of 20/20
ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA (Studi Kasus: UKM Batik Brotoseno) Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Oleh: RIMA AMBARSARI D 600 150 080 PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2019

ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN …eprints.ums.ac.id/77168/8/NASKAH PUBLIKASI.pdf · Berfungsi untuk mengetahui sejauh mana variabel tak bebas bisa dijelaskan oleh

  • View
    1

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN …eprints.ums.ac.id/77168/8/NASKAH...

  • ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN

    KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE

    REGRESI LINIER BERGANDA

    (Studi Kasus: UKM Batik Brotoseno)

    Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata 1 pada

    Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik

    Oleh:

    RIMA AMBARSARI

    D 600 150 080

    PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI

    FAKULTAS TEKNIK

    UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

    2019

  • i

    HALAMAN PERSETUJUAN

    ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN

    KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE

    REGRESI LINIER BERGANDA

    (Studi Kasus: UKM Batik Brotoseno)

    PUBLIKASI ILMIAH

    Oleh:

    RIMA AMBARSARI

    D 600 150 080

    Telah diperiksa dan disetujui untuk diuji oleh:

    Dosen Pembimbing

    Ir. Muchlison Anis, S.T., M.T.

    NIK. 796

  • ii

    HALAMAN PENGESAHAN

    ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN

    KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE

    REGRESI LINIER BERGANDA

    (Studi Kasus: UKM Batik Brotoseno)

    OLEH

    RIMA AMBARSARI

    D 600 150 080

    Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji

    Fakultas Teknik

    Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Pada hari Kamis, 22 Agustus 2019

    Dan dinyatakan telah memenuhi syarat

    Dewan Penguji:

    1 Ir. Muchlison Anis, S.T., M.T.

    (Ketua Dewan Penguji) (………………….)

    2 Ida Nursanti, S.T., M.EngSc.

    (Anggota 1 Dewan Penguji) (………………….)

    3 Ir. Much. Djunaidi, S.T., M.T

    (Anggota 2 Dewan Penguji) (………………….)

    Dekan Fakultas Teknik,

    Ir. Sri Sunarjono, M.T., Ph.D., IPM.

    NIK. 682

  • iii

    HALAMAN PERNYATAAN

    Dengan ini saya menyatakan bahwa tugas akhir ini tidak terdapat karya

    yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan

    tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat

    yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis

    dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

    Apabila kelak terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas,

    maka akan saya pertanggungjawabkan sepenuhnya.

    Surakarta, 22 Agustus 2019

    RIMA AMBARSARI

    NIM. D 600 150 080

  • 1

    ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN

    KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE

    REGRESI LINIER BERGANDA

    (Studi Kasus: UKM Batik Brotoseno)

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh variabel bebas yaitu budaya

    organisasi serta kepuasan kerja terhadap variabel tak bebas yaitu kinerja karyawan

    UKM Batik Brotoseno. Populasi yang dipakai adalah karyawan UKM Batik

    Brotoseno pada bagian produksi kain batik, dan sampel yang diapakai adalah

    semua dari populasi yang ada yaitu berjumlah 30 orang dengan teknik

    pengumpulan data berupa obervasi, wawancara serta penyebaran kuesioner.

    Analisis data menggunakan metode regresi linear berganda juga menggunakan

    batuan software SPSS. Hasil dari pengolahan data menunjukkan antara variabel

    bebas yaitu budaya organisasi serta kepuasa kerja memiliki pengaruh terhadap

    variabel tak bebas yaitu kinerja karyawan UKM Batik Brotoseno sebesar 76% dan

    24% lainnya dapat dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak ada

    dipenelitian ini dengan persamaan yang dihasilkan yaitu Y = -3.914 + 0,298X1 +

    0,362X2 + 0,538X3 + 0,360X4 + 0,377X5 + 0,392X6 + 0,350X7. Variabel paling

    dominan yaitu budaya oganisasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,558 lebih

    besar dibandingkan dengan kepuasan kerja sebesar 1,119.

    Kata Kunci: Kinerja karyawan, UKM Batik Brotoseno, Budaya Organisasi, Uji

    Regeresi Linear Berganda, Kepuasan Kerja Karyawan

    Abstract

    This study intend to analyze the effect of independent variables, namely

    organizational culture and job satisfaction on dependent variables, namely the

    performance of employees of Batik Brotoseno UKM. The population used is the

    employees of UKM Brotoseno in the batik fabric production section, and the

    sample used is all of the existing population of 30 people with data collection

    techniques in the form of observation, interviews and questionnaires. Data

    analysis using multiple linear regression methods also uses SPSS software rocks.

    The results of data processing showed that the independent variables, namely

    organizational culture and job satisfaction, had an influence on the dependent

    variables, namely the performance of employees of Batik Brotoseno UKM by

    76% and the other 24% could be influenced by other independent variables that

    did not exist in this study with the resulting equation: = -3,914 + 0,298X1 +

    0,362X2 + 0,538X3 + 0,360X4 + 0,377X5 + 0,392X6 + 0,350X7. The most

    dominant variable is organizational culture with a regression coefficient of 1.558

    which is greater than job satisfaction of 1.119.

    Keywords: Employee Performance, Brotoseno Batik UKM, Organizational

    Culture, Multiple Linear Regression Test, Employee Job Satisfaction

  • 2

    1. PENDAHULUAN

    Perkembangan perdagangan di negara Indonesia di era globalisasi ini tumbuh dan

    berkembang sangat pesat baik yang menyangkut perdagangan di bidang impor

    maupun ekspor. Industri Batik menjadi salah satu industri yang menyumbang

    ekspor terbesar di negara Indonesia. Industri batik tersebar luas di Indonesia,

    untuk pulau Jawa sendiri batik diproduksi secara massal di beberapa daerah yang

    kemudian dijadikan nama dari jenis baik tersebut. Misalnya Batik Pekalongan,

    Batik Yogya, Batik Cirebon, Batik Lasem, Batik Solo dan Batik Sragen. Data

    BPS menunjukkan bahwa di Kabupaten Sragen sendiri pada tahun 2012 terdapat

    4702 Industri/Perusahaan yang bergerak dibidang Industri Batik dan pada tahun

    2016 mengalami peningkatan mencapai 5101 Industri/Perusahaan.

    UKM Batik Brotoseno merupakan industri batik yang terletak di Desa

    Kliwonan Kecamatan Masaran yang merupakan sentra industri batik di

    Kabupaten Sragen. Semakin banyaknya Industri/Perusahaan batik mengharuskan

    perusahaan untuk memaksimalkan kegiatan produksi sehingga dapat

    menghasilkan output produk yang optimal pula. Faktor - faktor tersebut sangat

    butuhkan bagi perusahaan untuk bisa memiliki daya saing yang tinggi serta

    keunggulan yang tidak kalah dibandingkan para pesaingnya. Untuk dapat

    menghasilkan output yang optimal maka diperlukan sumber daya yang berkualitas

    pula.

    SDM adalah unsur terpenting sebagai penentu keberhasilan dari suatu

    organisasi. Menurut Sutrisno (2009) SDM adalah satu-satunya sumber daya yang

    mempunyai pengetahuan, ketrampilan, akal, perasaan, daya, keinginan, karya dan

    dorongan. SDM harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan sumbangan

    yang besar bagi kemajuan organisasi secara efektif. Jumlah SDM atau karyawan

    yang melimpah mewajibkan suatu organisasi untuk dapat mengatur bagaimana

    cara untuk dapat memanfaatkan serta mengoptimalkan kinerja kayawan. Kinerja

    karyawan yang maksimal adalah tujuan penting bagi perusahaan agar

    produktivitas kerja yang dapat dicapai juga maksimal.

    Kinerja karyawan merupakan tinggi rendahnya kesuksesan karyawan

    dalam melaksanakan tugas. Ismail (2008) menjelaskan bahwa Kinerja karyawan

  • 3

    di pengaruhi oleh 2 faktor diantaranya faktor internal yaitu faktor komitmen

    organisasional dan faktor kepuasan kerja. Serta faktor eksternal yaitu faktor

    budaya organisasi, kepemimpinan, keselamatan kerja dan faktor keamanan.Faktor

    eksternal yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan akan diuji yaitu

    budaya organisasi. Nila-nilai yang terdapat didalam sebuah organisasi yang

    tumbuh dan berkembang serta dipakai untuk mengarahkan dan mengatur tingkah

    laku dari anggota sebuah organisasi disebut sebagai budaya organisasi (Soedjono,

    2005). Sedangkan untuk faktor internal yang berpengaruh terhadap kinerja

    karyawan dan akan diuji yaitu kepuasan kerja. Kondisi emosional yang berkaitan

    dengan keadaaan suka atau tidaknya terhadap pekerjaan yang dilakukannya

    disebut sebagai kepuasan kerja (Handoko, 1998).Baiknya kinerja karyawan akan

    dapat dicapai apabila karyawan merasa puas serta merasa senang terhadap

    pekejaan yang dilakukannya (Robbins dan Judge, 2008).

    Pada UKM Batik Brotoseno sendiri penelitian perihal dampak variabel

    budaya organisasi akan kinerja karyawan sudah sempat dilakukan oleh Anis

    Nuryanti pada tahun 2016. Pada penelitian tersebut dijelaskan bahwa pada setiap

    indikator pada budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan dimana

    variabel keagresifan memiliki pengaruh paling dominan akan kinerja karyawan.

    Berdasarkan pada uraian latar belakang diatas penulis bermaksud untuk

    melakukan penelitian berkaitan dengan kinerja karyawan. Penelitian kali ini

    penulis melengkapi dan melakukan pengembangan dari penelitian sebelumnya

    dimana pada dasarnya variabel yang mempengaruhi kinerja karyawan tidak hanya

    budaya organisasi saja yang merupakan faktor eksternal tetapi juga faktor internal,

    disini penulis ikut memasukan faktor internal yaitu kepuasan kerja ke dalam

    variabel penelitian untuk diteliti pengaruhnya terhadap kinerja karyawan UKM

    Batik Brotoseno. Penelitian ini dilakukan dengan batasan masalah yaitu berupa

    metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dan aplikasi SPSS untuk

    mengolah data yang diperoleh dari lapangan. Pengambilan data melalui observasi

    lapangan, wawancara langsung kepada narasumber dan penyebaran kuisioner

    kepada karyawan UKM Batik Brotoseno pada bagian produksi kain batik dengan

    sampel merupakan keseluruhan dari populasi sejumlah 30 orang.

  • 4

    1.1 Hipotesis

    a. Secara parsial budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

    UKM Batik Brotoseno.

    b. Secara parsial kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan UKM

    Batik Brotoseno.

    c. Secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap

    kinerja.karyawan UKM Batik Brotoseno.

    1.2 Tujuan Penelitian

    a. Menganalisa pengaruh dari budaya organisasi dan kepuasan kerja terhadap

    kinerja karyawan UKM Batik Brotoseno.

    b. Memberikan usulan atau saran perbaikan berdasarkan pada hasil pengolahan

    data dari penelitian yang dilakukan.

    2. METODE PENELITIAN

    2.1 Indikator

    Budaya organisasi yaitu norma, nilai, keyakinan, asumsi dan sikap yang terbentuk

    didalam sebuah perusahaan yang diyakini oleh anggota perusahaan dimana

    dengan budaya tersebut membedakan antara satu perusahaan dengan yang lain.

    Indikator yang dipakai dalam pengukuran menurut Afrinaldo (2011) yaitu:

    a. Inisiatif individual (X1).

    b. Toleransi terhadap tindakan beresiko (X2).

    c. Pengarahan dan integrasi (X3).

    d. Dukungan pimpinan (X4).

    Kepuasan kerja merupakan perasaan suka dan tidak seseorang terhadap

    pekerjaan yang dilakukannya maupun terhadap rekan kerjanya dengan

    mempertimbangkan aspek-aspek yang terdapat didalam pekerjaannya. Indikator

    yang dipakai dalam pengukuran menurut Robbins dan Judge (2008) yaitu:

    a. Kepuasan terhadap pekerjaan (X5).

    b. Kepuasan terhadap rekan bekerja (X6).

    c. Kepuasan terhadap gaji dan promosi (X7).

  • 5

    Kinerja karyawan (Y) merupakan besarnya kontribusi yang bisa diberikan

    oleh seorang karyawan dalam melakukan tugas atau tangung jawab yang

    diberikan baik secara kuantitas maupun kualitas. Indikator yang dipakai dalam

    pengukuran menurut Soedjono (2005) yaitu:

    a. Kuantitas.

    b. Kualitas.

    c. Efektivitas.

    d. Ketepatan waktu.

    e. Komitmen kerja.

    f. Kemandirian.

    g. Tagung jawab karyawan kepada pihak perusahaan.

    2.2 Populasi

    Populasi dalam penelitian kali ini yaitu karyawan UKM Batik Brotoseno pada

    bagian produksi kain batik yang berjumlah 30 orang

    2.3 Sampel

    Penelitian ini merupakan studi populasi dimana populasinya merupakan

    keseluruhan dari karyawan UKM Batik Brotoseno pada bagian produksi kain

    batik. Populasi yang berjumlah 30 karyawan UKM Batik Brotoseno tersebut akan

    menjadi sampel penelitian (responden) .

    2.4 Teknik Analisis Data

    a. Uji Validitas

    Valid dan tidaknya kuesioner diketahui menggunakan uji ini.

    b. Uji Reabilitas

    Berfungsi untuk mengetahui apakah data hasil kuesioner dapat dipercaya atau

    diandalkan untuk selanjutnya diolah dan dijadikan hasil penelitian. Digunakan

    teknik Alpha Cronbach dengan nilai sebesar 0,70.

  • 6

    c. Uji Asumsi Klasik

    1) Uji Normalitas

    Berfungsi untuk mengetahui variabel penelitian memiliki distribusi normal

    atau tidak.

    2) Uji Multikolinearitas

    Berfungsi untuk mengetahui terdapat hubungan atau tidak antara variabel

    bebas dengan tak bebas.

    3) Uji Heteroskedastisitas

    Berfungsi untuk mengetahui terdapat kesamaan variance atau tidak dari

    residu satu pengamatan kepengamatan lainnya.

    d. Uji Hipotesis

    1) Uji t (Uji Secara Parsial)

    Berdasarkan thitung dan ttabel atau berdasarkan nilai signifikansi berfungsi

    untuk mengetahui hubungan antar variabel apakah berpengaruh secara

    parsial

    2) Uji F (Secara Simultan)

    Berdasarkan Fhitung dan Ftabel dan dengan nilai probability F berfungsi

    untuk mengetahui hubungan antar variabel apakah berpengaruh secara

    simultan.

    e. Analisis Regresi Linear Berganda

    1) Uji Persamaan Regresi Linear Berganda

    Berfungsi menganalisa pengaruh antar variabel satu dengan yang lain dan

    setiap perubahan yang terjadi. Model dalam penelitian ini persamaan ini

    yaitu:

    ........................................................................ (1)

    Dimana:

  • 7

    f. Uji Koefisien Determinasi (R2)

    Berfungsi untuk mengetahui sejauh mana variabel tak bebas bisa dijelaskan

    oleh variabel bebas.

    3. HASIL DAN PEMBAHASAN

    3.1 Uji Validitas

    Tabel 1. Hasil Pengujian Validitas

    Dari tabel 1. diketahui pada setiap variabel memiliki kriteria valid pada masing-

    masing pernyataan kuesioner dengan nilai sig. < 0,05 dan memiliki rhitung > rtabel

    0,361. Hasil tersebut menunjukan dengan 28 buah pernyataan yang ada maka

    mampu untuk mengukur apa yang akan diukur.

  • 8

    3.2 Uji Reabilitas

    Tabel 2. Hasil Pengujian Reabilitas

    Dari tabel 2. diketahui nilai CA untuk semua variabel > nilai kritis 0,700, sehingga

    ditarik kesimpulan bahwa setiap item pernyataan yang ada bersifat reliabel yang

    artinya bisa untuk mendapat data yang konsisten meskipun pernyataan diajukan

    ulang.

    3.3 Uji AsumsiiKlasik

    a. Uji Normalitas

    Gambar 1. Grafik P-Plot Hasil Pengujian Normalitas

  • 9

    Dari gambar 1. disimpulkan hubungan diantara ketiga variabel dalam

    penelitian ini menunjukan pola berdistribusi normal dan memenuhi uji asumsi

    normalitas karena titik titik data menyebar disekitaran garis diagonal.

    b. Uji Multikolinearitas

    Tabel 3. Hasil Pengujian Multikolinearitas

    Dari tabel 3. diketahui besar nilai Tolerance lebih dari 00,10 dan VIF kurang

    dari 10 disetiap variabel bebas. Sehingga diambil kesimpulan tidak terjadinya

    gejala multikolinearitas.

    c. Uji Heteroskedastisitas

    Gambar 2. Grafik Scatterplot Hasil Pengujian Heteroskedastisitas

    Dari gambar 2. diatas diketahui tidak terjadi heterokedastisitas karena pada

    titik-titik Scatterplot terdapat dibawah maupun diatas angka 0 (nol) atau

  • 10

    menyebar secara acak pada sumbu Y serta tidak adanya pola tertentu pada

    penyebaran datanya.

    3.4 Uji Hipotesis

    a. Uji t (Uji Secara Parsial)

    Tabel 4. Hasil Pengujian uji t (uji secara parsial)

    Untuk menentukan besar nilai ttabel maka digunakan lampiran ttabel, besar α =

    0.05 dengan , maka diperoleh nilai ttabel

    sebesar 2,07387 sehingga:

    1) Penelitian kali ini variabel budaya organisasi dibagi kedalam 4 indikator

    yang merupakan variabel bebas. Nilai thitung dari masing-masing variabel

    adalah 2,304, 2,460, 2,724, 2,997 dimana lebih dari 2,07387. Kemudian

    nilai signifikansi 0,031, 0,022, 0,012, 0,007 dimana kurang dari 0,05.

    Sehingga terjadi penolakan H0 dan penerimaan Ha, maka secara parsial

    budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan UKM Batik

    Brotoseno.

    2) Penelitian kali ini ini variabel kepuasan kerja dibagi kedalam 3 indikator

    yang merupakan variabel bebas. nilai thitung dan pada masing-masing

    variabel adalah 2,147, 2,366, 2,567 dimana lebih dari 2,07387. Kemudian

    nilai signifikansi 0,043, 0,027, 0,018, dimana kurang dari 0,05. Sehingga

  • 11

    terjadi penolakan H0 dan penerimaan Ha, maka secara parsial kepuasan

    kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan UKM Batik Brotoseno.

    b. Uji F (Secara Simultan)

    Tabel 5. Hasil Pengujian uji F (ujiisecaraasimultan)

    Dari tabel 5. diketahui nilai Ftabel yang dididapatkan adalah sebesar 62,736.

    Untuk menentukan besar nilai Ftabel maka digunakan lampiran Ftabel dengan

    besar α = 0.05 dengan dan

    , maka diketahui nilai Ftabel = 2,46.

    Dari hasil tersebut besar nilai Fhitung lebih dari Ftabel yaitu 62,736 > 2,46

    dengan probability F kurang dari 0,05 yaitu sebesar 0,000, Sehingga terjadi

    penolakan H0 dan penerimaan Ha, maka, artinya secara simultan budaya

    organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan UKM

    Batik Brotoseno.

    3.5 Analisis Regresi Linear Berganda

    a. Uji Persamaan Regresi Linear Berganda

    Tabel 6. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda

    Dari tabel 6. maka diketahui rumus regresi sebagai berikut:

    .......................................................... (2)

  • 12

    Berdasarkan pada model regresi dan tabel 6 maka:

    1) Nilai konstan adalah c -,3,914 berarti jika nilai variabel bebas konstan

    misal inisiatif individual (X1) = 0, toleransi terhadap tindakan beresiko (X2)

    = 0, pengarahan dan integrasi (X3) = 0, dukungan pimpinan (X4) = 0,

    kepuasan terhadap pekerjaan (X5) = 0, kepuasan terhadap rekan bekerja

    (X6) = 0, kepuasan terhadap gaji dan promosi (X3) = 0 maka nilai dari

    kinerja karyawan (Y) = -,3,914. Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya

    budaya organisasi maupun kinerja karyawan pada UKM Batik Brotoseno

    tersebut memiliki pengaruh yang besar akan kinerja karyawan. Sehingga

    menjaga serta memaksimalkan variabel-variabel bebas yang memiliki

    dampak atau pengaruh terhadap kinerja karyawan dalam perusahaan

    sangat diperlukan.

    2) Koefisien regresi dari inisiatif individual (X1) adalah 0,298, berarti adanya

    dampak positif diantara inisiatif individual dengan kinerja karyawan dan

    setiap peningkatan nilai inisiatif individual maka kinerja karyawan akan

    meningkat sejumlah 0,298 dimana diasumsikan faktor yang lain tidak

    terjadi perubahan. Saran yang dapat diberikan agar dapat meningkatkan

    inisiatif individual adalah dengan lebih mendukung karyawan untuk

    bersikap kreatif yaitu dengan memberikan fasilitas penunjang karyawan

    yang dapat mengembangkan kekreatifan mereka. Selain hal tersebut

    perusahaan harus lebih dapat memberikan tempat bagi karyawan untuk

    mengungkapkan pendapat berkaitan tentang segala hal dalam proses

    produksi.

    3) Koefisien regresi dari toleransi terhadap tindakan beresiko (X2) adalah

    0,362, berarti adanya dampak positif diantara toleransi terhadap tindakan

    beresiko terhadap kinerja karyawan dan setiap peningkatan nilai toleransi

    terhadap tindakan beresiko maka kinerja karyawan akan meningkat

    sejumlah 0,362 dimana diasumsikan faktor yang lain tidak terjadi

    perubahan. Saran yang dapat diberikan agar dapat meningkatkan toleransi

    terhadap tindakan beresiko adalah dengan pimpinan lebih memberikan

    kepercayaan kepada karyawan dalam bersikap inovatif, dalam

  • 13

    memberikan saran terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh

    perusahaan serta dalam bertanggung jawab terhadaap pekerjaannya.

    4) Koefisien regresi dari pengarahan dan integrasi (X3) adalah 0,538, berarti

    adanya dampak positif diantara pengarahan dan integrasi terhadap kinerja

    karyawan dan setiap peningkatan nilai pengarahan dan integrasi maka

    kinerja karyawan akan meningkat sejumlah 0,538 dimana diasumsikan

    faktor yang lain tidak terjadi perubahan. Saran yang dapat diberikan agar

    dapat meningkatkan pengarahan dan integrasi adalah pimpinan diharapkan

    memberikan arahan yang jelas berkaitan dengan teknis penyelesaian

    pekerjaan, pencapaian target yang diharapkan serta penekanan untuk dapat

    lebih saling bekerja sama antar sesama karyawan.

    5) Koefisien regresi dari dukungan pimpinan (X4) adalah 0,360, berarti

    adanya dampak positif diantara dukungan pimpinan terhadap kinerja

    karyawan dan setiap peningkatan nilai dukungan maka kinerja karyawan

    akan meningkat sejumlah 0,360 dimana diasumsikan faktor yang lain tidak

    terjadi perubahan. Saran yang dapat diberikan agar dapat meningkatkan

    dukungan pimpinan adalah pimpinan diharapkan mampu untuk lebih

    memberikan arahan agar karyawan dapat menggunakan kemampuan

    terbaiknya, melengkapi sarana dan prasarana yang ada serta melakukan

    pengawasan secara rutin dan memberikan pengarahan yang jelas apabila

    karyawan melakukan kesalahan.

    6) Koefisien regresi dari kepuasan terhadap pekerjaan (X5) adalah 0,377,

    berarti adanya dampak positif diantara kepuasan terhadap pekerjaan

    terhadap kinerja karyawan dan setiap peningkatan nilai kepuasan terhadap

    pekerjaan maka kinerja karyawan akan meningkat sejumlah 0,377 dimana

    diasumsikan faktor yang lain tidak terjadi perubahan. Saran yang dapat

    diberikan agar dapat meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan adalah

    dengan memberikan asuransi keselamatan kerja kepada karyawan seperti

    BJPS, memberikan perlengkapan keselamatan kerja yang lebih lengkap

    serta mengupayakan agar karyawan selalu merasa nyaman dalam

    melakukan pekerjaannya.

  • 14

    7) Koefisien regresi dari kepuasan terhadap rekan bekerja (X6) adalah 0,392,

    berarti adanya dampak positif diantara antara kepuasan terhadap rekan

    bekerja terhadap kinerja karyawan dan setiap peningkatan nilai kepuasan

    terhadap rekan bekerja maka kinerja karyawan akan meningkat sejumlah

    0,392 dimana diasumsikan faktor yang lain tidak terjadi perubahan. Saran

    yang dapat diberikan agar dapat meningkatkan kepuasan terhadap rekan

    bekerja adalah dengan pimpinan maupun dengan sesama pegawai atas

    hierarki kewenangan yang formal, pimpinan tidak memberikan batasan

    berlebih kepada karyawan serta menekankan kepada karyawan untuk peka

    apabila rekan kerja yang lain membutuhkan bantuan dan saling membantu.

    8) Koefisien regresi dari kepuasan terhadap gaji dan promosi (X7) adalah

    0,350, berarti adanya dampak positif diantara kepuasan terhadap gaji dan

    promosi terhadap kinerja karyawan dan setiap peningkatan nilai kepuasan

    terhadap gaji dan promosi maka kinerja karyawan akan meningkat

    sejumlah 0,350 dimana diasumsikan faktor yang lain tidak terjadi

    perubahan. Saran yang dapat diberikan agar dapat meningkatkan kepuasan

    terhadap gaji dan promosi adalah dengan memberikan gaji yang sesuai

    dengan upah minimun regional (UMR), memberikan pelatihan yang dapat

    mengembangkan kemampuan karyawan serta memberikan promosi dan

    intensif sesuai dengan prestasi.

    Dari nilai koefisien regresi dapat ditarik kesimpulan bahwasanya variabel

    yang memiliki pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan UKM Batik

    Brotoseno ialah budaya organisasi. Meskipun keduanya sama-sama

    berpengaruh terhadap variabel tak bebas. Namun budaya organisasi yang

    mana terdiri atas 4 indikator (X1, X2, X3, X4) memiliki nilai koefisen tertinggi

    total sebesar 0,298 + 0,362 + 0,538 + 0,360 = 1,558. Sedangkan untuk

    variabel kepuasan kerja yang terdiri terdiri atas 3 indikator (X5, X6, X7)

    memiliki nilai koefisen total sebesar 0,377 + 0,392 + 0,350 = 1,119.

  • 15

    b. Uji Koefisien Determinasi (R2)

    Tabel.7. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

    Dari tabel 7. diketahui niali koefisien determinasi (R2) sebesar 0,760 (76%).

    Nilai koefisien determinasi (R2) yang semakin besar menunjukkan hubungan

    yang semakin kuat dari kedua variabel. Maka diambil kesimpulan 76% dari

    variabel kinerja karyawan dapat dijelaskan atau dipengaruhi variabel budaya

    organisasi dan variabel kepuasan kerja. Sedangkan 0,240 (24%) lainnya dapat

    dapat dipengaruhi oleh variabel bebas lain yang tidak ada dipenelitian ini.

    4. PENUTUP

    1. Secara parsial budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan

    UKM Batik Brotoseno.

    2. Secara parsial kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan UKM

    Batik Brotoseno.

    3. Secara simultan budaya organisasi dan kepuasan kerja berpengaruh terhadap

    kinerja.karyawan UKM Batik Brotoseno.

    4. Budaya organisasi adalah variabel yang berpengaruh dominan terhadap

    kinerja karyawan UKM Batik Brotoseno adalah dibandingkan dengan

    kepuasan kerja.

    DAFTAR PUSTAKA

    Afrinaldo, Rommy. 2011. Pengaruh Komitmen Organisasi dan Budaya organisasi

    terhadap kinerja Instanti Pemerintah Daerah. Skripsi. Padang: FE UNP.

    Ghozali, Imam. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS

    25 (Edisi Kesembilan). Semarang: Universitas Dipenogoro.

    Handoko, T., Hani. 1998. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 2.

    Yogyakarta: BBPE.

  • 16

    Ismail, Iriani. 2008. Pengaruh Budaya organisasi terhadap Kepemimpinan dan

    Kinerja karyawan Pemerintah Kabupaten-Kabupaten di Madura. Ekuitas.

    12(1): 18-36.

    Robbins, Stephen P. dan Judge, Timothy A.. 2008. Perilaku Organisasi. Edisi 12

    Jilid 1 dan 2. Jakarta: Salemba Empat.

    Seodjono. 2005. Pengaruh Budaya organisasi Terhadap Kinerja Organisasi dan

    Kepuasan kerja Karyawan pada Terminal Penumpang Umum di

    Surabaya. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan . 7(1): 22-47

    Sutrisno, Edi. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Pertama. Jakarta:

    Kencana.