disain PenelitianKebahasaan

  • View
    358

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Dibuat untuk melengkapi tugas individu mata kuliah Penelitian Kebahasaan Nama : Wahyu Sari Utami NIM :511100008

Text of disain PenelitianKebahasaan

  • 1. 1 BAGIAN I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Komunikasi merupakan hal yang penting dalam kehidupan berbahasa, supaya dapat berkomunikasi antar anggota kelompok masyarakat diperlukan suatu alat yang disebut bahasa. Bahasa merupakan media komunikasi yang utama dalam suatu kelompok masyarakat. Bahasa seseorang dapat mengungkapkan perasaan, pikiran, ide dan kemauannya kepada orang lain. Masyarakat sebagai salah satu tempat interaksi bahasa berlangsung, secara sadar atau tidak sadar menggunakan bahasa yang hidup dalam masyarakat. Anggota-anggota masyarakat menjadi kuat, bersatu dan maju apabila diikat dengan suatu bahasa. Bahasa dan masyarakat merupakan dua hal yang berkaitan, anggota masyarakat yang beragam latar belakang, budaya dan sosialnya berakibat pada hadirnya alih kode dan campur kode sebagai akibat dari kemampuan anggota masyarakat dalam menggunakan dua bahasa. Dua atau lebih bahasa bertemu dalam masyarakat tutur dari komunitas bahasa yang sama, maka terjadi komponen-komponen tertentu dapat tertransfer dari bahasa yang satu ke bahasa lain (Ohoiwutun, 2002: 72-74). Kajian bahasa menjadi suatu kajian yang tidak pernah habis untuk dibahas. Bagi bahasa hidup, merupakan bahasa yang masih terus dipakai dan terus berkembang, persentuhannya dengan bahasa-bahasa lain menimbulkan masalah lain. Persentuhan itu menambah khasanah bahasa itu sendiri. Namun, di sisi lain mengancam keberadaan bahasa itu sendiri. Kita ketahui kalau campur kode merupakan percampuran antara dua bahasa atau lebih dalam berkomunikasi. Sedangkan Sumarlam (2009: 159) mengatakan bahwa campur kode merupakan peralihan pemakaian bahasa atau ragam bahasa ke bahasa lain atau ragam bahasa lain ke dalam suatu tulisan atau suatu percakapan. Aktifitas penggunaan campur kode dalam masyarakat Indonesia saat ini masih banyak dijumpai. Hal ini disebabkan oleh banyaknya 1

2. 2 masyarakat daerah yang mendominasi tinggal di Indonesia. Masyarakat Indonesia masih kental menggunakan bahasa daerahnya. Selain itu, campur kode di Indonesia juga terjadi kerena pengaruh budaya dari luar terutama budaya barat. Masyarakat Indonesia lebih senang meniru gaya kebarat-baratan sebagai lambang gaul dan gengsi. Masyarakat Indonesia menganggap campur kode merupakan hal yang wajar untuk digunakan dalam berkomunikasi setiap saat. Padahal, dalam situasi formal seharusnya menggunakan tata bahasa Indonesia yang sesuai EYD. Globalisasi memberi efek yang membahayakan bagi perkembangan bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Masuknya budaya asing perlahan-lahan mendesak esksistensi bahasa Indonesia. Maraknya tayangan berbahasa Inggris hingga serbuan para investor asing menyebabkan penggunaan bahasa Inggris semakin menjadi bagian dari kehidupan sebagian besar masyarakat. Tayangan berbahasa Inggris, penggunaan nama dengan bahasa Inggris, hingga standar perusahaan, baik nasional maupun multinasional, mendesak setiap orang untuk dapat berbahasa Inggris. Kondisi yang demikian menyebabkan bahasa Indonesia semakin terdesak, di satu sisi bahasa Indonesia memiliki masalahnya sendiri termasuk masalah tata bahasa. Bahasa Indonesia yang dulu sering dipertentangkan dengan bahasa daerah, kini harus berhadapan lagi dengan bahasa asing. Dampak dari serbuan bahasa asing itu terlihat dalam penggunaan bahasa sehari-hari. Secara sederhana, campur kode adalah fenomena pencampuran bahasa kedua ke dalam bahasa pertama, pencampuran bahasa asing ke dalam struktur bahasa ibu. Berdasarkan definisi sederhana ini, fenomena campur kode sebenarnya tidak selalu melibatkan bahasa asing. Bahasa daerah juga digunakan sebagai campur kode dengan bahasa nasional. Pertentangan dengan bahasa daerah lain ini dipengaruhi segi sosialnya, hal ini dapat kita ketahui dari pernyataan dari tokoh terkenal yang membahas mengenai sosiolinguistik, yaitu Kridalaksana dalam Pateda (1987: 2) menyatakan bahwa sosiolinguistik merupakan cabang ilmu linguistik yang berusaha untuk menjelaskan ciri-ciri variasi bahasa dan menempatkan korelasi ciri-ciri variasi bahasa tersebut dengan ciri-ciri sosial. 3. 3 Secara teoritis tujuan utama linguistik adalah dimaksudkan untuk memberikan dasar-dasar teori, bagaimana kita memandang bahasa dari segi fungsi (Pateda, 1987: 2) membantu menjelaskan aspek bahasa yang tidak dapat dijangkau deskripsi sintaksis, morfologi, fonologi, semantik dalam studi linguistik (Rahardi, 2001: 7). Media atau sarana yang digunakan untuk penyampaian bahasa dapat dibedakan dalam dua macam ragam bahasa, yaitu ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis. Ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan alat ucap (Organ of Speech) dengan fonem sebagai unsur dasar, sedangkan ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya (Sugono, 2002: 14). Interaksi terjadi tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat tetapi digunakan pada bidang pendidikan. Interaksi tersebut menggunakan lebih dari satu bahasa, yaitu bahasa ibu mereka dan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Dengan demikian, termasuk manusia bilingual, untuk menggunakan dua bahasa tentunya seseorang harus menggunakan bahasa pertama atau bahasa ibu dan bahasa daerah, yang kedua bahasa Indonesia dan bahasa asing. Bahasa yang beragam tanpa disadari alih kode dan campur kode sering terjadi dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Namun, bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode ketika proses pembelajaran berlangsung tidak disadari oleh guru atau siswa sehingga perbedaan antara alih kode dan campur kode saat pembelajaran tidak diketahui secara jelas, sehingga perlu adanya pedoman atau rujukan tentang perbedaan antara alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. B. Masalah Penelitian Rumusan masalah selalu beranjak dari adanya masalah yang dihadapi, serta upaya penyelesaiannya. Seorang peneliti selalu ingin tahu terhadap masalah yang akan diteliti. Memecahkan suatu masalah seorang peneliti harus 4. 4 mengetahui akar masalah apa yang terdapat dalam penelitian tersebut. Arikunto (1998: 51) mengatakan bahwa masalah penelitian adalah bagian pokok dari suatu kegiatan penelitian. Langkahnya disebut perumusan masalah atau perumusan problematik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang dibahas secara umum dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Melalui Kajian Sosiolinguistik?. Masalah umum tersebut dapat diuraikan menjadi beberapa sub masalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah bentuk alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya? 2. Bagaimanakah fungsi alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya? 3. Bagaimanakah dampak alih kode dan campur kode terhadap hasil pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya? C. Tujuan Penelitian Tujuan sangat penting dirumuskan sebelum suatu kegiatan mulai dilaksanakan, hal ini sesuai dengan pendapat Surakhmad (1990: 32) mengatakan bahwa setiap penelitian harus berisi lebih dahulu tentang tujuan. Penulis mampu mengarahkan pemikiran pembaca serta menempatkan uraian- uraian itu dalam proporsi yang wajar. Ali (1982: 9) menyatakan bahwa tujuan penelitian sangat besar pengaruhnya terhadap komponen ataupun elemen penelitian lain terutama metode teknik, alat ataupun generalisasi yang diperoleh. Oleh karena itu, ketajaman seseorang dalam merumuskan tujuan penelitian sangat memengaruhi keberhasilan penelitian yang dilaksanakan. Tujuan penelitian adalah sesuatu yang menjadi sasaran dari setiap penelitian dan berfungsi sebagai pemandu terhadap kegiatan penelitian. 5. 5 Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan secara umum dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Melalui Kajian Sosiolinguistik. Tujuan umum tersebut dapat diuraikan menjadi beberapa tujuan khusus sebagai berikut: 1. Mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. 2. Menjelaskan fungsi alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. 3. Menjelaskan dampak alih kode dan campur kode terhadap hasil pembelajaran siswa kelas VII SMP Negeri 2 Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. D. Manfaat Penelitian Segala sesuatu yang kita kerjakan, terutama dalam masalah penelitian secara sederhana akan selalu membawa manfaat. Penelitian pendidikan juga diharapkan dapat memberi masukan bagi pengembangan sistem pendidikan yang ada. Ali (1982: 9) menyatakan bahwa penelitian pendidikan sangat besar sekali manfaatnya bagi pengembangan sistem pendidikan maupun untuk kepentingan praktis dalam penyelenggaraan dan hal-hal yang berhubungan dengan berbagai faktor, baik yang menghambat maupun yang menunjang pengembangan pendidikan. Penelitian ini mempunyai manfaat teoretis dan manfaat praktis, diantaranya sebagai berikut: 1. Manfaat teoritis Memberikan motivasi dan acuan bagi peneliti lanjutan, sehingga memperoleh konsep baru, memperkaya wawasan dan pengetahuan kita dalam bidang bahasa. 6. 6 2. Manfaat praktis a. Bagi peneliti Manfaat yang dapat diperoleh oleh peneliti dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran khususnya di bidang bahasa dan sastra Indonesia. b. Bagi guru Penelitian ini dapat digunakan sebagai pengetahuan yang perlu diketahui dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru Bahasa Indonesia mengenai alih kode dan campur kode dalam interaksi pembelajaran khususnya di bidang bahasa dan sastra Indonesia.