AsKep gangguan pemenuhan istirahat tidur

  • View
    11.966

  • Download
    18

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori dan Askep Istirahat Tidur

Text of AsKep gangguan pemenuhan istirahat tidur

  • 1. Pengertian Tidur dan Istirahat Tidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai, atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relative. Istirahat merupakan keadaan relaks tanpa adanya tekanan emosional, bukan hanya dalam keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yang membutuhkan ketenangan.

2. Fisiologi tidur merupakan pengaturan kegiatan tidur oleh adanyahubungan mekanisme serebral yang secara bergantian untuk mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun. Tidur merupakan aktivitas yang melibatkan susunann saraf pusat, saraf perifer, endokrin kardiovaskuler, respirasi dan muskuloskeletal (Robinson 1993, dalam Potter).Tiap kejadian tersebut dapat diidentifikasi atau direkam dengan: Electroencephalogram (EEG) untuk aktivitas listrik otak, Electromiogram (EMG) untuk pengukuran tonus otot Electrooculogram (EOG) untuk mengukur pergerakan makan. 3. Fisiologi Kesehatan Tidur... Reticular Activating System (RAS) di bagian batang otak atas diyakini mempunyai sel-sel khusus dalam memepertahankan kewaspadaan dan kesadaran. RAS memberikan stimulus visual, audiotori, nyeri, dan sensori raba dan menerima stimulus dari korteks serebri (emosi, proses pikir). Pada keadaan sadar mengakibatkan neuron dalam RAS melepaskan katekolamin, misalnya norepineprine. Saat tidur mungkin disebabkan oleh pelepasan serotinin dari sel-sel spesifik di pons dan batang otak tengah yaitu bulbar synhronizing regional (BSR). Jika ruangan gelap dan tenang aktivitas RAS menurun, pada saat itu BSR mengeluarkan serum serotinin. 4. Kebutuhan Istirahat dan Tidur TINGKATJUMLAH KEBUTUHANPERKEMBANGANTIDURNOUSIA1.0 1 bulanNeonatus14 18 jam/hari2.1 18 bulanBayi12 14 jam/hari3.18 bulan 3 tahunAnak11 12 jam/hari4.3 6 tahunPrasekolah11 jam/hari5.6 12 tahunSekolah10 jam/hari6.12 18 tahunRemaja8,5 jam/hari7.18 40 tahunDewasa Muda7 8 jam/hari8.40 60 tahunParuh Baya7 jam/hari9.> 60 tahunDewasa Tua6 jam/hari 5. Jenis-jenis Tidur 1. Tidur Non Rapid Eye Movement (NREM) Jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan dalam sistem pengaktivasi reticularis, disebut dengan tidur gelombang lambat (slow wave sleep) karena gelombang otak bergerak sangat lambat. ciri-ciri: a. Betul-betul istirahat penuh. b. Tekanan darah menurun. c. Frekuensi napas menurun. d. Pergerakan bola mata melambat. e. Mimpi berkurang. f. Metabolisme turun. 6. Jenis-jenis Tidur: Tidur Non Rapid Eye Movement (NREM) Perubahan selama proses tidur gelombang lambat adalah melalui elektroensefalografi dengan memperlihatkan gelombang otak dan otak berada pada setiap tahap tidur, yaitu: 1. Pertama, kewaspadaan penuh dengan gelombang beta yang berfrekuensi tinggi dan bervoltase rendah. 2. Istirahat tenang yang diperlihatkan pada gelombang alfa. 3. Tidur ringan karena terjadi perlambatan gelombang alfa ke jenis teta atau delta yang bervoltase rendah. 4. Tidur nyenyak karena gelombang lambat dengan gelombang delta bervoltase tinggi dengan kecepatan 1-2 per detik. 7. Jenis-jenis Tidur: Tidur Non Rapid Eye Movement (NREM)... Tahap tidur NREM ada 4 tahapan yaitu : 1. NREM tahap I a. Tingkat transisi. b. Merespon cahaya. c. Berlangsung beberapa menit. d. Mudah terbangun dengan rangsangan. e. Aktivitas fisik menurun, tanda vital dan metabolisme menurun. f. Bila terbangun terasa sedang bermimpi2. NREM tahap II a. Periode suara tidur. b. Mulai relaksasi otot. c. Berlangsung 10-20 menit. d. Fungsi tubuh berlangsung lambat. e. Dapat dibangunkan dengan mudah. 8. Jenis-jenis Tidur: Tidur Non Rapid Eye Movement (NREM)...3. NREM tahap III a. Awal tahap dari keadaan tidur nyanyak. b. Sulit dibangunkan. c. Relaksasi otot menyeluruh. d. Tekanan darah menurun. e. Berlangsung 15-30 menit.4. NREM tahap IV a. Tidur nyenyak. b. Sulit untuk dibangunkan, butuh stimulus intensif. c. Untuk restorasi dan istirahat, tonus otot menurun. d. Sekresi lambung menurun. e. Gerak bola mata cepat. 9. Jenis-jenis Tidur: Tidur Rapid Eye Movement (REM) 2. Tidur Rapid Eye Movement (REM): Ciri-ciri tidur paradoks adalah sebagai berikut: Biasanya disertai dengan mimpi aktif Lebih sulit dibangunkan daripada selama tidur nyenyak gelombang lambat. Tonus otot selama tidur nyenyak sangat tertekan, menunjukkan inhibisi kuat proyeksi spinal atas sistem pengaktivasi retikularis. Frekuensi jantung dan pernapasan menjadi tidak teratur. Pada otot perifer terjadi beberapa gerakan otot yang tidak teratur. Mata cepat tertutup dan terbuka, nadi cepat dan irregular, tekanan darah meningkat atau berfluktuasi, sekresi gaster meningkat dan metabolisme meningkat. Tidur ini penting untuk keseimbangan mental, emosi, juga berperan dalam belajar, memori, dan adaptasi. 10. Secara umum, siklus tidur normal adalah sebagai berikut:Bangun REM NREM I NREM IINREM IINREM IIINREM IIINREM IV Sumber: Potter & Perry 1997NREM II 11. 1. 2. 3. 4.Menjaga keseimbangan mental Emosional Kesehatan Mengurangi stress pada paru kardiovaskular dan endokrinSecara umum terdapat dua efek fisiologis dari tidur: Efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan di antara berbagai susunan saraf. Efek pada struktur dengan memulihkan kesegaran dan fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan. 12. Gangguan Tidur 1. Insomnia a. Initial Insomnia, merupakan ketidakmampuan untuk jatuh tidur atau mengawali tidur. b. Intermiten Insomnia, merupakan ketidakmampuan tetap tidur karena selalu terbangun pada malam hari. c. Terminal Insomnia, merupakan ketidakmampuan untuk tidur kembali setelah bangun tidur pada malam hari. 13. Gangguan Tidur... 2. Hipersomnia Gangguan tidur dengan kriteria tidur berlebihan, pada umumnya lebih dari Sembilan jam pada malam hari. 14. Gangguan Tidur... 3. Parasomnia Kumpulan beberapa penyakit yang dapat mengganggu pola tidur, seperti somnambulisme (berjalan-jalan dalam tidur) yang banyak terjadi pada anak-anak 15. 5. Apnea Tidur dan Mendengkur Mendengkur disebabkan oleh adanya rintangan dalam pengaliran udara di hidung dan mulut pada waktu tidur Mendengkur pada umumnya tidak termasuk dalam gangguan tidur, tetapi mendengkur yang disertai dengan keadaan apnea dapat menjadi masalah. 16. Gangguan Tidur... 4. Enuresa a. Enuresia Nokturnal, merupakan mengompol diwaktu tidur. Enuresia nokturnal umumnya merupakan gangguan pada tidur NREM. b. Enuresia diurnal, merupakan mengompol pada saat bangun tidur. 17. Gangguan Tidur... 5. Narcolepsi Narcolepsi merupakan keadaan mengendalikan diri untuk tidur Suatu gangguan neurologis.tidakdapat 18. Gangguan Tidur... 5. Mengigau Mengigau dikategorikan dalam gangguan tidur bila terlalu sering dan di luar kebiasaan 19. Gangguan Tidur... 6. Gangguan Pola Tidur secara Umum Suatu keadaan di mana individu mengalami atau mempunyai risiko perubahan dalam jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. terlihat pada pasien dengan kondisi yang memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dan gelisah, lesu dan apatis, kehitaman di daerah sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala, dan sering menguap atau mengantuk. 20. APLIKASI TEORI (KASUS) Ny. KS, 45 tahun, dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosis medis demam berdarah. Pasien mengeluhkan mual, pusing, sakit kepala, dan sulit tidur. Sudah 2 hari ini pasien tidak bisa tidur nyenyak dan setiap tidur selalu mudah terbangun. Saat dijumpai perawat, wajah pasien tampak sayu, ada lingkaran hitam di mata, bicara tidak semangat, serta berulang kali menguap. Tekanan darah 100/80 mmHg, nadi 98 x/menit, pernapasan 16 x/menit, dan suhu 38,5C. Pasien belum diizinkan turun dari tempat tidur karena jumlah trombosit dari hasil pemeriksaan darah adalah 78.000. 21. Pengkajian Keperawatan Data Subjektif: Ny. KS mengeluh mual, pusing, sakit kepala, dan sulit tidur. Data Objektif: Klien tidak bisa tidur nyenyak. Klien selalu mudah terbangun saat tidur. Wajah klien tampak sayu. Lingkaran hitam di mata. Klien tidak semangat bicara. Klien berulang kali menguap. 22. Diagnosis Keperawatan Gangguan pola tidur: 1. Insomnia b/d nyeri. 2. Insomnia b/d demam.Tujuan dan Kriteria HasilIntervensiTujuan: Masalah gangguan istirahat-tidur pasien dapat teratasi.1. Bandingkan pola tidur pasien saat ini dengan kebiasaan tidur sebelum di rawat atau episode gangguan tidur saat ini. 2. Awasi dan mendiskusikan kemungkinan penyebab gangguan tidur. 3. Memberikan dorongan untuk mengekspresikan perhatian bila dan kapan tidak bisa tidur dengan mudah. 4. Jelaskan penyebab gangguan tidur dan kemungkinan untuk mengatasinya. 5. Jelaskan bahwa pil tidur tidak akan efektif setelah penggunaan selam 1 bulan dan pil ini dapat memengaruhi kualitas tidur pada siang hari. 6. Berikan obat-obat untuk mengurangi rasa nyeri dan penurun demam.Kriteria Hasil: 1. Pasien tidur malam 5-7 jam/hari. 2. Tidak ada keluhan insomnia. 3. Tidak ada tanda-tanda kurang tidur (lingkaran hitam di mata, lesu, menguap terus). 4. Pasien melakukan tindakan-tindakan yang mempercepat tidur. 23. Implementasi (Pelaksanaan) Hari/Tgl/Jam Senin/ 20 Maret 2013 Pkl. 08.00No. DiagnosisTindakanKeperawatan 1HasilMembandingkan pola tidur Perawat mengetahui pasiensaatiniTanda Tangan Saiddengan perbandingan perubahankebiasaan tidur sebelum di kebiasaan tidur pasien rawat atau episode gangguan sebelum dan sesudah tidur saat ini.dirawat atau episodegangguan tidur saat ini.Pkl. 09.00Mengawasi danPerawat mengetahuimendiskusikan kemungkinan penyebab gangguan tidur penyebab gangguan tidur.yang dialami pasien yaitu insomnia berdasarkan nyeri dan demam.Said 24. Pkl. 10.00Memberikandorongan Pasien merasa nyamanSalmauntuk mengekspresikan dan senang karena perhatian bila dan kapan diberi perhatian oleh tidak bisa tidur dengan perawat saat tidak bisa mudah.tidur dengan mudah karena nyeri dan demam.Pkl. 11.00menjelaskangangguanpenyebab