of 62/62
Patogenesis Tukak Peptik Julius Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang PENDAHULUAN Kemajuan pesat mengenai tukak lambung/duodenum ter- jadi pada masa 15 tahun terakhir ini, terutama dalam hal fisiologi dan mekanisme patogenesis sehingga menyebabkan kemajuan dalam hal pengobatan yang efektif dan rasional. Berdasarkan survai epidemiologis didapatkan kira-kira 10% penduduk Eropa dan Amerika telah pernah mengalami tukak duodenum dan bertambah pada usia lanjut (1) , sedangkan tukak lambung lebih jarang dari tukak duodenum, kecuali di daerah Cina dan Jepang (2) . Perbandingan antara pria dan wanita di- dapatkan 2,2 : 1. Pada permulaan abad 20 ini, tukak lambung lebih sering didapatkan seperti di Inggris, Eropa dan Amerika, tetapi scsudah itu terlihat tukak duodenum lebih banyak. Dua puluh tahun terakhir ini terlihat penurunan tukak duodenum sedangkan tukak lambung tidak. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh penurunan tukak duodenum itu sendiri atau disebabkan oleh perbaikan pada sarana diagnostik atau pengobatan tukak duode- num lebih baik pada saat ini. Sekarang telah dapat diterima pandangan bahwa tukak peptik dalam segala bentuknya disebabkan oleh ketidak se- imbangan faktor agresif dan faktor defensif mukosa yang mem- pertahankan keutuhan mukosa. Faktor agresif yang penting adalah asam lambung yang disekresi oleh sel Parietal dan pepsin yang diproduksi oleh sel Zymogen. Sedangkan faktor defensif mukosa antara lain pembentukan dan sekresi mukus, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa, difusi kembali ion hidrogen pada epitel dan regencrasi epitel (1)

turorial kafein

  • View
    138

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of turorial kafein

Patogenesis Tukak Peptik Julius Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang PENDAHULUAN Kemajuan pesat mengenai tukak lambung/duodenum terjadi pada masa 15 tahun terakhir ini, terutama dalam hal fisiologi dan mekanisme patogenesis sehingga menyebabkan kemajuan dalam hal pengobatan yang efektif dan rasional. Berdasarkan survai epidemiologis didapatkan kira-kira 10% penduduk Eropa dan Amerika telah pernah mengalami tukak duodenum dan bertambah pada usia lanjut (1) , sedangkan tukak lambung lebih jarang dari tukak duodenum, kecuali di daerah Cina dan Jepang (2) . Perbandingan antara pria dan wanita didapatkan 2,2 : 1. Pada permulaan abad 20 ini, tukak lambung lebih sering didapatkan seperti di Inggris, Eropa dan Amerika, tetapi scsudah itu terlihat tukak duodenum lebih banyak. Dua puluh tahun terakhir ini terlihat penurunan tukak duodenum sedangkan tukak lambung tidak. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh penurunan tukak duodenum itu sendiri atau disebabkan oleh perbaikan pada sarana diagnostik atau pengobatan tukak duodenum lebih baik pada saat ini. Sekarang telah dapat diterima pandangan bahwa tukak peptik dalam segala bentuknya disebabkan oleh ketidak seimbangan faktor agresif dan faktor defensif mukosa yang mempertahankan keutuhan mukosa. Faktor agresif yang penting adalah asam lambung yang disekresi oleh sel Parietal dan pepsin yang diproduksi oleh sel Zymogen. Sedangkan faktor defensif mukosa antara lain pembentukan dan sekresi mukus, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa, difusi kembali ion hidrogen pada epitel dan regencrasi epitel (1) . PATOGENESIS TUKAK PEPTIK Faktor yang mempengaruhi terjadinya erosi dan tukak pada saluran pencernaan bagian atas adalah perimbangan antara faktor agresif (asam dan pepsin) dan faktor pertahanan (defensif) dari mukosa. Dibacakan pada : Simposium Perkembangan Muiakhir Perlindungan Mukosa Lambung, Padang, 1992. Faktor pertahanan ini antara lain adalah pembentukan dan sekresi mukus, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa dan difusi kembali ion hidrogen pada epitel serta regenerasi epitel.

Di samping kedua faktor tadi ada faktor yang merupakan faktor predisposisi (kontribusi) untuk terjadinya tukak peptik antara lain daerah geografis, jenis kelamin, faktor stress, herediter, merokok, obat-obatan dan infeksi bakteria (Gambar 1). Gambar 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi tukak peptik (1) Faktor Kontribusi Geografis Jenis kelamin Psikosomatik Herediter Merokok Obat-obatan Lain-lain Pembentukan dan sekresi mukus Sekresi bikarbonat Aliran darah mukosa Pembentukan "III Formation" kegenerasi epitel FAKTOR AGRESIF Asam dan Pepsin Peranan asam dan pepsin dalam hal patogcnesis tukak peptik telah banyak dipclajari secara intensif. Peranan faktor Cermin Dunia Kedokteran No. 79, 1992 9

agresif untuk terjadinya tukak peptik secara jelas belum terungkap secara keseluruhan, walaupun pada penderita tukak duodenum peranan asam memegang peranan penting (3) , mungkin dengan kombinasi faktor lain seperti meningkatnya sekresi sel parietal, meningkatnya sekresi lambung seperti gastrin, asetilkolin atau histamin. Yang khas pada penderita tukak duodenum adalah peningkatan asam lambung pada keadaan basal (3) dan meningkatnya asam lambung pada stimulasi (4) atau lamanya peningkatan asam setelah makan (5) . Selain itu terlihat peningkatan motilitas di samping efek pepsin dan asam empedu yang bersifat toksik pada mukosa duodenum (Gambar 2). Gambar 2. Pengeluaran asam lambung setelah pemberian Pentagastrin (6) Tukak lambung berbeda dengan tukak duodenum karena abnormalitas asam tidak begitu memegang peranan penting, barangkali mekanisme pertahanan mukosa lebih penting (faktor defensit); antara lain gangguan motilitas lambung yang menyebabkan refluks empedu dari duodenum ke lambung, perlambatan pengosongan lambung (1) . MEKANISME PERTAHANAN MUKOSA (FAKTOR DEFENSIF) Dibanding dengan faktor agresif, maka gangguan faktor pertahanan mukosa lebih penting untuk terjadinya tukak peptik. Epitel saluran pencernaan mempertahankan integritasnya melalui beberapa cara, antara lain sitoproteksi seperti pembentukan dan sekresi mukus, sekresi bikarbonat dan aliran darah. Di samping itu ada beberapa mekanisme protektif di dalam mukosa epitel sendiri 9ntara lain pembatasan dan mekanisme difusi balik ion hidrogen melalui epitel, netralisasi asam oleh bikarbonat dan proses regenerasi epitel (Gambar 3). Semua faktor tadi mempertahankan integritas jaringan mukosa saluran cerna; berkurangnya mukosa yang disebabkan oleh satu atau beberapa faktor mekanisme pertahanan mukosa akan menyebabkan timbulnya tukak peptik. Jadi terlihat (a) bahwa untuk terjadinya tukak peptik selain Gambar 3. Patofisiologi difusi batik asam melalui barter mukosa (6) adanya faktor agresif (asam dan pepsin), yang lebih penting adalah integritas faktor pertahanan mukosa (defensif) saluran cerna; jika ini terganggu maka barn timbul tukak peptik.

1. Pembentukan dan Sekresi Mukus Mukus menutupi lumen saluran pencemaan yang berfungsi sebagai proteksi mukosa. Fungsi mukus sebagai proteksi mukosa : a.Pelicin yang menghambat kerusakan mekanis (cairan dan benda keras). b.Barier terhadap asam. c.Barier terhadap enzim proteolitik (pepsin). d.Pertahanan terhadap organisme patogen. Fungsi mukus selain sebagai pelicin, tetapi juga sebagai netralisasi difusi kembali ion hidrogen dari lumen saluran pencernaan . 2. Sekresi Bikarbonat Tempat terjadinya sistim bufer asam di lambung dan duodenum masih kontroversial, menurut pandangan sebelumnya netralisasi asam oleh bikarbonat terjadi di mukus (8) dan bikarbonat berasal dari sel epitel yang disekresi secara transport aktif (Gambar 4). Gambar 4. Diagram epitel sel dan beberapa komponen proteksi mukosa (10,11) Cermin Dunia Kedokteran No. 79, 1992 10

Pandangan lain adalah bahwa efek sitoprotektif bikarbonat terjadi pada permukaan membran epitel (9) . 3. Aliran Darah Mukosa Integritas mukosa lambung terjadi akibat penyediaan glukosa dan oksigen secara terus menerus dan aliran darah mukosa mempertahankan mukosa lambung melalui oksigenasi jaringan yang memadai dan sebagai sumber energi. Selain itu fungsi aliran darah mukosa adalah untuk membuang atau sebagai bufer difusi kembali dari asam. 4. Mekanisme Permeabilitas Ion Hidrogen Proteksi untuk mencapai mukosa dan jaringan yang lebih dalam diperoleh dari resistensi elektris dan permeabilitas ion yang selektif pada mukosa. Pada binatang percobaan terlihat esofagus dan fundus lambung kurang permeabilitasnya dibanding dengan antrum lambung dan duodenum. Pergerakan ion hidrogen antar epitel dipengaruhi elektrisitas negatif pada lumen; kation polivalen (Ca ++ Mg ++ dan Al ++ ) dapat menutupi tekanan elektris negatif dari ion hidrogen sehingga mempunyai efek pada pengobatan tukak peptik (10) . 5. Regenerasi Epitel Mekanisme proteksi terakhir pada saluran cerna adalah proses regenerasi sel (penggantian sel epitel mukosa kurang dari 48 jam). Kerusakan sedikit pada mukosa (gastritis/duodenitis) dapat diperbaiki dengan mempercepat penggantian sel-sel yang rusak. Respons kerusakan mukosa (ulserasi) pada manusia belum jelas. PERANAN PROSTAGLANDIN Prostaglandin barangkali mempunyai peranan penting untuk mempertahankan mukosa saluran cerna terhadap pengaruh sekitarnya. Banyak zat iritan yang didapatkan pada mukosa saluran cerna yang merusak epitel bila sekresi prostaglandin terganggu (12) . Prostaglandin seri A dan E telah diketahui sejak 1967 menghambat sekresi asam lambung dan dapat mencegah tukak peptik

(13) ; prostaglandin pada binatang dan manusia juga meningkatkan sekresi mukus. Prostaglandin telah diyakini mempertahankan integritas saluran cema dengan cara regulasi sekresi asam lambung, sekresi mukus, bikarbonat dan aliran darah mukosa. Mekanisme Anti Tukak Peptik Dari Prostaglandin a. Sitoprotektif : Sekresi mukus. Sekresi bikarbonat. Aliran darah lambung. b. Inhibisi sekresi asam. Pada penelitian ternyata sekresi bikarbonat meningkat setelah pemberian PGE 2 (Gambar 5). Prostaglandin E merupakan vasodilator yang poten (Gambar 6). Selain mempunyai sifat sitoprotektif, PGE 1 dan PGE 2 mempunyai efek menghambat sekresi lambung (Gambar 7). Gambar 5. Efek prostaglandin pada sekresi bikarbonat selama pemberian infus pentagastrin (14) Gambar 6. Perubahan aliran darah setelah pemberian HCL isotonik dan prostaglandin (16) Dari penelitian klinis dengan berbagai macam sitoprotektif terlihat bahwa prostaglandin E sangat berfaedah mencegah efek toksik obat antiinflamasi non-steroid (menghambat sintesa prostaglandin) atau alkohol. Pada suatu penelitian didapatkan aktivitas sintesa prostaglandin pada mukosa bulbus duodenum selama puasa lebih tinggi pada penderita tukak duodenum dari kontrol. Hasil rasio total prostaglandin setelah makan dan sebelum makan lebih rendah pada penderita tukak duodenum dari pada penderita normal (Gambar 7). Pada suatu penelitian penderita dengan tukak lambung dan orang normal kadar prostaglandin jaringan di daerah antrum dan korpus lambung pada tukak lambung didapatkan lebih rendah dari orang normal (Gambar 8). Sedangkan pada tukak lambung yang menyembuh didapatkan kadar prostaglandin jaringan lebih tinggi dari yang tidak sembuh (17) . Cermin Dunia Kedokteran No. 79, 1992 11

Gambar 7. Rasio PC/AC sintesa Prostaglandin pada tukak duodenum dan orang normah (16) Gambar 8. Kadar prostaglandin dart mukosa lambung (17) FAKTOR KONTRIBUSI/PREDISPOSISI Faktor kontribusi/predisposisi antara lain letak geografis, jenis kelamin, faktor psikosomatik, herediter, merokok, obat dan faktor lainnya. Letak geografis mempengaruhi adanya tukak peptik dan mengenai jenis kelamin didapatkan pria lebih banyak pada tukak Gambar 9. Perubahan asam lambung setelah pemberian prostaglandin (18) peptik. Faktor psikosomatik sangat mempengaruhi timbulnya suatu tukak peptik dan secara umum dipercaya bahwa konflik dapat memegang peranan untuk timbulnya tukak peptik pada pcnderita yang mempunyai faktor predisposisi. Faktor herediter: tukak peptik lebih sering terjadi 23 kali dari keluarganya yang mendapat tukak peptik dibanding dari populasi normal. Pada golongan darah O didapatkan 3040% lebih sering daii golongan darah lainnya dan tukak peptiknya lebih sering di duodenum. Pengaruh merokok terlihat pada penelitian epidemiologik; perokok lebih sering menderita tukak peptik (pria : wanita berbanding 2,6 : 1,6) dan juga memperpendek residif. Obat-obat yang mempengaruhi timbulnya tukak peptik antara lain aspirin yang diketahui menghambat sintesis prostaglandin. Selain itu obat anti inflamasi non-steroid juga dapat merusak mukosa dan menghambat sekresi prostaglandin. Sekarang tidak terbukti bahwa terdapat hubungan antara infeksi Campylobacter (Helicobacter pylori) dengan gastritisdan ulkus peptikum (17,19) KESIMPULAN Pada pengelolaan tukak peptik secara rasional dan efektif perlu dipahami patogenesis tukak peptik; antara lain : 1.Faktor agresif (asam dan pepsin). 2.Faktor defensif (pembentukan dan sekresi mulct's, sekresi bikarbonat, aliran darah mukosa, pembatasan permeabilitas ion hidrogen dan regenerasi epitel). 3.Faktor kontribusi/predisposisi (geografis, jenis kelamin, psikosomatik, herediter, merokok, obat dan lainnya).

KANDUNGAN ZAT - ZAT KIMIA PADA BIJI KOPI

Kafein Trigoneline Protein dan Asam Amino Karbohidrat Asam Alifatik (asam karboksilat) Asam Klorogenat Lemak dan turunannya Glikosida Mineral Komponen VolatilKafein dalam kopi dapat mempertajam daya ingat??

Posted on March 25, 2010 by farmakoterapi-info

Disusun oleh : FKK A Anita Ruth Dewiana 078114015 Maria Elfina Silvia 078114018 Afni Panggar Besi 078114039 Lina Wardani 078114046 Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak digemari oleh banyak orang. Efek yang ingin didapat biasanya agar tubuh tetap segar dan focus saat bekerja terutama malam hari. Kopi mengandung zat aktif berupa kafein, trigoneline, protein dan Asam Amino, karbohidrat, asam alifatik (asam karboksilat), asam klorogenat, lemak dan turunannya, glikosida, mineral, komponen volatile. Salah satu kandungan kopi yang dikenal orang dan paling banyak dibicarakan orang adalah kafein. Apa itu kafein ? Kafein adalah stimulan yang artinya mempercepat aktivitas fisiologis. Kafein banyak terkandung di dalam kopi, yang mana kafein tersebut dikenal sebagai trimethylxantine dengan rumus kimia C8H10N4O2 dan termasuk jenis alkaloida. Bagaimana mekanisme dari kafein itu? S Secara khusus, kafein dapat mempercepat tindakan otak agar tetap lebih waspada. Hal ini dilakukan dengan cara mengikat reseptor adenosin di otak. Karena kafein memblokir reseptor adenosin, neuron menjadi lebih aktif. Maka kelenjar pituitari menanggapi semua kegiatan seolah-olah itu keadaan darurat, dengan melepaskan hormon yang memberitahukan kelenjar adrenal untuk menghasilkan adrenalin. Inilah yang kadang-kadang dikenal sebagai lawan atau lari hormon (dan juga disebut epinefrin). Pelepasan adrenalin ini menyebabkan detak jantung yang lebih cepat, pelepasan gula ke dalam aliran darah dari hati. otot menjadi

tetap terpacu, kenaikan aliran darah ke otot. Bagaimana profil farmakokinetik kafein itu? Kafein didistribusikan keseluruh tubuh dan diabsorbsikan dengan cepat setelah pemberian, waktu paruh 3-7 jam, diekskresikan melalui urin. DosisDosis kafein 100 mg 200 mg 200-300 mg Efek meningkatkan suasana hati mengurangi nafsu makan memperbaiki jam biologi (jam tidur)

Reaksi yang merugikan : dalam jumlah yang lebih dari 500 mg akan mempengaruhi SSP dan jantung. Dosis 25-50 mg per hari sudah memberikan manfaat bagi orang-orang sensitive atau orang yang tidak memiliki cukup toleransi terhadap kafein. Dosis pemberian : apnea pada bayi : 2.5-5 mg/kgBB/hr, keracunan obat depresan : 0.5-1 gr kafein Na-Benzoat (Intramuskuler). Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai kafein yang terkandung di dalam kopi. Dan berdasarkan hasil penelitian, kafein yang terdapat dalam kopi memiliki dampak positif yaitu dapat mempertajam daya ingat. Bagaimana mekanisme kafein dalam mempertajam daya ingat? Salah satu yang membuat orang mudah tidur adalah peran senyawa adenosin dalam sel otak, jika zat ini terikat oleh reseptor-nya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh, juga menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Kafein dapat menyaingi fungsi adenosin, terutama dalam membuat ikatan dengan reseptor. Kafein tidak akan memperlambat gerak tubuh, seiring makin banyaknya kafein yang terserap masuk, lambat laun sel tubuh tidak akan merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena reseptor di otak lebih sibuk bergumul dengan kafein, lain kata, kafein membalikkan semua pola kerja adenosin, yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf otak, sehingga mengakibatkan daya pikir menjadi lebih tajam. Kafein dapat mencapai otak dan masuk sistim saraf

melalui aliran darah dalam waktu 15 menit setelah seseorang minum kopi. Jika kopi di konsumsi secara berlebihan?? tentu akan berdampak yang tidak baik akan berpeluang untuk mengundang penyakit, seperti sulit tidur (insomnia), sakit kepala yang hebat, jantung berdebar-debar, diare bahkan kepanikan akan timbul terutama pada orang-orang yang sensitif. Kategori seorang pengkonsumsi berlebihan adalah jika dalam 1 hari sebanyak 1000 mg atau setara dengan 8-10 cangkir, hal ini dapat menimbulkan efek racun bagi tubuh, seperti muntah, demam dan binggungan secara mental. Dosis mematikan bagi manusia adalah 10 gram atau kira-kira 100 cangkir kopi. Jumlah kafein yang setara 150 mg dengan BB 67,5 kgBBBerat badan (kg) Dosis yang setara 150mg dengan BB 67,5 (kg/mg) 100 120 150 175 200 250 300 Dosis terbaik yang dapat diperoleh kopi saring (mg) 120 150 180 210 240 300 360

45 54 67,5 79 90 112,5 135

Bila lebih dari jumlah itu dalam jangka panjang, risiko akan berkembang pada penyakitpenyakit tertentu seperti darah tinggi, ginjal, penyakit gula hingga penyakit jantung dan stroke plus risiko aborsi bagi wanita hamil. Apalagi untuk yang menggunakan kafein untuk mengusir rasa kantuk. Sesekali tentu tak mengapa, tetapi bila terus-menerus pasti akan merugikan tubuh. Ingat, rasa mengantuk adalah isyarat yang diberikan tubuh untuk beristirahat karena aktivitas sudah berlebih.

Efek buruk kafein Kopi Mengandung Kafein Kafein bekerja di dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel saraf Begitu pula, dalam hal mengonsumsi kafein sebagai salah satu bahan kimia yang banyak terkandung dalam minuman dan makanan yang akrab dikonsumsi sehari-hari seperti kopi, teh, minuman cola, minuman suplemen dan obat-obatan. Padahal kafein merupakan salah satu zat yang berbahaya bagi kesehatan dan sudah dibuktikan dari berbagai macam penelitian (jika dikonsumsi berlebihan) Agaknya merupakan hal yang wajib untuk mengenal lebih jauh apa sebenarnya kafein tersebut. Apa itu kafein? Dalam dunia medis, kafein yang banyak terkandung dalam minuman yang kita konsumsi hampir setiap hari ini dikenal sebagai trimethylxantine dengan rumus kimia C8H10N4O2 dan termasuk jenis alkaloida. Manfaatnya dalam dunia kedokteran sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah, kafein juga berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa lelah. Kafein juga memiliki kemampuan menstimulasi otak. Karena itu juga di beberapa negara maju kafein sudah digunakan untuk mengatasi asma dan batu ginjal walaupun belum secara penuh didukung penelitian ilmiah. Coba lihat sebagian besar obat flu yang kerap mengandung kafein dalam bahannya dengan tujuan menyeimbangkan dorongan rasa kantuk akibat bahan-bahan lainnya, sementara minuman-minuman suplemen menjanjikan kebugaran jangka pendek melalui kandungan-nya. Tak heran, sampai di kalangan pelajar pun manfaatnya dalam meningkatkan kewaspadaan dan menambah energi ini dijadikan alasan untuk mengkonsumsi minuman-minuman suplemen berkafein ataupun secangkir kopi tanpa menyadari efek ketergantungan yang bisa ditimbulkannya. Cara kerja kafein Kafein bekerja di dalam tubuh dengan mengambil alih reseptor adenosin dalam sel saraf yang akan memacu produksi hormon adrenalin dan menyebabkan peningkatan tekanan darah, sekresi asam lambung, dan aktifitas otot, serta perangsangan hati untuk melepaskan senyawa gula pada aliran darah untuk menghasilkan energi ekstra. Dalam berbagai produk, kandungannya berbeda-beda, misalnya dalam 150 ml kopi seduhan sebanyak 110-150 mg, kopi instan 40-108 mg, decaffeinated (kopi dengan kadar kafein rendah) sebanyak 2-5 mg, sementara dalam teh berkisar antara 9-50 mg pada teh seduhan, teh instan 12-28 mg dan minuman teh ringan 22-36 mg.

Pada minuman cola mencapai 40-60 mg, minuman energi/suplemen 50-80 mg, coklat 5-35 mg dan obat-obatan 100-200 mg (stimulan), 32-65 mg (analgesik/pereda sakit) dan 10-30 mg (obat demam). Pengaruh bagi kesehatan Meski belum ada keputusan mutlak tentang bahaya konsumsi kafein bagi kesehatan orang dewasa di kalangan ahli, dapat dipastikan kafein memang bisa mengakibatkan kecanduan jika mengonsumsi kafein sebanyak 600 mg (sekira 5-6 cangkir kopi 150 ml) selama 10-15 hari berturut-turut. Dosis fatalnya sendiri berkisar sekira 10.000 mg (sekira 50-200 cangkir kopi/hari) pada konsumsi oral untuk berat badan rata-rata. Seperti dikatakan tadi, mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah dengan menyaingi fungsi adenosin, salah satu senyawa dalam sel otak yang membuat orang mudah tertidur. Namun berbeda dengan ikatan adenosin asli dengan reseptor, kafein tidak memperlambat gerak sel tubuh. Lama kelamaan sel-sel tubuh tidak akan bekerja lagi terhadap perintah adenosin. Kafein akan membalikkan semua kerja adenosin, sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebih lebar, namun jantung juga akan berdetak lebih cepat, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra. Selanjutnya, setengah dari kandungan kafein yang diminum ternyata bisa bertahan beberapa jam dalam tubuh sehingga membuat mata susah terpejam. Kalaupun dipaksa, kualitas tidur akan berkurang dan terus akan menumpuk selama terus mengonsumsi kafein sehingga mengurangi kadar vitalitas tubuh. Pada saat inilah sudah terjadi ketergantungan terhadap kafein, sekali saja terlepas dari stimulasinya maka tubuh akan mudah merasa lelah dan depresi. Kalau begitu, bisa dipahami kafein termasuk zat berbahaya yang bisa merugikan bila dikonsumsi tanpa kendali. Ini juga yang menjadi alasan mengapa beberapa waktu lalu sebuah merek minuman energi diimbau untuk menghentikan produksinya karena mengandung 80% kafein. Jauh lebih banyak dari yang tercantum pada daftar labelnya. Potensi ketergantungan ini pula yang membuat kopi disamakan dengan zat-zat adiktif lainnya di beberapa negara, bahkan pernah disebut sebagai heroin berskala kecil pada sebuah literatur di AS yang mencatat jumlah 90% warganya sebagai pengonsumsi rutin produk-produk berkafein dari berbagai makanan dan minuman sehari-hari dan lebih dari 50% orang dewasa di sana yang mengonsumsi minimal 300 mg kafein/hari, dari sekadar beberapa cangkir kopi, teh dan minuman cola. Di Eropa, penelitian terpisah mencatat delapan dari sepuluh orang dewasa mengonsumsi kafein setiap harinya. Untuk saat ini, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih menetapkan kandungan kafein dalam minuman-minuman penambah energi tidak lebih dari 50 mg, karena jumlah ini yang diyakini sebagai ambang batas. Bila lebih dari jumlah itu dalam jangka panjang, risiko akan berkembang pada penyakitpenyakit tertentu seperti darah tinggi, ginjal, penyakit gula hingga penyakit jantung dan stroke plus risiko aborsi bagi wanita hamil.

Sebaiknya penderita penyakit-penyakit tadi disarankan untuk berhati-hati mengonsumsi produk-produk berkafein seperti yang dilaporkan pada penelitian di Eropa baru-baru ini, kafein bisa menyebabkan terjadinya pengerasan pembuluh darah yang bisa terjadi dua jam setelah konsumsi kafein, dalam hal ini kopi, terutama bagi penderita tekanan darah tinggi. Secangkir kopi memiliki potensi untuk meningkatkan tekanan darah 5-10 mm Hg, jadi bisa dengan cepat memicu terjadinya serangan jantung dan stroke. Belum lagi untuk sebagian individu yang sensitif terhadap kafein. Overstimulasi yang terjadi akan bisa menyebabkan jantung berdebar dengan irama tak beraturan sehingga bisa mengakibatkan gangguan lain yang bisa jadi lebih fatal. Dengan mengenal lebih jauh seluk-beluk kafein ini, efek buruknya terhadap kesehatan akan lebih bisa dihindari secara dini. Tak perlu takut untuk mengonsumsinya sebagaimana juga konsumsi makanan atau minuman lain juga tak terlepas dari pengaruh bermacam-macam zat kimia. Ada efek yang merugikan, namun ada pula yang menguntungkan. Yang penting adalah bagaimana untuk menjaga agar efek buruk terhadap kesehatan tidak sampai muncul secara merugikan, yaitu tidak mengonsumsinya secara berlebih dan dalam jangka panjang terusmenerus. Apalagi untuk yang menggunakan kafein untuk mengusir rasa kantuk. Sesekali tentu tak mengapa, tetapi bila terus-menerus pasti akan merugikan tubuh. Ingat, rasa mengantuk adalah isyarat yang diberikan tubuh untuk beristirahat karena aktivitas sudah berlebih. Dan satu lagi yang tak kalah penting, karena sedikit banyak kafein termasuk dalam zat adiktif dan kadarnya cukup tinggi pada minuman-minuman ekstra energi, sudah selayaknya dibutuhkan peran serta instansi yang berwenang untuk selalu mengadakan survei secara teratur agar kandungannya tak melebihi batas yang sudah ditentukan (segala yang berlebihan tidak baik).

Kafein FarmakologiGlobal konsumsi kafein telah diperkirakan 120.000 ton per tahun, sehingga zat psikoaktif paling populer di dunia. Jumlah ini setara dengan satu porsi minuman kafein bagi setiap orang, per hari. Kafein adalah sistem saraf pusat dan stimulan metabolik, dan digunakan baik recreationally dan medis untuk mengurangi kelelahan fisik dan mengembalikan kewaspadaan mental saat kelemahan yang tidak biasa atau mengantuk terjadi. Kafein dan turunan methylxanthine lainnya juga digunakan pada bayi yang baru lahir untuk mengobati apnea dan denyut jantung tidak teratur yang benar. Kafein merangsang sistem saraf pusat pertama di tingkat yang lebih tinggi, sehingga kewaspadaan meningkat dan terjaga, aliran lebih cepat dan lebih jelas pemikiran, meningkatkan fokus, dan koordinasi tubuh yang lebih baik umum, dan kemudian pada tingkat sumsum tulang belakang pada dosis yang lebih tinggi. Hal ini dihilangkan dengan kinetika orde pertama. Kafein juga dapat tertelan rektal, dibuktikan dengan perumusan supositoria dari ergotamine tartrat dan kafein (untuk menghilangkan migrain) dan chlorobutanol dan kafein (untuk pengobatan gravidarum). Waktu paruh kafein waktu yang diperlukan untuk tubuh untuk menghilangkan satu-setengah dari jumlah kafein - sangat bervariasi antar individu berdasarkan faktor-faktor seperti umur, fungsi hati, kehamilan, beberapa obat bersamaan, dan tingkat enzim dalam hati yang dibutuhkan untuk metabolisme kafein. Pada orang dewasa yang sehat, setengah kafein-hidup sekitar 4,9 jam. Pada wanita menggunakan kontrasepsi oral, ini meningkat menjadi jam 5-10, dan pada wanita hamil waktu paruhnya adalah sekitar 9-11 jam. Kafein dapat menumpuk pada individu dengan penyakit hati yang berat, meningkatkan setengah-hidup sampai 96 jam. Pada bayi dan anak-anak muda, setengah kehidupan dapat lebih lama dibandingkan orang dewasa, setengah kehidupan pada bayi baru lahir mungkin selama 30 jam. Faktor-faktor lain seperti merokok dapat mempersingkat setengah kafein-hidup. Fluvoxamine mengurangi clearance kafein 91,3%, dan lama eliminasi setengah-hidup dengan 11,4 kali lipat (dari 4,9 jam sampai 56 jam). Kafein dimetabolisme di hati oleh sistem enzim sitokrom P450 oksidase (untuk lebih spesifik, yang isozim 1A2) menjadi tiga dimethylxanthines metabolik, yang masing-masing memiliki efek sendiri pada tubuh:

Paraxanthine (84%): Apakah efek lipolisis meningkat, yang menyebabkan peningkatan gliserol dan bebas kadar asam lemak dalam plasma darah. Theobromine (12%): Dilatasi pembuluh darah dan volume urin meningkat. Theobromine juga merupakan alkaloid utama dalam biji kakao, dan karena itu coklat. Teofilin (4%): melemaskan otot polos dari saluran pernapasan, dan digunakan untuk mengobati asma. Dosis terapi teofilin, bagaimanapun, adalah beberapa kali lebih besar dari tingkat diperoleh dari metabolisme kafein.

Masing-masing metabolit selanjutnya dimetabolisme dan kemudian dikeluarkan dalam urin.

Mekanisme tindakanKafein mudah melintasi penghalang darah-otak yang memisahkan aliran darah dari bagian dalam otak. Setelah di otak, modus utama tindakan adalah sebagai nonselektif antagonis reseptor adenosin. Molekul kafein secara struktural mirip dengan adenosin, dan mengikat untuk adenosin reseptor pada permukaan sel-sel tanpa mengaktifkan mereka (sebuah

"antagonis" mekanisme tindakan). Oleh karena itu, kafein bertindak sebagai inhibitor kompetitif. Adenosin ditemukan di setiap bagian tubuh, karena berperan dalam metabolisme energi fundamental ATP-terkait dan diperlukan untuk sintesis RNA, tetapi memiliki fungsi yang khusus dalam otak. Ada banyak bukti bahwa konsentrasi adenosin otak meningkat berbagai jenis stres metabolik termasuk anoksia dan iskemia. Bukti juga menunjukkan bahwa otak adenosin bertindak untuk melindungi otak dengan menekan aktivitas saraf dan juga dengan meningkatkan aliran darah melalui A2A dan reseptor A2B terletak pada otot polos vaskular. Kafein juga memiliki efek umumnya disinhibitory pada aktivitas saraf. Ini belum terbukti, namun, bagaimana efek ini menyebabkan peningkatan gairah dan kewaspadaan. Adenosin dilepaskan dalam otak melalui mekanisme yang kompleks. Ada bukti bahwa adenosin berfungsi sebagai neurotransmitter synaptically dirilis dalam beberapa kasus, tetapi meningkatkan adenosin yang terkait dengan stres tampaknya diproduksi terutama oleh metabolisme ekstraseluler ATP. Hal ini tidak mungkin bahwa adenosin adalah neurotransmiter utama untuk setiap kelompok neuron, melainkan bahwa hal itu dirilis bersamaan dengan pemancar lainnya dengan sejumlah jenis neuron. Tidak seperti kebanyakan neurotransmitter, adenosin tampaknya tidak dikemas ke dalam vesikula yang dirilis secara tegangan yang dikendalikan, tapi kemungkinan mekanisme tersebut belum sepenuhnya dikesampingkan. Beberapa kelas reseptor adenosin telah diuraikan, dengan distribusi anatomis yang berbeda. A 1 reseptor didistribusikan secara luas, dan bertindak untuk menghambat penyerapan kalsium. Sebuah reseptor 2A terkonsentrasi pada ganglia basal, daerah yang memainkan peran penting dalam mengontrol perilaku, tetapi dapat ditemukan di bagian lain dari otak juga, dalam kepadatan rendah. Ada bukti bahwa A reseptor 2A berinteraksi dengan sistem dopamin, yang terlibat dalam reward dan gairah. (A 2A reseptor juga dapat ditemukan pada dinding arteri dan sel selaput darah.) Di luar efek umum saraf, ada alasan untuk percaya bahwa adenosin mungkin lebih khusus terlibat dalam kontrol siklus tidur-bangun. Robert McCarley dan rekan-rekannya berpendapat bahwa akumulasi dari adenosin dapat menjadi penyebab utama dari sensasi kantuk yang mengikuti aktivitas mental yang berkepanjangan, dan bahwa efek ini dimediasi baik oleh penghambatan bangun-mempromosikan neuron melalui A 1 reseptor, dan aktivasi tidurmempromosikan neuron melalui efek tidak langsung pada reseptor A 2A. Lebih studi terbaru telah memberikan bukti tambahan untuk kepentingan A 2A, tetapi tidak A 1, reseptor. Beberapa efek sekunder dari kafein mungkin disebabkan oleh tindakan yang tidak berhubungan dengan adenosin. Seperti xanthines alkohol lainnya, kafein adalah baik1. phosphodiesterase inhibitor kompetitif nonselektif yang meningkatkan cAMP intrasel, mengaktifkan PKA, menghambat TNF-alpha dan sintesis leukotriene, dan mengurangi peradangan dan kekebalan bawaan. Kafein juga ditambahkan untuk agar-agar, yang sebagian menghambat pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae oleh phosphodiesterase menghambat siklik AMP. 2. antagonis reseptor adenosin nonselektif.

menghambat phosphodiesterase inhibitor cAMP-phosphodiesterase (cAMP-PDE) enzim, yang mengkonversi siklik AMP (cAMP) dalam sel untuk membentuk nonsiklik nya, sehingga

memungkinkan untuk membangun cAMP dalam sel. Siklik AMP berpartisipasi dalam aktivasi protein kinase A (PKA) untuk memulai fosforilasi enzim khusus yang digunakan dalam sintesis glukosa. Dengan menghalangi penyingkirannya, kafein mengintensifkan dan memperpanjang efek dari epinefrin dan obat epinefrin mirip seperti amfetamin, metamfetamin, dan methylphenidate. Peningkatan konsentrasi cAMP dalam sel parietal menyebabkan peningkatan aktivasi protein kinase A (PKA), yang pada gilirannya meningkatkan aktivasi H + / K + ATPase, sehingga akhirnya pada sekresi asam lambung meningkat oleh sel. Siklik AMP juga meningkatkan aktivitas arus lucu, yang secara langsung meningkatkan denyut jantung. Kafein juga merupakan analog struktural strychnine dan, seperti itu (meskipun banyak kurang kuat), suatu antagonis kompetitif pada reseptor glisin ionotropic. Metabolit kafein juga berkontribusi terhadap efek kafein. Paraxanthine bertanggung jawab untuk peningkatan proses lipolisis, yang melepaskan gliserol dan asam lemak ke dalam darah untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar oleh otot-otot. Theobromine merupakan vasodilator yang meningkatkan jumlah oksigen dan aliran nutrisi ke otak dan otot. Teofilin bertindak sebagai relaksan otot polos yang terutama mempengaruhi bronchioles dan bertindak sebagai chronotrope dan inotrope yang meningkatkan denyut jantung dan efisiensi.

Efek ketika diambil dalam moderasiJumlah yang tepat dari kafein yang diperlukan untuk menghasilkan efek berbeda dari orang ke orang, tergantung pada ukuran tubuh dan tingkat toleransi terhadap kafein. Kurang dari satu jam untuk kafein untuk mulai mempengaruhi tubuh dan dosis ringan habis dalam tiga sampai empat jam. Dengan efek, kafein adalah ergogenic, meningkatkan kemampuan seseorang tenaga kerja mental atau fisik. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1979 menunjukkan peningkatan 7% di kejauhan bersepeda selama dua jam di mata pelajaran yang mengkonsumsi kafein dibandingkan dengan kontrol mata pelajaran. Penelitian lain mencapai hasil yang jauh lebih dramatis; satu studi tertentu pelari dilatih menunjukkan peningkatan 44% dalam "-kecepatan ras" daya tahan, serta peningkatan 51% pada ketahanan bersepeda, setelah dosis 9 miligram kafein per kilogram tubuh berat. studi tambahan telah melaporkan efek yang sama. Studi lain menemukan 5,5 miligram kafein per kilogram massa tubuh mengakibatkan subyek bersepeda 29% lagi selama sirkuit intensitas tinggi. Kafein sitrat telah terbukti manfaat jangka pendek dan jangka panjang dalam mengobati gangguan pernapasan apnea yang prematur dan displasia bronkopulmonalis pada bayi prematur. Satu-satunya risiko jangka pendek yang terkait dengan pengobatan sitrat kafein adalah pengurangan sementara berat badan selama terapi, dan studi jangka panjang (18 sampai 21 bulan) telah menunjukkan manfaat yang berkelanjutan perawatan bayi prematur dengan kafein. Kafein melemaskan otot-otot sphincter internal anal dan dengan demikian harus dihindari oleh mereka dengan inkontinensia tinja. Sedangkan relatif aman bagi manusia, kafein jauh lebih beracun untuk beberapa hewan lain seperti anjing, kuda, dan beo karena kemampuan yang jauh lebih buruk untuk memetabolisme senyawa ini. Kafein juga memiliki efek diucapkan pada moluska dan berbagai serangga serta laba-laba.

Toleransi dan penarikanKarena kafein terutama antagonis reseptor sistem saraf pusat untuk adenosine neurotransmitter, tubuh individu yang secara teratur mengkonsumsi kafein beradaptasi dengan kehadiran terus-menerus obat dengan secara substansial meningkatkan jumlah reseptor adenosin dalam sistem saraf pusat. Peningkatan jumlah reseptor adenosin membuat tubuh lebih sensitif terhadap adenosin, dengan dua konsekuensi utama. Pertama, efek stimulasi kafein secara substansial berkurang, sebuah fenomena yang dikenal sebagai adaptasi toleransi. Kedua, karena respon adaptif untuk membuat kafein individu jauh lebih sensitif terhadap adenosin, pengurangan konsumsi kafein secara efektif akan meningkatkan efek fisiologis normal adenosin, yang mengakibatkan gejala penarikan diterima di pengguna toleran. Kafein toleransi berkembang sangat cepat, terutama di kalangan kopi berat dan konsumen minuman energi. toleransi Lengkap untuk tidur efek gangguan kafein berkembang setelah mengkonsumsi 400 mg kafein 3 kali sehari selama 7 hari. toleransi Lengkap efek subjektif kafein diamati untuk mengembangkan setelah mengkonsumsi 300 mg 3 kali per hari selama 18 hari, dan mungkin bahkan lebih awal. Dalam eksperimen lain, toleransi lengkap kafein diamati ketika subjek dikonsumsi 750-1200 mg per hari sedangkan toleransi tidak lengkap kafein telah diamati pada mereka yang mengkonsumsi dosis rata-rata lebih dari kafein. Karena adenosin, sebagian, berfungsi untuk mengatur tekanan darah dengan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan efek adenosin karena penarikan kafein menyebabkan pembuluh darah kepala membesar, yang menyebabkan kelebihan darah di kepala dan menyebabkan sakit kepala dan mual. Mengurangi aktivitas katekolamin dapat menyebabkan perasaan lelah dan kantuk. Penurunan tingkat serotonin saat menggunakan kafein dihentikan dapat menyebabkan kegelisahan, lekas marah, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan motivasi berkurang untuk memulai atau untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari; dalam kasus yang ekstrim dapat menyebabkan depresi ringan. Bersama-sama, efek ini telah dikenal sebagai "crash". Gejala Penarikan - mungkin termasuk sakit kepala, lekas marah, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, mengantuk, insomnia dan nyeri di perut, tubuh bagian atas, dan sendi - dapat muncul dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah penghentian asupan kafein, puncak pada sekitar 48 jam, dan biasanya terakhir dari satu sampai lima hari, mewakili waktu yang dibutuhkan untuk jumlah reseptor adenosin di otak untuk kembali ke "normal" level, tidak dipengaruhi oleh konsumsi kafein. Analgesik, seperti aspirin, bisa menghilangkan gejala sakit, seperti yang bisa dosis kecil kafein. Paling efektif adalah kombinasi antara keduanya analgesik dan sejumlah kecil kafein. Ini bukan satu-satunya kasus di mana kafein meningkatkan efektivitas obat. Kafein membuat penghilang rasa sakit 40% lebih efektif dalam mengurangi sakit kepala dan membantu tubuh menyerap obat sakit kepala lebih cepat, membawa bantuan lebih cepat. Untuk alasan ini, banyak obat sakit kepala over-the-counter termasuk kafein dalam rumus mereka. Hal ini juga digunakan dengan ergotamine dalam pengobatan sakit kepala migrain dan cluster serta mengatasi rasa kantuk yang disebabkan oleh antihistamin.

BerlebihanDalam jumlah besar, dan khususnya selama periode yang lama, kafein dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai caffeinism''''Caffeinism biasanya menggabungkan ketergantungan kafein dengan berbagai kondisi fisik dan mental yang tidak menyenangkan, termasuk kegelisahan, lekas marah, cemas, tremulousness., otot berkedut (hyperreflexia), insomnia, sakit kepala, alkalosis pernapasan, dan jantung berdebar-debar. Selanjutnya, karena kafein meningkatkan produksi asam lambung, penggunaan yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan tukak lambung, esofagitis erosif, dan penyakit gastroesophageal reflux. Ada empat gangguan kejiwaan yang disebabkan kafein diakui oleh''Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders, Edisi Keempat'': intoksikasi kafein, kafein akibat gangguan kecemasan, kafein akibat gangguan tidur, dan gangguan kafein-terkait tidak dinyatakan khusus ( NOS).Kafein keracunan

Overdosis kafein akut, biasanya lebih dari sekitar 300 miligram, tergantung pada berat badan dan tingkat toleransi kafein, dapat mengakibatkan keadaan sistem saraf pusat terhadapstimulasi intoksikasi kafein disebut''''(DSM-IV 305,90), atau bahasa sehari-hari yang "kegugupan kafein". Gejala keracunan kafein tidak seperti overdosis dari stimulan lainnya. Ini mungkin termasuk kegelisahan, gugup, kegembiraan, insomnia, pembilasan wajah, meningkatkan buang air kecil, gangguan pencernaan, otot, aliran bertele-tele berpikir dan berbicara, lekas marah, tidak teratur atau denyut jantung yang cepat, dan agitasi psikomotor. Dalam kasus overdosis ekstrim, dapat mengakibatkan kematian. Dosis letal median (LD 50) diberikan secara lisan, adalah 192 miligram per kilogram pada tikus. LD 50 dari kafein pada manusia tergantung pada berat dan sensitivitas individu dan diperkirakan sekitar 150 sampai 200 miligram per kilogram massa tubuh, sekitar 80 hingga 100 cangkir kopi untuk orang dewasa rata-rata yang diambil dalam jangka waktu yang terbatas yang tergantung pada paruh. Meskipun mencapai dosis yang mematikan dengan kafein akan sangat sulit dengan kopi biasa, ada kematian yang dilaporkan dari kelebihan dosis pil kafein, dengan gejala serius terjadi overdosis yang memerlukan rawat inap dari sesedikit 2 gram kafein. Pengecualian untuk ini akan mengambil obat seperti fluvoxamine, yang menghambat enzim hati bertanggung jawab untuk metabolisme kafein, sehingga meningkatkan efek sentral dan konsentrasi darah kafein secara dramatis pada 5 kali lipat. Hal ini tidak kontraindikasi, tapi sangat dianjurkan untuk mengurangi asupan minuman berkafein, seperti minum satu cangkir kopi akan memiliki efek yang sama seperti minum lima dalam kondisi normal. Kematian biasanya terjadi karena fibrilasi ventrikel dibawa oleh pengaruh kafein pada sistem kardiovaskular. Pengobatan keracunan kafein parah umumnya mendukung, memberikan pengobatan gejala langsung, tapi jika pasien memiliki tingkat serum yang sangat tinggi maka dialisis peritoneal kafein, hemodialisis, atau hemofiltration mungkin diperlukan.Kecemasan dan gangguan tidur

Dua jarang didiagnosis kafein-gangguan akibat yang diakui oleh American Psychological Association (APA) adalah''kafein yang disebabkan gangguan tidur''dan''kafein-

induced''kecemasan gangguan, yang dapat mengakibatkan jangka panjang dari asupan kafein berlebihan. Dalam kasus gangguan tidur kafein-induced, individu secara teratur ingests dosis kafein yang cukup tinggi untuk menyebabkan gangguan signifikan dalam tidur nya, cukup berat untuk menjamin perhatian klinis. Sebuah studi di''British Journal of Addiction''caffeinism menyimpulkan bahwa, meskipun jarang didiagnosis, mungkin menimpa sebanyak satu orang dalam sepuluh penduduk.

Efek pada memori dan belajarSebuah array studi menemukan bahwa kafein dapat memiliki efek nootropic, menginduksi perubahan tertentu dalam memori dan belajar. Para peneliti telah menemukan bahwa konsumsi jangka panjang dari dosis rendah belajar hippocampus-tergantung kafein melambat dan memori jangka panjang gangguan pada tikus. Kafein konsumsi selama 4 minggu juga secara signifikan mengurangi neurogenesis hippocampal dibandingkan dengan kontrol selama percobaan. Kesimpulannya adalah bahwa konsumsi jangka panjang dari kafein dapat menghambat belajar hipokampus-tergantung dan memori sebagian melalui penghambatan neurogenesis hippocampal .. Dalam studi lain, kafein ditambahkan ke neuron tikus''di''vitro. Duri dendritik (bagian dari sel otak yang digunakan dalam membentuk koneksi antara neuron) diambil dari hippocampus (bagian dari otak yang berhubungan dengan memori) tumbuh sebesar 33% dan duri yang baru terbentuk. Setelah satu atau dua jam, namun, sel-sel kembali ke bentuk aslinya. Studi lain menunjukkan bahwa subyek manusia - setelah menerima 100 miligram kafein telah meningkatkan aktivitas di daerah otak yang terletak di lobus frontal, di mana bagian dari jaringan memori kerja berada, dan korteks anterior cingulate, bagian dari otak yang mengontrol perhatian. Subyek berkafein juga dilakukan lebih baik pada tugas-tugas memori. Namun, sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa kafein dapat mengganggu memori jangka pendek dan meningkatkan kemungkinan ujung fenomena lidah. Studi ini memungkinkan para peneliti untuk menunjukkan bahwa kafein bisa membantu memori jangka pendek ketika informasi yang akan diingat adalah berkaitan dengan kereta api saat ini pemikiran, tetapi juga untuk hipotesa bahwa kafein menghalangi memori jangka pendek ketika kereta api pemikiran tidak berhubungan. Pada dasarnya, konsumsi kafein meningkatkan kinerja mental yang berkaitan dengan fokus pemikiran sementara dapat menurunkan kemampuan berpikir jarak yang luas.

Efek pada jantungKafein mengikat pada reseptor pada permukaan sel-sel otot jantung, yang menyebabkan peningkatan tingkat cAMP di dalam sel (dengan menghalangi enzim yang merendahkan cAMP), meniru efek dari epinefrin (yang mengikat reseptor pada sel yang mengaktifkan cAMP produksi). cAMP bertindak sebagai "utusan kedua," dan mengaktifkan sejumlah besar protein kinase A (PKA; kinase protein cAMP-dependent). Hal ini memiliki efek keseluruhan meningkatkan laju glikolisis dan meningkatkan jumlah ATP yang tersedia untuk kontraksi otot dan relaksasi. Menurut sebuah studi, kafein dalam bentuk kopi, secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung pada studi epidemiologi. Namun, efek perlindungan

hanya terdapat pada peserta yang tidak parah hipertensi (misalnya, pasien yang tidak menderita tekanan darah sangat tinggi). Selain itu, tidak ada efek perlindungan yang signifikan ditemukan pada partisipan berusia kurang dari 65 tahun atau dalam mortalitas penyakit serebrovaskular bagi mereka yang berusia sama atau lebih dari 65 tahun.

Efek pada anak-anakIni adalah mitos umum bahwa asupan kafein berlebihan hasil pertumbuhan terhambat dalam anak-anak, terutama anak-anak muda dan remaja. - Baru-baru ini, studi ilmiah telah menyangkal dugaan itu. Anak-anak yang ditemukan mengalami efek yang sama dari kafein sebagai orang dewasa. Namun, anak perusahaan minuman yang mengandung kafein, seperti minuman energi, yang sebagian besar mengandung jumlah kafein yang tinggi, telah dilarang di banyak sekolah di seluruh dunia, karena efek samping lainnya yang telah diamati pada konsumsi kafein berkepanjangan. Selanjutnya, dalam sebuah studi, kafein Cola telah dikaitkan dengan hiperaktif pada anak-anak.

Asupan kafein selama kehamilanWalaupun digunakan secara luas dan pandangan konvensional bahwa itu adalah zat yang aman, sebuah penelitian di tahun 2008 menyarankan bahwa wanita hamil yang mengkonsumsi 200 miligram atau lebih kafein per hari memiliki sekitar dua kali risiko keguguran sebagai perempuan yang mengkonsumsi tidak ada. Namun, sebuah penelitian lain 2008 menemukan tidak ada hubungan antara konsumsi keguguran dan kafein. UK Food Standards Agency telah merekomendasikan bahwa perempuan hamil harus membatasi asupan kafein menjadi kurang dari 200 mg kafein sehari-setara dengan dua cangkir kopi instan atau setengah sampai dua cangkir kopi segar. FSA mencatat bahwa desain dari studi tidak memungkinkan untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut karena kafein per se, daripada perbedaan gaya hidup lain yang kemungkinan terkait dengan tingginya tingkat konsumsi kafein, tetapi dinilai saran untuk menjadi bijaksana. Dr De-Kun Li dari Kaiser Permanente Divisi Penelitian, menulis dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi, menyimpulkan bahwa asupan 200 miligram atau lebih per hari, mewakili dua atau lebih cangkir, "secara signifikan meningkatkan risiko keguguran". Namun, Dr David A. Savitz, seorang profesor di masyarakat dan kedokteran pencegahan di New York's Mount Sinai School of Medicine dan penulis utama studi baru lain di subjek diterbitkan dalam edisi Januari Epidemiologi, tidak menemukan hubungan antara keguguran dan kafein konsumsi. Beberapa orang memetabolisme kafein lebih lambat daripada populasi umum karena variasi gen sitokrom P450 spesifik, dan ada bukti orang dengan gen ini mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi infark miokard ketika jumlah besar mengkonsumsi kopi. Untuk metabolisme cepat, bagaimanapun, kopi tampaknya memiliki efek pencegahan. Lambat dan metabolisme cepat adalah comparably umum di populasi umum, dan ini telah disalahkan untuk variasi luas dalam studi tentang efek kesehatan dari kafein.

Tekanan intraokular dan kafein

Data terakhir telah menyarankan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan tekanan intraokular. Hal ini mungkin merupakan pertimbangan yang sangat penting bagi mereka dengan glaukoma sudut terbuka.

Bacaan lebih lanjut

Apa itu Kafein? Kejadian Kafein Apa itu dekafeinasi?

Artikel ini berlisensi di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike License . Ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia tentang " Kafein "Semua bahan yang digunakan diadaptasi dari Wikipedia tersedia sesuai dengan ketentuan Creative Commons AttributionShareAlike License . Wikipedia itu sendiri adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Incpowered by

Last Update: 1. February 2011 08:39Peringatan: Halaman ini adalah terjemahan mesin halaman ini aslinya dalam bahasa Inggris. Harap diperhatikan karena terjemahan yang dihasilkan oleh mesin, tidak semua terjemahan akan sempurna. Website ini dan halaman web yang dimaksudkan untuk dibaca dalam bahasa Inggris. Setiap terjemahan dari situs dan halaman web yang mungkin tidak tepat dan tidak akurat secara keseluruhan atau sebagian. Terjemahan ini disediakan sebagai kenyamanan.

Recent Caffeine NewsReliv International launches new nutritional supplement to address entire fatigue cycleConsumers who are fighting the fatigue cycle -- physical fatigue, mental fog and stress -- now have a new means of breaking that cycle. Reliv 24K, a new nutritional supplement, is the first shot to pr...Bigger, bolder drinks pack plenty of sugar and caloriesStarbucks recently announced a new-sized 31-ounce drink, the "Trenta," which will be in stores this spring. The mega-sized coffee joins the ranks of other energy drinks that can pack plenty of caffein...Food scientists pinpoint complex chemistry behind coffee's antioxidant benefitsFood scientists at the University of British Columbia have been able to pinpoint more of the complex chemistry behind coffee's much touted antioxidant benefits, tracing valuable compounds to the roast...Loyola inaugurates clinic exclusively to treat children with headachesFortunately, in most cases the causes of childhood headaches are usually no cause for alarm, Schnitzler said. Children can get headaches from stress, anxiety, inadequate sleep, vision

Kafein FarmakologiGlobal konsumsi kafein telah diperkirakan 120.000 ton per tahun, sehingga zat psikoaktif paling populer di dunia. Jumlah ini setara dengan satu porsi minuman kafein bagi setiap

orang, per hari. Kafein adalah sistem saraf pusat dan stimulan metabolik, dan digunakan baik recreationally dan medis untuk mengurangi kelelahan fisik dan mengembalikan kewaspadaan mental saat kelemahan yang tidak biasa atau mengantuk terjadi. Kafein dan turunan methylxanthine lainnya juga digunakan pada bayi yang baru lahir untuk mengobati apnea dan denyut jantung tidak teratur yang benar. Kafein merangsang sistem saraf pusat pertama di tingkat yang lebih tinggi, sehingga kewaspadaan meningkat dan terjaga, aliran lebih cepat dan lebih jelas pemikiran, meningkatkan fokus, dan koordinasi tubuh yang lebih baik umum, dan kemudian pada tingkat sumsum tulang belakang pada dosis yang lebih tinggi. Hal ini dihilangkan dengan kinetika orde pertama. Kafein juga dapat tertelan rektal, dibuktikan dengan perumusan supositoria dari ergotamine tartrat dan kafein (untuk menghilangkan migrain) dan chlorobutanol dan kafein (untuk pengobatan gravidarum). Waktu paruh kafein waktu yang diperlukan untuk tubuh untuk menghilangkan satu-setengah dari jumlah kafein - sangat bervariasi antar individu berdasarkan faktor-faktor seperti umur, fungsi hati, kehamilan, beberapa obat bersamaan, dan tingkat enzim dalam hati yang dibutuhkan untuk metabolisme kafein. Pada orang dewasa yang sehat, setengah kafein-hidup sekitar 4,9 jam. Pada wanita menggunakan kontrasepsi oral, ini meningkat menjadi jam 5-10, dan pada wanita hamil waktu paruhnya adalah sekitar 9-11 jam. Kafein dapat menumpuk pada individu dengan penyakit hati yang berat, meningkatkan setengah-hidup sampai 96 jam. Pada bayi dan anak-anak muda, setengah kehidupan dapat lebih lama dibandingkan orang dewasa, setengah kehidupan pada bayi baru lahir mungkin selama 30 jam. Faktor-faktor lain seperti merokok dapat mempersingkat setengah kafein-hidup. Fluvoxamine mengurangi clearance kafein 91,3%, dan lama eliminasi setengah-hidup dengan 11,4 kali lipat (dari 4,9 jam sampai 56 jam). Kafein dimetabolisme di hati oleh sistem enzim sitokrom P450 oksidase (untuk lebih spesifik, yang isozim 1A2) menjadi tiga dimethylxanthines metabolik, yang masing-masing memiliki efek sendiri pada tubuh:

Paraxanthine (84%): Apakah efek lipolisis meningkat, yang menyebabkan peningkatan gliserol dan bebas kadar asam lemak dalam plasma darah. Theobromine (12%): Dilatasi pembuluh darah dan volume urin meningkat. Theobromine juga merupakan alkaloid utama dalam biji kakao, dan karena itu coklat. Teofilin (4%): melemaskan otot polos dari saluran pernapasan, dan digunakan untuk mengobati asma. Dosis terapi teofilin, bagaimanapun, adalah beberapa kali lebih besar dari tingkat diperoleh dari metabolisme kafein.

Masing-masing metabolit selanjutnya dimetabolisme dan kemudian dikeluarkan dalam urin.

Mekanisme tindakanKafein mudah melintasi penghalang darah-otak yang memisahkan aliran darah dari bagian dalam otak. Setelah di otak, modus utama tindakan adalah sebagai nonselektif antagonis reseptor adenosin. Molekul kafein secara struktural mirip dengan adenosin, dan mengikat untuk adenosin reseptor pada permukaan sel-sel tanpa mengaktifkan mereka (sebuah "antagonis" mekanisme tindakan). Oleh karena itu, kafein bertindak sebagai inhibitor kompetitif. Adenosin ditemukan di setiap bagian tubuh, karena berperan dalam metabolisme energi fundamental ATP-terkait dan diperlukan untuk sintesis RNA, tetapi memiliki fungsi yang

khusus dalam otak. Ada banyak bukti bahwa konsentrasi adenosin otak meningkat berbagai jenis stres metabolik termasuk anoksia dan iskemia. Bukti juga menunjukkan bahwa otak adenosin bertindak untuk melindungi otak dengan menekan aktivitas saraf dan juga dengan meningkatkan aliran darah melalui A2A dan reseptor A2B terletak pada otot polos vaskular. Kafein juga memiliki efek umumnya disinhibitory pada aktivitas saraf. Ini belum terbukti, namun, bagaimana efek ini menyebabkan peningkatan gairah dan kewaspadaan. Adenosin dilepaskan dalam otak melalui mekanisme yang kompleks. Ada bukti bahwa adenosin berfungsi sebagai neurotransmitter synaptically dirilis dalam beberapa kasus, tetapi meningkatkan adenosin yang terkait dengan stres tampaknya diproduksi terutama oleh metabolisme ekstraseluler ATP. Hal ini tidak mungkin bahwa adenosin adalah neurotransmiter utama untuk setiap kelompok neuron, melainkan bahwa hal itu dirilis bersamaan dengan pemancar lainnya dengan sejumlah jenis neuron. Tidak seperti kebanyakan neurotransmitter, adenosin tampaknya tidak dikemas ke dalam vesikula yang dirilis secara tegangan yang dikendalikan, tapi kemungkinan mekanisme tersebut belum sepenuhnya dikesampingkan. Beberapa kelas reseptor adenosin telah diuraikan, dengan distribusi anatomis yang berbeda. A 1 reseptor didistribusikan secara luas, dan bertindak untuk menghambat penyerapan kalsium. Sebuah reseptor 2A terkonsentrasi pada ganglia basal, daerah yang memainkan peran penting dalam mengontrol perilaku, tetapi dapat ditemukan di bagian lain dari otak juga, dalam kepadatan rendah. Ada bukti bahwa A reseptor 2A berinteraksi dengan sistem dopamin, yang terlibat dalam reward dan gairah. (A 2A reseptor juga dapat ditemukan pada dinding arteri dan sel selaput darah.) Di luar efek umum saraf, ada alasan untuk percaya bahwa adenosin mungkin lebih khusus terlibat dalam kontrol siklus tidur-bangun. Robert McCarley dan rekan-rekannya berpendapat bahwa akumulasi dari adenosin dapat menjadi penyebab utama dari sensasi kantuk yang mengikuti aktivitas mental yang berkepanjangan, dan bahwa efek ini dimediasi baik oleh penghambatan bangun-mempromosikan neuron melalui A 1 reseptor, dan aktivasi tidurmempromosikan neuron melalui efek tidak langsung pada reseptor A 2A. Lebih studi terbaru telah memberikan bukti tambahan untuk kepentingan A 2A, tetapi tidak A 1, reseptor. Beberapa efek sekunder dari kafein mungkin disebabkan oleh tindakan yang tidak berhubungan dengan adenosin. Seperti xanthines alkohol lainnya, kafein adalah baik1. phosphodiesterase inhibitor kompetitif nonselektif yang meningkatkan cAMP intrasel, mengaktifkan PKA, menghambat TNF-alpha dan sintesis leukotriene, dan mengurangi peradangan dan kekebalan bawaan. Kafein juga ditambahkan untuk agar-agar, yang sebagian menghambat pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae oleh phosphodiesterase menghambat siklik AMP. 2. antagonis reseptor adenosin nonselektif.

menghambat phosphodiesterase inhibitor cAMP-phosphodiesterase (cAMP-PDE) enzim, yang mengkonversi siklik AMP (cAMP) dalam sel untuk membentuk nonsiklik nya, sehingga memungkinkan untuk membangun cAMP dalam sel. Siklik AMP berpartisipasi dalam aktivasi protein kinase A (PKA) untuk memulai fosforilasi enzim khusus yang digunakan dalam sintesis glukosa. Dengan menghalangi penyingkirannya, kafein mengintensifkan dan memperpanjang efek dari epinefrin dan obat epinefrin mirip seperti amfetamin, metamfetamin, dan methylphenidate. Peningkatan konsentrasi cAMP dalam sel parietal

menyebabkan peningkatan aktivasi protein kinase A (PKA), yang pada gilirannya meningkatkan aktivasi H + / K + ATPase, sehingga akhirnya pada sekresi asam lambung meningkat oleh sel. Siklik AMP juga meningkatkan aktivitas arus lucu, yang secara langsung meningkatkan denyut jantung. Kafein juga merupakan analog struktural strychnine dan, seperti itu (meskipun banyak kurang kuat), suatu antagonis kompetitif pada reseptor glisin ionotropic. Metabolit kafein juga berkontribusi terhadap efek kafein. Paraxanthine bertanggung jawab untuk peningkatan proses lipolisis, yang melepaskan gliserol dan asam lemak ke dalam darah untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar oleh otot-otot. Theobromine merupakan vasodilator yang meningkatkan jumlah oksigen dan aliran nutrisi ke otak dan otot. Teofilin bertindak sebagai relaksan otot polos yang terutama mempengaruhi bronchioles dan bertindak sebagai chronotrope dan inotrope yang meningkatkan denyut jantung dan efisiensi.

Efek ketika diambil dalam moderasiJumlah yang tepat dari kafein yang diperlukan untuk menghasilkan efek berbeda dari orang ke orang, tergantung pada ukuran tubuh dan tingkat toleransi terhadap kafein. Kurang dari satu jam untuk kafein untuk mulai mempengaruhi tubuh dan dosis ringan habis dalam tiga sampai empat jam. Dengan efek, kafein adalah ergogenic, meningkatkan kemampuan seseorang tenaga kerja mental atau fisik. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1979 menunjukkan peningkatan 7% di kejauhan bersepeda selama dua jam di mata pelajaran yang mengkonsumsi kafein dibandingkan dengan kontrol mata pelajaran. Penelitian lain mencapai hasil yang jauh lebih dramatis; satu studi tertentu pelari dilatih menunjukkan peningkatan 44% dalam "-kecepatan ras" daya tahan, serta peningkatan 51% pada ketahanan bersepeda, setelah dosis 9 miligram kafein per kilogram tubuh berat. studi tambahan telah melaporkan efek yang sama. Studi lain menemukan 5,5 miligram kafein per kilogram massa tubuh mengakibatkan subyek bersepeda 29% lagi selama sirkuit intensitas tinggi. Kafein sitrat telah terbukti manfaat jangka pendek dan jangka panjang dalam mengobati gangguan pernapasan apnea yang prematur dan displasia bronkopulmonalis pada bayi prematur. Satu-satunya risiko jangka pendek yang terkait dengan pengobatan sitrat kafein adalah pengurangan sementara berat badan selama terapi, dan studi jangka panjang (18 sampai 21 bulan) telah menunjukkan manfaat yang berkelanjutan perawatan bayi prematur dengan kafein. Kafein melemaskan otot-otot sphincter internal anal dan dengan demikian harus dihindari oleh mereka dengan inkontinensia tinja. Sedangkan relatif aman bagi manusia, kafein jauh lebih beracun untuk beberapa hewan lain seperti anjing, kuda, dan beo karena kemampuan yang jauh lebih buruk untuk memetabolisme senyawa ini. Kafein juga memiliki efek diucapkan pada moluska dan berbagai serangga serta laba-laba.

Toleransi dan penarikanKarena kafein terutama antagonis reseptor sistem saraf pusat untuk adenosine neurotransmitter, tubuh individu yang secara teratur mengkonsumsi kafein beradaptasi

dengan kehadiran terus-menerus obat dengan secara substansial meningkatkan jumlah reseptor adenosin dalam sistem saraf pusat. Peningkatan jumlah reseptor adenosin membuat tubuh lebih sensitif terhadap adenosin, dengan dua konsekuensi utama. Pertama, efek stimulasi kafein secara substansial berkurang, sebuah fenomena yang dikenal sebagai adaptasi toleransi. Kedua, karena respon adaptif untuk membuat kafein individu jauh lebih sensitif terhadap adenosin, pengurangan konsumsi kafein secara efektif akan meningkatkan efek fisiologis normal adenosin, yang mengakibatkan gejala penarikan diterima di pengguna toleran. Kafein toleransi berkembang sangat cepat, terutama di kalangan kopi berat dan konsumen minuman energi. toleransi Lengkap untuk tidur efek gangguan kafein berkembang setelah mengkonsumsi 400 mg kafein 3 kali sehari selama 7 hari. toleransi Lengkap efek subjektif kafein diamati untuk mengembangkan setelah mengkonsumsi 300 mg 3 kali per hari selama 18 hari, dan mungkin bahkan lebih awal. Dalam eksperimen lain, toleransi lengkap kafein diamati ketika subjek dikonsumsi 750-1200 mg per hari sedangkan toleransi tidak lengkap kafein telah diamati pada mereka yang mengkonsumsi dosis rata-rata lebih dari kafein. Karena adenosin, sebagian, berfungsi untuk mengatur tekanan darah dengan menyebabkan vasodilatasi, peningkatan efek adenosin karena penarikan kafein menyebabkan pembuluh darah kepala membesar, yang menyebabkan kelebihan darah di kepala dan menyebabkan sakit kepala dan mual. Mengurangi aktivitas katekolamin dapat menyebabkan perasaan lelah dan kantuk. Penurunan tingkat serotonin saat menggunakan kafein dihentikan dapat menyebabkan kegelisahan, lekas marah, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan motivasi berkurang untuk memulai atau untuk menyelesaikan tugas-tugas sehari-hari; dalam kasus yang ekstrim dapat menyebabkan depresi ringan. Bersama-sama, efek ini telah dikenal sebagai "crash". Gejala Penarikan - mungkin termasuk sakit kepala, lekas marah, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, mengantuk, insomnia dan nyeri di perut, tubuh bagian atas, dan sendi - dapat muncul dalam waktu 12 sampai 24 jam setelah penghentian asupan kafein, puncak pada sekitar 48 jam, dan biasanya terakhir dari satu sampai lima hari, mewakili waktu yang dibutuhkan untuk jumlah reseptor adenosin di otak untuk kembali ke "normal" level, tidak dipengaruhi oleh konsumsi kafein. Analgesik, seperti aspirin, bisa menghilangkan gejala sakit, seperti yang bisa dosis kecil kafein. Paling efektif adalah kombinasi antara keduanya analgesik dan sejumlah kecil kafein. Ini bukan satu-satunya kasus di mana kafein meningkatkan efektivitas obat. Kafein membuat penghilang rasa sakit 40% lebih efektif dalam mengurangi sakit kepala dan membantu tubuh menyerap obat sakit kepala lebih cepat, membawa bantuan lebih cepat. Untuk alasan ini, banyak obat sakit kepala over-the-counter termasuk kafein dalam rumus mereka. Hal ini juga digunakan dengan ergotamine dalam pengobatan sakit kepala migrain dan cluster serta mengatasi rasa kantuk yang disebabkan oleh antihistamin.

BerlebihanDalam jumlah besar, dan khususnya selama periode yang lama, kafein dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai caffeinism''''Caffeinism biasanya menggabungkan ketergantungan kafein dengan berbagai kondisi fisik dan mental yang tidak menyenangkan, termasuk kegelisahan, lekas marah, cemas, tremulousness., otot berkedut (hyperreflexia), insomnia, sakit kepala, alkalosis pernapasan, dan jantung berdebar-debar. Selanjutnya, karena

kafein meningkatkan produksi asam lambung, penggunaan yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan tukak lambung, esofagitis erosif, dan penyakit gastroesophageal reflux. Ada empat gangguan kejiwaan yang disebabkan kafein diakui oleh''Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders, Edisi Keempat'': intoksikasi kafein, kafein akibat gangguan kecemasan, kafein akibat gangguan tidur, dan gangguan kafein-terkait tidak dinyatakan khusus ( NOS).Kafein keracunan

Overdosis kafein akut, biasanya lebih dari sekitar 300 miligram, tergantung pada berat badan dan tingkat toleransi kafein, dapat mengakibatkan keadaan sistem saraf pusat terhadapstimulasi intoksikasi kafein disebut''''(DSM-IV 305,90), atau bahasa sehari-hari yang "kegugupan kafein". Gejala keracunan kafein tidak seperti overdosis dari stimulan lainnya. Ini mungkin termasuk kegelisahan, gugup, kegembiraan, insomnia, pembilasan wajah, meningkatkan buang air kecil, gangguan pencernaan, otot, aliran bertele-tele berpikir dan berbicara, lekas marah, tidak teratur atau denyut jantung yang cepat, dan agitasi psikomotor. Dalam kasus overdosis ekstrim, dapat mengakibatkan kematian. Dosis letal median (LD 50) diberikan secara lisan, adalah 192 miligram per kilogram pada tikus. LD 50 dari kafein pada manusia tergantung pada berat dan sensitivitas individu dan diperkirakan sekitar 150 sampai 200 miligram per kilogram massa tubuh, sekitar 80 hingga 100 cangkir kopi untuk orang dewasa rata-rata yang diambil dalam jangka waktu yang terbatas yang tergantung pada paruh. Meskipun mencapai dosis yang mematikan dengan kafein akan sangat sulit dengan kopi biasa, ada kematian yang dilaporkan dari kelebihan dosis pil kafein, dengan gejala serius terjadi overdosis yang memerlukan rawat inap dari sesedikit 2 gram kafein. Pengecualian untuk ini akan mengambil obat seperti fluvoxamine, yang menghambat enzim hati bertanggung jawab untuk metabolisme kafein, sehingga meningkatkan efek sentral dan konsentrasi darah kafein secara dramatis pada 5 kali lipat. Hal ini tidak kontraindikasi, tapi sangat dianjurkan untuk mengurangi asupan minuman berkafein, seperti minum satu cangkir kopi akan memiliki efek yang sama seperti minum lima dalam kondisi normal. Kematian biasanya terjadi karena fibrilasi ventrikel dibawa oleh pengaruh kafein pada sistem kardiovaskular. Pengobatan keracunan kafein parah umumnya mendukung, memberikan pengobatan gejala langsung, tapi jika pasien memiliki tingkat serum yang sangat tinggi maka dialisis peritoneal kafein, hemodialisis, atau hemofiltration mungkin diperlukan.Kecemasan dan gangguan tidur

Dua jarang didiagnosis kafein-gangguan akibat yang diakui oleh American Psychological Association (APA) adalah''kafein yang disebabkan gangguan tidur''dan''kafeininduced''kecemasan gangguan, yang dapat mengakibatkan jangka panjang dari asupan kafein berlebihan. Dalam kasus gangguan tidur kafein-induced, individu secara teratur ingests dosis kafein yang cukup tinggi untuk menyebabkan gangguan signifikan dalam tidur nya, cukup berat untuk menjamin perhatian klinis. Sebuah studi di''British Journal of Addiction''caffeinism menyimpulkan bahwa, meskipun jarang didiagnosis, mungkin menimpa sebanyak satu orang dalam sepuluh penduduk.

Efek pada memori dan belajarSebuah array studi menemukan bahwa kafein dapat memiliki efek nootropic, menginduksi perubahan tertentu dalam memori dan belajar. Para peneliti telah menemukan bahwa konsumsi jangka panjang dari dosis rendah belajar hippocampus-tergantung kafein melambat dan memori jangka panjang gangguan pada tikus. Kafein konsumsi selama 4 minggu juga secara signifikan mengurangi neurogenesis hippocampal dibandingkan dengan kontrol selama percobaan. Kesimpulannya adalah bahwa konsumsi jangka panjang dari kafein dapat menghambat belajar hipokampus-tergantung dan memori sebagian melalui penghambatan neurogenesis hippocampal .. Dalam studi lain, kafein ditambahkan ke neuron tikus''di''vitro. Duri dendritik (bagian dari sel otak yang digunakan dalam membentuk koneksi antara neuron) diambil dari hippocampus (bagian dari otak yang berhubungan dengan memori) tumbuh sebesar 33% dan duri yang baru terbentuk. Setelah satu atau dua jam, namun, sel-sel kembali ke bentuk aslinya. Studi lain menunjukkan bahwa subyek manusia - setelah menerima 100 miligram kafein telah meningkatkan aktivitas di daerah otak yang terletak di lobus frontal, di mana bagian dari jaringan memori kerja berada, dan korteks anterior cingulate, bagian dari otak yang mengontrol perhatian. Subyek berkafein juga dilakukan lebih baik pada tugas-tugas memori. Namun, sebuah penelitian lain menunjukkan bahwa kafein dapat mengganggu memori jangka pendek dan meningkatkan kemungkinan ujung fenomena lidah. Studi ini memungkinkan para peneliti untuk menunjukkan bahwa kafein bisa membantu memori jangka pendek ketika informasi yang akan diingat adalah berkaitan dengan kereta api saat ini pemikiran, tetapi juga untuk hipotesa bahwa kafein menghalangi memori jangka pendek ketika kereta api pemikiran tidak berhubungan. Pada dasarnya, konsumsi kafein meningkatkan kinerja mental yang berkaitan dengan fokus pemikiran sementara dapat menurunkan kemampuan berpikir jarak yang luas.

Efek pada jantungKafein mengikat pada reseptor pada permukaan sel-sel otot jantung, yang menyebabkan peningkatan tingkat cAMP di dalam sel (dengan menghalangi enzim yang merendahkan cAMP), meniru efek dari epinefrin (yang mengikat reseptor pada sel yang mengaktifkan cAMP produksi). cAMP bertindak sebagai "utusan kedua," dan mengaktifkan sejumlah besar protein kinase A (PKA; kinase protein cAMP-dependent). Hal ini memiliki efek keseluruhan meningkatkan laju glikolisis dan meningkatkan jumlah ATP yang tersedia untuk kontraksi otot dan relaksasi. Menurut sebuah studi, kafein dalam bentuk kopi, secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung pada studi epidemiologi. Namun, efek perlindungan hanya terdapat pada peserta yang tidak parah hipertensi (misalnya, pasien yang tidak menderita tekanan darah sangat tinggi). Selain itu, tidak ada efek perlindungan yang signifikan ditemukan pada partisipan berusia kurang dari 65 tahun atau dalam mortalitas penyakit serebrovaskular bagi mereka yang berusia sama atau lebih dari 65 tahun.

Efek pada anak-anakIni adalah mitos umum bahwa asupan kafein berlebihan hasil pertumbuhan terhambat dalam anak-anak, terutama anak-anak muda dan remaja. - Baru-baru ini, studi ilmiah telah

menyangkal dugaan itu. Anak-anak yang ditemukan mengalami efek yang sama dari kafein sebagai orang dewasa. Namun, anak perusahaan minuman yang mengandung kafein, seperti minuman energi, yang sebagian besar mengandung jumlah kafein yang tinggi, telah dilarang di banyak sekolah di seluruh dunia, karena efek samping lainnya yang telah diamati pada konsumsi kafein berkepanjangan. Selanjutnya, dalam sebuah studi, kafein Cola telah dikaitkan dengan hiperaktif pada anak-anak.

Asupan kafein selama kehamilanWalaupun digunakan secara luas dan pandangan konvensional bahwa itu adalah zat yang aman, sebuah penelitian di tahun 2008 menyarankan bahwa wanita hamil yang mengkonsumsi 200 miligram atau lebih kafein per hari memiliki sekitar dua kali risiko keguguran sebagai perempuan yang mengkonsumsi tidak ada. Namun, sebuah penelitian lain 2008 menemukan tidak ada hubungan antara konsumsi keguguran dan kafein. UK Food Standards Agency telah merekomendasikan bahwa perempuan hamil harus membatasi asupan kafein menjadi kurang dari 200 mg kafein sehari-setara dengan dua cangkir kopi instan atau setengah sampai dua cangkir kopi segar. FSA mencatat bahwa desain dari studi tidak memungkinkan untuk memastikan bahwa perbedaan tersebut karena kafein per se, daripada perbedaan gaya hidup lain yang kemungkinan terkait dengan tingginya tingkat konsumsi kafein, tetapi dinilai saran untuk menjadi bijaksana. Dr De-Kun Li dari Kaiser Permanente Divisi Penelitian, menulis dalam American Journal of Obstetri dan Ginekologi, menyimpulkan bahwa asupan 200 miligram atau lebih per hari, mewakili dua atau lebih cangkir, "secara signifikan meningkatkan risiko keguguran". Namun, Dr David A. Savitz, seorang profesor di masyarakat dan kedokteran pencegahan di New York's Mount Sinai School of Medicine dan penulis utama studi baru lain di subjek diterbitkan dalam edisi Januari Epidemiologi, tidak menemukan hubungan antara keguguran dan kafein konsumsi. Beberapa orang memetabolisme kafein lebih lambat daripada populasi umum karena variasi gen sitokrom P450 spesifik, dan ada bukti orang dengan gen ini mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi infark miokard ketika jumlah besar mengkonsumsi kopi. Untuk metabolisme cepat, bagaimanapun, kopi tampaknya memiliki efek pencegahan. Lambat dan metabolisme cepat adalah comparably umum di populasi umum, dan ini telah disalahkan untuk variasi luas dalam studi tentang efek kesehatan dari kafein.

Tekanan intraokular dan kafeinData terakhir telah menyarankan bahwa konsumsi kafein dapat meningkatkan tekanan intraokular. Hal ini mungkin merupakan pertimbangan yang sangat penting bagi mereka dengan glaukoma sudut terbuka. c. Kafein3 Kafein adalah derivat xantin bersama dengan teofilin dan teobromin. Ketiganya adalah alkaloid yang terdapat dalam tumbuhan. Kafein terdapat dalam kopi yang didapat dari biji Coffee, teh dari daun Thea sinensis mengandung kafein dan teofilin, cocao yang didapat dari biji Theobroma cacao mengandung kafein dan teobromin. Kafein berefek stimulasi.

Farmakodinamik Obat golongan ini memiliki efek sebagai relaksan otot polos, terutama otot polos bronkus, merangsang SSP, otot jantung dan meningkatkan diuresis. Kerja obat ini terhadap tubuh juga melibatkan banyak sistem. Pada SSP, kafein merangsang medula oblongata yang merupakan pusat napas. Kafein dan teofilin dapat menimbulkan mual dan muntah melalui efek sentral maupun perifer. Muntah akibat teofilin terjadi bila kadarnya dalam plasma melebihi 15 g/ml. Kadar yang tinggi kafein dan teofilin juga merangsang sistem kardiovaskuler dan akibatnya denyut jantung menjadi cepat atau bahkan pada beberapa kasus menyebabkan aritmia pada jantung. Pada sistem pencernaan kafein menstimulasi sekresi asam lambung dan enzim pencernaan. Pada ginjal metilxantin, khususnya teofilin tidak memiliki efek diuretik yang kuat. Efeknya dapat berasal dari peningkatan filtrasi oleh glomerulus dan reabsorpsi natrium yang rendah pada tubulus ginjal. Pada otot polos, sangat berguna bagi penderita asma, dan dapat sebagai bronkodilator. Sedangkan pada otot rangka berkaitan dengan kerja otot polos. Kafein dan teofilin dapat memperbaiki ventilasi dan mengurangi sesak napas sehingga oksigen dapat ditransfer ke otot. Farmakokinetik Metilxantin cepat diabsorpsi setelah pemberian oral, rektal, atau parenteral. Sediaan cair atau tablet akan diabsorpsi secara lengkap. Dalam keadaan perut kosong, sediaan teofilin bentuk cair atau tablet tidak bersalut dapat menghasilkan kadar puncak plasma dalam waktu 2 jam, sedangkan kafein dalam waktu 1 jam. Jika ada makanan akan memperlambat penyerapan obat ini. Pada ibu yang mengandung metilxantin didistribusikan ke seluruh tubuh, melewati plasenta dan masuk ke air susu ibu. Volume distribusi kafein dan teofilin adalah antara 400600 ml/kg dan pada bayi prematur nilai ini lebih tinggi. Eliminasi metilxantin terutama melalui metabolisme dalam hati. Sebagian besar diekskresi bersam urin dalam bentuk asam metilurat atau metilxantin. Kurang dari 20% teofilin dan 5% kafein akan ditemukan di urin dalam bentuk utuh. Waktu paruh plasma kafein antara 3-7 jam, nilai ini akan menjadi 2 kali lipat pada wanita hamil tua atau wanita yang menggunakan pil kontrasepsi jangka panjang. Pada bayi prematur kecepatan eliminasi teofilin dan kafein sangat menurun, waktu paruh kafein rata-rata 50 jam, sedangkan teofilin antara 20-36 jam. Efek Samping Pada manusia, kematian akibat keracunan kafein jarang terjadi. Gejala yang biasa paling mencolok pada penggunaan dosis tinggi adalah muntah dan kejang. Gejala permulaan berupa sukar tidur, gelisah dan eksitasi yang dapat berkembangmenjadi delirium ringan. Gangguan sensoris berupa tinitus dan kilatan cahaya sering dijumpai. Otot rangka menjadi tegang dan ekstrasistol, sedangkan pernapasan menjadi lebih cepat. Kadar kafein dalam darah pasca kematian ditemukan antara 80 g/ml sampai lebih dari 1 mg/ml.

Kandungan bahan aktif Dalam teh

Teh mengandung komponen volatile sebanyak 404 macam dalam teh hitam dan sekitar 230 macam dalam teh hijau. Komponen volatile tersebut berperan dalam memberikan cita rasa yang khas pada teh. Komponen aktif yang terkandung dalam teh, baik yang volatile maupun yang nonvolatile antara lain sebagai berikut. 1. polyphenols (10_25%) 2. methylxanthines 3. asam amino 4. peptida 5. komponen organik lain 6. tannic acids (9_20%) 7. vitamin C (150_250 mg%) 8. vitamin E (25_70 mg%) 9. vitamin K (300_500 IU/g)

10. -carotene (13_20%) 11. kalium (1795 mg%) 12. magnesium (192 mg%) 13. mangan (300_600 ug/ml) 14. fluor (0,1_4,2 mg/L) 15. zinc (5,4 mg%) 16. selenium (1,0_1,8 ppm%) 17. copper (0,01 mg%) 18. iron (33 mg%)

19. calcium (7 mg%) 20. caffein (45_50 mg%) (diolah dari berbagai sumber) Polyphenols Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur. Pada tanaman, flavonoids memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor. Subkelas dari polyphenols meliputi flavones , flavonols , flavanones , catechins , antocyanidin , dan isoflavones . Turunan flavonols, quercetin dan turunan catechins, epicatechin (EC), epigallo-catechin (EGC), epigallo-catechin gallate (EGCg) umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan antioksidan kuat dengan kekuatan 100 kali lebih tinggi daripada vitamin C dan 25 kali vitamin E yang juga merupakan antioksidan potensial. Berikut ini adalah komposisi poyphenol teh hijau dan teh hitam. Komponen Catechins Flavonoles Thearubigins Undefined Kafein Teh hijau (mg%) 210 14 0 266 45 Teh hitam (mg%) 63 21 28 273 50

Sumber: International Symposium on Health and Tea , 1998 Pada teh hijau, catechins merupakan komponen utama, sedangkan pada teh hitam dan teh oolong, catechins diubah menjadi theaflavin dan thearubigins. Vitamin Kandungan vitamin dalam teh dapat dikatakan kecil karena selama proses pembuatannya teh telah mengalami oksidasi sehingga menghilangkan vitamin C. Demikian pula halnya dengan vitamin E yang banyak hilang selama proses pengolahan, penyimpanan, dan pembuatan minuman teh. Akan tetapi, vitamin K terdapat dalam jumlah yang cukup banyak (300-500 IU/g) sehingga bisa menyumbang kebutuhan tubuh akan zat gizi tersebut. Mineral Ternyata teh cukup banyak mengandung mineral, baik makro maupun mikro yang banyak berperan dalam fungsi pembentukan enzim di dalam tubuh sebagai enzim antioksidan dan

lainnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa teh merupakan sumber mineral yang menyehatkan.

Teh mengandung komponen volatile sebanyak 404 macam dalam teh hitam dan sekitar 230 macam dalam teh hijau. Komponen volatile tersebut berperan dalam memberikan cita rasa yang khas pada teh. Komponen aktif yang terkandung dalam teh, baik yang volatile maupun yang nonvolatile antara lain sebagai berikut. 1. polyphenols (10_25%) 2. methylxanthines 3. asam amino 4. peptida 5. komponen organik lain 6. tannic acids (9_20%) 7. vitamin C (150_250 mg%) 8. vitamin E (25_70 mg%) 9. vitamin K (300_500 IU/g)

10. -carotene (13_20%) 11. kalium (1795 mg%) 12. magnesium (192 mg%) 13. mangan (300_600 ug/ml) 14. fluor (0,1_4,2 mg/L) 15. zinc (5,4 mg%) 16. selenium (1,0_1,8 ppm%) 17. copper (0,01 mg%) 18. iron (33 mg%)

19. calcium (7 mg%) 20. caffein (45_50 mg%) (diolah dari berbagai sumber) Polyphenols Teh sebagian besar mengandung ikatan biokimia yang disebut polyphenols, termasuk di dalamnya flavonoid. Flavonoid merupakan suatu kelompok antioksidan yang secara alamiah ada pada sayur-sayuran, buah-buahan, dan minuman seperti teh dan anggur. Pada tanaman, flavonoids memberikan perlindungan terhadap adanya stress lingkungan, sinar ultra violet, serangga, jamur, virus, dan bakteri, di samping sebagai pengendali hormon dan enzyme inhibitor. Subkelas dari polyphenols meliputi flavones , flavonols , flavanones , catechins , antocyanidin , dan isoflavones . Turunan flavonols, quercetin dan turunan catechins, epicatechin (EC), epigallo-catechin (EGC), epigallo-catechin gallate (EGCg) umumnya ditemukan di dalam teh. EGCg dan quercetin merupakan antioksidan kuat dengan kekuatan 100 kali lebih tinggi daripada vitamin C dan 25 kali vitamin E yang juga merupakan antioksidan potensial. Berikut ini adalah komposisi poyphenol teh hijau dan teh hitam. Komponen Catechins Flavonoles Thearubigins Undefined Kafein Teh hijau (mg%) 210 14 0 266 45 Teh hitam (mg%) 63 21 28 273 50

Adenosin Efek FarmakologiAdenosin adalah nukleosida purin endogen yang memodulasi proses fisiologis banyak. Cellular sinyal oleh adenosin terjadi melalui empat subtipe reseptor adenosin dikenal (A1, A2A, A2B, dan A3). konsentrasi adenosin Ekstraseluler dari sel-sel normal adalah sekitar 300 nM, namun, sebagai respons terhadap kerusakan sel (misalnya pada jaringan inflamasi atau iskemik), konsentrasi ini cepat tinggi (600-1,200 nM). Jadi, dalam hal stres atau cedera, fungsi adenosin terutama yang dari sitoproteksi mencegah kerusakan jaringan selama kasus hipoksia, iskemia, dan aktivitas kejang. Aktivasi reseptor A2A menghasilkan konstelasi tanggapan yang pada umumnya dapat diklasifikasikan sebagai anti-inflamasi.

Reseptor adenosinSubtipe reseptor yang berbeda adenosin (A1, A2A, A2B, dan A3) semua transmembran tujuh mencakup reseptor G-protein coupled. Keempat subtipe reseptor diklasifikasikan lebih lanjut berdasarkan kemampuan mereka untuk baik merangsang atau menghambat aktivitas adenilat siklase. Para A2A dan A2B pasangan reseptor ke G s dan memediasi stimulasi adenilat siklase, sedangkan dan A3 A1 reseptor adenosin pasangan untuk i G yang menghambat aktivitas adenilat siklase. Selain itu, reseptor A1 pasangan ke o G, yang telah dilaporkan untuk menengahi penghambatan adenosin dari Ca2 + konduktansi, sedangkan A2B dan reseptor A3 juga pasangan untuk G q dan merangsang aktivitas fosfolipase.

Anti-inflammatory propertiesAdenosin diyakini menjadi agen anti-inflamasi pada reseptor (2A) A. pengobatan topikal dari adenosin untuk luka kaki pada diabetes mellitus telah ditunjukkan pada hewan laboratorium untuk secara drastis meningkatkan memperbaiki jaringan dan rekonstruksi. administrasi topikal dari adenosin untuk digunakan dalam kekurangan penyembuhan luka dan diabetes mellitus pada manusia saat ini dalam penyelidikan klinis.

Aksi pada jantungKetika diberikan intravena, adenosin menyebabkan blok jantung sementara di AV node. Ini dimediasi melalui reseptor A1, adenilat adenylyl menghambat, mengurangi cAMP dan menyebabkan hyperpolarization sel dengan meningkatkan K lahiriah + fluks. Ini juga menyebabkan relaksasi endotel tergantung dari otot polos seperti yang ditemukan di dalam dinding arteri. Ini menyebabkan dilatasi dari "normal" segmen arteri, yakni di mana endotelium tidak dipisahkan dari media tunika oleh plak aterosklerosis. Fitur ini memungkinkan dokter untuk menggunakan adenosin untuk menguji penyumbatan di arteri koroner, dengan membesar-besarkan perbedaan antara segmen normal dan abnormal. Pada individu yang diduga menderita supraventricular takikardia (SVT), adenosin digunakan untuk membantu mengidentifikasi irama. SVTs tertentu dapat berhasil diakhiri dengan adenosin. Hal ini termasuk aritmia kembali peserta yang memerlukan AV node untuk entriulang (misalnya, takikardia AV reentrant (AVRT), AV tachycardia reentrant nodal (AVNRT). Di samping itu, takikardia atrial kadang-kadang bisa diakhiri dengan adenosin. Adenosin memiliki efek tidak langsung pada jaringan atrium menyebabkan pemendekan periode refraktori. Ketika diberikan melalui kateter lumen pusat, adenosin telah ditunjukkan untuk memulai atrial fibrilasi karena efeknya pada jaringan atrium. Pada individu dengan jalur aksesori, awal fibrilasi atrium dapat menyebabkan fibrilasi ventrikel yang mengancam jiwa. Cepat irama jantung yang terbatas pada atrium (misalnya, fibrilasi atrial, flutter atrium) atau ventrikel (misalnya, takikardia ventrikular monomorfik) dan tidak melibatkan AV node sebagai bagian dari rangkaian ulang peserta biasanya tidak diubah oleh adenosin . Namun, tingkat respons ventrikel sementara diperlambat dengan adenosin dalam kasus tersebut. Karena efek adenosin di SVTs AV node-dependent, adenosin dianggap sebagai agen kelas V antiarrhythmic. Ketika adenosin digunakan untuk cardiovert irama abnormal, itu adalah normal bagi jantung untuk masuk ada detak jantung ventrikel selama beberapa detik. Hal ini

dapat membingungkan bagi pasien biasanya sadar, dan berhubungan dengan sensasi anginaseperti di dada. Dengan sifat struktur purin kafein saja mengikat ke beberapa reseptor yang sama seperti adenosin. Efek farmakologis dari adenosin sehingga mungkin tumpul pada orang yang memakai jumlah besar methylxanthines (misalnya, kafein, ditemukan dalam kopi dan teh, atau theobromine, sebagaimana ditemukan dalam coklat).

Aksi dalam sistem saraf pusatGeneralized, adenosin memiliki efek penghambatan pada sistem saraf pusat (SSP). efek stimulasi Kafein, pada sisi lain, terutama (walaupun tidak seluruhnya) dikreditkan ke penghambatan atas adenosin dengan mengikat pada reseptor yang sama, dan karenanya secara efektif memblokir reseptor adenosin dalam SSP. Penurunan aktivitas adenosin menyebabkan meningkatnya aktivitas dopamin neurotransmitter dan glutamat.

DosisKetika diberi untuk evaluasi atau pengobatan dari supraventricular takikardia (SVT), dosis awal adalah 6 mg, diberikan sebagai dorongan / infus intravena intraosseous cepat. Karena adenosin's sangat paruh pendek, garis IV diawali sebagai proksimal (dekat) ke jantung mungkin, seperti fosa antecubital (depresi di depan siku.) Dorongan IV sering diikuti dengan segera siram 5-10ccs dari garam. Jika hal ini tidak berpengaruh (misalnya, tidak ada bukti blok AV transient), dosis 12 mg dapat diberikan 1-2 menit setelah dosis pertama. Jika dosis 12 mg tidak memiliki pengaruh, dosis 12 mg kedua dapat diberikan 1-2 menit setelah dosis sebelumnya. Beberapa dokter mungkin lebih suka untuk mengatur dosis yang lebih tinggi (biasanya 18 mg), daripada mengulangi dosis yang tampaknya tidak berpengaruh. Ketika diberi untuk melebarkan arteri, misalnya di dalam "stress test", dosis biasanya 0,14 mg / kg / menit, diberikan selama 4 atau 6 menit, tergantung pada protokol. Dosis yang dianjurkan dapat ditingkatkan pada pasien teofilin sejak methylxanthines mencegah pengikatan reseptor adenosin di lokasi. Dosis sering menurun pada pasien dipyridamole (Persantine) dan diazepam (Valium) karena adenosin potentiates efek obat ini. Dosis yang dianjurkan juga dikurangi dengan separuh pada pasien yang sedang melakukan presentasi gagal jantung kongestif, infark miokard, shock, hipoksia, dan / atau insufisiensi hati atau ginjal, dan pada pasien usia lanjut.

Interaksi obatDopamin dapat menimbulkan keracunan pada pasien. Karbamazepin dapat meningkatkan blok jantung. Teofilin dan kafein (methylxanthines) kompetitif menentang efek adenosin ini, sebuah peningkatan dosis adenosin mungkin diperlukan. Dipyridamole potentiates aksi adenosin, yang memerlukan penggunaan dosis yang lebih rendah.

KontraindikasiKontraindikasi umum untuk adenosin adalah:

2 atau 3 blok jantung derajat (tanpa alat pacu jantung) Sick sinus syndrome (tanpa alat pacu jantung) Long QT syndrome Parah hipotensi Gagal jantung dekompensasi Asma, kontraindikasi relatif (Namun, agonis selektif adenosin sedang diselidiki untuk digunakan dalam pengobatan asma) Racun / obat-induced tachycardia

Pada sindrom Wolff-Parkinson-White, adenosin dapat diberikan jika peralatan untuk kardioversi ini segera tersedia sebagai cadangan.

Efek sampingBanyak orang mengalami kemerahan pada wajah, ruam sementara pada, ringan diaforesis dada,, atau mual setelah pemberian adenosin karena efek vasodilatory nya. rasa metalik adalah efek samping ciri administrasi adenosin. Gejala-gejala ini sementara, biasanya berlangsung kurang dari satu menit. Hal ini klasik terkait dengan rasa "azab yang akan datang", lebih dgn biasa saja digambarkan sebagai ketakutan. Hal ini berlangsung beberapa detik setelah pemberian dosis bolus, selama transien ada detak jantung yang diinduksi oleh pemberian intravena. Dalam beberapa kasus adenosin bisa membuat anggota tubuh pasien terasa kaku selama sekitar 2-5 menit setelah pemberian intravena tergantung pada dosis (biasanya di atas 12 mg).

Bacaan lebih lanjut

Adenosin - Apakah Adenosin?

Artikel ini berlisensi di bawah Creative Commons Attribution-ShareAlike License . Ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia pada " Adenosine "Semua bahan yang digunakan diadaptasi dari Wikipedia tersedia sesuai dengan ketentuan Creative Commons AttributionShareAlike License . Wikipedia itu sendiri adalah merek dagang terdaftar dari Wikimedia Foundation, Incpowered by

Last Update: 1. February 2011 07:49Peringatan: Halaman ini adalah terjemahan mesin halaman ini aslinya dalam bahasa Inggris. Harap diperhatikan karena terjemahan yang dihasilkan oleh mesin, tidak semua terjemahan akan sempurna. Website ini dan halaman web yang dimaksudkan untuk dibaca dalam bahasa Inggris. Setiap terjemahan dari situs dan halaman web yang mungkin tidak tepat dan tidak akurat secara keseluruhan atau sebagian. Terjemahan ini disediakan sebagai kenyamanan.

Manfaat Kafein23/10/2009 Didik Suyanto Tidak ada komentar

Sebagai kelompok senyawa metilsantin, kopi merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung kafein tidak hanya itu saja kopi juga mengandung senyawa trofilin dan teobromin. Kafein memang masuk dalam golongan zat yang punya kemampuan menstimultan otak. Kalau dipisahkan dari zat-zat lainnya, kafein aslinya berbentuk bubuk putih dengan rasa agak pahit, namun bagi pemakainya akan mendapatkan kekuatan ekstra untuk berperang melawan rasa lelah, karena munculnya semangat yang tinggi. Tidak hanya memberikan kebugaran pada tubuh, kopi terbukti bisa membantu berpikir lebih cepat, seseorang yang akan melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan presentasi, jika minum kopi 15 menit atau 30 menit sebelum acara dilakukan, hasilnya akan cukup lumayan, karena kafein dalam kopi ternyata mampu memberikan sinyal pada otak untuk lebih cepat merespon dan dengan cepat mengolah memori pada otak Sebuah fenomena yang bukan sekedar sugesti belaka, tetapi bisa dijelaskan secara ilmiah. Mengapa kafein dapat mempertajam daya ingat? Salah satu yang membuat orang mudah tidur adalah peran senyawa adenosin dalam sel otak, jika zat ini terikat oleh receptor-nya, secara otomatis akan memperlambat aktivitas sel tubuh, juga menyebabkan pembesaran pembuluh darah. Kafein dapat menyaingi fungsi adenosin, terutama dalam membuat ikatan dengan receptor. Kafein tidak akan memperlambat gerak tubuh, seiring makin banyaknya kafein yang terserap masuk, lambat laun sel tubuh tidak akan merespon terhadap perintah-perintah adenosin, karena receptor di otak lebih sibuk bergumul dengan kafein, lain kata, kafein membalikkan semua pola kerja adenosin, yang dapat menimbulkan rangsangan terhadap susunan saraf otak, sehingga mengakibatkan daya pikir menjadi lebih tajam. Kafein dapat mencapai otak dan masuk sistim saraf melalui aliran darah dalam waktu 15 menit