Click here to load reader

Tugas Metode Penelitian Pembelajaran Pendidikan Geografi

  • View
    883

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Tugas Metode Penelitian Pembelajaran Pendidikan Geografi

PROPOSAL PENELITIANPEMBELAJARAN GEOGRAFI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 1 MAJALENGKASTUDI EKSPERIMEN DENGAN (POLA TRUE EXPERIMENTAL DESIGN) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFIDitujukan untuk memenuhi salahsatu tugas mata kuliah Metode Penelitian Pendidikan Geografi dengan dosen Pengampu Dr. Hj. Epon Ningrum, M.Pd.,

Disusun olehRicky P. Ramadhan(1005495)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFIFAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIALUNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA2013

A. LATAR BELAKANGPembelajaran adalah proses transfer ilmu pengetahuan secara terus menerus dan dilakukan berkesinambungan. Terdapat materi-materi yang diajarkan, kurikulum pembelajaran, bahan ajar, sumber ajar dan media. Proses tersebut dilakukan secara teratur dan berulang-ulang agar siswa dapat memahami materi yang diajarkan. Namun pada kenyataannya banyak pembelajaran yang tidak sampai pada tujuan pembelajaran atau dalam arti siswa tidak dapat memahami materi pembelajaran. Hal ini merupakan masalah pendidikan yang mendasar. Sering kali ditemukan dan perlu ditemukan solusinya agar proses pembelajaran ini tidak terganggu atau tidak tersampaikan.Maka dari itu dikembangkanlah banyak metode pembelajaran demi menjawab permasalahan pembelajaran yang tidak dimengerti siswa. Saat ini sudah banyak metode pembelajaran yang ditemukan dan dikembangkan. Diantaranya ceramah, tanya jawab, diskusi, pemberian tugas, demonstrasi, belajar kelompok, peer teaching, karyawisata dan lainnya.Metode yang dikembangkan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan, karena satu metode tidak dapat diterapkan pada semua siswa. Tetap saja terdapat ketidakcocokan pada siswa-siswa tertentu. Mari kita lihat kerucut pengalaman Edgar Dale untuk membantu kita memahami metode apa yang paling baik, mudah diingat dan lama untuk dilupakan.

Gambar 1. Kerucut Pengalaman Edgar Dale

Pada banyak kasus, pengajar dalam melaksanakan proses belajar mengajar hanya memindahkan (transfer) pengetahuan kepada siswa saja dan siswa tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar tersebut, sehingga pengajar masih lebih mendominasi kelas yang berimplikasi kegiatan belajar mengajar lebih berfokus pada pada mengajar daripada belajar. Disamping itu juga, sumber pembelajaran masih mengandalkan buku (Budimansyah, 2003), padahal kehidupan sosial dapat menjadi suatu pembelajaran yang tidak kalah penting (Sudjana, 2003).Dari pembahasan diatas tentunya memiliki banyak kaitan terhadap siswa yang menjadikan mereka bersifat tidak seperti yang diharapkan para pengajar, karena pengalaman belajar yang diterapkan oleh para pengajar dalam proses belajar mengajar hanya memberikan informasi mengenai prinsip dan teori saja, siswa pun tidak diberikan kesempatan untuk menemukan prinsip dan teori sendiri, tetapi siswa hanya mencatat informasi dari guru. Sehingga proses pembelajaran dalam hal pembelajaran Geografi menjadi terasa membosankan dan kurangnya minat siswa terhadap pelajaran Geografi menyebabkan pemahaman siswa terhadap pelajaran Geografi menjadi berkurang.Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk menjadikan pembelajaran geografi menjadi lebih menarik, baik dalam merencanakan dan melakukan inovasi dalam pembelajaran. Hal yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Salah satu pendekatan yang sesuai adalah pendekatan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching And Learning). Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang lebih berpihak dan melibatkan siswa serta menggunakan tujuh komponen utama pembelajaran efektif yaitu konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan dan penilaian sebenarnya. Landasan filosofi pendekatan kontekstual salah satunya adalah kontruktivisme, yaitu filisofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal tetapi mengkonstruksikan atau membangun pengetahuan dan keterampilan baru lewat fakta-fakta atau proposisi yang mereka alami dalam kehidupannya (Masnur 2007:41).(Paul S 1996:29) Mengataan bahwa :Tiap orang harus mengkontruksi pengetahuan sendiri. Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi, melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Dalam proses itu keaktifan seseorang yang ingin tahu amat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada yang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing orang.Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan yang dianjurkan untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam konteks pendekatan kontekstual siswa lebih dilibatkan dalam proses pembelajarn sehingga dapat membangun pola pengetahuan siswa itu sendiri dengan diciptakannya suasana belajar yang natural. Selain itu dalam pendekatan kontekstual siswa didorong untuk membuat keterkaitan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari siswa.Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang menghubungkan antara pengalaman hidup siswa dengan informasi yang didapat siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, sehingga pembelajaran dan hasilnya akan terasa lebih bermakna bagi siswa (Depdiknas, 2002).Jonhson (2007:67) menyatakan bahwa :Pendekatan pembelajaran konstekstual atau CTL (Contextual Teaching and Learning) adalah sebuah proses pendidikan yang menolong para siswa melihat makna dalam materi akademik dengan konteks dalam kehidupan seharian mereka, yaitu konteks keadaan pribadi, social, dan budaya mereka. Untuk mencapai tujuan ini sistem tersebut meliputi delapan komponen berikut: (1) membuat keterkaitan-keterkaitan yang bermakna, (2) melakukan pekerjaan yang berarti, (3) melakukan pekerjaan yang diatur sendiri, (4) melakukan kerja sama, (5) berfikir kritis dan kreatif, (6) membantu individu untuk tumbuh dan berkembang, (7) mencapai standar yang tinggi, (8) menggunakan penilaian autentik.Selain itu siswa dapat mengetahui pentingnya dan keterkaitannya materi dengan pengalaman yang siswa tersebut jalani.B. RUMUSAN MASALAH1. Bagaimanakah hasil belajar siswa yang menggunakan penerapan pendekatan kontekstual di kelas..?2. Bagaimanakah hasil belajar siswa yang menggunakan penerapan pendekatan kontekstual di kelas..?3. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan penerapan pendekatan kontekstual dengan pendekatan konvensional..?C. TUJUAN PENELITIAN1. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang dengan menggunakan metode pendekatan kontekstual2. Untuk mengetahui gambaran mengenai tingkat pemahaman konsep siswa dengan penerapan pendekatan konvensional di lihat dari hasil belajar3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara hasil belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan hasil belajar dengan pendekatan konvensionalD. MANFAAT PENELITIAN1. Dapat memberikan informasi kepada penulis mengenai penerapan pendekatan apa yang cocok sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa2. Dapat memberikan informasi kepada guru mengenai penerapan pendekatan kontekstual sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa3. Dapat memberikan informasi kepada sekolah dalam memberikan kontribusinya dalam upaya peningkatan mutu sekolah melalui penerapan pendekatan kontekstual.E. DEFINISI OPERASIONALDalam penelitian ini dibuat Definisi Operasional untuk membatasi ruang lingkup dan konteks pembahasan agar tidak terdapat makna ganda dalam pembahasan bab-bab tertentu atau istilah tertentu.1. Hakikat BelajarHakikat Belajar menurut Slameto dalam buku Djamarah, Syaiful Bahri, tentang Psikologi Belajar (1999) merupakan suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri di dalam interaksi dengan lingkungannya2. Hasil BelajarHasil belajar merupakan keberhasilan yang dicapai dalam belajar serta diperoleh perubahan tingkah laku yang mengarah ke perubahan yang lebih baik dari hasil belajar tersebut.( Syah, 2006:173).Menurut Anas Sudijona (2012 : 11) mengatakan bahwaBagi pendidik, evaluasi pendidikan akan memberikan kepastian atau ketetapan hati kepada diri pendidik tersebut, sudah sejauh manakah kiranya usaha yang telah dilakukannya selama ini telah membawa hasil, sehingga ia secara psikologis memiliki pedoman atau pegangan batin yang pasti guna menemukan langkah-langkah apa saja yang dipandang perlu dilakukan selanjutnya. Misalnya, dengan menggunakan metode-metode pengajaran tertentu, hasil-hasil belajar siswa telah menunjukkan adanya peningkatan daya serap terhadap materi yang telah diberikan kepada para siswa tersebut. karena itu penggunaan metode-metode mengajar tadi akan terus dipertahankan. Sebaliknya, apabila hasil-hasil belajar siswa tidak menggembirakan, maka pendidik (dalam hal ini guru, dosen, dan lain-lain) akan berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam penyempurnaan sehingga hasil belajar siswa menjadi lebih baik.

3. Metode Pembelajaran Pendekatan KontekstualPembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya.TINJAUAN PUSTAKAA. Pengertian Penelitian EksperimenMenurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain, penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat dikontrol.Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar ke