Agama perilaku tercela

  • View
    11

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Agama perilaku tercela

  1. 1. Perilaku Tercela d f v w
  2. 2. Dosa Besar Dosa adalah dampak dari pelanggaran ajaran agama yang dilakukan dengan sengaja, sadar dan tidak ada paksaan atau dapat dikatakan bahwa dosa adalah buah dari tidak menjalankan perintah Allah dan tidak menjauhi larangan-Nya. Dosabesaradalah suatu pelanggaran terhadap perintah dan larangan-Nya yang menimbulkan kerugian dan kerusakan terhadap orang lain dan bersifat besar.
  3. 3. Terpengaruh dengan perangai syaitan yang jahat. Ingin hidup bebas tanpa batasan agama Sikap angkuh dengan harta dan pangkat. Memandang ringan azab Allah. FaktorManusiaMelakukanDosa
  4. 4. Kesalahan yang dikenakan hukuman tertentu di dunia dan amaran azab Di akhirat Syirik Durhaka kepada orang tua Membunuh Merampok Riba Berzina Kesalahan yang tidak diberi Peruntukkan hukuman di dunia Atau amaran azab di akhirat Melihat aurat wanita Pegang al-Quran tanpa wudhuk Bercakap perkara sia-sia Mendengarkan Musik Dosa Besar Dosa Kecil Jenis Dosa
  5. 5. Syirik Syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah dengan sesuatu selain-nya, baik zat-nya, sifat-nya, perbuatan-nya maupun dalam dalam hal kenyataan yang seharusnya hanya ditunjukkan kepada allah swt.
  6. 6. Allah tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepadaNya, jika ia meninggal dunia dalam kemusyrikannya. Allah berfirman " Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar".[An-Nisa: 48]
  7. 7. Surga-pun Diharamkan Atas Orang Musyrik. Allah berfirman: Artinya : Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang- orang zhalim itu seorang penolong pun"[ Al- Maa'idah: 72] Syirik Menghapuskan pahala Segala Amal Kebaikan. Allah berfirman: Artinya : Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan"[Al-An'aam: 88] Firman Allah: Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (Nabi-Nabi) sebelummu:
  8. 8. DURHAKA / UQUQUL WALIDAIN dosa-dosabesaradalahmenyekutukanAllah,dan durhakakepadaorangtua,danmembunuh manusiadansumpahpalsu.(H.R.Bukhari).
  9. 9. DURHAKA gangguan yang ditimbulkan seorang anak terhadap kedua orangtuanya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contoh gangguan berupa perkataan, yaitu mengucapkan ah atau cih, berkata dengan kalimat yang keras atau menyakitkan hati, menggertak, mencaci dan lain-lain. Sedangkan yang berupa perbuatan adalah berlaku kasar seperti memukul dengan tangan atau kaki bila orang tua menginginkan sesuatu atau menyuruh untuk memenui keinginannya, membenci, tidak
  10. 10. AKIBAT DURHAKA 1. Haram masuk surga. Ada tiga jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts (merelakan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh) . [H.R. Nasai dan Ahmad]. 2. Dimurkai Allah SWT. keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua. (H.R. al-Hakim). 3. Allah tidak menerima shalatnya. Allah tidak akan menerima shalat orang dibenci kedua orang tuannya yang tidak menganiaya kepadannya. (H.R. Abu al-Hasan bin Makruf) 4. Dipecat sebagai pengikut nabi SAW. bukan termasuk dari golongan kami orang yang diperluas rezekinnya oleh Allah lalu ia kikir dalam menafkahi keluargannya. (H.R. ad-Dailamy). 5. Mendapat gelar kafir. jangan membenci kedua orang tuamu. Barang siapa mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir. (H.R. Muslim).
  11. 11. 6. Balasan azab dengan segera didunia. Al-hakim dan al-Ashbahani, dari abu bakrah r.a. dari Nabi Saw, beliau bersauba, setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunnya didalam hidupnya sebelum mati. 7. Tidak Diampuni Dosannya. Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda, dikatakan kepada orang yang durhaka kepada kedua orang tua, berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan mengampuni. Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua, perbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengambunimu. (H.R. Abu Nuaim). 8. membatalkan Seluruh Amal. ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu (a) syirik kepada Allah, (b) durhaka kepada orang tua, (c) seorang alim yang dipermainkan oleh orang dungu dan jahil. (H.R. Thabrani). 9. Haram mencium aroma surga. Bau surga yang radiusnya sejauh 1000 tahun perjalanan itu tak bisa dirasakan oleh orang durhaka. Benar2 dahsyat. sesunguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun, dan demi Allah tidak akan mendapatinnya barang siapa yang durhaka dan memutuskan silaturahim. (H.R.Thabrani). 10. Terputus rezekinnya. apabila seseorang tidak meninggalkan doa bagi kedua orang tuannya, maka akan terputus rezekinya. (H.R. ad-Dailamy).
  12. 12. MENGHINDARI SIFAT DURHAKA 1. Hendaknya setiap keluarga terutama bapak dan ibu, mendalami akidah dengan benar. Mengamalkan syariat Islam dan menjadikan dirinya teladan yang baik bagi anak-anaknya. 2. Orangtua hendaknya istiqamah dalam perkataan dan perbuatan. Orangtua bukanlah pembuat hukum, sehingga semaunya sendiri boleh melanggar dan memaksa anak sementara dia sendiri tidak mampu membuktikan apa yang jadi perintahnya. 3. Menjaga lisan dan perbuatannya dari hal yang haram. Berbicara yang baik, penuh dengan kasih sayang kepada anak. Rasulullah SAW bersabda; Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata yang baik atau diam. (Riwayat Muslim). 4. Memperlakukan adil kepada anak. Berbuat adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. (Al- Maidah [5]: 8).
  13. 13. 5. Selalu menasihati anak sebagaimana yang Allah perintahkan; Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka (At-Tahrim [66]: 6). 6. Mendidik anak dengan pendidikan tauhid, menasihati mereka agar selalu merasa selalu diawasi Allah Taala. Sebagaimana yang dilakukan Luqman kepada anaknya; Hai anakku, jika ada perbuatan seberat biji sawi yang berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya balasan. Sesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui. (Luqman [31]: 16). 7. Orangtua seharusnya memperhatikan pergaulan anak, lingkungan (biah) yang kondusif memelihara tumbuhnya iman, mengarahkan mereka agar giat belajar, membiasakan berbuat baik, dan menjauhkan permainan yang merusak moral. 8. Orangtua wajib pula mendoakan anak-anaknya agar mendapatkan hidayah, dan senantiasa dijaga dalam kebaikan.
  14. 14. Mencuri Menurut bahasa, mencuri ialah mengambil harta orang lain dengan jalan sembunyi sembunyi atau diam. Hukuman kepada orang yang mencuri adalah dipotong tangannya. Hukuman ini disebut HUDUD Pencurian pertama dipotong tangan kanannya, kedua kali kaki kanannya, ketiga kali tangan kirinya, keempat kali kali kirinya. Bila masih juga
  15. 15. Allah SWT berfirman dalam surah Al Maidah ayat 38 Artinya: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Pencuri itupun baru bisa dihukum karena salah satu pembuktian dari dua hal, yakni pengakuan yang jelas dari pencuri bahwa ia telah mencuri tanpa intimidasi dan teror, dan kesaksian dari dua saksi (yang adil) yang bersaksi bahwa si pencuri telah mencuri.
  16. 16. Syarat Hukum potong tangan: 1. Pencuri itu telah baligh, berakal, dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya. Bagi anak anak, orang gila, dan orang yang dipaksa untuk mencuri tidak dapat dihukum potong tangan. 2. Barang yang dicuri itu sedikitnya kira kira satu nisab atau sama dengan 93,6 gram emas dan diambil dari tempat penyimpanannya. Barang itu bukan kepunyaan sang pencuri, dan tak ada jalan yang menyatakan bahwa ia berhak atas barang itu
  17. 17. Merampok Menurut bahasa, merampok ialah suatu perbuatan tercela yang di dalamnya terdapat unsur pemaksaan, pencurian, dan perampasan memiliki akibat yang sangat berbahaya, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Terhadap diri sendiri, dapat menimbulkan penyesalan, rasa gelisah, atau rasa seperti dikejar kejar. Terhadap orang lain, tentunya dapat merugikan secara material ataupun yang lainnya. Terkadang merampok dapat disertai kekerasan, ancaman, pemerasa, atau bahkan pembunuhan.
  18. 18. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 93 Artinya: Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
  19. 19. Hukuman Bagi Perampok 1. Perampokan dengan membunuh orang yang dirampoknya dan diambil hartanya adalah dibunuh, lalu di salibkan (dijemur) 2. Perampokan dengan membunuh orang yang di rampok tapi hartanya tak diambil hukumannya dibunuh tanpa disalib 3. Hanya mengambil hartanya saja yang sedikitnya satu nisab, sedangkan orangnya tidak dibunuh, hukumannya dipotong tangan kanannya dan kaki kirinya 4. Perampokan yang tujuannya menakut nakuti saja, hukumannya adalah dipenjara, atau hukuman lain berdasarkan pertimbangan hakim yang dapat memberinya pelajaran sehingga tak akan mengulanginya lagi
  20. 20. Bila Perampok Mengakui Kesalahannya Bila perampok telah benar benar mengakui kesalahannya sebelum ia tertangkap, maka gugurlah hukumannya maka bila Ia telah membunuh orang dan mengambil hartanya, maka gugurlah baginya hukuman bunuh dan salib. Ia telah membunuh orang saja, maka gugurlah hukuman salib tapi wali bisa mengambil ki