5
Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD © aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew Teori dan Interpretasi 1. Jelaskan pengertian berikut: a. Timeliness , b. kapasitas kerja lapang, c. efisiensi, d. efektivitas. Jawab: a. Timeliness = batas waktu operasi alat-mesin yang sudah terjadwal. Bila menyimpang terjadi kerugian b. Kapasitas kerja lapang = hasil kerja maksimal alat-mesin dalam satuan waktu per satuan luas [jam/ha], atau satuan luas per satuan waktu [ha/jam] c. Efisiensi = daya guna atau tingkat kemampuan kerja alat-mesin bila dioperasikan dengan benar d. Efektifitas = hasil guna atau tingkat kemampuan kerja alat-mesin yang benar-benar terjadi 2. Jelaskan, perbedaan konseptual antara ketiga tenaga kerja ini; a. manusia, b. hewan, c. traktor Jawab: Kriteria Manusia Hewan Traktor Kapasitas daya Rendah, terbatas Besar, terbatas Besar, rel tak terbatas Daya jelajah Sempit, terbatas Relatif luas, terbatas Luas, rel tak terbatas manuverabilitas tinggi Relatif sedang Rendah, terbatas Daya tahan rendah Sedang Tinggi Gaya maximum 8-9% dari bobot tubuh 18-22% dari bobot tubuh - Dst...... 3. Apa saja yang dapat dilakukan sebuah traktor dalam kegiatan mobile, dan stationair? Jawab: Kegiatan mobile: transmisi daya melalui traksi roda penggerak melakukan pekerjaan mendorong, menarik, mengangkut. Misal: mengolah tanah, menarik trailer berisi muatan Kegiatan stationair : transmisi daya melalui PTO / puli melalkukan pekerjaan memompa, menekan, mengangkat, memutar puli penggerak, membor. Misal: menggerakkan pompa kompresi untuk melontarkan, meniup atau menyedot bahan kerja, atau pompa dekompresi untuk memerah susu ternak (Sapi), membuat lubang dengan bor tanah dsb. 4. Jelaskan, apakah alsintan di Indonesia masih bersifat mobile, stationair, atau kedua-duanya? Jawab: 10-20% utk kegiatan stationair (di perkebunan negara) dan 80-90% utk kegiatan mobile (di lahan-lahan pertanian) 5. Gambar kurva hubungan Daya (P), Torsi (T) dan konsumsi bahan bakar (FC) dengan kecepatan putaran motor sebuah traktor (Ne): a. tentukan posisi ‘governed speed’ dan berikan alasannya; b. tentukan posisi ‘ berburu lalat dengan meriam ’ dan posisi ‘berburu gajah dengan senapan angin ’. Berikan alasannya. Jawab: Lihat Fig. 2.3. (Hunt, hal 30) a. posisi ‘governed speed’ berada pada interval N = 1200-2200 RPM, karena di dalam interval ini daya mendekati maksimal ketika torsi makin menurun, sementara konsumsi bahan bakar (FC) pada batas minimum b. posisi ‘berburu lalat dengan meriam’ adalah pada N < 1200 RPM, karena pada kondisi ini daya traktor relatif sangat besar padahal beban kerja masih sangat rendah. Misal, membajak pada saat tanah mendekati batas susut (shrinkage limit), di mana slip roda relatif sangat rendah c, posisi ‘berburu gajah dengan senapan angin’ adalah pada N > 2200 RPM, karena pada kondisi ini daya motor traktor menurun tajam sementara beban kerja sangat tinggi. Misal, mengolah tanah saat kelembaban tanah mendekati batas cair (liquid limit), di mana slip roda relatif sangat tinggi 6. Fotokopi kurva prediksi Zoz (Fig. 2.11. hal 39. Hunt,D. 1983. Farm Power and Machinery Management.). Tempelkan pada kertas jawaban. Berikan interpretasi untuk ‘integrated mounting’ (I) pada tanah lunak (soft soil) Jawab: Diasumsikan bahwa sebuah traktor dites kinerjanya di atas landasan datar dari beton (concrete). Hasilnya adalah: DBPower = 67,2 kW, Dbpull = 35,2 kN, kecepatan operasi (V) =6,89 km/h, slip = 7,81% = 0,0781. Bobot dinamik total traktor (Wt) = 9978 kgf dengan SRAF = 68,36 kN. Yang ingin diprediksi adalah kinerja traktor tesebut, bila dioperasikan di lahan lunak (soft soil), yaitu di lahan baru digarap (tilled soil) dengan implemen pengolah tanah terintegrasi (Integral mounted). Amati dan cermati kurva prediksi Zoz (Fig. 2.11 hal 39: Hunt, D. 1983. Farm Power and Machinery Management). 1. Lihat kuadran kiri atas pada sumbu tegak, slip = 7,81%. Tarik garis datar ke kiri sampai memotong kurva concrete, lalu dari titik potong ini ditarik garis tegak ke atas memotong sumbu rasio Dbpower/Paxle dan terbaca = 0,91. => Paxle = 67,3 kW / 0,91 = 73,9 kW

uas tetrak 1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

uas tetrak 1

Citation preview

  • Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD

    Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD

    aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew

    Teori dan Interpretasi 1. Jelaskan pengertian berikut: a. Timeliness, b. kapasitas kerja lapang, c. efisiensi, d. efektivitas.

    Jawab: a. Timeliness = batas waktu operasi alat-mesin yang sudah terjadwal. Bila menyimpang terjadi kerugian b. Kapasitas kerja lapang = hasil kerja maksimal alat-mesin dalam satuan waktu per satuan luas [jam/ha],

    atau satuan luas per satuan waktu [ha/jam] c. Efisiensi = daya guna atau tingkat kemampuan kerja alat-mesin bila dioperasikan dengan benar d. Efektifitas = hasil guna atau tingkat kemampuan kerja alat-mesin yang benar-benar terjadi

    2. Jelaskan, perbedaan konseptual antara ketiga tenaga kerja ini; a. manusia, b. hewan, c. traktor Jawab:

    Kriteria Manusia Hewan Traktor

    Kapasitas daya Rendah, terbatas Besar, terbatas Besar, rel tak terbatas

    Daya jelajah Sempit, terbatas Relatif luas, terbatas Luas, rel tak terbatas

    manuverabilitas tinggi Relatif sedang Rendah, terbatas

    Daya tahan rendah Sedang Tinggi

    Gaya maximum 8-9% dari bobot tubuh 18-22% dari bobot tubuh -

    Dst......

    3. Apa saja yang dapat dilakukan sebuah traktor dalam kegiatan mobile, dan stationair?

    Jawab: Kegiatan mobile: transmisi daya melalui traksi roda penggerak melakukan pekerjaan mendorong, menarik, mengangkut. Misal: mengolah tanah, menarik trailer berisi muatan Kegiatan stationair : transmisi daya melalui PTO / puli melalkukan pekerjaan memompa, menekan, mengangkat, memutar puli penggerak, membor. Misal: menggerakkan pompa kompresi untuk melontarkan, meniup atau menyedot bahan kerja, atau pompa dekompresi untuk memerah susu ternak (Sapi), membuat lubang dengan bor tanah dsb.

    4. Jelaskan, apakah alsintan di Indonesia masih bersifat mobile, stationair, atau kedua-duanya? Jawab: 10-20% utk kegiatan stationair (di perkebunan negara) dan 80-90% utk kegiatan mobile (di lahan-lahan pertanian)

    5. Gambar kurva hubungan Daya (P), Torsi (T) dan konsumsi bahan bakar (FC) dengan kecepatan putaran motor sebuah traktor (Ne): a. tentukan posisi governed speed dan berikan alasannya; b. tentukan posisi berburu lalat dengan meriam dan posisi berburu gajah dengan senapan angin. Berikan alasannya. Jawab: Lihat Fig. 2.3. (Hunt, hal 30) a. posisi governed speed berada pada interval N = 1200-2200 RPM, karena di dalam interval ini daya mendekati maksimal ketika torsi makin menurun, sementara konsumsi bahan bakar (FC) pada batas minimum b. posisi berburu lalat dengan meriam adalah pada N < 1200 RPM, karena pada kondisi ini daya traktor relatif sangat besar padahal beban kerja masih sangat rendah. Misal, membajak pada saat tanah mendekati batas susut (shrinkage limit), di mana slip roda relatif sangat rendah c, posisi berburu gajah dengan senapan angin adalah pada N > 2200 RPM, karena pada kondisi ini daya motor traktor menurun tajam sementara beban kerja sangat tinggi. Misal, mengolah tanah saat kelembaban tanah mendekati batas cair (liquid limit), di mana slip roda relatif sangat tinggi

    6. Fotokopi kurva prediksi Zoz (Fig. 2.11. hal 39. Hunt,D. 1983. Farm Power and Machinery Management.). Tempelkan pada kertas jawaban. Berikan interpretasi untuk integrated mounting (I) pada tanah lunak (soft soil) Jawab: Diasumsikan bahwa sebuah traktor dites kinerjanya di atas landasan datar dari beton (concrete). Hasilnya adalah: DBPower = 67,2 kW, Dbpull = 35,2 kN, kecepatan operasi (V) =6,89 km/h, slip = 7,81% = 0,0781. Bobot dinamik total traktor (Wt) = 9978 kgf dengan SRAF = 68,36 kN. Yang ingin diprediksi adalah kinerja traktor tesebut, bila dioperasikan di lahan lunak (soft soil), yaitu di lahan baru digarap (tilled soil) dengan implemen pengolah tanah terintegrasi (Integral mounted). Amati dan cermati kurva prediksi Zoz (Fig. 2.11 hal 39: Hunt, D. 1983. Farm Power and Machinery Management). 1. Lihat kuadran kiri atas pada sumbu tegak, slip = 7,81%. Tarik garis datar ke kiri sampai memotong kurva

    concrete, lalu dari titik potong ini ditarik garis tegak ke atas memotong sumbu rasio Dbpower/Paxle dan terbaca = 0,91. => Paxle = 67,3 kW / 0,91 = 73,9 kW

  • Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD

    Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD

    aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew

    2. Hitung kecepatan operasi tanpa beban => (6,89 km/h) / (1-0,0781) = 7,47 km/ 3. Hitung rasio SRAF/Paxle => 68,36 kN / 73,9 kW = 925 N/kW 4. Lihat kuadran kanan bawah pada kecepatan tanpa beban: tarik garis datar ke kanan memotong garis

    SRAF/Paxle = 925 N/kW. Dari titik potong ini tarik garis tegak ke atas di kuadran kanan atas sampai memotong kurva integral di area tilled soil

    5. Dari titik potong di kurva integral tadi, tarik gais datar ke kiri sampai memotong sumbu tegak, yaitu pada slip = ~ 9,1% dan diteruskan ke kiri pada kuadran kiri atas sampai memotong kurva integral di area tilled soil. Dari titk potong ini tarik garis tegak ke bawah sampai memotong garis rasio DBPull/Paxle = ~ 0,38 => jadi DBPull = 0,38 x 68,36 = 25,96 kN

    6. dari titik potong di kurva integral tadi, tarik garis datar ke kiri sampai memotong kurva tilled soil. Lalu dari titik potongnya, tarik garis tegak sampai memotong garis rasio DBPower/Paxle = ~ 0,63. => DBPower = 0,63 x 73,9 kW = 46,6 kW

    7. Dari titik potong di kurva integral di area tilled soil pada kuadran kanan atas, tarikgaris paralel sejajar dengan garis actual constant speed sampai memotong sumbu datar, dan lanjutkan tarik garis tegak ke bawah sampai memotong garis SRAF/Paxle = 925 N/kW. Dari titik potong ini, tarik garisdatar ke kiri smpai memotong umbu tegak, yaitu pada kecepatan aktual = ~ 7,9 km/h.

    Kesimpulan: Prediksi Kinerja traktor yang dioperasikan pada lahan tilled soil dengan implemen pengolah tanah integral adalah: DBPullmax = 25,96 kN; DBPower = 46,6 kW; Vaktual = 7,9 km/h dan slip = 9,1%

    7. Jelaskan perbedaan konseptual antara sistem hidraulik terbuka dan tertutup Jawab:

    Kriteria Sistem terbuka Sistem tertutup

    Harga Relatif lebih murah Relatif mahal

    Konstruksi Sederhana Relatif rumit

    Tekanan hidraulik Irreversible Reversible

    Kerusakan implemen Sering terjadi Jarang terjadi

    Ketersediaan pada Traktor tangan, poros satu Traktor universal, poros dua

    dst....

    8. Jelaskan perbedaan konseptual antara kontrol draft otomatis, control tekanan otomatis dan kontrol posisi otomatis

    Jawab:

    Kriteria Kontrol draft otomatis Kontrol tekanan otomatis Kontrol posisi otomatis

    Kerja efektif bila tanah heterogen Bila permukaan tanah tidak rata

    Bila permukaan tanah bergelombang

    Implemen yg pendeteksi Alat submersibel (bajak, Gb 1)

    Roda peraba & tuas hidraulik (Gb 2)

    Tuas mekanik (Gb 4)

    dst...

    9. Perhatikan kontrol draft dan kontrol posisi (automatic draft and position control) - (Gb. 3 dan Gb. 4 fotokopi),

    gambar kembali atau tempelkan pada kertas UAS. Interpretasikan mekanisme kerjanya masing-masing, bubuhkan dengan tanda panah arah gerak gaya pada implemen-implemen ketika bajak beroperasi pada tanah yang relatif homogen tahanan draft tanahnya. Jawab: Pada lowongan ini tempelkan fotokopi Gb 3 dan 4. Silahkan amati dan cermati, lalu gambarkan arah gerak gaya (dengan tanda panah) mulai dari bajak di dalam tanah sampai ke tuas hidraulik dan arah gerak gaya balik dari tuas hidraulik kembali ke bajak di dalam tanah

    10. Interpretasikan peran control tekan otomatis (automatic pressure control), bila bajak tersebut beroperasi pada tanah heterogen. Jawab: Pada tanah heterogen berarti tahanan draft tanahnya bervariasi, tergantung pada jenis tanah, tekstur, struktur, kelembaban. Akibatnya, alat olah tanah, seperti bajak, akan mengalami tahanan tanah yang selalu berubah-ubah selama beroperasi. Kondisi ini pada suatu ketika menyebabkan terjadinya gaya yang mendorong bajak naik ke atas. Artinya, lower link akan terdorong ke atas. Dorongan ini secara mekanis diteruskan ke piston yang

  • Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD

    Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD

    aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew

    menyebabkan tekanan balik terhadap oli hidraulik di dalam silinder hidraulik yang berlawanan dengan arah tekanan dari sistem hidraulik. Sistem hidraulik (pada sistem tertutup) berreaksi dengan menambah tekanan hidraulik untuk mendorong balik piston yang secara mekanik diteruskan untuk menekan lower link kembali turun ke bawah sampai ke tingkat tekanan semula. Dengan demikian bajak kembali berada pada posisi semula dengan tekanan yang sama. Lihat Gb 2, 4, 5 dan 6.

    B. Hitungan (gunakan asumsi-asumsi data yang diperlukan secara logis) 1. Bila seorang petani berbobot 60 kg, seekor kerbau berbobot 250 kg, dan sebuah traktor tangan berkapasitas 3

    kW, hitung berapa orang petani dan berapa ekor kerbau yang dibutuhkan untuk menyamai efektivitas kerja traktor tangan tersebut Jawab: g = 9,81 m/s2 dibulatkan 10 m/s2 bobot dinamik petani = Wp = 60 kgf = 60 kg x 10 m/s2 = 600 N. Asumsi gaya maks petani (Fp) = ~ 10% Wp = 60 N dan kecepatan keja petani (Vp) = ~ 3,6 km/jam = ~ 1,0 m/s Pp = FpxVp = 60 N x 1,0 m/s = 60 Nm/s = 60 W Bobot dinamik kebau = Wk = 250 kg x 10 m/s2 = 2500 N Asumsi gaya maks kerbau (Fp) = ~ 20% Wp = 500 N dan kecepatan kerja petani (Vp) = ~ 0,50 m/s Pp = FpxVp = 500 N x 0,5 m/s = 250 Nm/s = 250 W Daya traktor = Pt = 3 kW = 3000 W. Asumsi daya maksimum yang tersalur ke roda penggerak traktor = Pt maks = 70% Pt = 2100 W Jadi, Pp : Pk : Ptmaks = 60 : 250 : 2100 jumlah petani = 2100 W/traktor : 60 W/petani = 35 petani / traktor jumlah kerbau = 2100 W/traktor : 250 W/kebau = 8,4 kerbau = 9 kerbau

    2. Sebuah traktor mengolah tanah / pengolahan pertama dengan 4 bajak singkal pada lahan kering. Berdasarkan kurva hubungan CRR dan Cn atau {(1.2/Cn) + 0,04} dan (CI x B x D) / W, CRR (coef. of Rolling Resistance) adalah 0,06. Estimasi dengan hitungan logis: a. Cn (wheel numeric); b. Cone Index (CI); c. Efisiensi daya motor( e); d. Daya pada roda penggerak (Paxel); e. Efisiensi traksi (TE). Jawab: Lihat Liljedhal et al.(1996). Tractor and Their Power Units. 4th Edition kurva hub CRR-Cn (Figure 10.6 hal 249) CRR

    0,3 0,06

    0,1 10 40 60 Cn a) berdasarkan kurva CRR-Cn, pada CRR = 0,06 Cn = ~ 20 (lahan kering yg agak lembab) ~~> kondisi mendekati soft soil (tanah agak lunak) b) asumsi B = 0,45 m dan D = 1,5 m, sedangkan W = 4 tonf = 39,24 kN Cn = CIxBxD/W => Cn x W = CI x B x D . (B = lebar roda; D = diameter roda) CI = Cn x W / (BxD) = 20 x 39,24 kN / (0,45x01,5) m2 = 1162,5 kN/m2 = 1162,5 kPa c) CI = 1162,5 kN/m2 => tahanan draft tanah (Fd) = ~ 116,25 N Asumsi: lebar bajak teoritis wb = 0,20 m, maka 4 bajak = 0,8 m; kedalaman operasi bajak db = 0,15 m => luas bidang operasi A = wb x db = 0,8 x 0,15 m2 = 0,12 m2. => CRR = 0,06 => RR = CRR x W = 0,06 x 39,24 = 2,4 kN => beban operasi bajak (Fb) = (Fd x A) + RR = (116,25 x 0,12) + 2,4 = 13,95 kN + 2,4 kN = 16,35 kN kecepatan operasi bajak utk 4 bajak maksimal (Vb) = 4 km/h = 1,11 m/s => daya pada drawbar hitch point (DBP) = Fb x Vb = 16,35 kN x 1,11 m/s = 18,15 kW untuk mengolah lahan agak lembab dengan 4 bajak singkal, dibutuhkan traktor besar minimal dengan kapasitas daya (power size) maksimum = 40 HP => Daya motor = Pe = 0,75 x 40 = 30 kW

    e = DBP/ Pe = 18,75/30 = 0,625

  • Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD

    Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD

    aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew

    e) Cn = ~ 40 (lahan kering) ~~> Artinya lahan cukup keras dan efisiensi traksi (TE) diasumsikan = ~ 70% => TE = (DBP/Paxle)x 100% => Paxle = DBP/TE = 6,8/0,7 = 9,7 kW d) sudah diketahui Pe = 30 kw dan Paxle = 9,7 kW

    3. Bila sebuah traktor mengalami tahanan draft tanah (soil draft resistance) rata-rata sebesar 4 N/cm2 saat mengolah tanah dengan bajak piring pada kedalaman kerja 15 cm, hitung : a. besarnya DBP (drawbar power) yang dibutuhkan, dan besarnya daya traktor minimal pada asumsi 10% daya tambahan; b. Efisiensi daya motor( e); c. Daya pada roda penggerak (Paxel); d. Efisiensi traksi (TE) Jawab: a) DBP = F x V (F = beban; V = kecepatan operasi pengolahan tanah) standar kecepatan pengolahan tanah dengan bajak piring (V) = 6-8 km/h, asumsi V = 8 km/h = 2,22 m/s Asumsi, lebar bajak (w) = 0,45 m, maka luas bidang operasi (A) = 0,45 x 0,15 m2 = 0,0675 m2 => F = A x tahanan draft tanah = 0,0675 m2 x 40 kN/m2 = 2,7 kN DBP = 2,7 kN x 2,22 m/s = 5,994 kW. P traktor minimal (Pmin) = 5,994 kW+ 10% x 5,994 kW = 6,5934 kW

    b) efisiensi daya motor (engine) = 0,96-0,98 (lihat Hunt, hal 30).

    c) efisiensi daya pada roda penggerak (axle) = (engine) x (transmisi) = 0,98 x 0,89 = 0,87 (lihat Hunt, hal 30)

    d) Paxle = Pmin/(axle) = 6,5934 kW / 0,87 = 7,56 kW TE = DBP/Paxle = (5,994 / 7,56) x 100% = 79%

    4. Estimasikan: a. gaya maksimum pada palang tarik (DBFmax); b. slip roda (WS) dan c. kecepatan operasi maksimum (V) pada efisiensi traksi maksimum (TEmax) sebuah traktor berdaya 75 kW dan berbobot 10 ton ketika mengolah tanah dalam kondisi menarik implemen gandeng (trailed implement) Jawab: a) Asumsi; pada efisiensi traksi maksimum, TEmax = 78%.

    Bila axle = 0,8, maka Paxle = 0,8 Pengine = 0,8 x 75 kW = 60 kW. TE = DBP/Paxle => 0,78 = DBP/75 kW => DBP = 0,78 x 75 kW = 58,5 kW = 58,5 kNm/s DBP = DBFmax x V. Bila diasumsikan DBP diperoleh pada kecepatan operasi pengolahan tanah maksimum (V) = 5 km/h = 1,67 m/s, maka DBFmax = DBP/V = 58,5 kNm/s /(1,67 m/s) = 35,03 kN b) Analog, pada TEmax = 78%, slip (WS) = 7-14% (2WD tractor) atau 5-17% (4WD tractor) c) V = 5 km/h

    5. Ketika sedang membelok sistem kemudi traktor (power steering system) membutuhkan aliran oli hidraulik sebesar 1,25 L/s dengan tekanan oli 14000 kPa. Hitung daya yang dibutuhkannya Jawab: P = 14000 kPa = 14000 kN/m2; Q = 1,25 L/s = 0,00125 m3/s D = P x Q = 14000 kN/m2 x 0,00125 m3/s = 17,5 kNm/s = 17,5 kW

    6. Ketika sedang membelok sistem kemudi traktor (power steering system) membutuhkan aliran oli hidraulik sebesar 1,25 L/s dengan tekanan oli 14000 kPa. Hitung daya yang dibutuhkannya Jawab: P = 14000 kPa = 14000 kN/m2; Q = 1,25 L/s = 0,00125 m3/s D = P x Q = 14000 kN/m2 x 0,00125 m3/s = 17,5 kNm/s = 17,5 kW

    7. Hitung: a. daya yang dikeluarkan oleh motor traktor untuk mengangkat bajak singkal ganda 400 kg setinggi 55 cm dalam waktu 4 detik; b. Kecepatan aliran oli hidraulik, bila tekanan oli 15000 kPa Jawab: a. F = 400 kgf = 400 kg x 9,81 m/s2 = 3924 N = 3,924 kN V = 55 cm/4 s = 13,75 cm/s = 0,1375 m/s D = F x V = 3,924 kN x 0,1375 m/s = 0,54 kNm/s = 0,54 kW b. P = 15000 kPa = 15 000 kN/m2; D = 0,54 kNm/s D = P x Q 0,54 kNm/s = 15000 kN/m2 x Q Q = (0,54 kNm/s)/(15000 kN/m2) = 0,036 L/s

    8. Hitung: a. daya yang dikeluarkan oleh motor traktor untuk mengangkat bajak singkal ganda 400 kg setinggi 55 cm

    dalam waktu 4 detik; b. Kecepatan aliran oli hidraulik, bila tekanan oli 15000 kPa (ralat: 1500 kPa = 150 kPa) Jawab: a) F = Wb = 400 kgf = 400 x 9,81 = 3924 N = 3,924 kN V = Vb = 55 cm/4 s = 13,75 cm/s = 0,1375 m/s Daya = P = F x V = 3,924 x 0,1375 = 0,53955 kW = 0,54 kW b) T =1500 kPa = 1500 kN/m2

  • Jawaban UAS Teknologi Traktor Semester Ganjil 2009/2010 Dosen: Prof.Dr.H. Ade M. Kramadibrata, Dipl.-ing., M.Res.Eng.Sc., PhD

    Mimin Muhaimin, Ir., M.Eng., PhD

    aemka - 12/14/2011 To Build The Indonesian Anew

    P = 0,54 kW = 0,54 kNm/s P = V x T V = P/T = 0,54 / 1500 [(kNm/s)/(kN/m2) = 0,0036 m/s