Otonomi Daerah Papua Barat

  • View
    91

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Otonomi Daerah Papua Barat

Provinsi Papua Barat

Provinsi Papua BaratDipresentasikan dan dibuat oleh: Salsabila Harumi WicaksonoPelajaran: Pkn

1

Otonomi Khusus Otonomi Khusus sendiri adalah kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada Provinsi Papua

Latar Belakang terjadinya Otonomi Khusus

Daerah Otonom

Pemerintahan

6

Pemimpin DaerahGubenur

Wakil Gubenur

ABRAHAM OKTAVIANUS ATURURIDrs. RAHIMIN KATJONG, M.Ed

Kabupaten-Kabupaten dan Kotamadya

Provinsi ini memiliki 103 kecamatan, 47 desa dan 1153 kampung

8

Berapa Penduduk yang Tinggal di Papua Barat?

Pada tahun 1990 jumlah penduduk di Provinsi Papua Barat tercatat sebanyak 385.509 jiwa, sedangkan pada tahun 2000 tercatat 571.107 jiwa, dan tahun 2007 telah mencapai 722.981 jiwa. 9

Partai Politik

Peraturan Daerah

Keuangan (Dana Perimbangan)

Perekonomian

Bagaimana dengan Mata Pencarian Penduduknya?

Penegakkan Hukum

Adat Papua dan Perlindungannya

Agama

Apa Saja Agama yang ada disana?

Penduduk Provinsi Papua Barat memeluk agama yang berbeda-beda, namun kerukunan hidup beragama dapat terjaga dengan baik, hal ini terlihat dari tumbuhnya fasilitas peribadatan bagi semua pemeluk agama dan bertambahnya rohaniawan dari masing-masing agama. Data Tahun 2006 menunjukkan bahwa prosentase terbesar pemeluk agama adalah Kristen Protestan (50,70%), kemudian Islam (41,27%), Kristen Katolik (7,70%), Hindu (0,12%), Budha (0,08%) dan Konghucu (0,01%). Pada Provinsi Papua Barat terdapat Kabupaten yang mendapat julukan Kota Injil yaitu Kabupaten Manokwari dimana pertama kali Injil datang ke Tanah Papua di Pulau Mansinam yang merupakan wilayah Kabupaten Manokwari.18

Pendidikan

Kebudayaan

Berapa Bahasa yang Ada disana?Bahasa lokal yand ada di Papua Barat termasuk banyak yaitu 224 lokal bahasa

BahasaKehha. Bahasa lokal yand ada di Papua Barat termasuk banyak yaitu 224 lokal bahasa

Apa saja Suku-Sukunya?

Bagaimana Adat Istiadat disana?

Bagaimana Seni Budaya di Papua Barat?Provinsi Papua yang terletak di ujung timur negara Indonesia memiliki banyak kebudayaan yang unik dan menarik. Kebudayaan seperti musik tradisionalnya, Tarian Tradisional dan kesenian lainnya yang terdapat di Papua.

Berikut saya akan menjelaskan beberapa budaya Papua Barat25

Budaya Berpakaian

Pakaian adat Papua untuk pria dan wanita hampir sama bentuknya. Pakaian adat tersebut memakai hiasan-hiasan seperti hiasan kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki.

2. Alat Musik Tradisional

- Ukulele Salah satu instrumen seperti yang umum di seluruh Pasifik adalah Ukulele. Diperkenalkan ke Papua Barat datang pada awal aba ke-19 dengan kedatangan misionaris Kristen. Berasal dari Hawaii di mana ia telah diperkenalkan oleh imigran Portugis, ukulele cepat menyebar menjadi alat populer untuk orang Papua, di samping instrumen tradisional lebih seperti drum tifa (sebagian besar ditemukan dalam musik di sebelah selatan dan pantai barat di Papua)

- Tifa Alat musik tradisional Tifa ini, banyak digunakan oleh penduduk Papua dan Maluku. Bila diperhatikan sekilas Tifa mirip dengan gendang. Dan dimainkan dengan cara dipukul pula. Tifa dibuat dari batang kayu yang dihilangkan isinya. Salah satu ujungnya ditutupi menggunakan kulit binatang seperti kulit rusa. Kulit rusa ini telah mengalami proses pengeringan terlebih dahulu, agar bisa menghasilkan bunyi yang indah. Isinya diambil di salah satu sisi ujung-ujungnyatertutup, dan biasanya mencakup kulit rusa digunakan yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang baik dan indah. Bentuknya biasanya dibuat dengan ukiran. Masing-masing suku di Maluku dan Papua memiliki drum dengan khasnya masing-masing. Tifa biasanya baik dan rumit diukir, dengan setiap suku di Maluku dan Papua memamerkan desain mereka sendiri yang unik dan tradisional. Instrumen perkusi biasanya digunakan sebagai musik iringan tarian tradisional seperti Tari Perang, tarian suku Asmat, tarian Gatsi serta untuk upacara lokal tertentu dan dalam ritual tertentu. Tifa dimiliki di setiap suku di Papua, memiliki spesifikasi masing-masing. Antara lain lewat ukiran yang menghiasi alat musik tersebut. Tifa biasnanya dimainkan saat ada acara, seperti acara penyambutan tamu penting, upacara adat dan sebagainya. Alat musik juga digunakan untuk mengiringi aneka tarian tradisional Papua. Antara lain Tari Perang, Tari Gatsi, dan tari tradisional lainnya.

- Triton Berbeda dengan Tifa yang dipukul seperti gendang, Triton adalah alat musik tradisional Papua yang berupa alat tiup. Triton terdapat di hampir seluruh wilayah pantai seperti Kepulauan Raja Ampat, Biak, Teluk Wandawa, Yapen Waropen, dan Nabire. Semula Triton digunakan sebagai alat panggil atau pemberi tanda sebagai sarana komunikasi. Tapi kemudian Triton mengalami perkembangan menjadi alat musik yang digunakan untuk hiburan.

- Pikon Pikon berasal dari kata pikonane. Dalam bahasa Baliem, pikonane berarti alat musik bunyi. Alat ini terbuat dari sejenis bambu yang beruas-ruas dan berongga bernama Hite. Pikon yang ditiup sambil ditarik talinyaini hanya akan mengeluarkan nada-nada dasar, berupa do, mi, dan sol. Walau kelihatan sederhana namun ternyata tak semua orang tak semua orang bisa menggunakan alat musik tradisional Papua ini, Sehingga lomba tiup Pikon yang bisa memunculkan suara-suara mirip suara binatang ini, digelar setiap tahun di Festival Lembah Baliem.

- Drum Tangan atau Pidgin: Kundu, Motu, Gama Drum tangan kebanyakan terbuat dari kayu meskipun salah satu jenis yang sangatlangka dari Lembah Markham terbuat dari tanah liat. Kulit ular, kadal, atau pohon Kangaroo yangmelunak dalam air, di lempang di atas rongga kayu. Akhirnya potongan lilin (dari lebah Trigona) yang melekat pada kulit untuk memodulasi suara. Seringkali kulit harus dipanaskan dengan api untuk membuatnya bersuara kencang untuk digunakan.

- Falun Merupakan drum yang dilubangi dari batang pohon dengan celah sempit yang panjang di bagian atas alat musik tradisional Papua jenis ini. Dipukuli di sisi dekat bagian atas dengan ujung tongkat yang berat untuk mengirimkan sinyal, melakukan ritual, dan menemani penari.

- Seruling Seperti garamuts, dan alat musik tradisional Papua lainnya, seruling dianggap sebagai perwakilan suara roh dan karena itu, merupakan makhluk gaib (yang mungkin nenek moyang mitologis). Terbuat dari bambu dan tebu dengan sumbat kayu dan dihiasi dengan rambut, bulu, kerang, dan oker, mereka umumnya dimainkan berpasangan selama upacara inisiasi atau kultus. Motif mereka mewakili totem klan, baik figur manusia atau hewan (khususnya burung).

- Imunu Viki Di Teluk Papua alat musik tradisional Papua ini disebut 'Imunu viki' yang berarti 'roh menangis' karena hanya terdengar pada saat kematian seorang kepala suku. Di Teluk Huon gambaran musiknya menyampaikna suara nenek moyang.

- Okraina Dalam ritual 'kaki karim' para pemuda memainkan alat musik tradisional Papua ini untuk menarik perhatian gadis-gadis muda tertentu. Peluitokraina ini dibuat dengan tanah liat dicetak yang kemudian dijemur dan diwarnai dengan getah pisang. Desain tersebut kemudian membentuk ke permukaan yang 27

3. Tarian Tradisional Tarian-tarian ini sering dipakai dalam: penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

Tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

28

4. Rumah Adat Tradisional

Rumah Honai ini ini terbuat dari kayu dan jerami, dimana bahan-bahannya ini mudah sekali diperoleh dari alam sekitar. Satu rumah adat Papua digunakan untuk satu kelompok besar yang terdiri dari beberapa keluarga. Laki-laki maupun perempuan dan anak-anak tinggal dan tidur dalam satu rumah. Atau bisa juga dalam satu rumah terdiri dari satu kepala keluarga dengan beberapa istri dan anak-anak. Ini menandakan kebersamaan.Hanya saja, bagi orang Papua, ternak merupakan harta kekayaan yang paling berharga. Ternak itu adalah babi. Hewan ini ikut tinggal dan tidur bersama mereka di dalam rumah. Nah, bisa Anda bayangkan betapa penuhnya satu rumah tersebut !Rumah adat Papua ini berbentuk lingkaran dengan atap yang sedikit menjulang di tengahnya seperti setengah tempurung kelapa. Bentuk atapnya yang unik karena bagian dalamnya dibuat bertingkat di sisi atas yang di gunakan sebagai tempat tidur.Pintu rumah adat Papua ini hanya satu dan kecil. Biasanya mereka tidak membuat jendela ataupun lubang ventilasi yang lain. Hal ini disebabkan untuk menghindar dari binatang buas dan untuk menjaga agar suhu dalam ruangan rumah tidak terlalu dingin.Di dalam ruangan, tepat di tengah ruangan terdapat tungku api yang berfungsi sebagai tempat masak juga sebagai pemanas ruangan. Disinilah tempat berkumpulnya keluarga.29

5. Festival Danau Sentani Pesta Budaya Masyarakat Papua

Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama.

Sumber Daya AlamKehutanan merupakan sektor non migas yang memberikan kontribusi ekonomi terbesar di Papua Barat. Luas hutan dan perairannya adalah 9.769.686,91 ha.

Apakah SDA yang seharusnya tidak diperbaruhi disana?

Apa Objek wisata yang Menarik disana?

Pulau Misol (Kab. Raja Ampat) Air laut jernih berwarna turquoise ditambah dengan angin sejuk membuat kita ingin segera menceburkan diri di laut. Salah