Teknik Fotografi

  • View
    52

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Photography

Transcript

  • Memahami Teknik Fotografi Untuk Pemula

    Belajar fotografi harus belajar juga tentang konsep selain mengasah teknik. Teknik memotret adalah suatu cara dalam memotret setelah diketahui bagaimana tahapan memotret. Apa saja tahapan tersebut ? kecepatan rana, diafragma, iso yang biasa disebut segitiga exposure. Kemudian komposisi dan fokus untuk menghasilnya foto yang tajam.

    Keempat tahapan di atas penting diperhatikan pada saat memotret untuk dapat menghasilkan foto yang baik secara teknik. Penguasaan tahapan serta teknik memotret merupakan hal yang penting bagi seorang fotografer. Ini tentu saja harus dimulai dengan mengenal kamera yang akan kita gunakan untuk memotret.

    Karena dengan mengenali kamera yang kita gunakan, kita dapat menggunakan fasilitasnya dengan baik sehingga menghasilkan foto dengan teknik yang sempurna. Baiklah mari kita ulas satu persatu dari 4 tahap tersebut untuk sekedar mengingat walapun sebelumnya pada artikel fotografi di tipsfotografi.net sudah ditulis.

    Tahapan Memotret Komposisi

    Masih ingat artikel fotografi tentang rule of third ? komposisi diatur dengan memilih point of interest (POI) dari suatu objek. Point of interest adalah sesuatu yang paling menonjol dalam sebuah objek foto. Komposisi menempati urutan pertama yang harus diperhatikan dalam tahapan memotret. Ini karena pengaturan komposisi foto hanya dapat diatur oleh fotografer sendiri dan tidak bisa digantikan oleh kamera. Ini berbeda dengan fungsi yang lain seperti fokus, kecepatan dan diafragma. Pada kamera otomatis, ketiga hal ini dapat digantikan oleh kamera.

    Tahapan Memotret Fokus

    Setelah mengatur komposisi, kita harus mengatur fokus dari objek yang akan kita foto. Point of interest adalah hal utama yang harus difokuskan. Focusing bisa dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa atau mengatur jarak kamera dengan objek foto.

    Tahapan Memotret Kecepatan Rana

    Tahap selanjutnya adalah pengaturan kecepatan. Maksud dari kecepatan ini adalah gerakan tirai yang membuka-menutup sesuai angka yang dipilih tombol kecepatan. Semakin cepat gerakan membuka dan menutup tirai maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Sedangkan jika gerakannya semakin lambat maka semakin banyak cahaya yang masuk. Semakin cepat atau lambatnya gerakan tirai ini ditunjukan pada angka-angka yang terdapat pada kamera.

  • Tahapan Memotret Diafragma

    Diafragma sering juga disebut bukaan lensa. Inilah hal terakhir dalam tahapan memotret. Last but not least, karena pengaturan diafragma juga penting agar dapat menghasilkan foto yang baik. Teorinya hampir sama dengan kecepatan yang memakai prinsip bola mata manusia. Semakin kecil bukaan lensa maka semakin sedikit cahaya yang masuk dan begitu pula sebaliknya. Semakin besar bukaan lensa maka semakin sempit ruang tajam atau objek yang dapat difokus. Sedangkan semakin kecil bukaan lensa maka semakin luas ruang tajam dari objek foto.

    Setelah kita mengetahui tentang empat tahapan memotret di atas maka kita akan melanjutkan pembahasan tentang teknik memotret. sebenarnya ada banyak teknik dalam memotret. namun kita akan memfokuskan pembahasan kita pada teknik-teknik yang paling sering dipakai.

    Teknik Memotret Freeze

    Yang pertama adalah freeze yaitu teknik meemotert pada objek yang bergerak dengan seolah-olah menghentikan objek yang bergerak itu. Teknik ini menggunakan kecepatan yang tinggi sehingga objek seolah-olah membeku. Biasanya teknik ini digunakan untuk memotret kegiatan olah raga seperti sepak bola dan balap motor.

    Teknik Memotret Panning

    Adapun teknik panning yang, bisa dikatakan, kebalikan dari teknik freeze. Pada teknik ini, sebuah foto dimaksudkan untuk menampilkan efek gerak pada objek yang bergerak. Efek gerak ditampilkan pada bagian background dari foto. Teknik memotret panning ini dilakukan dengan cara menggerakan kamera sealur dengan arah bergeraknya objek. Untuk melakukan teknik ini, dibutuhkan alat bantu kamera berupa tripod. Selain agar background yang dihasilkan tidak kacau, teknik ini mengharuskan penggunaan low speed yang keduanya mengharuskan kamera tidak banyak goyang.

    Teknik Memotret Zooming

    Teknik selanjutnya adalah zooming yaitu adalah teknik memotret untuk menghasilkan foto dengan efek objek seperti menjauh/mendekat ke kamera. Pada saat tombol shutter ditekan, ring zoom digerakkan menjauh atau mendekat untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Seperti halnya teknik panning, kecepatan rendah dibutuhkan dalam menggunakan teknik ini agar kita memiliki cukup waktu untuk memutar ring zoom.

    Teknik Memotret Bulb

    Jika pada teknik panning dan zooming membutuhkan low speed, maka adapun teknik yang memungkinkan kita untuk mengatur kecepatan gerak buka-tutup tirai rana. Teknik ini dinamakan teknik bulb. Biasanya teknik ini digunakan untuk memotret pada kondisi yang minim cahaya seperti pada malam hari. Disaat prioritas speed tidak dapat membantu untuk mendapatkan pencahayaan normal, maka digunakanlah teknik ini.

    Teknik Memotret Multiple Exposure

    Teknik lain adalah double/multiple exposure. Teknik ini merupakan teknik yang cukup menarik karena menghasilkan gambar yang unik. Dalam satu frame foto kita dapat menghasilkan foto orang yang sama dengan pose yang berbeda. Untuk menghasilkan foto ini dianjurkan menggunakan tripod agar foto yang dihasilkan tidak goyang. Sebaiknya memilih background gelap atau hitam agar penumpukan objek foto bagus dan tidak kacau.

    Teknik Memotret Makro

    Makro adalah sebuah teknik fotografi yang memungkinkan kita untuk memotret sebuah objek dari jarang yang sangat dekat. Biasanya pemotretan jarak dekat ini dimaksudkan untuk mendapatkan detail dan tekstur dari sebuah objek. Teknik ini membutuhkan lensa khusus. Akan tetapi jika kita tidak mempunyai lensa khusus

  • makro, kita dapat menyiasatinya dengan menggunakan lensa standar kamera kita secara terbalik. Dan tentu saja itu akan lebih sulit ketimbang menggunakan lensa makro.

    Teknik Memotret Siluet

    Teknik menarik lain adalah siluet. Teknik memotret siluet ini menempatkan sumber cahaya berada tepat dibalik objek. Dengan demikian objeknya akan terlihat gelap. Pengaturan kecepatan dan diafragma tergantung dari cahaya yang ada waktu memotretan berlangsung. Dibutuhkan ketepatan dalam mengatur kecepatan dan diafragma sehingga objek yang direkam memiliki kontur dan ketajaman yang tepat.

  • Memahami Definisi Konsep Rule Of Third Fotografi Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, teknik dasar fotografi penting untuk dipahami. Kali ini kami mencoba mengulas tentang definisi komposisi Rule Of Third dalam Fotografi. Inti dari Rule of Thirds adalah garis bantu untuk membagai frame foto menjadi sembilan bagian yang sama besar, dengan menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal.

    Garis-garis ini adalah garis bantu yang akan memposisikan objek atau garis horizon hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik. Karena komposisi foto adalah salah satu komponen penting selain exposure triangle atau segitiga exposure untuk menyampaikan karya foto. Komposisi juga merupakan bagian Seni dari fotografi. Selayaknya seni yang lain maka bagian ini memang ada pakem / aturannya, tapi pada akhirnya komposisi dinilai dari indah / menarik atau tidaknya suatu foto.

    Perlu di ingat Rule of Thirds bukanlah aturan baku ataupun utama didalam dunia fotografi, tapi ini hanyalah sekedar panduan untuk mendapatkan foto yang lebih pas komposisinya didalam frame foto. Bagaimana kita meletakkan sebuah obyek utama didalam frame foto yang kita ambil.

    Memang seharusnya dalam memotret kita tidak harus terpaku pada suatu teori atau aturan. Bahkan ada yang bilang, aturan terkadang perlu untuk dilanggar. Namun jika teori atau aturan itu dapat membuat foto menjadi lebih menarik, kenapa tidak kita terapkan.

  • Konsep Rule of Third sudah sejak lama diterapkan, bahkan melukis yang terlebih dahulu ada sebelum fotografi juga menerapkan konsep ini. Pada intinya tujuan Rule of Third adalah menempatkan point of interest di persinggungan garis vertikal & horizontal tersebut.

    Di kamera digital terbaru saat ini sudah menanamkan fitur grid line untuk memudahkan penggunaan konsep Rule of Third saat memotret. Salah satu contoh dari penggunaan rule of third adalah meletakkan horizon pada pemotretan landscape. Jika kita menempatkan horizon di tengah foto, foto akan cenderung kurang menarik.

    Dengan konsep komposisi Rule of third mengajarkan kita untuk meletakkan horizon di garis horisontal (pembagi foto menjadi 3 bagian) atas atau bawah. Pemilihan garis atas atau bawah umumnya ditentukan mana yang lebih menarik, langit atau daratannya. Misalkan ada awan dan reflesi awan yang sama-sama menarik, saatnya Anda untuk mencoba menentang aturan. Coba Anda tepatkan horizon di tengah, maka hasil foto tidak kalah menariknya.

  • Memahami Segitiga Exposure Shutter Speed, Aperture dan ISO

    Artikel fotografi kali ini kami akan mencoba mengulas tentang Segitiga Exposure Shutter Speed, Aperture dan Iso. Istilah fotografi Exposure bisa diartikan sebagai kemampuan kamera mengumpulkan cahaya yang masuk. Ada tiga hal yang penting untuk mengatur exposure di kamera yaitu Shutter speed, Aperture dan Iso. Hubungan ketiganya biasa disebut dengan segitiga exposure.

    Kamera pada dasarnya adalah sebuah alat yang berguna untuk menangkap cahaya melalui sensor kamera. Cahaya yang masuk akhirnya diterjemahkan oleh sensor menjadi sebuah gambar. Sederhana saja, jika cahaya sedikit, gambar akan gelap atau disebut dengan (underexposed/UE). Dan jika cahaya yang ketangkap sensor kamera banyak, gambar akan menjadi terlalu terang (overexposed/OE).

    Ok mari kita mencoba untuk berandai-andai, jika exposure diibaratkan sebagai sebuah gelas, dan cahaya adalah air yang akan dituangkan ke gelas.