BAB II LANDASAN TEORI Komponen atau elemen ini bisa terdiri dari seperangkat alat, prosedur, orang,

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of BAB II LANDASAN TEORI Komponen atau elemen ini bisa terdiri dari seperangkat alat, prosedur, orang,

  • 7

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    2.1. Konsep Dasar

    Secara umum, sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen

    yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu sebagai satu kesatuan. Untuk

    menjelaskan teori-teori yang dipakai Penulis dalam menyusun Tugas Akhir ini, penulis

    menyertakan beberapa penjelasan sebagai berikut:

    2.1.1. Definisi Sistem

    Sistem berasal dari bahasa Latin “systema” dan bahasa Yunani “sustema” yang

    artinya suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan

    bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai

    suatu tujuan. Komponen atau elemen ini bisa terdiri dari seperangkat alat, prosedur,

    orang, maupun organisasi.

    Pengertian sistem menurut James A Hall dalam (Ardana & Lukman, 2019)

    menjelaskan “Sistem adalah sekelompok dari dua atau lebih komponen atau subsistem

    yang berhubungan untuk melayani tujuan umum (Hall 2013).” Sedangkan kesimpulan

    sistem menurut (Ardana & Lukman, 2019) “Sistem dapat didefinisikan sebagai

    sekelompok bagian-bagian yang terjalin erat untuk mencapai tujuan tertentu.”

    Berdasarkan uraian diatas, penulis menyimpulkan bahwa sistem dapat

    diartikan sebagai kumpulan dari sub-sub bagian atau unit yang saling berhubungan dan

    memiliki tujuan yang sama. Sebagai contoh misalnya sistem pencernaan makanan

    yang terdiri dari beberapa organ tubuh yang bekerja secara khusus guna mencerna

    makanan yang masuk ke dalam tubuh.

  • 8

    2.1.2. Karakteristik Sistem

    Suatu sistem pasti memiliki karakteristik atau muatan inti. Karakteristik paling

    utama dari suatu sistem yaitu masukan (input), proses (process), dan keluaran (output).

    Menurut (Ardana & Lukman, 2019) setiap sistem mempunyai karakteristik, atau ciri-

    ciri pokok sebagai berikut:

    1. Dalam satuan unit/entitas (a unit, an entity),

    2. Ada komponen-komponen (components, elements, parts),

    3. Setiap komponen saling berinteraksi (interface, interaction),

    4. Ada batasan sistem (system boundary),

    5. Ada lingkungan luar sistem (environment),

    6. Model aktivitas sistem: masukan (input), proses (process), keluaran (output),

    7. Ada tujuan sistem (goal, objective),

    8. Suatu kegiatan yang berulang secara natural (natural repeating).

    2.1.3. Klasifikasi Sistem

    Suatu sistem dapat dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Klasifikasi suatu

    sistem adalah suatu bentuk kesatuan antara satu komponen dengan komponen lainnya.

    Karena memiliki tujuan yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi pada suatu

    sistem, maka sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Pembagian ini

    dapat dilihat dari pengelompokan secara fisik (terlihat) atau secara kegunannya.

    Menurut (Ardana & Lukman, 2019) Sistem dapat diklasifikasikan berdasarkan

    beberapa aspek, antara lain:

    1. Ditinjau dari sudut penciptanya

    a. Sistem alamiah (sistem ciptaan Tuhan), contohnya: sistem tata surya, sistem

    alam jagad raya, dan sistem tubuh manusia.

  • 9

    b. Sistem buatan manusia, yaitu sistem yang sengaja dibuat oleh manusia,

    contohnya: sistem pendingin udara (AC), sistem transportasi umum, dan sistem

    pendidikan nasional.

    2. Ditinjau dari sudut keberadaannya

    a. Sistem fisik, yaitu suatu sistem yang keberadaannya dapat diliat secara fisik,

    misalnya: sistem fondasi cakar ayam, sistem komputer, sistem keamanan, dan

    sistem produksi.

    b. Sistem abstrak, suatu sistem yang tidak berwujud fisik, misalnya: sistem filsafat

    Pancasila, sistem demokrasi, dan sistem komunis.

    3. Ditinjau dari derajat interaksi dengan lingkungan luar

    a. Sistem terbuka, suatu sistem yang keberadaannya banyak dipengaruhi oleh

    lingkungan luar sistem tersebut, misalnya: sistem perdagangan bebas, sistem

    perekonomian, dan sistem pendidikan.

    b. Sistem tertutup, suatu sistem yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh

    lingkungan luar. Dalam kehidupan sehari-hari hampir tidak ada sistem yang

    bersifat tertutup sepenuhnya. Sistem yang relatif agak tertutup, misalnya: sistem

    arloji otomatis, dan sistem peradaban suku Badui Dalam.

    4. Ditinjau dari derajat kepastiannya

    a. Sistem tertentu (deterministic system), yaitu suatu sistem dimana perilaku,

    aktivitas atau hasil dari sistem tersebut dapat diprediksi secara pasti. Contoh

    arloji otomatis, dan sistem pendingin udara.

    b. Sistem probabilistik (probabilistic system), yaitu suatu sistem di mana perilaku,

    aktivitas dan hasil dari suatu sistem sulit diprediksi secara pasti (tidak dapat

    dipastikan). Contohnya: sistem latihan sepak bola, sistem pembangunan, dan

    sistem pendidikan budi pekerja.

  • 10

    2.1.4. Pengertian Data dan Informasi

    Dalam penyusunan sebuah karya ilmiah diperlukan adanya data dan fakta.

    Data-data ini dapat diperoleh dari berbagai metode contohnya melakukan wawancara

    atau studi pustaka. Data dan fakta tersebut kemudian diolah menjadi suatu informasi

    berupa suatu dokumen karya ilmiah. Informasi yang diperoleh dari karya ilmiah

    tersebut dapat digunakan untuk menunjang pendidikan atau memutuskan suatu

    keputusan penting.

    Menurut (Ardana & Lukman, 2019) “Data adalah kumpulan fakta, angka-

    angka, atau simbol-simbol yang belum mempunyai makna atau kegunaan. Informasi

    adalah data yang telah diolah sehingga hasil olahan tersebut telah bermanfaat/berguna

    bagi para pemakai untuk pengambilan keputusan.”

    Dari pendapat diatas, penulis menyimpulkan bahwa data adalah fakta yang

    belum diolah. Sedangkan informasi adalah kumpulan data-data yang telah diolah

    menjadi lebih bermanfaat. Bila dianalogikan dengan sebuah pabrik sebagai suatu

    sistem, maka bahan baku adalah data dan barang jadi adalah informasi.

    2.1.5. Pengertian Sistem Informasi

    Sistem informasi merupakan salah satu contoh sebuah sistem. Sistem ini

    merupakan kombinasi dari adanya teknologi, informasi, dan aktivitas orang yang

    menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam artian

    secara luas, istilah sistem informasi sering merujuk kepada interaksi antara orang,

    proses algoritmik, data dan teknologi.

    Pengertian sistem informasi menurut (Nugroho, 2019) menyimpulkan bahwa

    “Sistem informasi adalah sekumpulan prosedur organisasi yang diaplikasikan dalam

    bentuk terkomputerisasi dan terotomatisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu

  • 11

    memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan untuk mengendalikan

    organisasi.”

    Sedangkan menurut (Ardana & Lukman, 2019):

    Suatu sistem informasi (SI) dapat didefinisikan secara teknis sebagai suatu

    rangkaian yang komponen-komponennya saling terkait yang mengumpulkan

    (dan mengambil kembali), memproses, menyimpan dan mendistribusikan

    informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan mengendalikan

    perusahaan.

    Berdasarkan uraian diatas, penulis menyimpulkan bahwa sistem informasi

    dapat diartikan sebagai kumpulan komponen yang saling terkait satu sama lain dengan

    tujuan untuk memberikan informasi guna kepentingan pengambilan keputusan pada

    perusahaan atau organisasi. Sistem informasi ini menggunakan teknologi sebagai

    penunjang aktivitasnya.

    2.1.6. Komponen Sistem Informasi

    Sistem informasi terdiri dari beberapa sub-sub sistem yang mendukung

    tercapainya tujuan tertentu. Sub-sub sistem tersebut terdiri dari komputer, instruksi,

    fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur kerja. Komponen Komponen-komponen

    sistem informasi menurut (Nugroho, 2019) adalah sebagai berikut:

    1. Perangkat Keras (Hardware)

    Mencakup piranti-piranti fisik seperti monitor dan printer.

    2. Perangkat lunak (Software) atau program

    Sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras untuk dapat

    memproses data.

    3. Prosedur (procedure)

    Sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan

    pemasyarakatan keluaran yang dikehendaki.

  • 12

    4. Pengguna (user)

    Semua pihak yang bertanggungjawab dalam pengembangan sistem informasi,

    pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi.

    5. Basis data (database)

    Kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan data lainnya, tersimpan

    diperangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk

    memanipulasinya, diantaranya; data, user dan sistem.

    2.1.7. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

    Sistem informasi memiliki banyak ruang lingkup dalam setiap kasusnya. Salah

    satu ruang lingkup yang akan dibahas adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA).

    Sistem informasi akuntansi (SIA) lebih menekankan pada informasi akuntansi, baik

    untuk kepentingan luar perusahaan (eksternal) maupun dalam perusahaan (internal)

    itu sendiri.

    Menurut Bodnar & Hopwood dalam (Ardana & Lukman, 2019) “SIA adalah

    sekumpulan sumber dana dan daya (resources), seperti orang dan peralatan yang

    dirancang untuk mentransformasi data keuangan dan data lainnya menjadi informasi.

    Informasi ini dikomunika