Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

  • Published on
    09-Jul-2015

  • View
    737

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

limbah penyulingan nilam

Transcript

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    1/17

    RAGAM TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH NILAM (Progostemon cablinBenth.) SEBAGAI UPAYA PENGHEMATAN ENERGI SERTA PENUMBUH

    EKONOMIMASYARAKAT

    S.. 12ujianto"E-mail: su14ntO@gmai1.com

    UNIVERSITAS JUANDA BOGOR1BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK2

    PENDAHULUANLatar Belakang

    Indonesia merupakan pemasok minyak nilam terbesar di pasaran dunia dengankontribusi 70%. Ekspor minyak nilam pada tahun 2004 sebesar 2.074 ton dengan nilaiUS $ 27,136 juta (Ditjen Perkebunan, 2006) produksi nilam Indonesia sebesar 2.382 ton,sebagian besar produk minyak nilam diekspor untuk dipergunakan dalam industriparfum, kosmetik, antiseptik dan insektisida.

    Kendati kontribusi ekspor minyak nilam relatif kecil terhadap devisa totalIndonesia, namun perkembangan volume dan nilai ekspor komoditi ini meningkat cukuptajam setiap tahunnya. Bahkan akhir-akhir ini harga jual ekspor di pasaran duniamencapai US $ 1.000 per kg . Prospek ekspor komoditi ini pada masa yang akan datangjuga masih cukup besar, seiring dengan semakin tingginya permintaan terhadapparfumlkosmetika, trend mode dan belum berkembangnya barang subsitusi essential oilyang bersifat pengikat (fiksasi) dalam industri parfumlkosmetika. Prospek ekspor yangcukup besar ini seharusnya mampu diiringi oleh pengembangan budidaya dan industriminyak nilam di dalam negeri.

    Di Indonesia daerah sentra produksi nilam terdapat di Sumatera Barat, SumateraSelatan, Sumatera Utara, Riau dan Nanggroe Aceh Darussalam, kemudian berkembang diprovinsi Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalteng dan daerah lainnya.Luas areal pertanaman nilam pada tahun 2004 sekitar 16.639 ha, namun produktivitasminyaknya masih rendah rata-rata 198,72 kg/ha/tahun (Ditjen Perkebunan, 2006)

    mailto:su14ntO@gmai1.commailto:su14ntO@gmai1.com
  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    2/17

    Usaha pengembangan ini akan lebih berdaya guna bila usaha kecil yang selamaini di kelola secara tradisional bermitra dengan usaha besar yang pada umumnya lebihmengusai pasar ekspor dan telah memiliki kemampuan teknologi budidaya dan industriminyak nilam. Kemitraan yang saling membutuhkan dan saling menguntungkanmerupakan landasan utama bagi pengembangan komoditi ini. Dalam rangka menunjangpengembangan budidaya dan industri minyak nilam ini di perlukan acuan yang dapatdimanfaatkan baik oleh pengusaha kecil dan pengusaha besar serta perbankan, sehinggamemudahkan semua pihak untuk mengimplementasikan proyek ini. Laporan lendingmodel ini disusun untuk memenuhi tuntutan pihak-pihak yang akan bermitra dalammengembangkan komoditi minyak nilam.

    Menumt Wiratno, et al. (2009), Nilam menghasilkan daun sekitar 4-5 t temakering/ha/th untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku penyulingan minyak nilam. Sampaisaat ini ada sekitar 581 pabrik penyulingan minyak nilam sehingga diperkirakan limbahdaun dan batang hasil penyulingan cukup besar dan perlu penanganan seksama. Agartidak menimbulkan masalah lingkungan, penanganan limbah nilam hams dilakukandengan baik dan tepat. Keberadaan Proyek Kemitraan Terpadu budidaya, industripenyulingan dan penanganan limbah nilam di harapkan akan merangsang masyarakatuntuk menciptakan bidang usaha lainnya sebagai pengaruh ganda (multiplier effect).

    TEKNIK BUDIDAYATanaman nilam tumbuh dan berproduksi dengan baik dari 0-700 m dpl.

    (Rosman et al., 1998). Didataran tinggi nilam dapat tumbuh dengan baik namun kadarminyaknya lebih rendah 2%) dibandingkan yang tumbuh didataran rendah (> 2%).Sebaliknya pada dataran tinggi kadar patchouli alkohol (PA) akan lebih tinggidibandingkan didataran rendah. PA merupakan faktor terpenting dalam menentukan mutuminyak nilam. Nilam menghendaki intensitas matahari 75-100%, tanaman yang kurangmendapat cahaya matahari (ternaungi), kadar minyaknya akan rendah.

    Untuk memperoleh produksi minyak yang tinggi, pilih varietas unggul, yangproduksi/kadar dan mutu minyak tinggi yaitu: Tapak Tuan, Lhokseumawe danSidikalang. Sel-sel minyak terutama terdapat pada daun, oleh karen a itu, produksi (terna)

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    3/17

    tinggi akan menghasilkan produks i minyak tinggi pula, apabila varietas tersebutmengandung kadar minyak yang tinggi.

    Penyiapan, pengolahan lahanTanah diolah dengan eara meneangkul agar akar dan gulma dapat dibuang,

    kemudian tanah digemburkan dari bongkahan-bongkahan tanah. Jarak tanam 100 x 50 em(jarak antar baris 100 em, jarak dalam baris 50 em). Kemudian dibuat lubang tanam dandiberi pupuk kandang dengan ukuran 20 ton Iha, diberikan 1-2 minggu sebelum tanam kedalam lubang tanam dengan eara dibenamkan dan diaduk merata dengan tanah (Nuryani,2006).Perbanyakan bahan tanaman dan penyemaian

    Setek nilam sebaiknya disemai terlebih dahulu karena apabila langsung ditanamdi lapangan , banyak yang mati. Perbanyakan tanaman nilam seeara vegetatif denganmenggunakan setek. Setek yang paling baik adalah setek pueuk mengandung 4-5 bukuselain itu setekjuga dapat diambil dari eabang dan batang. Untuk mengurangi penguapan,daun tua dibuang, sisakan 1-2 pasang daun muda/pucuk. Waktu mempersiapkan seteksebaiknya setek direndamkan dalam air sebelum disemai dipolibag.Pemupukan

    Disamping pupuk dasar yang diberikan pada waktu tan am berupa pupukorganik (pupuk kandang, kompos dll) 1-2 kg/lubang tanam, untuk memaeu pertumbuhantanaman perlu diberi pupuk anorganik. Dosis dan komposisi pupuk yang diberikantergantung dari jenis tanah dan tingkat kesuburannya. Penelitian pemupukan dengandosis 280 kg N + 70 TSP + 140 kg KCl per hektar, pada tanah ultisol menghasilkan lO-B ton tema kering per ha/tahun (Nuryani et al., 2005). Pemupukan I dilakukan padaumur 1 bulan, dengan dosis 113N + P + K, pemupukan II pada umur 3 bulan dengandosis 2/3 N. Pemupukan selanjutnya pada umur 6 bulan (setelah panen I) dan 10 bulan(setelah panen II) dipupuk dengan dosis Y z N + Y z P + Y z K + 2 kg pupuk kandang(Nuryani, 2006).

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    4/17

    Panen dan Penanganan PascapanenPanen pertama dilakukan saat umur tanaman 6 bulan dan panen berikutnya

    dilakukan setiap 4 bulan sampai tanaman berumur tiga tahun. Panen sebaiknya dilakukanpada pagi atau menjelang malam hari agar kandungan minyaknya tetap tinggi. Bilapemetikan dilakukan siang hari, sel-sel daun sedang berfotosintesa sehingga lajupembentukan minyak berkurang, daun kurang elastis dan mudah robek. Kandunganminyak tertinggi terdapat pada 3 pasang daun termuda yang masih berwama hijau. Alatuntuk panen bisa dipergunakan sabit dengan eara memangkas tanaman pada ketinggian 20 em dari permukaan tanah. Ada baiknya kalau setiap kali panen ditinggalkan satu - duaeabang untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru pada fase selanjutnya.

    TEKNIK PENYULINGANBahan konstruksi alat suling akan mempengaruhi mutu minyak dan wama

    minyak. Jika dibuat dari bahan plat besi tanpa digalvenis akan menghasilkan minyakberwama gelap dan keruh karena karat. Alat suling yang baik adalah dibuat dari besitahan karat (stainless steel), atau plat besi yang digalvanis (carbon steel) setidaknya padabagian pipa pendingin dan pemisah minyak, agar diperoleh hasil minyak berwama lebihmuda danjemih

    Gambar 1. Diagram penanganan pasea panen minyak nilam

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    5/17

    Lama penyulingan dengan cara dikukus antara 5-10 jam, sedangkan dengan carauap langsung lamanya berkisar antara 4-6 jam. Lama penyulingan ini tergantung daricara, kapasitas ketel suling dan kecepatan penyulingan. Untuk penyulingan secaradikukus, kecepatan penyulingan yang baik adalah 0,6 uap/kg terna. Pada penyulingandengan uap langsung tekanan uap mula-mula 1,0 ATM, lalu dinaikkan secara bertahapsampai 2,5 - 3 kg/cm2 (tekanan dalam ketel suling 0,5-1,5 kg/cm2) pada akhir-akhirpenyulingan. Hal ini dimaksudkan agar fraksi berat antara lain patchouli alkohol sebagianbesar baru akan tersuling pada suhu tinggi atau jika waktu penyulingan cukup lama

    RAGAM TEKNOLOGI PENANGANAN LIMBAH

    A. Bahan BakarPenggunaan bahan bakar minyak yang semakin meningkat seiring dengan

    pertambahan penduduk dan pertumbuhan industri, hal ini menuntut suatu pemikirandan gagasan untuk menggali serta mengembangkan potensi sumber-sumber energialternatif, terlebih dengan semakin menipisnya cadangan minyak dunia, maka perluuntuk merintis penggunaan energi alternative terbarukan. Energi terbarukanmerupakan energi yang didapat dari sumber-sumber atau bahan-bahan yang sikluspembaharuannya tidak memerlukan waktu yang terlalu lama. Sedangkan energy yangtak terbarukan adalah energi yang didapat dari sumber-sumber yang dapat mengalamikelangkaan dan tidak dapat diperbaharui.

    Limbah industry pengolahan nilam pada umumnya digunakan sebagai bahanbakar langsung dalam proses penyulingan dengan cara sederhana yaitu denganmengeringkan limbah padat. Hal ini akan mengurangi biaya bahan bakar yangseharusnya dikeluarkan untuk proses penyulingan.

    Penggunaan limbah nilam sebagai bahan bakar dapat juga melalui suatuproses menjadi biobriket. Biobriket diperoleh dari pengarangan (pirolisis) limbahpadat penyulingan nilam terutama batang karena daya bakar yang lebih lama daripada daun yang mudah terbakar. Limbah yang sudah diarakan di campur meratadengan perekat kemudian dicetak dan di keringakan. Pengaktifan arang dilakukanpada suhu 600c, selama 3 jam.

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    6/17

    Pirolisis adalah dekomposisi kimia bahan organik melalui proses pemanasantanpa atau sedikit oksigen atau reagen lainnya, di mana material mentah akanmengalami pemecahan struktur kimia menjadi fase gas. Pirolisis adalah kasus khusustermolisis. Pirolisis ekstrem, yang hanya meninggalkan karbon sebagai residu, disebutkarbonisasi. Karbonisasi adalah proses pemanasan b. organik sampai suhu dan waktutertentu ( berkisar 200C -lOOOC pada kondisi miskin oksigen sehingga dihasilkanpadatan yang berupa arang (Wikipedia, 2011).

    Arang hasil karbonisasi limbah nilamdisamping dibentuk menjadi biobriketjuga dapat dibuat bentuk arang aktif granuler ataupun serbuk. Saat ini, arang aktiftelah digunakan secara luas dalam industri kimia, makanan/minuman dan farmasi.Pada umumnya arang aktif digunakan sebagai bahan penyerap, dan penjemih.

    Sumber :Nisandi 2007Gambar 2. Bagan dapur pirolisis dan destilasi asap cair

    Produk samping dari pembuatan biobriket adalah asap cair. Asap cair memilikiberbagai kegunaan diantaranya:1) Industri Pangan

    Dalam industri pangan, asap cair memberi rasa dan aroma yang spesifik juga sebagaipengawet karena sifat antimikrobia dan antioksidannya. Dengan tersedianya asap cair

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    7/17

    maka proses pengasapan tradisional dengan menggunakan asap secara langsung dapatdihindarkan.

    2) Industri perkebunanAsap cair dapat digunakan sebagi koagulan lateks dengan sifat fungsional asap cairseperti anti jamur , anti bakteri dan antioksidan tersebut dapat memperbaiki kualitasproduk karet yang dihasilkan.

    3) Industri KayuKayu yang diolesi dengan asap cair mempunyai ketahanan terhadap serangan rayap,sehingga akan memperpanjang usia kayu.

    B. Bahan Baku pupuk Kompos dan Mulsa1 Kompos limbah Nilam

    Pemanfaatan limbah industri penyulingan nilam sebagai bahan baku komposdapat mengatasi masalah keterbatasan jumlah pemenuhan kebutuhan dan mahalnyapupuk buatan. Mindawati et al, (1998) menyatakan bahwa dimasa krisis ekonomi,pemanfaatan limbah hasil industri sebagai kompos dinilai sangat tepat dan efisien.Limbah hasil penyulingan daun masih mempunyai kadar hara tinggi dan berpotensidimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik. Teknologi pengomposan yang tepatdan efisien akan menghasilkan pupuk organik kompos yang bermutu tinggi dengan biayayang ekonomis.

    Penggunaan limbah padat industri penyulingan nilam sebagai pupuk komposdapat menghemat pemakaian pupuk Nitrogen sebesar 10 % dan disamping itu juga dapatmeningkatkan kesuburan tanah. Kompos limbah sisa hasil prose sing minyak nilammempunyai kandungan hara yang cukup tinggi dan potensial bagi sumber pupuk organikalternatif'yang bermutuh tinggi (Djazuli, 2002).

    Menumt Wahyuningsih (2006), Kompos hasil limbah penyulingan optimum diperoleh dari 500 g, dedak 300 g, gergajen 250 g, tetes 50g, efektifmikroorganisme 6 ppmdan waktu yang dibutuhkan 9 hari menghasilkan kompos dengan wama hitam, gembur,tidak panas dan tidak berbau.

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    8/17

    )

    Airdilampungdan taburkankembali sertadiaduk

    Gambar 3. Prosedure sederhana pembuatan kompos2 Mulsa

    Pemanfaatan mulsa dalam bidang pertanian temyata memberikan manfaat yangcukup besar. Secara umum mulsa yang diaplikasikan di pertanaman temyata mampumenekan perkembangan berbagai OPT yang hidup di dalam tanah. Selian itu, prosesdekomposisi bahan organik menghasilkan senyawa nitrat dan amoniak nitrogen yangberacun bagi berbagai OPT termasuk nematoda (Mian and Rodriguez-Kabana, 1982).Wiratno et al. (1991) melaporkan bahwa limbah nilam yang dimanfaatkan sebagai mulsapada pertanaman lada mampu menekan serangan hama penggerek batang lada,Lophobaris piperis, sehingga kehilangan hasil dapat ditekan 5%.

    Penggunaan limbah penyulingan nilam sebagai mulsa organik, dapat mengurangibiaya yang dikeluarkan untuk budidaya pertanian. Cara pembuatan dan penggunaan yangmudah serta alat yang digunakan relatif tersedia, memudahkan adopsi teknologi di tingkatpetani.

    C. Pakan ternakSilase adalah pakan yang telah diawetkan dengan fermentasi yang di proses dari

    bahan baku yang berupa hijauan, limbah industri pertanian, serta bahan pakan alamilainnya, denga jumlah kadar/kandunga air pada tertentu kemudian di maksukam dalamsebuah tempat yang tertutup rapat kedap udara yang bisa disebut dengan Silo, selamasekitar tiga minggu. Di dalam silo akan terjadi beberapa tahap proses anaerob (proses

  • 5/10/2018 Ragam Teknologi Pemanfaatan Limbah Nilam

    9/17

    tanpa udara/oksigen), dimana bakter asam laktat akan mengkonsumsi zat gula yangterdapat pada bahan baku, sehingga terjadi fermentasi. Tujuan utama pembuatan silaseuntuk memaksimalkan pengawetan kandungan nutrisi yang terdapat pada hijauan ataubahan pakan temak lainnya, agar bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama, kemudiandi berikan sebagai pakan bagi temak.

    Pada tanaman nilam segar dihasilkan zat metabolit sekunder yang tidak disukaioleh ternak. Akan tetapi, kekhawatiran adanya senyawa alelopati yang bersifat toksikpada limbah nilam ternyata tidak terbukti. Djazuli (2002b) melaporkan bahwa empatsenyawa yang bersifat alelopatik dan racun seperti asam kumarat, asam adifat , asamsinapat, dan asam hidroksi benzoat di dalam daun nilam segar cukup tinggi, tetapi setelahmengalami proses penyulingan dan pengomposan kadar senyawa racun tersebut menuruntajam. (Tabel1).

    Tabel 1. Kadar metabolit sekunder pada daun nilam segar dan limbah penyulingan nilamJenis Asam organik Konsentrasi (ppm)Daun Nilam segar Limbah penyulingan nilam

    Asam kumarat 9.974 1.931Asam sinapat 2.561 2.040Asam adipat 2.672 tu

    Asam Hidoksi benzoat 3.310 tuKeterangan tu = tidak terukurSumber : Djazuli 2002b

    Untuk mempertahankan serta mempe...

Recommended

View more >