44
http:// www.kumon.co.id/ Sistem belajar KUMON dikembangkan pertama kali oleh seorang Jepang yang bernama Toru Kumon, yang juga adalah seorang guru Matematika SMU. Awalnya, pada tahun 1954, ia diminta oleh istrinya untuk membantu pelajaran Matematika anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD. Ia kemudian merancang suatu sistem agar anaknya dapat belajar secara efektif, sistematis, serta memiliki dasar-dasar Matematika yang kuat. Yang dilakukannya adalah : Mengacu pada sasaran "Matematika tingkat SMU" Membuat lembar kerja dengan susunan pelajaran yang meningkat secara "step by step" Memberikan lembar kerja yang dapat diselesaikan oleh anaknya setiap hari dalam waktu kurang dari 30 menit Dengan berlatih secara rutin setiap hari, pada saat Takeshi duduk di kelas 6 SD, ia dapat menyelesaikan Persamaan Diferensial dan Kalkulus Integral setara pelajaran tingkat SMU. Toru Kumon kemudian berkeinginan agar anak-anak lain pun merasakan manfaat belajar seperti ini. Ia menerapkan cara ini kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya memuaskan, dan sistem belajar KUMON berkembang dari mulut ke mulut. Kini, KUMON tidak hanya menyebar ke seluruh Jepang saja, tetapi juga ke seluruh dunia. Perjalanan Sistem Pendidikan KUMON

contoh metode kumon

  • Upload
    moer76

  • View
    8.687

  • Download
    12

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: contoh metode kumon

http://www.kumon.co.id/

Sistem belajar KUMON dikembangkan pertama kali oleh seorang Jepang yang bernama Toru Kumon, yang juga adalah seorang guru Matematika SMU. Awalnya, pada tahun 1954, ia diminta oleh istrinya untuk membantu pelajaran Matematika anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD. Ia kemudian merancang suatu sistem agar anaknya dapat belajar secara efektif, sistematis, serta memiliki dasar-dasar Matematika yang kuat.

Yang dilakukannya adalah :Mengacu pada sasaran "Matematika tingkat SMU"Membuat lembar kerja dengan susunan pelajaran yang meningkat secara "step by

step"Memberikan lembar kerja yang dapat diselesaikan oleh anaknya setiap hari dalam

waktu  kurang dari 30 menit

Dengan berlatih secara rutin setiap hari, pada saat Takeshi duduk di kelas 6 SD, ia dapat menyelesaikan Persamaan Diferensial dan Kalkulus Integral setara pelajaran tingkat SMU. Toru Kumon kemudian berkeinginan agar anak-anak lain pun merasakan manfaat belajar seperti ini. Ia menerapkan cara ini kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya memuaskan, dan sistem belajar KUMON berkembang dari mulut ke mulut. Kini, KUMON tidak hanya menyebar ke seluruh Jepang saja, tetapi juga ke seluruh dunia.

Perjalanan Sistem Pendidikan KUMON

1954 1954 Toru Kumon menciptakan sistem belajar KUMON untuk anaknya, Takeshi, yang ketika itu duduk di kelas 2 SD

1956 Dibuka kelas pertama yang menggunakan bahan pelajaran KUMON1958 Didirikan organisasi "KUMON INSTITUTE OF EDUCATION" yang berpusat di

Osaka, Jepang1962 Dibuka kantor di Tokyo, Jepang

Page 2: contoh metode kumon

1974 Kelas KUMON pertama di luar Jepang dibuka di New York, USA1980 Program Bahasa Inggris (Reading) mulai dikembangkan1990 Dibuka "Swiss Kumon High School" di Leysin, Switzerland1993 Dibuka "Kumon International High School" di Yokohama, Jepang2000 Jumlah siswa di seluruh dunia mencapai lebih dari 2,6 juta anak Didirikan

Regional Headquarters untuk 5 wilayah : Jepang, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa & Africa, Asia & Oceania

2003 Jumlah siswa di seluruh dunia mencapai lebih dari 3,3 juta anak

"Dengan menggali potensi yang ada pada setiap individu, dan mengembangkan kemampuan tersebut secara maksimal, kami berusaha agar dapat membentuk manusia yang sehat dan berbakat yang dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat."

Setiap anak memiliki potensi yang tak terbatas, yang tidak dapat diukur oleh siapa pun juga. Memberikan lingkungan dan pendekatan yang tepat, akan mendorong anak menggali potensi dirinya.

KUMON bertujuan agar setiap anak memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya masing-masing, dan kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan dengan kemampuannya sendiri (life-skills) sehingga mereka dapat memberikan sumbangan yang berarti bagi masyarakat.

Page 3: contoh metode kumon

Saat ini, KUMON telah menyebar di 44 negara di dunia

Jumlah siswa di seluruh dunia berdasarkan data bulan Juni 2004 : 3,6 juta orang

Untuk informasi mengenai KUMON di seluruh dunia, silakan menghubungi :

Global Communications DivisionKumon Institute of Education, Co., Ltd.Osakaekimaedaini Building, 9F1-2-2, Umeda Kita-KuOsaka 530-0001 JAPANTel. 81-6-4797-8782Fax. 81-6-4797-8785www.kumon.ne.jp

Berbeda dengan kursus-kursus lain pada umumnya yang memberikan pelajaran secara "sama rata" kepada setiap anak, KUMON membimbing anak secara "perseorangan" sesuai dengan kemampuan masing-masing, sehingga mereka memiliki kemampuan akademik dasar yang baik dan potensinya dapat berkembang secara maksimal.

Page 4: contoh metode kumon

KUMON menggunakan bahan pelajaran yang materinya disusun secara efektif, sistematis dan dalam step-step kecil (small steps) sehingga anak tidak merasa kesulitan ketika maju ke tingkat yang lebih tinggi. Bahan pelajaran KUMON juga senantiasa direvisi dari waktu ke waktu untuk mempermudah anak belajar.

Di KUMON, anak belajar "cara belajar yang benar" (learning how to learn) sehingga tumbuh sikap belajar yang baik. Anak tidak menerima pelajaran secara sepihak dari pembimbing, melainkan dilatih untuk memahami dan mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Cara belajar seperti ini akan membentuk kemandirian dalam belajar.

“Dengan rajin mengerjakan KUMON

secara disiplin dan kontinu, aku terlatih untuk

belajar mandiri, membantu guru mengajari teman

Matematika, menjadi Best Mathematics Student di

sekolah selama dua tahun dan berhasil

menyelesaikan Matematika KUMON.”

Yessica N. Lookman, kelas 1 SMU. Masuk

KUMON April 2002 saat kelas 1 SLTP, berhasil

menamatkan pelajaran Matematika KUMON pada

bulan Maret 2004.

"Sebelumnya, Andrew sering berhenti-henti dalam belajar, banyak

mengobrol dengan teman-temannya dan sulit berkonsentrasi. Sekarang, setelah ikut matematika KUMON, konsentrasinya bagus dan juga menjadi mandiri,” komentar Ibu

Chatrin, orang-tua Andrew.

V. Andrew N., siswa kelas 2 SD yang hobi

sepak bola dan Matematika. Di KUMON sedang belajar level D yang berisi Perkalian,

Pembagian dan Pengenalan Pecahan.

Page 5: contoh metode kumon

aku menjadi lebih mudah mengerjakan soal Matematika di sekolah. Pesanku jika teman-teman ikut KUMON, lihat contoh soal dulu dengan baik sebelum mengerjakan, supaya pelajaran teman-teman bisa maju dengan lancar.”

Kevin F. Tanojo, saat ini duduk di kelas 5 SD, masuk KUMON mulai

kelas 2 SD. Kini belajar di level H yang berisi pelajaran tentang

persamaan setara tingkat SLTP.

KUMON memberikan bimbingan secara "perseorangan" sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Karena itu, pendaftarannya terbuka setiap saat. Selain itu, di KUMON, anak bebas datang jam berapa saja di antara jam buka kursus yang telah ditentukan. Sangat fleksibel.

Silahkan datang langsung ke kelas KUMON terdekat bersama putra/putri Anda, untuk menerima penjelasan dari pembimbing KUMON. Agar pembimbing dapat

Page 6: contoh metode kumon

memberikan penjelasan dengan baik, buatlah janji terlebih dahulu dengan pembimbing KUMON bersangkutan.

Mula-mula, putra/putri Anda akan diberi Tes Penempatan. Tujuannya, untuk mengetahui kemampuannya saat itu dan untuk menentukan level pelajaran awal yang tepat. Kemudian, pembimbing akan menyusun program belajar yang "tepat" sesuai kemampuan putra/putri Anda. Tes Penempatan diberikan secara cuma-cuma.

Bila akan mendaftarkan anaknya ke kursus KUMON, orang tua diminta mengisi formulir pendaftaran serta membayar biaya kursus.

Setelah itu, putra/putri Anda akan belajar di kelas KUMON 2 kali seminggu. Mereka bebas datang jam berapa saja di antara jam buka kursus yang telah ditentukan. Di luar hari kursus, mereka akan mendapatkan lembar kerja untuk dikerjakan di rumah.

BIAYA KURSUS

Uang kursus bulananSiswa prasekolah - SD : Rp. 276.000,-Siswa SLTP-SMU : Rp. 322.000,-

Uang pendaftaran : Rp. 230.000,-

Catatan :Uang kursus bulanan sudah termasuk biaya lembar kerja yang diterima

siswa.Uang kursus bulanan dibayar di muka, sampai dengan akhir bulan

sebelum bulan    berjalan.Uang pendaftaran dibayarkan 1(satu) kali saja pada saat pertama kali

mendaftar masuk.

Di sini, akan diperkenalkan bagaimana anak belajar di kelas KUMON.Anak datang ke kelas 2 kali seminggu pada hari kursus, dan bebas datang jam berapa saja di antara jam buka kursus yang telah ditentukan. Di KUMON, masing-masing anak

Page 7: contoh metode kumon

mendapatkan program belajar secara individual disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, dan mengerjakan secara mandiri, lembar kerja yang telah dipersiapkan oleh pembimbing.

Mula-mula, anak mengambil "folder" yang telah disediakan, menyerahkan lembar kerja PR yang telah dikerjakannya di rumah, dan mengambil lembar kerja yang telah dipersiapkan pembimbing untuk dikerjakan anak pada hari tersebut.

Anak duduk dan mulai mengerjakan lembar kerjanya. Karena pelajaran diprogram sesuai dengan kemampuan masing-masing, biasanya lembar kerja tersebut dapat dikerjakannya dengan lancar.

Setelah selesai mengerjakan, lembar kerja diserahkan kepada pembimbing untuk diperiksa dan diberi nilai. Sementara lembar kerjanya dinilai, anak berlatih dengan alat bantu belajar seperti Papan Bilangan Magnetik (PBM).

Page 8: contoh metode kumon

Setelah lembar kerja diperiksa dan diberi nilai, pembimbing mencatat hasil belajar siswa pada "Daftar Nilai". Hasil ini nantinya akan dianalisa untuk penyusunan program belajar berikutnya.

Bila ada bagian yang masih salah, anak akan diminta untuk membetulkan sendiri kesalahan tersebut sampai semua lembar kerjanya memperoleh nilai 100. Tujuannya, agar anak menguasai pelajaran yang dipelajarinya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Setelah selesai, anak akan menerima lembar kerja PR untuk dikerjakan di rumah hingga hari kursus berikutnya. Sebelum pulang kembali ke rumah, anak mengikuti latihan secara lisan bersama pembimbing.

Materi bahan pelajaran Matematika KUMON bertujuan membentuk kemampuan-kemampuan dasar pada diri anak agar tidak mengalami kesulitan pada pelajaran Matematika tingkat SMU.

Terdiri dari 23 level, mulai dari Level 7A hingga Level Q, dengan materi pelajaran mulai dari pengenalan bilangan setara tingkat prasekolah sampai dengan Kalkulus Diferensial-Integral dan Statistik setara Matematika tingkat SMU.

Level 7A~2A : setara pelajaran prasekolah/TK ke bawahLevel A~F : setara pelajaran Sekolah Dasar (SD)Level G~I : setara pelajaran Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP)Level J~Q : setara pelajaran Sekolah Menengah Umum (SMU)

Page 9: contoh metode kumon

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

7A

Siswa berlatih menghitung gambar-gambar dan dot (bulatan) sampai dengan 10. Di akhir level ini, siswa diharapkan dapat langsung menyebutkan jumlah benda sampai dengan 10 tanpa harus menghitungnya satu per satu.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

6A

Siswa berlatih menghitung gambar-gambar sampai dengan 30, dan menghitung jumlah dot (bulatan) sampai dengan 20.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

5A

Siswa belajar menggunakan pensil melalui latihan menarik garis, yang secara bertahap membentuk lambang bilangan. Setelah menyelesaikan level ini, siswa diharapkan dapat menulis sendiri setiap lambang bilangan.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 10: contoh metode kumon

4A

Siswa belajar menulis lambang bilangan sampai dengan 220. Pada bagian akhir level ini, siswa diharapkan dapat menyebut bilangan sampai dengan 220 dan dapat menulis lambang bilangan dengan rapi dan benar.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

3A

Melalui kemampuan memahami urutan bilangan yang telah dikembangkan pada Level 4A, pada level ini siswa diperkenalkan dengan penjumlahan, mula-mula dengan pola teratur, kemudian secara acak.

Page 11: contoh metode kumon

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

2A

Pada level ini, siswa mempelajari penjumlahan sampai dengan penjumlahan 10. Pada level ini juga, siswa belajar pengurangan sampai dengan pengurangan 9.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

A

Level A memfokuskan pengembangan kemampuan penjumlahan dan pengurangan dengan bilangan yang lebih besar daripada yang diberikan di Level 2A.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

B

Di level ini, siswa mempelajari penjumlahan dan pengurangan bersusun. Level ini bertujuan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan penjumlahan dan pengurangan yang telah dipelajarinya di Level 3A~A. Mulai level ini pula, siswa diperkenalkan dengan soal cerita.

Page 12: contoh metode kumon

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

C

Siswa mempelajari dasar-dasar perkalian dan berlatih dengan Tabel Perkalian. Selain itu, dipelajari juga perkalian hingga perkalian ribuan dengan satuan, dan diperkenalkan pembagian sederhana, dengan bilangan pembagi satuan.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

D

Siswa mempelajari perkalian puluhan dengan puluhan sebelum maju ke pembagian dengan bilangan yang lebih besar. Di level ini, siswa mulai mempelajari pecahan dan menyederhanakan pecahan dengan menggunakan FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

E Pada level ini siswa mempelajari empat operasi aritmetika pada bilangan pecahan. Pada bagian akhir, siswa

Page 13: contoh metode kumon

mempelajari pengubahan (konversi) dari pecahan ke desimal dan sebaliknya.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

F

Setelah menyelesaikan level ini, siswa diharapkan dapat menyelesaikan soal hitungan yang meliputi empat operasi aritmetika pada pecahan dan desimal. Level F juga berisi soal-soal cerita yang cukup menantang.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

G

Siswa diperkenalkan dengan bilangan bulat dan aljabar dasar. Setelah mempelajari level ini siswa diharapkan dapat menghitung bilangan negatif, menyederhanakan bentuk aljabar dan dapat menyelesaikan persamaan linear dengan satu variabel.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 14: contoh metode kumon

H

Pada level ini, siswa mempelajari persamaan linear majemuk dengan dua variabel hingga empat variabel. Siswa juga diperkenalkan bentuk pertidaksamaan, fungsi dan grafik.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 15: contoh metode kumon

I

Pada level ini, siswa mulai diperkenalkan dengan pemfaktoran. Tujuan level ini adalah agar siswa dapat memfaktorkan bentuk polinomial, menghitung akar kuadrat dan menyelesaikan persamaan kuadrat. Pada bagian akhir, dipelajari soal Geometri dan Teorema Pythagoras.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 16: contoh metode kumon

J

Mulai level ini adalah pelajaran setara tingkat SMU. Di level ini, siswa mempelajari pemfaktoran yang tingkatannya lebih tinggi dari Level I. Siswa juga diperkenalkan dengan Bilangan Imajiner, Persamaan Berderajat Tinggi, Teorema Faktor, Pembuktian Identitas dan Pembuktian Pertidaksamaan.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

K

Siswa mempelajari bentuk-bentuk fungsi, seperti Fungsi Kuadrat, Fungsi Pecahan Rasional, Fungsi Irasional, Fungsi Eksponen, Fungsi Logaritma dan Fungsi Trigonometri.

LEVEL MATERI CONTOH

Page 17: contoh metode kumon

PELAJARAN

L

Pada level ini, siswa mempelajari Teorema Penjumlahan Trigonometri, Teorema Sinus dan Kosinus, Persamaan Garis Lurus dan Kurva Kuadrat.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

M

Level ini berisi pelajaran tentang Barisan Aritmetika dan Geometri, Rumus Rekursi serta Pengantar Kalkulus Diferensial dan Integral.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 18: contoh metode kumon

N

Pada level ini, siswa mempelajari Vektor Bidang, Koordinat pada Ruang, Persamaan Garis dan Bidang serta Matriks yang merupakan topik bahasan penting dalam Matematika tingkat lanjut.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 19: contoh metode kumon

OLevel ini berisi pelajaran mengenai Deret Geometri Tak Berhingga, Limit Fungsi, Diferensial dan Penerapan Diferensial.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

P

Di level ini, siswa mempelajari Integral Tak Tentu dan Tertentu, Penerapan Integral dan Persamaan Diferensial, yang merupakan materi penting dalam Matematika tingkat SMU.

LEVEL MATERI CONTOH

Page 20: contoh metode kumon

PELAJARAN

Q

Level ini merupakan level terakhir bahan pelajaran Matematika KUMON. Pada level ini, siswa mempelajari soal-soal Permutasi, Kombinasi, Teorema Binomial, Probabilitas Bersyarat dan Statistik Inferensi.

Program Bahasa Inggris KUMON bertujuan untuk mengembangkan kemampuan pemahaman bacaan. Terdiri dari 22 level, mulai dari Level 7A hingga Level L. Berbeda dengan program Matematika, level pada program Bahasa Inggris dikelompokkan ke dalam blok-blok, di mana setiap blok memberikan topik bimbingan yang berbeda-beda, yaitu : Word Building Block, Sentence Building Block, Paragraph Development Block, Summary Block dan Critical Reading Block

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

7A

Pada level pertama ini, siswa mempelajari kosa kata dasar dengan mengulang kata-kata dan kalimat sederhana. Gambar yang besar dan berwarna memudahkan siswa memahami hubungan antara kata yang diucapkan dengan yang tertulis.

LEVEL MATERI CONTOH

Page 21: contoh metode kumon

PELAJARAN

6A

Siswa berlatih menyebutkan kembali kata-kata dan kalimat yang telah dipelajari di level 7A serta mempelajari kosa kata dengan kalimat yang lebih panjang dan lebih sulit.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 22: contoh metode kumon

5A

Pada level ini, siswa mulai berlatih menulis huruf (konsonan, vokal dan kombinasi konsonan-vokal) dengan mengikuti tulisan (tracing) pada bagian yang disediakan, sambil mempelajari bunyi pengucapannya.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

4A Siswa diperkenalkan dengan kata-kata yang lebih kompleks, seperti kata yang memuat konsonan ganda (double consonant), kumpulan konsonan (consonant cluster) dan

Page 23: contoh metode kumon

kombinasi bunyi (phonogram). Pada level ini, siswa mulai berlatih menulis dengan mengisi huruf yang kosong pada kata.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

3A

Pada level ini, siswa dilatih untuk menulis dengan benar dengan menggunakan kolom yang telah disediakan. Kemampuan siswa dalam membaca kata yang lebih panjang semakin ditingkatkan dengan latihan-latihan yang difokuskan pada suku kata. Selain itu, diberikan pula latihan untuk meningkatkan kemampuan memahami isi bacaan (comprehension) dan ejaan (spelling).

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 24: contoh metode kumon

2A

Pada level ini, siswa mengenal kata benda, kata kerja dan kata sifat, serta penggunaannya dalam kalimat. Siswa juga mempelajari bentuk tunggal dan jamak dari kata benda dan kata kerja, serta bentuk komparatif dan superlatif dari kata sifat.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

AI

Level AI adalah awal dari Sentence Building Block. Di sini, siswa mempelajari bentuk kalimat sederhana dan penggunaan ungkapan-ungkapan dasar, serta berlatih menulis kalimat negatif, kalimat tanya dan kalimat dalam bentuk sekarang (present) dan bentuk lampau (past).

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

AII Pada level ini, kemampuan siswa untuk memahami isi bacaan dan menulis ditingkatkan,

Page 25: contoh metode kumon

dengan membaca cerita dan menjawab pertanyaan. Di sini diberikan juga latihan mengenai penggunaan tanda baca, ejaan (spelling), dan penulisan huruf kapital.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

BI

Siswa belajar mengenali subyek dan predikat dalam kalimat yang lebih panjang yang mengandung modifier seperti kata sifat (adjective) dan kata keterangan (adverb).

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

BII

Pada level ini, pelajaran terfokus pada pemahaman bacaan dan pengembangan kosa kata. Di sini, diberikan latihan agar siswa dapat mengambil setiap inti cerita sehingga dapat memahami cerita secara keseluruhan.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 26: contoh metode kumon

CI

Pada Level CI, siswa meningkatkan kemampuannya untuk mengidentifikasi subyek, kata kerja dan obyek. Siswa juga berlatih membedakan bentuk tenses yang paling sering digunakan dan belajar menggunakan kalimat aktif dan pasif. Pada bagian akhir level ini, siswa mulai berlatih menulis kalimat lengkap secara mandiri.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 27: contoh metode kumon

CII

Level CII adalah level akhir dari Sentence Building Block. Siswa mempelajari bagaimana membentuk kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya who, what, where, when dan how. Siswa tetap dilatih untuk menuliskan jawaban lengkap secara mandiri.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 28: contoh metode kumon

DI

Level DI adalah awal dari Paragraph Development Block. Di level ini siswa menganalisa kalimat kompleks untuk memahami arti dari masing-masing kalimat. Siswa juga berlatih membaca paragraf secara tepat dan mengambil kata-kata kunci untuk melengkapi pernyataan-pernyataan.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

DII

Siswa belajar untuk memahami topik dan ide utama sebuah paragraf. Siswa bisa mengikuti alur cerita dengan mengidentifikasi topik atau ide utama dari paragraf.

LEVEL MATERI CONTOH

Page 29: contoh metode kumon

PELAJARAN

E

Siswa berlatih mengubah kalimat majemuk setara/bertingkat menjadi kalimat sederhana, dan sebaliknya. Selain itu, diberikan latihan-latihan untuk meningkatkan pemahaman akan alur cerita yang berfokus pada hubungan sebab-akibat dan penjelasan yang ada pada cerita.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 30: contoh metode kumon

F

Level F adalah akhir dari Paragraph Development Block. Latihan-latihan menguraikan dengan kata-kata sendiri dan latihan merangkum menunjukkan kepada siswa bagaimana mengkombinasi, meringkas dan menulis kembali informasi-informasi yang ada dalam cerita.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

G

Level G adalah awal dari Summary Block. Siswa belajar untuk meringkas semua informasi penting dari suatu cerita ke dalam suatu rangkuman yang panjangnya sekitar sepertiga dari panjang cerita semula.

Page 31: contoh metode kumon

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

H

Pada level ini, siswa berlatih untuk membedakan antara fakta dan opini dalam bacaan, dapat mengikuti alur cerita, dan memahami isi cerita.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

I Pada level ini, diberikan berbagai bentuk cerita, misalnya dalam bentuk deskriptif dan persuasif. Pada level ini kemampuan membaca lebih ditingkatkan

Page 32: contoh metode kumon

dengan berlatih membuat ringkasan isi cerita.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

J

Latihan pada level ini difokuskan pada struktur, tema dan karakter yang ada pada cerita. Siswa mengembangkan pemahamannya mengenai bagaimana penulis menuangkan idenya dalam bentuk cerita.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

Page 33: contoh metode kumon

K

Siswa mengembangkan pemahamannya mengenai elemen-elemen dari karya sastra, seperti plot, setting, atmosphere, irony dan comedy, untuk meningkatkan kemampuan membaca secara kritis. Pada level ini, siswa berlatih menulis pendapat mereka mengenai kutipan-kutipan dari novel, puisi dan drama.

LEVEL MATERI PELAJARAN

CONTOH

L

Pada level ini, siswa berlatih untuk memahami bahasa kiasan, seperti metaphors, similes dan symbols. Siswa berlatih menjawab pertanyaan mengenai bagian-bagian dari cerita dengan menganalisa arti yang sesuai dengan isi seluruh cerita

Page 34: contoh metode kumon

KUMON adalah salah satu franchise terbesar di dunia dengan investasi awal yang kecil. Di KUMON, pemilik kursus (franchisee) adalah sekaligus sebagai pembimbing dan pengelola kursus. Dengan menjadi pembimbing, Anda dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat melalui kegiatan mencerdaskan anak-anak. Selain itu, Anda pun dapat memperoleh penghasilan yang bernilai dan memiliki kesempatan untuk terus mengembangkan diri Anda sendiri. Anda akan ditunjang oleh suatu sistem pelatihan, bimbingan siswa, pemasaran dan pengelolaan kelas KUMON.

Gambaran pekerjaan sebagai pembimbing KUMON adalah sebagai berikut.

Membimbing siswa-siswa dengan memberikan program belajar yang "tepat" sesuai kemampuan masing-masing anak.Mengelola kelas agar berjalan secara efektif dan efisien.Melakukan komunikasi yang erat dengan orang-tua siswa agar pelajaran siswa berjalan lancar.Mempelajari bahan pelajaran KUMON agar dapat membimbing siswa dengan baik.Membuat laporan-laporan, menghadiri seminar-seminar dan kegiatan lain yang diadakan oleh Kantor Pusat.

Untuk menjadi pembimbing, Anda harus melalui proses seleksi yang cukup ketat, dan harus memenuhi prasyarat awal :

Warga Negara Indonesia (WNI)PerempuanUsia 25-45 tahunPendidikan minimal D3/Akademi

Mula-mula, yang harus Anda lakukan adalah mengikuti Orientasi Pengenalan KUMON yang kami adakan secara berkala. Di orientasi ini, akan diberikan penjelasan mengenai sistem pendidikan KUMON, sistem seleksi untuk menjadi pembimbing KUMON dan persyaratan-persyaratan untuk membuka kursus KUMON. Setelah orientasi, pada hari yang sama diadakan seleksi tahap awal, bagi yang berminat mengikuti proses seleksi untuk menjadi pembimbing KUMON.

Calon pembimbing akan mengikuti beberapa kali seleksi lagi sampai dinyatakan lulus dari segi personality dan kemampuan dasar. Setelah itu, Kantor Pusat akan melakukan survey ke lokasi yang diajukan untuk menentukan kelayakan tempat tersebut untuk kursus KUMON.

Orientasi Pengenalan KUMON diselenggarakan di kota-kota berikut di Indonesia untuk

Page 35: contoh metode kumon

pembukaan kelas KUMON di wilayah sekitarnya.

Jabotabek

Hari / Tanggal Waktu

Selasa, 12 Oktober  2004 9.45 - 12.15

Kamis, 14 Oktober  2004 9.45 - 12.15

Tempat:PT KIE INDONESIA Kantor Pusat Jakarta Plaza 89 Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. X-7 No.6, Kuningan Jakarta 12940

Mohon melakukan reservasi lebih dahulu dengan mengisi Pendaftaran Orientasi,atau melalui telpon (021) 521-3551

Bandung

Hari / Tanggal Waktu

Selasa, 26 Oktober  2004 09.30 - 12.00

Selasa, 26 Oktober  2004 14.00 - 16.30

Rabu , 27 Oktober  2004 09.30 - 12.00

Tempat:PT KIE INDONESIAKantor Cabang BandungMenara BRI Bandung Lt. 7Jl. Asia Afrika 57-59Bandung

Mohon melakukan reservasi lebih dahulu dengan mengisi Pendaftaran Orientasi,atau melalui telpon (022) 422-0211

Surabaya

Hari / Tanggal Waktu

Kamis, 21 Oktober  2004 10.00 - 12.30

Kamis, 21 Oktober  2004 14.00 - 16.30

Tempat:PT KIE INDONESIAKantor Cabang SurabayaGedung Bumi Mandiri Lt. 8Jl. Jend. Basuki Rachmat 129-137Surabaya 60271

Page 36: contoh metode kumon

Mohon melakukan reservasi lebih dahulu dengan mengisi Pendaftaran Orientasi,atau melalui telpon (031) 547-9540

Dengan mengisi form ini, Anda langsung terdaftar sebagai peserta Orientasi Pengenalan KUMON. Silakan pilih jadwal dan isi data-data Anda dengan lengkap, lalu kirim data-data tersebut. Silakan datang langsung ke tempat orientasi pada jadwal yang telah Anda pilih. Peserta orientasi perlu memenuhi prasyarat awal menjadi pembimbing KUMON. Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi kami melalui telpon.

Pada hari orientasi, peserta dimohon untuk :

Membawa alat tulisTidak datang terlambatTidak membawa anak-anak

Saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Orientasi Pengenalan KUMON pada :

Jakarta

Bandung

Surabaya

Nama Lengkap *

Alamat Lengkap *

Telpon *

HP

E-mail *

Page 37: contoh metode kumon

Lain-lain

*) Wajib di isi