Kebutuhan istirahat, tidur, dan bermain

  • View
    306

  • Download
    10

Embed Size (px)

Text of Kebutuhan istirahat, tidur, dan bermain

Kebutuhan Istirahat, Tidur, dan Bermain

Kebutuhan Istirahat, Tidur, dan BermainKelompok 1Indah Puspa PratiwiAida Fitria Qisti Beta Sonya Andini E. Nuraeni Feby Arie Dwi Putri Hinggit SugiartoMuhamad Haryadi Ressabela Putri RSefti Nuraeni Yuliyanita

Definisi Istirahat dan TidurIstirahat merupakan keadaan relaks tanpa adanya tekanan emosional, bukan hanya keadaan tidak beraktivitas tetapi juga kondisi yang membutuhkan ketenangan. Kata istirahat berarti berhenti sebentar untuk melepaskan lelah, bersantai untuk menyegarkan diri, atau suatu keadaan melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, menyulitkan bahkan menjengkelkan.

Definisi Istirahat dan TidurTidur merupakan kondisi tidak sadar dimana individu dapat dibangunkan oleh stimulus atau sensoris yang sesuai ( Guyton, 1986), atau juga dapat dikatakan sebagai keadaan tidak sadarkan diri yang relatif.

Fisiologi TidurFisiologi tidur -> mekanisme serebral -> mengaktifkan dan menekan pusat otak agar dapat tidur dan bangun. aktivitas tidur -> system pengaktivasi retikularis -> seluruh tingkatan kegiatan susunan saraf pusat termasuk pengaturan kewaspadaan dan tidur. Pusat pengaturan aktivitas kewaspadaan dan tidur -> mesensefalon dan bagian atas pons. Reticular activating system (RAS) -> rangsangan visual, pendengaran, nyeri, dan perabaan juga dapat menerima stimulasi dari korteks serebri termasuk rangsangan emosi dan proses pikir. Dalam keadaan sadar, neuron dalam RAS -> katekolamin seperti norepneprin. Saat tidur, -> pelepasan serum serotonin -> bulbar synchronizing regional (BSR), sedangkan bangun tergantung dari keseimbangan impuls yang diterima dipusat otak dan system limbic. Dengan demikian, sistem pada batang otak yang mengatur siklus atau perubahan dalam tidur adalah RAS dan BSR.

Jenis-Jenis TidurDalam prosesnya, tidur dibagi kedalam 2 jenis.Jenis tidur yang disebabkan oleh menurunnya kegiatan dalam sistem pengaktivasi reticularis, disebut dengan tidur gelombang lambat (slow wave sleep) karena gelombang otak bergerak sangat lambat atau disebut juga tidur non rapid eye movement (NREM). Jenis tidur yang disebabkan oleh penyaluran abnormal dari isyarat-isyarat dalam otak meskipun kegiatan otak mungkin tidak tertekan secara berarti, disebut dengan jenis tidur paradox atau disebut juga dengan tidur rapid eye movement (REM).

Fungsi dan Tujuan TidurSecara umum terdapat 2 efek fisiologis dari tidur. Efek pada sistem saraf yang diperkirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan diantara berbagai susunan sarafEfek pada struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan.

Kebutuhan Tidur

0 - 1 bulan Masa Neonatus 14-18 jam/hari1 bulan - 18 bulan Masa Bayi 12-14 jam/hari18 bulan - 3 tahun Masa Anak 11-12 jam/hari3 tahun - 6 tahun Masa Prasekolah 11 jam/hari6 tahun - 12 tahun Masa Sekolah 10 jam/hari12 tahun - 18 tahun Masa Remaja 8,5 jam/hari18 tahun - 40 tahun Masa Dewasa Muda 7-8 jam/hari40 tahun - 60 tahun Masa Paruh Baya 7 jam/hari60 tahun ke atas Masa Dewasa Tua 6 jam/hari

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan TidurPenyakitLatihan dan KelelahanStres PsikologisObatNutrisiLingkunganMotivasiMasalah pada Kebutuhan Istirahat dan TidurInsomniaHipersomniaParasomniaEnuresaApnea Tidur dan MendengkurNarcolepsiMengigauGangguan pola tidur secara umum

Proses Keperawatan

PengkajianDiagnosa KeperawatanImplementasiIntervensi KeperawatanEvaluasi

A. Pengkajian Keperawatan

Riwayat Tidur. Pengkajian riwayat tidur antara lain: kuantitas (lama tidur) dan kualitas tidur di siang maupun malam hari.Gejala klinis. Ditandai dengan perasaan lelah, gelisah, emosi, apatis, adanya kehitaman di daerah sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtiva merah dan mata perih, perhatian tidak focus serta sakit kepala.Penyimpangan Tidur. Meliputi perubahan tingkah laku dan auditorik, meningkatnya kegelisahan, gangguan persepsi, halusinasi visual dan auditorik, bingung dan disorientasi tempat dan waktu, gangguan koordinasi, serta bicara rancu, tidak sesuai dan intonasinya tidak teratur.

B. Diagnosis Keperawatan

Gangguan pola tidur berhubungan dengan: Kerusakan transpor oksigen, gangguan metabolisme, kerusakan eliminasi, pengaruh obat, immobilitas, nyeri pada kaki, takut operasi, lingkungan yang mengganggu.Cemas berhubungan dengan ketidakmampuan untuk tidur, henti napas saat tidur (sleep apnea), dan ketidakmampuan mengawasi perilaku.Koping individu tidak efektif berhubungan dengan insomniaGangguan pertukaran gas berhubungan dengan henti napas saat tidurPotensial cedera berhubungan dengan somnambolismeGangguan konsep diri berhubungan dengan penyimpangan tidur hipersomnia.

C. Perencanaan Keperawatan

Tujuan: Perencanaan Keperawatan berhubungan dengan cara untuk mempertahankan kebutuhan istirahat dan tidur dalam batas normal. Rencana Tindakan:Lakukan identifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidurLakukan pengurangan distraks lingkungan dan hal-hal yang dapat mengganggu tidurTingkatkan aktivitas pada siang hariCoba untuk memicu tidur (induce sleep)Kurangi potensial cedera selama tidurBerikan pendidikan kesehatan dan lakukan rujukan jika diperlukan.

D. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan

A. Tindakan Keperawatan pada Orang DewasaMengidentifikasi faktor yang mempengaruhi masalah tidurMengurangi distraksi lingkungan dan hal-hal yang mengganggu tidur.Meningkatkan aktivitas pada siang hari. Buat jadwal aktivitas yang dapat menolong Membuat pasien untuk memicu tidurMengurangi potensial cedera selama tidur.Memindahkan pendidikan kesehatan dan rujukan

D. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan

B. Tindakan Keperawatan pada AnakMasa neonatus dan bayi. Beri sprei yang kering dan tebal untuk menutupi perlak dan buat permukaan kasur tegang dan rata, hindarkan pemberian bantal yang terlalu banyak, atur suhu ruangan sekitar 18-210 c pada malam hari dan 15.5-180 c pada siang hari serta hindarkam pasien dari angin dan pakaikan selimut, berikan cahaya lampu yang lembut, yakinkan bahwa bayi merasa nyaman dan kering, berikan aktivitas yang tenang sebelum menidurkan bayi misalnya membelai, meminang bersenandung dan berikan lingkungan yang nyaman.Masa Anak. Berikan kebiasaan waktu tidur malam dan siang hari secara konsisten, tempel jadwal tidur, berikan aktivitas yang tenang sebelum tidur, dukung aktivitas pereda ketegangan seperti bercerita dan memberikan mainan.Masa sebelum sekolah. Berikan kebiasaan waktu tidur malam san siang secara konsisten, tempel jadwal tidur, berikan aktivitas yang tenang sebelum tidur, dukung aktivitas pereda ketegangan seperti bercerita dan memberikan mainan, sering perlihatkan ketergantungan selama menjelang tidur, dorong pasien untuk mengekspresikan ketakutannya dan jelaskan bahwa perawat selalu dekat dengannya, nyalakan lampu yang agak terang.

D. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan

4. Masa Sekolah. Perawat perlu mengingatkan waktu istirahat dan tidur karena anak pada usia ini memiliki banyak aktivitas.5. Masa remaja. Usia ini sering memerlukan waktu sebelum tidur yang cukup lama unutk berdandan dan membersihkan diri.6. Masa dewasa (muda, paruh baya dan tua)Bantu pasien melepaskan ketegangan sebelum tidur. Berikan hiburan, kurangi rasa nyeri, bersihkan tempat tidur sehingga tempat tidur nyaman dan bebas dar bau-bauan.Sediakan lingkungan dimana pasien merasa aman dan nyaman serta dekat dengan perawat. Berikan selimut sehingga tidak kedinginan, anjurkan pasien untuk latihan relaksasi, berikan makanan ringan atau susu hangat sebelum tidur, berikan obat sedatif sesuai dengan program terapi kolaborasi, bantu pasien untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman.

E. Evaluasi Keperawatan

Evaluasi terhadap masalah kebutuhan tidur dan istirahat dapat dinilai dari adanya kemampuan dalam memenuhi:Jumlah tidur, apakah sesuai dengan kebutuhanFaktor-faktor yang mencegah gangguan tidurTeknik-teknik yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidurMendemonstrasikan adanya keseimbangan istirahat dan tidur sesuai dengan status kesehatan pasienHilangnya tanda klinis gangguan tidur dan penyimpangan pada pasien, seperti timbulnya perasaan segar, tidak gelisah, lesu dan apatis, hilangnya kehitaman di daerah sekitar mata, mulai menghilangnya kelopak mata yang bengkak, tidak adanya konjungtiva merah dan nata paerih, pasien sudah dapat berkonsentrasi penuh serta tidak ditemukan gangguan proses berpikir, bicara dan lain-lain.

Kebutuhan Bermain

Definisi kebutuhan bermainBermain adalah unsur yang penting untuk perkembangan anak baik fisik, emosi, mental, intlektual, kreativitas dan sosial. Anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain akan menjadi orang dewasa yang mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan bermain (Soetjiningsih, 1995).

Prinsip Permainan Anak di Rumah SakitPermainan tidak boleh bertentangan dengan pengobatan yang sedang dijalankan pada anak. Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi, singkat dan sederhana. Permainan yang harus mempertimbangkan keamanan anak. Pilih alat permainan yang aman untuk anak, tidak tajam, tidak merangsang anak untuk berlari-lari, dan bergerak secara berlebihan.Permainan harus melibatkan kelompok umur yang sama. Apabila permainan khusus dilakukan di kamar bermain secara berkelompok, permainan harus dilakukan pada kelompok umur yang sama. Misalnya, permainan mewarnai pada kelompok usia prasekolah.Melibatkan orang tua. Proses Keperawatan

PengkajianDiagnosa KeperawatanImplementasiIntervensi KeperawatanEvaluasiA. Pengkajian KeperawatanData Umum Riwayat Data lingkunganStruktur keluargaFungsi keluargaStres dan koping keluargaPemeriksaan kesehatan tiap individu anggota keluargaHarapan keluarga

B. Diagnosis dan intervensi keperawatan

Setelah pengkajian, perawat mengklasifi