. Tanya : Apakah anda langsung dekat dengan hadirnya anggota keluarga yang baru?apa sebabnya? Jawab : Iya, karena saya sudah merasa sudah menjadi keluarga, makanya langsung bisa agak dekat. g. Tanya : Bagaimana penyesuaian anda terhadap anggota keluarga yang baru? Jawab : Saya berusaha untuk mengajak ngobrol walaupun saya anaknya pemalu tapi saya akan berusaha untuk mengajak berbincang. 2 C. Lingkungan sekolah a. Tanya : Apakah anda mempunyai banyak teman di sekolah? Jawab : Iya, saya punya banyak teman di sekolah. b. Tanya : Apakah dengan teman sekolah mudah menyesuaikan diri? Jawab : Iya, karena teman saya di sekolah baik-baik, enak diajak berteman, ramah-ramah c. Tanya : Bagaimana anda menyesuaikan diri dengan teman yang baru anda kenal? Jawab : Saya berusaha untuk mempunyai banyak teman dengan bersikap ramah dan tidak membeda-bedakan teman d. Tanya : Apakah anda merasa mempunyai musuh? Jawab : Tidak, tetapi saya mempunyai teman yang agak saya tidak sukai e. Tanya : Bagaimana bila anda bertemu dengan teman anda itu? Jawab : Ya saya cuekin aja f. Tanya : Apakah lingkungan yang tidak nyaman mempengaruhi prestasi anda dan minat belajar anda? Jawab : Kadang-kadang 16. g. Tanya : Apa yang anda lakukan agar tetap bisa bertahan dalam komunitas itu? Jawab : Saya berusaha untuk mengenal satu sama lain dan tetap berusaha agar merasa nyaman dan betah di komunitas itu. 3