00 0 Panduan Singkat Shutter Speed & Aperture

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Shutter Speed & Aperture

Text of 00 0 Panduan Singkat Shutter Speed & Aperture

  • PANDUAN SINGKAT

    BELAJAR FOTOGRAFI MANDIRI

    Memahami Metering, Shutter Speed dan

    Aperture

  • DAFTAR ISI

    PENDAHULUAN 3

    PRAKTEK 4

    INFORMASI DASAR 5

    KECEPATAN (SHUTTER-SPEED) 6

    BUKAAN RANA (APERTURE WIDTH) 9

    DASAR-DASAR KAMERA 11

    FOKUS 13

    METERING 15

    TIPS 19

    LATIHAN #1

    LATIHAN #2

    LATIHAN #3

    LATIHAN #4

    LATIHAN #5

    LATIHAN #6

    LATIHAN #7

    LATIHAN #8

    LATIHAN #9

    LATIHAN #10

    INFORMASI LEBIH LANJUT

  • PENDAHULUAN Buku ini akan memberikan pengetahuan dasar mengenai pemotretan dan membantu Anda untuk memahami pengaturan shutter speed & aperture dan pengaruhnya pada foto yang Anda dapatkan. Setelah membaca & mempraktekkan latihan-latihan dalam biku ini buku ini, Anda akan mampu menghasilkan foto yang cerah, tajam, & jernih pada berbagai kondisi. Yang Anda perlukan adalah:

    1. Kamera dengan kemampuan Manual & Priority Setting (P, A, S, M) 2. Buku petunjuk penggunaan kamera (Manual/ Camera users Guide) 3. Latihan & kreativitas

    Sebuah tripod akan menjadi alat yang sangat berguna untuk melakukan latihan-latihan dalam panduan ini. Tripod juga akan sangat bermanfaat untuk Anda dalam berbagai kesempatan pemotretan. Jika Anda belum memiliki tripod, cobalah untuk mencari benda-benda yang cukup kokoh untuk meletakkan kamera untuk pemotretan tanpa dipegang (auto shutter). Selamat berlatih & semoga bermanfaat

  • PRAKTEK Latihan-latihan yang termuat dalam buku ini bertujuan untuk memberikan Anda pemahaman tentang pengaruh perbedaan setting shutter speed & aperture terhadap foto yang dihasilkan. Kamera digital memberikan keuntungan besar karena Anda dapat segera melihat hasilnya setelah pemotretan, jadi sebaiknya Anda melakukan semua latihan yang diperlukan. Jangan takut untuk mencoba berbagai setting, lakukan praktek sebanyak-banyaknya. Download foto yang Anda hasilkan, lalu copy & paste ke halaman yang tersedia sebagai referensi untuk Anda sendiri. Karena buku ini berfokus pada shutter speed dan aperture, ada baiknya Anda memastikan setting yang lain tidak berubah. Untuk mudahnya, kecuali dinyatakan lain, pastikan saja setting yang lain berada pada posisi berikut: ISO setting 200 White balance Sunny/ Daylight Focus mode Auto Metering mode Centre weighted Keuntungan dari kamera digital adalah bahwa gambar yang dihasilkan selalu memiliki data EXIF (EXposure InFormation). Data ini dapat Anda gunakan untuk belajar. Dalam data ini terkandung banyak informasi, termasuk data alat yang digunakan, mode pemotretan, metering, dsb. Yang penting untuk Anda ketahui dalam praktek ini adalah, bagaimana Anda dapat mereview gambar dalam kamera dan melihat data-data:

    1. ISO 2. Shutter speed 3. Aperture

  • INFORMASI DASAR Fotografi berasal dari kata photos (cahaya) dan graphy (gambar), jadi fotografi berarti menggambar dengan cahaya. Kunci untuk menghasilkan foto yang bagus adalah kemampuan untuk memahami & memanfaatkan cahaya yang ada atau dengan bantuan alat pencahayaan (lighting) sehingga diperoleh foto yang cerah, tajam & jernih.

    Cerah (contrast) jelas perbedaan antara warna-warna dan elemen-elemen dalam foto Tajam (sharp) fokus, garis-garis batas dan detil obyek terekam dengan baik Jernih (clear) tidak terganggu oleh noise atau artefak, baik akibat debu pada harware ataupun keterbatasan proses

    Kamera digital memiliki 3 cara untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke sensor: 1. Kecepatan (shutter speed) 2. Bukaan lensa (aperture) 3. Kepekaan (ISO)

    Sebuah foto yang bagus akan dihasilkan jika sensor memperoleh cukup cahaya untuk mereproduksi gambar. Kombinasi ISO, shutter speed & aperture akan menentukan banyaknya cahaya yang sampai ke sensor. Artinya, ada berbagai kemungkinan untuk memperoleh cahaya yang mencukupi. Sebagai patokan dasar, berikut ini adalah setting shutter speed dan aperture yang digunakan untuk pemotretan di luar ruangan (ruang terbuka) pada tengah hari yang cerah

    ISO 200 Speed 250 (lama bukaan 1/250 s) Aperture f/16

    Setting ini dikenal dengan istilah BDE = Bright Daylight Exposure Kombinasi lain yang mungkin digunakan untuk memperoleh cahaya yang sama pada sensor: ISO 100 100 200 200 400 800 Speed 125 250 250 500 500 500 Aperture 16 11 16 11 16 22 Untuk kondisi pagi hari yang cerah, kombinasi berikut dapat digunakan: ISO 100 100 200 200 400 800 Speed 125 250 250 125 250 500 Aperture 8 5.6 8 11 11 11 Pada kamera digital poket (non DSLR) yang memiliki sensor kecil, perlu ada tindakan untuk menghindari noise yang berlebihan, oleh karena itu pemakaian ISO terbatas pada setting 50, 100, 200 dan 400. Efek paling jelas dari perubahan ISO adalah besarnya grain dan timbulnya noise. Panduan singkat ini hanya akan membahas pengaturan setting kecepatan & bukaan lensa. Walau demikian, Anda dapat juga memanfaatkan buku ini untuk memahami pengaruh ISO dengan melakukan latihan-latihan yang tersedia pada setting ISO yang berbeda. *) ISO adalah singkatan dari International Standards Organization, organisasi dunia yang menetapkan angka-

    angka pada film berdasarkan kepekaannya terhadap cahaya. ASA adalah singkatan dari American Standards Association, organisasi yang menetapkan standar di Amerika Serikat. Walaupun organisasi ini sudah berubah nama, namun singkatan ASA masih sering dipakai untuk menyatakan kepekaan film. ISO dan ASA mengacu pada besaran yang sama.

  • KECEPATAN RANA (SHUTTER-SPEED) Shutter adalah alat yang membatasi antara lensa dengan media film atau sensor. Alat ini akan membuka ketika tombol shutter ditekan dan menyebabkan media terekspos oleh cahaya. Posisinya digambarkan pada diagram berikut:

    Speed setting akan mengatur lamanya waktu terbukanya shutter. Shutter speed dinyatakan dengan angka 4000, 2000, 1000, 500, 250, 125, 60, 30, 15, 8, 4, 3, 2, 1, 2, 4. Angka-angka pada shutter speed setting merupakan penyebut dari waktu sensor terbuka. Misalnya, speed 250 berarti sensor terbuka 1/250 detik. Waktu terbuka di atas 1 detik ditandai dengan tanda kutip ( ), misalnya 2 berarti sensor terbuka selama 2 detik. Waktu terbuka yang lebih panjang berarti bahwa sensor menerima cahaya yang lebih banyak. Beberapa kamera memiliki shutter speed tercepat hingga 1/8000 s dan speed lambat hingga 30 s. Kamera-kamera profesional mungkin memiliki kecepatan yang ditandai dengan huruf B (Bulb), yaitu setting yang akan terus membuka shutter selama tombol ditekan. Setiap perubahan pada kecepatan maupun bukaan dikenal dengan istilah f-stop. Perubahan dari 2000 ke 1000 atau dari 500 ke 250 disebut dengan 1 langkah f-stop. Perhatikan bahwa pada setiap langkah, angkanya berubah menjadi dari sebelumnya. Artinya, untuk setiap langkah perubahan, banyaknya cahaya yang sampai pada sensor akan berlipat 2. Pada ilustrasi berikut, banyaknya cahaya yang sampai pada sensor adalah volume dari tabung cahaya. Panjang tabung menunjukkan lamanya pencahayaan, sedangkan diameter tabung menunjukkan lebar bukaan (aperture).

  • Di pagi hari yang cerah, Anda dapat menggunakan shutter speed yang cepat, misalnya 1/250 s

    Namun pada kondisi mendung dan intensitas cahaya berkurang, Anda harus memperlambat shutter speed agar waktu pencahayaan menjadi lebih panjang, misalnya menjadi 1/30 s

    Pada kondisi tertentu, mungkin perlu digunakan shutter speed lebih cepat dikombinasikan dengan bukaan lebar

    Atau justru sebaliknya, shutter speed lebih lambat dengan bukaan sempit

    Intinya, perbedaan setting shutter speed akan menyebabkan perbedaan lamanya waktu pencahayaan. Pada bukaan aperture yang sama, banyaknya cahaya yang diterima sensor adalah sebanding dengan lama waktu pencahayaan.

  • Untuk lebih memahami tentang kecepatan, Anda dapat mencoba beberapa setting. Jika kamera Anda memiliki mode M, gunakan mode tersebut dengan nilai aperture tetap, misalnya f/5.6. Lalu lakukan pemotretan dengan beberapa shutter speed, misalnya 250, 125, 60. Amati perbedaan yang dihasilkan dari setiap setting. Setelah itu, cobalah menggunakan speed lambat, misalnya 1, 2 atau 4, perhatikan perbedaan waktu antara saat Anda menekan tombol shutter dengan saat terdengarnya suara shutter tertutup. Foto berikut dibuat dengan speed lambat:

    Bertahan di Tengah Arus Zaman ISO 200, 0.7s, f/4

  • BUKAAN RANA (APERTURE WIDTH) Aperture akan mengatur luas bukaan jendela melalui lensa menuju sensor. Aperture terdiri dari beberapa bilah penutup (blade) yang dapat bergerak sedemikian hingga membentuk lubang kecil di tengahnya. Pada era kamera analog, pengaturan aperture dilakukan melalui aperture ring pada lensa. Saat ini, baik speed maupun aperture dilakukan lewat kamera. Contoh bentuk aperture:

    Aperture 6 blade bentuk siku (kiri) dan aperture 8 blade bentuk sabit (kanan) Aperture dinyatakan dengan angka-angka 22. 16, 11, 8, 5.6, 4, 2.8. Angka-angka pada aperrture setting merupakan penyebut dari diameter bukaan lensa. Misalnya f/4 berarti diameter bukaan 1/4 inch. Artinya, semakin kecil angka aperture, berarti diameter bukaan lensa menjadi lebih besar. Lebar bukaan rana dapat digambarkan sebagai berikut:

    Atau dapat juga digambarkan seperti ini:

    Perhatikan bahwa jendela cahaya pada lensa berbentuk seperti lingkaran. Cahaya yang masuk akan sebanding dengan luas bukaan aperture, atau kuadrat dari jari-jarinya (atau dari kuadrat diameternya). Oleh karena itu, untuk memperoleh cahaya 2 kali lebih banyak, diperlukan pertambahan diameter sebesar 1.4 (= akar 2) kali diameter sebelumnya. Jadi,

  • sebagaimana pada shutter speed, setiap perubahan f-stop pada aperture berarti pertambahan cahaya 2 kali lipat.

    Exposed ISO 200, 1/800 s, f/5.6

  • DASAR-DASAR KAMERA Setiap kamera baik digital maupun analog memilik