Pembabakan Zaman Batu

  • View
    29

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Pembabakan Zaman Batu

PowerPoint Presentation

Pembabakan Zaman SejarahZaman BatuZaman Batuterjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang.Zaman Batu adalah pada zaman itu ,manusia masih belum mengenal peralatan yg terbuat dari bahan lain selain batu, mulai dari kampak ,ujung tombak,alat pemecah, atau untuk membelah semuanya di buat atau berasal dari batu. Batupada waktu di temukan sudah berbentuk seperti kampak, ujung tombak ,atau di sengaja buat sedemikian rupa, sehingga berbentuk seperti yg diinginkan,yaitu dengan menggunakan batu juga sebagai alatnya. Karena, pada zaman itu tidak ada atau belum ditemukan logam seperti zaman sekarang ini.Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:

PALEOLITHIKUM(Zaman Batu Tua)

Palaeolithikum(Zaman batu tua) adalah zaman purba yang berlangsung antara 750.000 tahun sampai 15.000 tahun yang lalu, ditandai oleh pemakaian alat-alat serpih; zaman batu tua. Disebut Zaman batu tua (palaeolitikum), sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis.

Beberapa hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum, di antaranya adalah:Kapak genggamKapak perimbasMonofacialAlat-alat serpihChopperDan beberapa jenis kapak yang telah dikerjakan kedua sisinya.

Zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan Ngandong dan kebudayaan Pacitan.Kebudayaan PacitanPada tahun 1935, von Koenigswald menemukan alat batu dan kapak genggam di daerah Pacitan.Kapak genggam itu berbentuk kapak,tetapi tidak bertangkai. Kapak ini masih dikerjakan dengan sangat kasar dan belum dihaluskan.Para ahli menyebutkan bahwa kapak itu adalah kapak penetak. Selain di Pacitan alat-alat banyak ditemukan di Progo dan Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat), dan Lahat (Sumatera Utara)

Kebudayaan NgandongPara ahli berhasil menemukan alat-alat dari tulang,kapak genggam, alat penusuk dari tanduk rusa dan ujung tombak bergigi di daerah Ngandong dan Sidoarjo.Selain itu, di dekat Sangiran ditemukan alat sangat kecil dari betuan yang amat indah. Alat ini dinamakan Serbih Pilah, dan banyak ditemukan di Cabbenge (Sulawesi Selatan) yang terbuat dari batu-batu indah seperti kalsedon.Kebudayaan Ngandong juga didukung oleh penemuan lukisan pada dinding goa seperti lukisan tapak tangan berwarna merah dan babi hutan ditemukan di Goa Leang PattaE (Sulawesi Selatan)

Mesolithikum

Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum, tetapi pada masa Mesolithikum manusia yang hidup pada zaman tersebut sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan kebudayaanKjokkenmoddingerdanAbris sous Roche.

Hasil kebudayaan zaman Mesolithikum :Kapak genggam (peble)Kapak pendek (hache Courte)Pipisan (batu-batu penggiling)Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah.

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut Abris Sous Roche Adapun alat-alat tersebut adalah :Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.Ujung mata panah,Batu penggilingan (pipisan),Kapak,Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,

Neolithikum

Hasil kebudayaan yang terkenal pada zaman Neolithikum ini adalah jenis kapak persegi dan kapak lonjong. Contoh alat tersebut :

Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa.Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak.Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di jawa.Pakaian (dari kulit kayu).Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba).

Megalithikum

Megalithikum atau kebudayaan batu besar sesungguhnya bukanlah mempunyai arti timbulnya kembalizaman batu sesudah zaman logam, tetapi kebudayaan megalithikum adalah kebudayaan yang menghasilkan bangunan-bangunan dari batu besar yang muncul sejak zaman Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman logam. Hasil kebudayaan pada zaman megalithikum antara lain :

1. MenhirMenhir adalah bangunan yang berupa tugu batu yang didirikan untuk upacara menghormati roh nenek moyang, sehingga bentuk menhir ada yang berdiri tunggal dan ada yang berkelompok serta ada pula yang dibuat bersama bangunan lain yaitu seperti punden berundak-undak.2. Punden Berundak-undakPunden berundak-undak adalah bangunan dari batu yang bertingkat-tingkat dan fungsinya sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.Bangunan tersebut dianggap sebagai bangunan yang suci, dan lokasi tempat penemuannya adalah Lebak Sibedug/Banten Selatan dan Lereng Bukit Hyang di Jawa Timur.

3. DolmenDolmen merupakan meja dari batu yang berfungsi sebagai tempat meletakkan saji-sajian untuk pemujaan. Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

4. SarkofagusSarkofagus adalah keranda batu atau peti mayat yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup. Dari Sarkofagus yang ditemukan umumnya di dalamnya terdapat mayat dan bekal kubur berupa periuk, kapak persegi, perhiasan dan benda-benda dari perunggu serta besi.

5. Peti kuburPeti kubur adalah peti mayat yang terbuat dari batu-batu besar. Kubur batu dibuat dari lempengan/papan batu yang disusun persegi empat berbentuk peti mayat yang dilengkapi dengan alas dan bidang atasnya juga berasal dari papan batu.

6. Arca batuArca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.

KESIMPULANKebudayaan dan masyarakat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat dapat bertahan hidup karena menghasilkan kebudayaan, kebudayaan itu ada karena dihasilkan oleh masyarakat. Dan melalui kebudayaanlah segala corak kehidupan masyarakat dapat diketahui.Dengan demikian dari hasil-hasil kebudayaan material dapat dikaji dan dipelajari corak kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia. Berdasarkan hasil-hasil kebudayaan yang ditinggalkan oleh masyarakat di kepulauan Nusantara sebelum mengenal tulisan, maka kehidupan masyarakat paling awal di Indonesia oleh para ahli di bagi menjadi dua zaman. Dua zaman tersebut yaitu:A. Zaman BatuZaman batu tua ( Paleolithikum)Zaman batu madya (Mesolithikum)Zaman batu muda ( Neolithikum)Zaman batu besar ( Megalithikum)B. Zaman LogamZaman tembagaZaman perunggu Zaman besiDi Asia Tenggara, termasuk Indonesia tidak mengenal zaman tembaga. Demikian juga peninggalan zaman besi jumlahnya juga sangat sedikit dan waktunya bersamaan dengan zaman perunggu sehingga di Indonesia hanya mengenal zaman perunggu saja