Nephilim - Teori dari Zechariah Sitchin

  • View
    196

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Nephilim - Teori dari Zechariah Sitchin

  • BETA-UFO Indonesia

    1

    Nephilim Teori Zechariah Sitchin. Zecharia Sitchin dilahirkan di Rusia, tumbuh dan dibesarkan di Palestina, dan mendapatkan pendidikannya di London. Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas of London dalam bidang economic history. Sitchin pernah menjadi seorang jurnalis dan editor di Israel selama bertahun-tahun, untuk mengejar penyelidikannya tentang bahasa Timur Tengah dan arkeologi selama dia berada di Israel. Pada saat ini ia bertempat tinggal di New York dan menjadi penulis disana. Mr. Sitchin adalah penulis dari enam buku dalam serial Chronicles earth, ditambah dengan sebuah buku panduan: - The 12th Planet. - The Stairway to Heaven. - The Wars of Gods and Men. - The Lost Realms. - When Time Began. - The Cosmic Code. - Genesis Revisited (buku panduan). Apakah sebenarnya isi dari teori Mr. Sitchin? Pada dasarnya adalah: Selain dari sebelas planet yang kita kenal, masih ada satu planet lagi dalam sistem tata surya kita, planet ini dinamakan Nibiru. Planet ini mempunyai orbit yang aneh, sehingga diperlukan waktu 3600 tahun untuk mengelilingi sabuk asteroid-nya. Kehidupan berkembang di planet ini. Sebenarnya, diantara Mars dan Venus tidak hanya ada Bumi dan Bulan. Namun dulu ada satu planet yang mengorbit di tempat yang kita kenal sekarang dengan sabuk asteroid. Sitchin menyebut planet ini sebagai Tiamat. Ada satu orbit yang sangat penting yang disebut Nibiru, planet ini bergerak terlalu dekat dengan Tiamat, dan bulan planet Nibiru bertabrakan dengan planet Tiamat, sehingga membuat keretakan di planet Tiamat. Pada perputaran orbit selanjutnya, planet Nibiru atau mungkin bulannya bertabrakan dengan planet Tiamat lagi, sehingga planet Nibiru tersebut terpecah menjadi banyak bagian-bagian yang kecil dan juga dua bagian yang besar. Bagian yang kecil-kecil menjadi sabuk asteroid, dan dua bagian besar lainnya menjadi bumi dan bulan. Dan pada titik ini benih kehidupan dari planet Nibiru terdapat di bumi. 450.000 tahun yang lalu, atmosfir dari planet Nibiru mulai terkikis. Seorang yang bernama Enki, anak dari penguasa Nibirian yang bernama Anu, datang ke bumi untuk menambang emas, yang dapat digunakan untuk menyelamatkan atmosfir Nibiru yang menghilang. 380.000 tahun yang lalu, terjadi perang antara dua golongan Nibirian di bumi yang saling bermusuhan. Kelompok yang dipimpin oleh anak dari Anu yang bernama Enlil yang memenangkan perang tersebut.

  • BETA-UFO Indonesia

    2

    300.000 tahun yang lalu, Nibirian yang juga disebut Annunaki merasa lelah karena bekerja di pertambangan dan mulai memberontak. Pemimpin dari Annunaki yang bernama Enki dan Ninhursag kemudian membawa kera primitif wanita asli ke bumi dan dengan manipulasi genetika mereka menciptakan manusia untuk mengambil alih tugas dari pekerja pertambangan. Kemudian manusia mulai berkembang biak di bumi. 100.000 tahun yang lalu, beberapa dari orang Annunaki mulai menikah dengan wanita bumi. Beberapa orang Annunaki tersebut adalah Nefilim yang disebutkan di Alkitab. Pertentangan terjadi dalam Annunaki menyangkut masalah masa depan manusia. Enlil memutuskan bahwa manusia harus dimusnahkan, tetapi Enki dan Ninhursag tidak setuju dengan keputusan tersebut. 13.000 tahun yang lalu, Annunaki mengetahui bahwa perjalanan Nibiru yang dekat berikutnya akan menyebabkan gelombang pasang yang hebat di bumi. Enlil bersumpah akan merahasiakan hal ini, dia melihat hal ini sebagai kesempatan untuk memusnahkan umat manusia. 11.000 tahun yang lalu tepat pada waktunya Enki memerintahkan manusia yang bernama Utnapishtim (Nuh) untuk membuat sebuah kapal (bahtera), untuk menyelamatkan beberapa manusia yang sudah dipilih. Lebih dari 9000 tahun kemudian, Annunaki membimbing manusia memasuki permulaan peradaban, sementara perang terjadi diantara Annunaki sendiri. Mereka menyiapkan kapal induk untuk menguasai umat manusia dan sebagai perantara antara mereka sendiri dengan manusia. Setiap 3600 tahun sekali, ketika Nibiru melakukan transit secara teratur ke dalam sistem tata surya kita, sekali lagi kita mempunyai hubungan dengan Annunaki. ANALISIS PARA ASTRONOM TENTANG TANDA AKKADIAN Oleh Tom Van Flandern. Melihat gambar 101, halaman 205 dari buku Twelfth Planet yang ditulis Sitchin: simbol bintang besar ditengahnya. Itu adalah terlalu kecil diameternya untuk ukuran sebuah planet; tetapi mungkin kita melihat hal tersebut sebagai gambaran seniman, jika saja planet itu ditunjukkan dalam skala. Kemudian kami mencatat bahwa sembilan jejak bundar (bola bulat) mengelilingi bintang seperti lingkaran, berlokasi menyempil-nyempil di antara sinar bintang tersebut. Namun tidak ada awal dan akhir yang jelas dari lingkaran tersebut. Tampaknya tidak ada yang menandai tempat dimana Pluto yang diikuti dengan Mercurius.(Tanda panah Sitchin bukanlah bagian dari tanda yang asli). Bahkan, tidak ada yang mengenali satupun dari bola-bola itu. Identitas mereka pastilah hanya dugaan saja. Dua bola tambahan lagi terlihat lebih jauh dari pada sembilan lingkaran yang saling berdekatan itu. Hubungannya, kalau ada, dengan bola-bola yang berada dalam lingkaran tersebut masih belum jelas.

  • BETA-UFO Indonesia

    3

    Dikatakan bahwa bola yang ketiga dapat disamakan dengan bumi karena bola yang ketiga tersebut diikuti oleh satu bola lain yang melambangkan bulan kita. Hal ini tidak jelas sama sekali. Pertama, karena tidak memberikan kesan bahwa bola pada posisi jam satu tersebut adalah urutan yang "ketiga". Kemudian, diameternya lebih kecil dari diameter bola didepannya searah jarum jam, yang diasosiasikan dengan planet Venus. Venus dan Bumi seharusnya ukuran diameternya sama, Bumi hanya sedikit lebih besar saja, tetapi tanda bola-bola tersebut mempunyai cara putar yang berbeda. Bola yang dilambangkan sebagai Bulan adalah satu dari dua bola terluar, dan yang terkecil diantara semuanya. Walaupun ukurannya hampir sama dengan ukuran Bumi (1/4), tetapi jelas tidak ada hubungannya dengan Bumi, karena jaraknya dengan bola Bumi hampir sama dengan jarak antara bola-bola yang lain. Secara spesifik bola bulan itu lebih jauh dari bola Bumi dibanding bola Merkurius dengan bola Venus. Kalau bola terluar itu misalnya adalah bulan, maka keberadaan Merkurius memberi kesan bahwa dia adalah bulannya Venus. Hal itu mungkin dapat diterima, karena ada beberapa bukti bahwa Merkurius memang bulan dari Venus milyaran tahun yang lalu. Tetapi untuk mengatakan bahwa saya jelas-jelas terbuka untuk menampung gambaran itu. Logika yang lebih ketat akan mengatakan bahwa bola Merkurius lebih jauh dari Matahari dari pada bola Venus, namun masih lebih dekat kepada bola Venus dibanding bola Bulan terhadap Bumi, namun tetap saja keduanya tidak benar. Keadaan tidak menjadi lebih baik setelah itu. Diameter bola Mars terlalu besar dibanding dengan Venus dan Bumi: seharusnya setengahnya dari diameter Bumi. Kamudian kami menuju ke 3 bola terbesar dalam garis itu, masing-masing makin ke depan makin besar. Mengasosiasikan Nibiru dengan bola yang pertama akan sangat mudah, karena sistem tata surya mempunyai jarak yang dipenuhi dengan asteroid; jadi bisa jadi salah satu bola itu adalah induk yang hilang dari asteroid tersebut. Tetapi kita tidak mempunyai kebebasan semacam itu dengan kedua planet terbesar dalam sistem tata surya kita. Yupiter lebih besar daripada Saturnus dalam kenyataan, tetapi pada bola-bola itu malah kebalikannya. Semakin jauh ukurannya tidak berhubungan sama sekali. Yupiter seharusnya berukuran 10 kali lebih besar dari Bumi. Baik Yupiter maupun Saturnus mempunyai hal yang dapat dikenali. Keduanya mempunyai bulan-bulan yang terbesar dalam sistem tata surya kita. Dan Saturnus mempunyai cincin disekelilingnya, yang mempunyai perbedaan yang paling berbeda dari planet lain. Tetapi tidak ada yang dapat memperkuat tentang hubungan antara kedua bola ini dengan kedua planet terbesar yang sudah kita ketahui. Ukurannya tidak sama, dan tidak ditemukan adanya bulan atau cincin pada bola-bola tersebut. Keadaann tidak menjadi lebih baik, karena kemudian ada sebuah bola yang tidak berkaitan sama sekali dalam sistem tata surya kita, dalam posisi dimana dapat menjadi tidak stabil dalam bentuknya. Dan lagi keterkaitan antara salah satu dari bola itu dengan Pluto masih dipertanyakan, karena Pluto akan tetap tidak dikenal bahkan oleh pendatang yang sudah maju sekalipun, kecuali kalau mereka dengan teliti melihat ke langit dan memeriksa setiap titik terang di antara ratusan juta bintang terang.

  • BETA-UFO Indonesia

    4

    Begitulah kenyataannya walaupun untuk penjelajah antar bintang yang maju sekalipun. Isi yang dapat ditampung oleh orbit Pluto begitu besar sampai bahkan galaksi dengan 200.000.000.000 bintang dapat ditempatkan di dalam orbitnya tanpa menyentuhnya! Pluto berukuran lebih kecil daripada bulan dalam sistem tata surya kita (termasuk bulan yang kita miliki), dan dalam kasus tertentu adalah obyek "ganda", karena bulan dari Pluto yaitu Charon adalah setengan dari diameter Pluto dan jaraknya relatif dekat. Orbit Pluto melewati Neptunus; dan ada alasan kuat untuk menduga bahwa Pluto dan Charon adalah bulan dari Neptunus yang lepas, jadi bukan betul-betul sebuah planet. Dalam bola Pluto tidak ada ciri yang sama dengan Pluto. Kedua planet tersebut "ditinggalkan" setelah diskusi tentang delapan planet besar selesai. Keterkaitan antara sepihan dari bola-bola tersebut dengan asteroid atau mungkin dengan komet Chiron (berbeda dengan bulannya Pluto yang bernama Charon), dimana berada pada orbit yang tidak stabil antara Saturnus dan Uranus, lebih mudah untuk di tambahkan dari pada sebagai lambang dari Pluto. Tetapi dari ukurannya dan jaraknya, kenapa tidak kita kaitkan saja dengan Titan, bulannya Saturnus yang paling besar dan bulan yang paling besar dalam sistem tata surya kita? Kelihatannya seperti judul dari status bola yang di asosiasikan dengan bulannya Bumi. Keterkaitan yang tidak unik adalah jelas. Bola