GNU Linux Server

  • View
    207

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of GNU Linux Server

GNU/ Linux ServerA. Persiapan sebelum memulai konfigurasi server.Pastikan anda telah berpindah ke user rootUser root adalah user yang memiliki hak untuk menulis, menghapus, dan mengkonfigurasi system tanpa batasan akses. Untuk menjadi root anda dapat dilakukan dengan cara klik Aplikasi Aksesoris Root Terminal Atau klik Aplikasi Aksesoris Terminal Perbedaannya adalah jika anda melakukan cara pertama maka anda akan langsung menjadi root namun jika melakukan cara kedua anda hanya akan menjadi user biasa dulu sehingga untuk menjadi root anda perlu mengetik perintah su di terminal.

Gambar 1. Akses ke terminal

1

Gambar 2. Akses ke terminal sebagai user biasa

Gambar 3. Akses terminal sebagai user root Untuk mengakses user root pada terminal dari user biasa gunakan perintah su lalu masukkan password root yang anda masukkan saat instalasi Linux Debian 4 Etch.

2

Konfigurasi IP AddressSebelum memulai konfigurasi server sebaiknya anda terlebih dahulu memeriksa konfigurasi IP address anda dengan menggunakan perintah ifconfig. Konfigurasi IP address dapat dilakukan dengan perintah ifconfig [interface] [ip address/prefix] up contoh: ifconfig eth0 10.10.11.1/28 up namun perintah di atas hanya bersifat temporary yaitu jika anda merestart komputer konfigurasi IP yang anda masukkan kembali ke konfigurasi awal sebelum anda memasukkan perintah ifconfig. Namun jangan putus asa dulu, ingat anda bekerja di Linux dengan user root artinya bukan system yang mengatur aktifitasnya tetapi andalah yang menentukan semua, kembali ke topik awal perintah ifconfig sebenarnya hanya melakukan penulisan ke dalam direktori /etc/network artinya jika anda ingin melakukan perubahan IP address secara permanen anda cukup melakukan perubahan pada salah satu file yang berada di /etc/network yaitu file interfaces.

Gambar 4. Informasi perintah dan lokasi file di terminal untuk memulai konfigurasi IP Address

3

Pada gambar 4 dapat kita lihat kegunaan dari perintah su dan perintah cd, juga perbedaan perintah ls dan perintah ls l (-l merupakan syntax dari perintah ls yang berfungsi untuk menampilkan informasi file, syntax ini bekerjasama dengan perintah ls dan mengasilkan output yaitu isi direktory dan informasi file).

Gambar 5. Perintah untuk mengedit file Selain perintah vim anda juga dapat lain menggunakan perintah vi, pico, nano, dan mcedit.

4

Gambar 6. Isi dari file interfaces Pada file diatas dapat dilihat tulisan auto lo iface lo inet loopback Sebaiknya anda tidak melakukan apa-apa pada script ini karena script ini berperan agar computer anda mengenali dirinya sendiri (localhost address), sedangkan untuk script allow-hotplug eth0 iface eth0 inet static address 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0 network 192.168.1.0 broadcast 192.168.1.255 gateway 192.168.1.1

5

Merupakan script untuk memberi alamat IP pada interface eth0, instruksi untuk mengganti allow-hotplug menjadi auto karena jika hanya menggunakan allow-hotplug interface eth0 akan langsung down (mati) jika anda mencoba merestart network dengan perintah /etc/init.d/networking restart sehinga untuk menyalakan lagi interface eth0, anda harus mengetik perintah ifconfig eth0 up sedangkan jika anda mengganti script allow-hotplug menjadi auto maka interface eth0 anda tidak akan mati walaupun anda sudah merestart network. Sedangkan perintah 3 untuk menghapus script #dns-* options are implemented by the resolvconf package, if installed dns-nameservers 192.168.1.1 dns-search smkn5mks.sch.id Karena script tersebut sudah terpasang pada file /etc/resolv.conf, alasan utama menghapus script diatas untuk menghindari terjadinya konflik antara file /etc/resolv.conf dengan file /etc/network/interfaces.

Gambar 7. Isi dari file resolv.conf Pada saat menggunakan editor vim di Linux tekan tombol insert pada keyboard anda untuk memulai mengedit file yang anda inginkan karena jika tidak menekan insert tidak akan terjadi apapun meskipun anda sudah menekan semua tombol abjad pada keyboard. Untuk menyimpan tekan Esc pada keyboard lalu ketik :w untuk keluar tanpa mengedit tekan Esc lalu ketik :q jika ingin keluar namun anda tidak ingin menyimpan perubahan tekan Esc lalu ketik :q! untuk keluar dan menyimpan perubahan yang anda buat tekan Esc lalu ketik :wq6

Gambar 8. File interface yang sudah di edit Pada keadaan di atas anda tinggal menekan enter untuk menyimpan dan keluar dari file interfaces.

Gambar 9. Restart interface jaringan

7

Setelah anda merestart interface gunakan perintah ifconfig untuk melihat apakah konfigurasi anda berhasil atau tidak.

Gambar 10. Output dari perintah ifconfig Jika tampilan yang muncul di layar anda tidak ada tulisan error berarti konfigurasi jaringan anda benar, cara lain untuk memastikan konfigurasi anda benar atau tidak lakukan ping ke alamat interface jaringan anda, dua sysntax ping yang kita gunakan adalah ping 192.168.1.1(alamat yang kita masukkan pada /etc/network/interfaces) dan ping localhost

8

Gambar 11. Ping ke 192.168.1.1

9

B. DNS Server (Master)Domain Name Server (DNS) yang kadang juga disebut sebgai Domain Name System digunakan dalam jaringan komputer untuk menterjemahkan IP address ke nama host sehingga lebih mudah diingat contoh yang akan kita buat adalah merubah IP address komputer yang diinstall yaitu 192.168.1.1 menjadi alamat yang berbentuk domain yaitu smkn5mks.sch.id, www.smkn5mks.sch.id, dan yang terakhir mail.smkn5mks.sch.id. Dalam dunia *nix (Unix/Linux) software yang sering digunakan sebagai DNS server adalah Barkeley Internet Name Domain (BIND), saat ini software bind telah sampai ke versi 9 sehingga menjadi bind9. Untuk instalasi bind9 gunakan perintah apt-get install bind9

Gambar 12. Perintah apt-get Perintah apt-get berfungsi sebagai tool untuk mengatur aplikasi karena selain berfungsi sebagai penginstal paket (di Linux Debian aplikasi sering disebut sebagai paket) juga berfungsi untuk menghapus dan mangupdate paket-paket yang ada.

10

Gambar 13. Informasi yang muncul saat anda menginstall bind9 Setelah menginstall bind9 anda dapat melakukan konfigurasi pada paket tersebut, file konfigurasi bind9 berada pada /etc/bind, di dalam /etc/bind ada 11 file yang terinstal secara default, file utama yang harus dikonfigurasi adalah named.conf (gunakan perintah vi, vim, pico, nano atau mcedit untuk mengedit named.conf).

Gambar 14. Isi dari file named.conf11

Gambar 15. Script yang ditambahkan pada file named.conf Masukkan script diatas pada file named.conf lalu simpan dan keluar dari file named.conf dengan menekan Esc:wq. Berdasarkan pada script yang kita masukkan ke file named.conf dapat dilihat ada dua file yang yang ditentukan sebagai forwarders dan reverse yaitu file /etc/bind/smkn5mks dan file /etc/bind/192, jadi secara logis script yang kita masukkan hanya berfungsi jika ada file yang bernama smkn5mks dan 192 pada direktori /etc/bind, jika anda tidak membuat kedua file tersebut maka secara otomatis bind9 akan menyampaikan pesan error. Untuk membuat file smkn5mks dan file 192 lebih baik anda menyalin dengan menggunakan perintah cp file forwarders dan reverse yang sudah terpasang secara default pada saat instalasi bind9 yaitu file db.local dan db.255 yang berada pada direktori /etc/bind.

12

Gambar 16. Proses copy file forwarders dan reverse Selanjutnya adalah mengedit file smkn5mks dan 192 dengan menggunakan editor vim (anda juga dapat menggunakan vi, pico, nano dan mcedit).

13

Gambar 17. File smkn5mks sebelum di edit

14

Gambar 18. File smkn5mks yang sudah di edit Perhatikan secara seksama isi file dari smkn5mks yang sudah di edit total ada 8 baris script yang ditambahkan secara terpisah, script yang ditambahkan diatas akan di gabungkan dengan script yang ditambahkan pada file 192 dan menghasilkan 3 nama domain yaitu. smkn5mks.sch.id www.smkn5mks.sch.id mail.smkn5mks.sch.id Ingat jangan ada kesalahan pengetikan pada saat mengedit file-file konfigurasi meskipun itu cuma kesalahan pengetikan tanda titik dan tanda koma karena akan mengakibatkan error pada server yang anda konfigurasi.

15

Gambar 19. File 192 yang belum di edit

Gambar 20. File 192 yang sudah di edit16

Selanjutnya edit file resolv.conf yang ada pada direktori /etc dengan perintah vim /etc/resolv.conf Lalu masukkan script pada file resolv.conf sesuai dengan yang ada pada gambar dibawah

Gambar 21. File resolv.conf Setelah mengisi file resolv.conf restart bind9 untuk menjalankan konfigurasi anda dengan perintah. /etc/init.d/bind9 restart Setelah bind9 direstart periksa keberhasilan DNS server anda dengan perintah nslookup 192.168.1.1

17

Gambar 22. Perintah nslookup Jika hasilnya seperti di atas berarti anda telah berhasil membuat DNS server selanjutnya cek lagi DNS anda dengan perintah ping www.smkn5mks.sch.id ping mail.smkn5mks.sch.id ping smkn5mks.sch.id Jika anda mendapat pesan reply maka anda telah berhasil membuat DNS server.

18

C. DNS Server (Slave)DNS Slave merupakan mirror dari DNS Master yang seperti kita ketahui merupakan mirror menyimpan semua data dari master sehingga bila master crash maka mirror akan menggantikan fungsi master hingga master kembali normal. Konfigurasi DNS Slave tidak jauh berbeda dengan DNS master hanya di beberapa script IP dari DNS Master harus disertakan, berikut adalah contoh konfigurasi DNS Slave. a. File /etc/named.conf

Gambar 23. Konfigurasi named.conf Dapat kita lihat penambahan script: Type slave; Masters { IP Address dari master; }; Membedakan DNS Slave dengan DNS Master.

19

b.

Forwarders dan Reverse

Tidak ada perbedaan yang terdapat pada file forwarders dan file reverse, mirip dengan DNS Master, hanya terlihat perbedaan dari banyaknya NS (prinsipnya sama saja dengan menggunakan 1 NS)