News of fifa world cup brazil 2014 mantap

  • Published on
    25-Jun-2015

  • View
    102

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Berita pilihan untuk piala dunia brazil 2014 bersama agen,bandar,situs judi poker,domino dan agen judi online indonesia terbaik,terpercaya

Transcript

  • 1. Tambal Lubang di Lini Belakang dan Berharap Magis Ronaldo Portugal datang ke Piala Dunia 2014 Brasil dengan sejumlah kekhawatiran. Lini belakang dan lini depan sama rapuhnya. Meski mampu mencetak lima gol ke gawang Kamerun pada Maret lalu, hasil tersebut tidak menunjukkan ketajaman lini depan. Kemenangan 1-0 atas Meksiko pada Jumat (6/8) pun tidak menunjukkan ketangguhan lini belakang mereka. Serangan Portugal akan dipusatkan Ubcpoker.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya pada sang bintang sekaligus kapten, Cristiano Ronaldo. Bila pemain Real Madrid ini absen, maka Portugal akan kehilangan variasi serangan. Dari lima pertandingan terakhir, pelatih Paulo Bento masih mengutak-atik pemain di semua lini -- termasuk penjaga gawang. Ia sadar beberapa pemain yang dipanggil belum sepenuhnya memiliki pengalaman level internasional. Taktik yang diusung Bento sebenarnya tidak serumit Spanyol atau Italia. Mereka hanya menunggu lawan lengah, lalu cepat-cepat berikan bola ke Ronaldo hingga eks pilar Manchester United ini mengeluarkan sihir terbaiknya. Permainan Portugal memang sesimpel itu. Formasi 4-1-2-3 akan menjadi andalan Bento. Tapi tak perlu terkejut bila tiba-tiba berubah menjadi 4-2-3-1 atau 4-4-2. Bento sudah terbiasa melakukannya. Asalkan mereka tidak kebobolan dan Ronaldo mencetak banyak gol, itu sudah cukup bagi Portugal. Kecerdikan Luis Pinto Memancing Uruguay Setiap kompetisi besar selalu menjajikan satu kejutan. Bisa lewat para raksasa yang saling mengalahkan, seperti pada kasus Spanyol dan Belanda. Bisa juga melalui tim-tim underdog yang menundukkan para jagoan. Semalam, Kostarika sukses menyodorkan kekagetan itu. Bergabung di Grup D dianggap sebagai salah satu grup maut karena mempertemukan Inggris, Italia, dan UruguayKosta Rika semula dianggap hanya pelengkap saja. Sebagai objek penderita yang paling tidak berpeluang untuk lolos. Tapi, tanpa diduga, Kosta Rika yang tidak diunggulkan justru berhasil meraih 3 poin setelah menang 3-1 atas Uruguay, sang semifinalis Piala Dunia 2010 Saranapoker.com Agen Texas Poker dan Domino Online Indonesia Terpercaya. Susunan Pemain Polemik tentang akan tampil atau tidaknya Luis Suarez pada pertandingan ini akhirnya terjawab. Top skor EPL 2013/2014 tersebut tak bisa pulih tepat waktu pada partai pembuka Uruguay di Piala Dunia. Sang pelatih, Oscar Tabarez, akhirnya kembali mempercayai top skor Piala Dunia 2010 lalu, Diego Forlan, untuk mendampingi Edinson Cavani di depan.

2. Di tengah, Uruguay memasang Arevalo Rios untuk mendampingi Walter Gargano sebagai gelandang di tengah. Hal ini membuat gelandang La Celeste lainnya, Diego Perez, berada di bangku cadangan. Di barisan pertahanan, Tabarez menempatkan Martin Caceres di kiri dan Maxi Pereira di kanan. Sedangkan bek FC Porto yang musim lalu tidak banyak, Jorge Fucile, bermain hanya masuk ke dalam daftar pemain cadangan. Di kubu Kostarika, sang pelatih Jorge Luis Pinto tetap menggunakan formasi 5-4-1 andalannya dengan menempatkan Joel Campbell sebagai penyerang tunggal di depan. Pemain yang dimiliki oleh Saranapoker.com Agen Texas Poker dan Domino Online Indonesia Terpercaya Arsenal itu mendapat dukungan dari kedua sayap mereka, Bryan Ruiz dan Christian Bolanos. Lubang di Lini Belakang Pada lima pertandingan terakhir, lini pertahanan Portugal selalu diisi empat bek. Joao Pereira, Pepe, Bruno Alves, dan Fabio Coentrao menjadi pilihan utama Bento. Di atas kertas, keempatnya mampu membuat ketar ketir penyerang lawan. Pengalaman yang diraih Pepe, Coentrao, Pereira, maupun Alves di klub masing-masing, semestinya mampu memperkokoh lini belakang Portugal. Tapi ini tim nasional, bukan klub. Mereka belum mendapatkan chemistry yang tepat untuk mengawal lini pertahanan Portugal. Rapuhnya lini pertahanan Portugal terlihat jelas kala menghadapi Meksiko di pertandingan pemanasan jelang Piala Dunia pada 7 Juni lalu. Bukan sekali atau dua kali saja mereka kewalahan menjaga dua penyerang Meksiko. Beruntung, tidak ada bola yang bersarang ke gawang Eduardo sehingga Portugal unggul 1-0 berkat gol Alves. Sebenarnya keempat pilar ini selalu disiplin berada di daerah kotak penalti saat menerima serangan. Bahkan, ketika tiga gelandang Portugal terlambat turun membantu pertahanan, empat bek Portugal ini sudah berdiri rapi di kotak penalti. Tapi, inilah masalahnya. Rendahnya garis pertahanan keempat bek tersebut justru membuat penyerang lawan lebih leluasa untuk melepaskan tendangan dari luar kotak penalti.Ubcpoker.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya. Empat bek Portugal biasanya bermain disiplin. Dua bek tengah menjaga penyerang dan dua fullback menjaga sisi lebar pertahanan. Tapi area kosong di depan empat bek tersebut justru mampu dieksploitasi lawan. Sejumlah gol yang menjebol gawang Portugal berasal dari area itu ketika para gelandang lambat turun membantu pertahanan. Second line lawan biasanya telah siap menendang bola dari luar kotak penalti atau menarik bek Portugal "keluar" mengejarnya. 3. Singa Ompong di Tengah Hutan Amazonia Perjalanan Piala Dunia Inggris langsung terhambat di kondisi berat Manaus setelah permainan penuh semangat mereka berakhir dengan kekalahan 2-1 di tangan Italia. The Three Lions tertinggal pada menit 35 ketika tendangan jarak jauh Claudio Marchisio mampu menemui sasaran. Tapi, tidak butuh waktu lama, hanya 90 detik setelahnya, Gudangpoker.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya kombinasi serangan balik yang apik dari Raheem Sterling, Wayne Rooney, dan Daniel Sturridge berhasil membuat Inggris menyamakan kedudukan. Namun sial bagi Inggris, Italia berhasil mencetak gol kemenangan pada awal babak kedua melalui sundulan Mario Balotelli yang menerima umpan matang dari Antonio Candreva. Pertandingan Minggu (15/6/2014) pagi WIB itu mengingatkan kita akan pertandingan perempatfinal di Euro 2012, sebuah pertandingan ketika Italia unggul jauh atas penguasaan bola dari Inggris, yang sayangnya kembali harus terulang lagi. Gudangpoker.com Situs Judi Poker Online Terbaik Terpercaya.Pada pertandingan dua tahun yang lalu itu, Inggris dianggap gagal mengimbangi Italia secara taktikal karena ketidakmampuan mereka untuk mengantisipasi kejeniusan Andrea Pirlo yang pada pertandingan itu berhasil melakukan operan lebih banyak daripada kombinasi operan seluruh gelandang Inggris. Seharusnya Inggris tidak mengulangi kesalahan yang sama pada pertandingan ini. Kolombia Sukses Meniru Strategi Serangan Balik Yunani Kolombia sukses mengalahkan Yunani tiga gol tanpa balas di partai pembuka Grup C Kaisarbet.com Agen Bola Terpercaya Piala Dunia 2014. Keberhasilan Jose Pekerman mengimitasi strategi Fernando Santos jadi kunci kemenangan Kolombia Yunani datang ke Brasil dengan status sebagai tim dengan pertahanan kokoh. Sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia, tim asuhan Fernando Santos ini memang hanya kebobolan empat gol. Tapi, Kaisarbet.com Agen Bola Terpercaya Piala Dunia 2014 di pertandingan pembuka tadi malam mereka harus menelan pil pahit. Tiga gol bersarang di gawang yang dijaga oleh Orestis Karnezis. Swiss Andalkan Pertahanan Solid 4. Swiss merupakan salah satu kuda hitam di setiap Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2006 Jerman, La Nati tak sekalipun kebobolan sepanjang turnamen. Mereka terpaksa tersingkir di babak 16 hanya karena kalah adu penalti dari Ukraina. Begitu juga pada Piala Dunia 2010. Swiss hanya kebobolan satu gol. Bahkan mereka secara mengejutkan mengalahkan Spanyol yang ketika itu berstatus juara Piala Eropa di partai perdana. Namun di dua pertandingan berikutnya, mereka dikalahkan Chile 0-1 dan bermain imbang 0-0 dengan Honduras Masterpoker88.com Judi Poker Online Uang Asli Indonesia Resmi dan Terpercaya. Swiss punya pertahanan bagus. Apalagi ketika Ottmar Hitzfeld mulai menangani tim pada 2008. Bekas pelatih Bayern Muenchen ini dinilai menerapkan taktik sepakbola negatif dengan bermain sangat defensif. Tapi kapabilitasnya tetap dipertanyakan karena gagal membawa Swiss ke babak 16 besar Piala Dunia 2010. Perubahan Taktik Hitzfeld Untuk menjawab kritikan, Hitzfeld mengubah skema permainannya. Pada Piala Dunia 2010, ia menggunakan pakem formasi 4-4-2. Namun ketika memanggil beberapa jebolan Swiss U-17 yang menjuarai Piala Dunia U-17 2009, Hitzfeld mengubah formasinya menjadi 4-2-3-1 agar pemain debutan Piala Dunia seperti Valentin Stocker, Granit Xhaka, Admir Mehmedi, dan Xherdan Shaqiri menjadi optimal. Pada 2010, Gelson Fernandes, Tranquillo Barnetta, dan Valon Behrami bergantian mengisi kedua sayap. Tapi hanya Barnetta yang asli berstatus winger, sementara Fernandes dan Behrami merupakan pemain tengah yang dimodifikasi ke sayap. Fernandes dan Behrami cukup baik ketika membantu pertahanan. Namun keduanya cenderung telat membantu tim saat menyerang. Akibatnya mereka hanya mengandalkan umpan panjang ke striker veteran Alexander Frei dan Eren Derdiyok. Tapi para pemain "anyar" mampu memberi warna tersendiri dengan tipikal permainan menyerang. Misalnya, Shaqiri dengan kecepatan dan skill individunya mampu memberi dimensi berbeda di sisi kanan penyerangan Swiss. Bola jauh hanya dilepaskan oleh duo fullback, Ricardo Rodriguez dan Stephan Lichsteiner, yang juga rajin membantu serangan. Keduanya pun cukup apik dalam Masterpoker88.com Judi Poker Online Uang Asli Indonesia Resmi dan Terpercaya memberikan umpan silang ke dalam kotak penalti. Transformasi tersebut ternyata mengubah penampilan Swiss secara signifikan. Swiss mulai meninggalkan permainan bertahan dan berbalik membangun serangan perlahan dari area pertahanan sebelum meningkatkan kecepatan begitu memasuki area pertahanan lawan.