Click here to load reader

6 AKTIVITAS PENDARATAN DAN PEMASARAN HASIL · PDF filejuru timbang. Aktivitas pelelangan ... total harga ikan yang dijual; dan nelayan mendapat karcis sebagai tanda terima uang. Menurut

  • View
    220

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of 6 AKTIVITAS PENDARATAN DAN PEMASARAN HASIL · PDF filejuru timbang. Aktivitas pelelangan ......

99

6 AKTIVITAS PENDARATAN DAN PEMASARAN HASIL TANGKAPAN DI PANGKALAN-PANGKALAN PENDARATAN IKAN KABUPATEN CIAMIS

6.1 PPI Pangandaran

6.1.1 Aktivitas pendaratan hasil tangkapan

Sebagaimana telah dikemukakan dalam subbab 2.2, aktivitas pendaratan

hasil tangkapan meliputi pembongkaran hasil tangkapan dari palkah ke dek,

penurunan hasil tangkapan dari dek ke dermaga dan pengangkutan dari dermaga

ke TPI. Aktivitas pendaratan hasil tangkapan di PPI Pangandaran pada umumnya

hanya meliputi penurunan hasil tangkapan dari dek ke tepi pantai dan

pengangkutan hasil tangkapan dari tepi pantai ke TPI, tidak dilakukan

pembongkaran hasil tangkapan dari palkah ke dek karena jenis perahu yang

digunakan nelayan tidak memiliki palkah untuk menyimpan hasil tangkapan.

Pembongkaran hasil tangkapan dari palkah ke dek hanya dilakukan oleh armada

jenis kapal motor. Ikan hasil tangkapan nelayan disimpan di dalam blong plastik,

ember plastik atau keranjang bambu dan telah disortir berdasarkan jenis ikan

ketika nelayan masih berada di laut.

Gambar 56 Aktivitas pendaratan hasil tangkapan di PPI Pangandaran tahun 2011

Aktivitas pendaratan hasil tangkapan di PPI Pangandaran dilakukan di 2

tempat, yaitu di pantai timur dan pantai barat Pangandaran (Gambar 56). Aktivitas

pendaratan hasil tangkapan dilakukan pada pukul 04.00 10.00 WIB. Banyaknya

pendaratan di PPI Pangandaran berjumlah sekitar 20 40 pendaratan per hari

dengan jumlah volume ikan yang didaratkan sebanyak 100 200 kg per hari pada

100

musim paceklik, sedangkan pada musim puncak banyaknya pendaratan di PPI ini

dapat mencapai sekitar 80 100 pendaratan per hari dengan jumlah volume ikan

yang didaratkan sebanyak 1,5 2 ton per hari.

Proses pendaratan hasil tangkapan armada perahu motor tempel di PPI

Pangandaran dimulai ketika perahu nelayan merapat ke pinggir pantai. Proses

pendaratan hasil tangkapan dilakukan oleh 2 3 orang nelayan. Wadah ikan

berupa tong (blong) plastik, ember plastik atau keranjang bambu diangkut dari

perahu ke pantai oleh nelayan itu sendiri yang berjumlah 1 2 orang, sedangkan

nelayan lainnya mengangkut alat tangkap dan mesin ke pantai. Setelah

pengangkutan selesai, perahu nelayan diangkat ke pantai oleh nelayan yang

berjumlah 6 9 orang dengan cara meminta bantuan kapada nelayan lain yang

berada di sekitar pantai, sedangkan di pantai timur perahu nelayan tetap dibiarkan

berada di dalam air dan diikatkan ke batu groin agar tidak terbawa arus

gelombang (Gambar 57).

Armada penangkapan ikan jenis kapal motor mendaratkan hasil

tangkapannya di pantai timur Pangandaran. Karena kapal motor tidak dapat

merapat ke pantai, pembongkaran hasil tangkapan dilakukan di tengah laut.

Pengangkutan hasil tangkapan ke pantai dilakukan dengan menggunakan bantuan

berupa 1 2 unit perahu motor tempel. Selanjutnya proses pendaratan hasil

tangkapan yang dilakukan sama dengan armada jenis perahu motor tempel.

(a) Pantai Barat Pangandaran (b) Pantai Timur Pangandaran

Gambar 57 Aktivitas berlabuh armada penangkapan ikan nelayan PPI Pangandaran tahun 2011

Nelayan yang mendaratkan hasil tangkapan di pantai barat mengangkut

hasil tangkapannya ke pantai timur yang berjarak sekitar 300 m dengan

101

menggunakan blong plastik, keranjang plastik atau keranjang bambu. Untuk

memudahkan pengangkutan, nelayan menggunakan gerobak dorong atau bambu

berukuran 1,5 m sehingga dapat diangkut oleh 2 orang nelayan. Nelayan yang

mendaratkan hasil tangkapan di pantai timur tetap membiarkan hasil

tangkapannya di tepi pantai sambil menunggu pedagang ikan atau bakul yang

datang untuk membeli ikan.

Gambar 58 Pengangkutan hasil tangkapan di PPI Pangandaran tahun 2011

Berdasarkan pengamatan peneliti, proses penurunan dan pengangkutan hasil

tangkapan di PPI Pangandaran belum memperhatikan aspek kebersihan. Hal ini

dapat dilihat dari blong maupun keranjang yang digunakan dalam keadaan kotor

karena tidak dibersihkan sebelumnya. Selain itu, hanya sedikit nelayan yang

menggunakan es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.

Menurut Clucas dan Ward (1996) vide Lubis et al. (2010), prinsip yang

perlu diperhatikan selama penanganan ikan mulai saat pembongkaran sampai

pengangkutan ke TPI atau ke hinterland adalah pengontrolan suhu ikan selama

penanganan agar selalu dingin, penanganan dilakukan dengan cepat, memperkecil

sentuhan fisik secara langsung dengan ikan, menghindari sengatan langsung sinar

matahari pada tubuh ikan dan memperkecil terjadinya kontaminasi terhadap ikan.

Berbagai jenis ikan didaratkan di PPI Pangandaran, beberapa diantaranya

adalah jenis ikan ekonomis penting yaitu udang lobster, bawal, kakap, tenggiri,

kerapu dan layur. Menurut DKP Kabupaten Ciamis (2011), jenis ikan ekonomis

penting yang didaratkan di PPI Pangandaran pada tahun 2010 adalah sebesar

25,46 ton atau 59,72% dari jumlah volume produksi hasil tangkapan di PPI

Pangandaran pada tahun tersebut.

102

6.1.2 Aktivitas pemasaran hasil tangkapan

Aktivitas pemasaran ikan di PPI Pangandaran dimulai ketika nelayan telah

selesai mendaratkan hasil tangkapannya. Transaksi antara nelayan dengan bakul

(pedagang ikan), pengumpul dan atau tengkulak bertempat di tepi pantai timur

PPI Pangandaran, hal ini disebabkan karena tidak beroperasinya TPI sebagai

tempat pemasaran ikan.

Hasil tangkapan nelayan ditimbang terlebih dahulu oleh bakul. Timbangan

tersebut dibawa sendiri oleh bakul yang akan membeli ikan. Namun tidak sedikit

bakul yang tidak membawa timbangan sehingga berat ikan tersebut hanya

berdasarkan pada perkiraan (taksiran). Jika terdapat lebih dari satu orang bakul

yang akan membeli ikan pada nelayan yang sama, maka terjadi tawar menawar

antara bakul dan nelayan, bakul yang menawar dengan harga tertinggi berhak

untuk membeli ikan tersebut. Selain menjual hasil tangkapannya kepada bakul,

nelayan menjual hasil tangkapannya kepada tengkulak. Hal ini disebabkan karena

tengkulak tersebut telah memberikan pinjaman modal melaut kepada nelayan

sehingga nelayan tersebut harus menjual hasil tangkapannya kepada tengkulak

untuk melunasi utangnya.

Tidak beroperasinya TPI di PPI Pangandaran dinilai sangat merugikan

nelayan. Berdasarkan hasil wawancara, nelayan menjual hasil tangkapannya

langsung kepada bakul dan tengkulak dengan harga yang lebih rendah jika

dibandingkan nelayan menjual hasil tangkapannya melalui aktivitas pelelangan

ikan, yaitu lebih murah Rp 3.000,00 Rp 7.000,00 per kg. Hal ini disebabkan

karena nelayan tidak mengetahui secara pasti berapa harga ikan yang dimilikinya.

Selain itu, keberadaan tengkulak menyebabkan nelayan semakin terjerat dengan

utang kepada tengkulak karena harus membayar utang dengan bunganya.

Tengkulak, dalam memberikan pinjaman kepada nelayan, bisa aktif

menawarkan pinjaman dan atau sebaliknya nelayan yang aktif mencari pinjaman

kepada tengkulak. Dengan memberikan pinjaman, tengkulak berharap dapat

mengikat peminjam sehingga selanjutnya peminjam akan selalu bergantung dan

meminjam uang kepadanya, khususnya peminjam yang memiliki usaha produksi

seperti nelayan pemilik unit penangkapan ikan. Bila nelayan pemilik sudah

terikat, selanjutnya nelayan pemilik yang aktif mencari pinjaman kepada

103

tengkulak. Dengan demikian, penawaran pinjaman dari pihak tengkulak

merupakan langkah awal dalam mengikat nelayan pemilik. Pinjaman yang

diberikan tengkulak kepada nelayan pemilik umumnya tanpa membutuhkan

jaminan. Kemudahan tanpa jaminan ini yang menjadi salah satu daya tarik utama

bagi nelayan untuk meminjam uang kepada tengkulak daripada ke bank (Lubis

et al, 2011).

Selanjutnya Lubis et al menjelaskan, uang ijon yang yang dipinjamkan

kepada nelayan pemilik diberikan sebelum nelayan melaut sebenarnya merupakan

uang muka operasional melaut atau uang pengikat nelayan. Bila nelayan pemilik

telah terikat pengijon (tengkulak) dan tidak mampu mengembalikan pinjaman-

pinjamannya, maka nelayan pemilik diwajibkan menyerahkan hasil tangkapannya

kepada pengijon. Pengijon selanjutnya menjual hasil tangkapan tersebut kepada

pedagang ikan lainnya.

Keterangan : = Alur pemasaran ikan basah = Alur pemasaran ikan olahan

Gambar 59 Alur pemasaran hasil tangkapan di PPI Pangandaran tahun 2011

Gambar 59 di atas memperlihatkan alur pemasaran di PPI Pangandaran.

Hasil tangkapan nelayan di PPI Pangandaran sebagian besar dipasarkan untuk

konsumsi oleh masyarakat lokal sekitar PPI Pangandaran seperti pasar ikan,

industri pengolahan ikan, restoran seafood dan hotel. Selain dikonsumsi oleh

masyarakat lokal, ikan hasil tangkapan tersebut dipasarkan melalui pengumpul ke

Kabupaten Ciamis dan luar Kabupaten Ciamis yaitu Banjar, Tasikmalaya dan

Nelayan

Bakul/ Tengkulak

Pengumpul

Pengolah

Konsumen

Luar Daerah/Kota

Eksportir

Pengecer Pasar Ikan

Hotel/Restoran