OBAT-OBAT SUSUNAN SARAF PUSAT

  • Published on
    27-Jun-2015

  • View
    3.359

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

OBAT-OBAT SUSUNAN SARAF PUSAT

Transcript

  • 1. Ismail Ibrahim

2. OBAT SEDATIF-HIPNOTIK ALKOHOL OBAT-OBAT ANTISEIZURE (EPILEPSI) ANESTETIKA UMUM ANESTETIKA LOKAL RELAKSAN OTOT RANGKA OBAT PARKINSONISME OBAT ANTIPSIKOSIS DAN LITHIUM ANTIDEPRESAN ANALGESIK OPIOID DAN ANTAGONIS OPIOID 3. OBAT memiliki mekanisme kerja perangsangan saraf yang berhubungan dengan ; - pusat sakit (cerebrum) - pusat tidur (hypothalamus), - kapasitas mental (cerebral cortex) EFEK FARMAKODINAMIK 1. STIMULANSIA 2. DEPRESSIVA 4. STIMULANSIA, SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG MERANGSANG SSP. REAKSINYA MENINGKATKAN KEWASPADAAN DAN TERJADINYA KEJANG-KEJANG DEPRESIVA, MENGHAMBAT ATAU MEMBLOKIR PROSES DALAM SARAF PUSAT. REAKSINYA BERKISAR ANTARA EFEK YANG LEMAH SAMPAI HILANGYA KESADARAN 5. OBAT GOLONGAN DEPRESIVA ; 1. ANALGETIKA, MENGURANGI/MENGHILANGKAN RASA SAKIT 2. ANAESTETIKA, MEMBLOKIR PERASAAN SAKIT, DENGAN ATAU TANPA KEHILANGAN KESADARAN 3. HIPNOTIKA, OBAT TIDUR 4. ANTIEPILEPTIKA, MENGHILANGKAN ATAU MENGHINDARI KEJANG-KEJANG EPILEPSI 5. PSIKOFARMAKA, MENGURANGI/ MENGHILANGKAN GEJALA-GEJALA PENYAKIT ATAU GANGGUAN JIWA 6. ANALGETIKA ANALGETIKA NON NARKOTIKA (ANALGETIK PERIFER) ANALGETIKA NARKOTIKA (ANALGETIK SENTRAL), 7. ANALGETIKA NON NARKOTIKA MEMILIKI DAYA KERJA : ANTIPIRETIK, MENURUNKAN SUHU BADAN PADA SAAT DEMAM, MEKANISME VASODILATASI PERIFER KULIT DGN BERTAMBAHNYA PENGELUARAN KALOR MIS. : PARASETAMOL, ASETOSAL, AMINOFENAZON ANTI FLOGISTIK, ANTI RADANG, ANTI INFLAMASI MIS.: IBUPROFEN, AS.MEFENAMAT, FENILBUTAZON, NIFLUMINAT, METIAZINAT, INDOMETAZIN, BENZIDAMIN. 8. ANALGETIKA NARKOTIKA MEMILIKI DAYA PENGHALANG NYERI YANG KUAT, MENGURANGI KESADARAN, MENGANTUK, DAN PERASAAN NYAMAN (EUPHORIA) DIGOLONGKAN BERDASARKAN SENYAWA KIMIANYA : 1. Alkaloida Candu Alamiah : Morfin dan Codein 2. Metadon; Dextromoramida, Bezitramida 3. Fenantren & Turunannya : Levorfanol, Pentazocin 4. Antagonis Morfin, melawan efek Narkotika tanpa mengurangi daya analgetiknya (Nalorfin, Nalokson, Pentazocin) 9. NARKOBA NARKOBA ADALAH ISTILAH SINGKATAN DARI: NARKOTIKA DAN OBAT-OBAT BERBAHAYA NAZA (NARKOTIKA, ALKOHOL, DAN ZAT ADIKTIF) NAPZA (NARKOTIKA, ALKOHOL, PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF) NARKOTIKA BERASAL DARI BAHASA YUNANI NARKAM = MENJADI KAKU NARKOSE ATAU NARKOSIS YANG BERARTI DIBIUSKAN. 10. PENGARUHNYA : PEMBIUSAN, HILANGNYA RASA SAKIT, RANGSANGAN SAMANGAT, HALUSINASI ATAU TIMBULNYA KHAYALAN-KHAYALAN YANG MENYEBABKAN EFEK TOLERANSI, KEBIASAAN(HABITUASI), KETERGANTUNGAN (ADIKSI) DAN GEJALA ABSTINENSIA BAGI PEMAKAI 11. NARKOTIKA ADALAH ZAT ATAU OBAT YANG BERASAL DARI TANAMAN (PAPAVER SOMNIFERUM L.) ATAU BUKAN TANAMAN (SEMI SINTESIS / SINTESIS) TANAMAN LAINNYA ADALAH GANJA/MARIHUANA CANNABIS SATIVA L. 12. BAHAN-BAHAN OPOIDA YANG SERING DISALAHGUNAKAN : CANDU/OPIUM GETAH TANAMAN GANJA (PAPAVER SOMNIFERUM L.) DENGAN MENYADAP (MENGGORES) BUAH YANG HAMPIR MASAK, GETAH BERWARNA PUTIH (LATES) SELANJUTNYA DIBIARKAN MENGERING HINGGA BERWARNA COKLAT KEHITAMAN 13. MORFIN ADALAH HASIL OLAHAN OPIUM/CANDU MENTAH. MORFIN (C17 H19 NO3)MERUPAKAN SENYAWA ALKALOID UTAMA DARI OPIUM. RASANYA PAHIT, SEPERTI TEPUNG PUTIH HALUS, ATAU DALAM BENTUK CAIRAN BERWARNA. PEMAKAIANNYA DENGAN CARA DIHISAP ATAU DISUNTIKKAN 14. BAHAN-BAHAN OPOIDA YANG SERING DISALAHGUNAKAN : CANDU/OPIUM GETAH TANAMAN GANJA (PAPAVER SOMNIFERUM L.) DENGAN MENYADAP (MENGGORES) BUAH YANG HAMPIR MASAK, GETAH BERWARNA PUTIH (LATES) SELANJUTNYA DIBIARKAN MENGERING HINGGA BERWARNA COKLAT KEHITAMAN 15. MORFIN ADALAH HASIL OLAHAN OPIUM/CANDU MENTAH. MORFIN (C17 H19 NO3)MERUPAKAN SENYAWA ALKALOID UTAMA DARI OPIUM. RASANYA PAHIT, SEPERTI TEPUNG PUTIH HALUS, ATAU DALAM BENTUK CAIRAN BERWARNA. 16. PETHIDINA NAMA LAINNYA DEMEROL, MEMILIKI DAYA SPASMOLITIK, PENEKANAN RANGSANGAN BATUK DAN NYERI MIRIP MORFIN DAN CODEIN. TETAPI MUALI KERJANYA LEBIH CEPAT. 17. METHADONE MERUPAKAN ANTAGONIS OPIOID UNTUK MENGOBATI OVERDOSIS OPIOID. SAMA KHASIAT ANALGETIKNYA DENGAN MORFIN, BEGITU PULA PENEKANAN PUSAT BATUK PADA SSP.ANTAGONIS MORFIN LAIN ADALAH ZATZAT YANG DAPAT MELAWAN EFEK SAMPING DARI ANALGETIK NARKOTIK TANPA MENGURAGI KERJA ANALGETIKNYA, SEPERTI NALORFIN, APOMORFIN, NALOKSON DAN PENTAZOSIN. 18. EFEK SAMPING YANG NYATA DARI JENIS OPIOID ADALAH KETERGANTUNGAN (DEPENDENCE), YANG DIBEDAKAN MENJADI 2 :KETERGANTUNGAN FISIK, BILA PENGGUNAAN OBAT DIHENTIKAN, TERJADI GEJALA ABSTINEBSI, BERUPA GANGGUAN FUNGSI TUBUH MISALNYA BERKERINGAT, GEMETAR, MUAL, MUNTAH DAN OBSTIPASI.KETERGANTUNGAN PSIKIS, PERASAAN TAKUT DAN GELISAH, DEPRESI, REAKSI PSIKOTIS DAN TIDAK BISA TIDUR. 19. PSIKOTROPIKA BERINDIKASI SEBAGAI PENENANG, MENGUASAI BAGIAN OTAK YANG MENGENDALIKAN EMOSI. TRANQUILIZER, ANKSIOLITIKA (PENEKANAN PADA SSP, ANTIDEPRESVA) GOLONGAN OBAT : 1. Derivat Benzodiazepin; Diazepam (Valium, Stesolid) Klordiazepoksida (Librium, Cetabrium), Klobazam (Frisium) 2. Barbiturat; Fenobarbital, Siklobar, Butobarbital, dll 3. Amfetamin dan turunannya. 4. Alkohol 5. Nikotin 20. EFEK YANG NYATA DARI PSIKOTROPIKA ADALAH PERANGSANGAN DAN PENEKANAN PADA SSP DENGAN EFEK SAMPING PADA HATI, JANTUNG DAN SALURAN DARAH EFEK SESAAT ADALAH PERASAAN YANG NYAMAN (EUFORIA). KEWASPADAAN, INTELEKTUAL DAN KOORDINASI TOLERANSI DAN HABITUASI BERPERAN PENTING UNTUK TERJADINYA KETERGANTUNGAN. 21. PERISTIWA PENYALAH GUNAAN OBAT (DRUG ABUSE) ; DIARTIKAN PENGGUNAAN BERLEBIH-LEBIHAN YANG TERUS MENERUS ATAUPUN KADANGKADANG DARI SUATU OBAT, TIDAK SESUAI ATAU TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN CARA PENGOBATAN YANG LAZIM 22. PENGOBATAN : DITUJUKAN PADA DUA ASPEK : PENGHENTIAN PENGGUNAAN (WITHRAWAL) REHABILITASI SOSIAL PENDERITA SECARA FARMAKOTERAPEUTIK, MENGHILANGKAN KETAGIHAN TERHADAP OPIAT ADALAH JIKA RESEPTOR-RESEPTOR DI SSP SUDAH DIBLOKIR OLEH ZAT-ZAT ANTAGONIS NARKOTIKA (METADON, SIKLAZOSIN, NALOKSON) MAKA PENGGUNAAN OPIAT TIDAK AKAN MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN FISIK.