Metabolisme Energi

  • View
    373

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Metabolisme Energi

PENDAHULUANLatar Belakang

Mencit (Mus musculus) merupakan salah satu hewan laboratorium yang sering digunakan. Mencit adalah hewan pengerat (rodentia) yang cepat berkembang biak, mudah dipelihara, variasi genetiknya cukup besar serta sifat anatomis dan fisiologisnya terkarkteristik dengan baik. Menurut Amandor 2003, mencit yang digunakan di laboratorium menjadi berbeda dengan mencit liar yang ada di alam disebabkan pengaruh dari pengaturan lingkugan tempat mencit laboratorium dibiakan. Metabolisme adalah suatu proses fisiologis dimana makan yang dicerna akan diubah menjadi energi. Perimbangan jumlah energi yang masuk ke dalam dan keluar dari tubuh merupakan proses yang pokok dalam sistem kehidupan tubuh tersebut. Energi ini akan digunakan untuk melakukan serangkaian aktivitas yaitu untuk pertumbuhan, produksi, bekerja, dan mempertahankan suhun tubuh agar kehidupan berlangsung optimal. Tanpa energi yang masuk secara terus menerus dan tetap kehidupan akan terhenti (Wirahadikusumah 1985).Istilah metabolisme secara harfiah berarti perubahan, digunakan untuk menunjukan semua transformasi kimiawi dan tenaga yang timbul dalam badan (Ganong 1995). Metabolisme meliputi proses sintesis dan proses pengurain senyawa atau komponen dalam sel hidup. Proses sintesis ini disebut anabolisme dan proses penguraian disebut katabolismeFaktor yang dapat mempengaruhi laju metabolisme adalah aktivitas, suhu lingkungan, panjang siang hari, musim, umur, jenis kelamin, berat badan, ukuran tubuh, stress, jenis makanan yang dimetabolisme dan kebuntingan ( Eckert 1983). Pengukuran laju metabolisme adalah suatu bentuk pengukuran energi yang dihasilkan tubuh berdasarkan asupan makanan yang masuk dan melibatkan oksidasi oksigen.

Tujuan

Tujuan dalam praktikum kali ini adalah untuk mengetahui prinsip pengukuran metabolisme secara tak langsung dan mengukur laju metabolisme pada mencit

MATERI DAN METODEMateri

Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah alat ukur metabolor stoples (lengkap), mencit, termometer suhu, barometer, timbangan dan stopwatch.

Metode Langkah pertama yaitu oksigen diisikan dengan semprit sebanyak volume tertentu, dan catat waktu awal pada saat udara dimasukan ke stoples kemudian catat lagi waktunya pada setiap permukaan air manometer seimbang kembali. Serta catat suhu dan tekanan barometer di dalam stoples.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASANHasil Pengamatan

UkuranJenis KelaminBerat Badan (Kg)Waktu (s)LMB (Kal/Kg/hari)

KecilJantan0.0173626126.50

Betina0.0132900106.40

MenengahJantan0.0224547136.00

Betina0.0180431175.80

BesarJantan0.0341308152.04

Betina0.0325297176.50

Pembahasan

Makhluk hidup khususnya hewan memerlukan energi untuk pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan melakukan aktivitas. Hewan memperoleh energi dari makanan yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung dari tumbuhan ( Cang, 1996). Makanan tersebut dioksidasi untuk membentuk ATP. Pembentukan energi ini melibatkan proses metabolisme. Secara umum metabolism merupakan proses reaksi yang terjadi di dalam makhluk hidup mulai dari makhluk hidup bersel satu sampai yang paling komplokes (manusia) untuk mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia di sekitar untuk mempertahankan kelangsungan hidup (Yushinta, 2002).Metabolisme adalah proses pembakaran kalori tubuh yang diperoleh dari asupan makanan, terdiri dari tiga jenis aktivitas; Resting Metabolic Rate (RMR),Thermic Effect of Food (TEF), dan aktivitas fisik. RMR adalah energy yang diganakan sebagai bahan bakar aktivitas dasar tubuh seperti bernafas dan tidur. Thermic Effect of Food (TEF) adalah energy yang digunakan untuk membakar kalori atau secara eksplisit adalah untuk mencerna, menyerap, dan mengolahmakanan (Swenson, 1993).Pengukuran metabolisme energi adalah pengukuran panas yang diproduksi oleh seekor hewan. Pada praktikum kali ini, metabolism hewan diukur dalam keadaan basal. Metabolisme basal adalah istilah untuk menunjukan jumlah keseluruhan aktivitas metabolisme dengan tubuh dalam keadaan istirahat, di tempat tidur, tidak terganggu oleh apapun, dengan pemasukan oksigen dan pengeluaran karbondioksida diukur (Ganong FG, 1995). Laju metabolisme basal adalah jumlah energi yang dipergunakan untuk melakukan fungsi tubuh minimal dalam keadaan istirahat (Wirahadikusumah, 1985).Pengukuran metabolisme dapat dilakukan dengan menggunakan kalorimeter. Kalorimeter dapat dibagi menjadi kalorimeter secara langsung dan kalorimeter secara tidak langsung. Kalorimeter secara langsung mengukur perbedaan air yang masuk dan keluar selama waktu tertentu pada ruang tertutup, yang diselimuti dengan jaket air dan dalam kondisi dimana suhu jaket air tersebut disamakan dengan suhu ruangan hewan agar tidak ada panas yang keluar. Pengukuran kalorimeter secara langsung cukup mahal, rumit dan hasil yang diinginkan tidak terlalu akurat karena selalu ada panas yang keluar dan sulit melakukan proses penguapan panas dari keringat dan pernapasan.Kalorimeter secara tak langsung adalah dengan mengukur konsumsi oksigen dalam waktu tertentu (Ganong FG, 1995). Konsumsi oksigen pada setiap jenis hewa berbeda-beda. Konsumsi oksigen dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti temperatur, ukuran tubuh, jenis kelamin, hormon, nutrisi, umur (usia), dan aktivitas yang dilakukannya. Pada praktikum ini dilakukan pengukuran metabolisme berdasarkan konsumsi oksigen. Percobaan kali ini menggunakan kalorimeter secara tidak langsung dengan menggunakan metabolor. Hasil pengukuran yang didapat saat praktikum menunjukan bahwa laju konsumsi oksigen oleh mencit adalah sebesar 176,5 Kal/kg/hari pada mencit jantan kecil, 106,4 Kal/kg/hari pada mencitbetina kecil, 136 Kal/kg/hari pada mencit jantan berbadan sedang, 175,79 Kal/kg/hari pada mencit betina berbadan sedang, 152,04 Kal/kg/hari pada mencit jantan berbadan besar, dan 176,50 Kal/kg/hari pada mencit betina besar.Berdasakan pembahasan diatas, didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhilaju konsumsi oksigen yaitu spesies hewan, suhu lingkungan( terutama bagi hewan ektoterm ), dan aktivitas. Selain ketiga hal tersebut, ukuran tubuh juga menentukanbesarnya laju konsumsi oksigen (Herdt T, 1997). Untuk hewan endoterm hewan yangberukuran tubuh kecil akan memiliki laju konsumsi oksigen per unit masa yang lebihbesar dibanding hewan yang berukuran lebih besar (Eckert R, 1983).

KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa prinsip pengukuran metabolisme secara tak langsung dengan menggunakan metabolor stoples. Dan dapat diketahui bahwa laju pengukuran metabolisme oksigen pada mencit adalah mencit jantan memiliki laju metabolisme oksigen lebih besar daripada mencit betina, dan berat badan yang lebih besar memiliki laju metabolisme yang lebih besar pula. Sehingga dapat disimpulkan jika berat badan, jenis kelamin, aktivitas dan suhu berpengaruh terhadap laju metabolisme oksigen.DAFTAR PUSTAKA

Chang, R. 1996.Essential Chemistry.Mc Graw Hill Company, Inc, USA.Fujaya.

Yushinta, 2002. Fisiologi Ikan. Faskultas Ilmu Kelautan dan perikanan,Universitas Hasanudin, Makassar.Seeley, R.R., T.D. Stephens, P. Tate. 2003.Essentials of Anatomy and Physiologyfourth edition.

Ganong , FG. 1995. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 14. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Hewan EGC.

Swenson,M.J.and Reece,W.O.1993.Dukes Physiology of Domestic Animals.11tg Ed. Comstock publishing Assciates.London.962 p.

Eckert, R. 1983. Animal Energetics and Temperature in: Animal Physiology Mechansm and Adaptation. 2nd Edition. WH Freeman and Company. New York, pp:23-25

Herdt, T. 1997. Gastrointestinal Physiology and Metabolism in: Text Book of Veterinary Physiology Second Edition. Vol. 12, pp 12-15

HASIL DAN PEMBAHASANMETABOLISME1. Tanggal percobaan : 14 Desember 20102. Tempat percobaan : Lab. Fisiologi Hewan3. Hewan percobaan : Tikus Bobot badan: 186 gram4. Suhu : 299K Tekanan: 750 atm5. Lama Tikus menghabiskan 20 ml udara1. 4 menit 12 detik2. 4 menit 6 detik3. 4 menit 7 detikJadi rata-ratanya: 4 menit 8 detik6. Volume O2 yang dikonsumsi selama percobaan: 20 ml, 4 menit 8 detik (1 jam,12,5 * 20 = 250 ml/jam)7. Volume O2 yang di konsumsi/hari = 250 ml * 24 = 6000 ml/hariT1 = 273 T2 = 273 + 26 = 299P1 = 760 P2 = 750V2 = 6000 ml/hari = 6 LP1 V1 = P2 V2T1 T2760*V1 = 750*6273 299227*240 V1 = 1228.500V1 = 1228.500 = 5,41 L227.2408. Volume O2 dikonsumsi/hari pada STB = 5,41 L1 L O2 = 4,98 K Kal9 Produksi Panas : 4,98 * 5,41 = 26,9418 kal/hari10 Laju metabolism/hari/BM = 70 * 0,1860,75 = 19,23 Kal/hari/kg0,75

ENDOKRINKelompok Urin 0 30 45 60 Testpack1. A - - - + +2. A - - - - +3. A - + + + +4. B - 5. B - - + + +

Ket: Kelompok 4 salah mengambil urin.

PEMBAHASAN

METABOLISMEMakhluk Hidup khususnya hewan memerlukan energy untuk pertumbuhan, perkembangan, reproduksi, dan melakukan aktivitas. Hewan memperoleh energy dari makanan yang diperoleh secara langsung maupun tidak langsung dari tumbuhan. Makanan tersebut dioksidasi untuk membentuk ATP. Pembentukan energy ini melibatkan proses metabolisme. Secara umum metabolism merupakan proses reaksi yang terjadi di dalam makhluk hidup mulai dari makhluk hidup bersel satu sampai yang paling komplokes (manusia) untuk mendapat, mengubah, dan memakai senyawa kimia di sekitar untuk mempertahankan kelangsungan hidupMetabolisme adalah proses pembakaran kalori tubuh yang diperoleh dari asupan makanan, terdiri dari tiga jenis aktivitas; Resting Metabolic Rate (RMR),Thermic Effect of Food (TEF), dan aktivitas fisik. RMR adalah energy yang diganakan sebagai bahan bakar aktivitas dasar tubuh seperti bernafas dan tidur. Thermic Effect of Food (TEF) adalah energy yang digunakan untuk membakar kalori atau secara eksplisit adalah untuk mencerna, menyerap, dan mengolah makanan.Pengukuran metabolisme energy adalah pengukuran panas yang diproduksi oleh seekor he