Click here to load reader

Makalah sejarah retorika

  • View
    349

  • Download
    6

Embed Size (px)

Text of Makalah sejarah retorika

SEJARAH RETORIKA DAN RAGAM RETORIKA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi salah satu Tugas Mata Kuliah Retorika

Disusun Oleh :Kelompok 1Nama: MadropikNIM : D08130060Nama: TarsihNIM: D08130087

PROGRAM STUDI DIKSATRASIADAFAKULTAS KEGURUAN DAN LIMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MATHLAUL ANWAR 2014 / 2015

16

KATA PENGANTAR

Puji Syukur senantiasa kami panjatkan kepada Allah SWT, atas karunianya Sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Makalah ini merupakan syarat untuk melengkapi tugas Mata Kuliah RetorikaKeberhasilan makalah ini tidak lain juga disertai referensi-referensi serta bantuan dari pihak-pihak yang bersangkutan. Makalah ini juga masih memiliki kekurangan dan kesalahan, baik dalam penyampaian materi atau dalam penyusunan makalah ini. Penyusunan makalah ini juga dimaksudkan untuk menambah wawasan mahasiswa mengenai materi ini.Sehingga kriitik dan saran yang membangun yang sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini dapat terselesaikan.

Cikaliung, Maret 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARIDAFTAR ISIIIBAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang11.2 Tujuan Penulis11.3 Perumusan Masalah11.4 Metode Penulisan11.5 Sistematika Penulisan1

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN PEMBAHASAN2.1 Pengertian Retorika32.2 Sejarah Retorika4 2.2.1 Retorika Pra-Yunani4 2.2.2 Retorika Pada Zaman Yunani5 2.2.3 Retorika Zaman Romawi6 2.2.4 Retorika Abad Pertengahan dan Zaman Daulat Islamiah7 2.2.5 Retorika Modern92.3 Perkembangan dan Prinsip Dasar Retorika10 2.3.1 Perkembangan Retorika10 2.3.2 Prinsip-Prinsip Dasar Retorika112.4 Konsep Teori Retorika12

BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan133.2 Saran13

DAFTAR PUSTAKA

ii

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangRetorika merupakan sebuah kajian menarik yang perlu mendapat perhatiam oleh Mahasiswa yang tengah menimba ilmu engetahuan di bidang ilmu sosial dan ilmu politik,maka dari itu pembahasan tentang Retorika memiliki ,daya tarik tersendiri bagi penulis untuk coba mengkaji topik mengenai RetorikaBahwa setiap bentuk-bentuk komunikasi adalah sebuah drama. Karenanya seorang pembicara hendaknya mampu mendramatisir (membuat audiens merasa tertarik) terhadap pembicara, sedangkan menurut Walter Fisher bahwa setiap komunikasi adalah bentuk dari cerita (storytelling). Karenanya, jika seseorang mampu bercerita sesungguhnya maka ia punya potensi untuk berceramah dan untuk menjadi penceramah. Sebagaimana dalam berdakwah itu sendiri dibutuhkan retorika-retorika yang dapat membuat dakwah seseorang lebih mengena, efisien dan efektif. Terutama dalam menyosialisasikan ajaran-ajaran Islam. Maka retorika jitu harus bias dikuasai oleh seseorang yang hendak berdakwah. Disamping itu kita juga harus harus tau sejarah mulanya retorika dari zaman pra-yunani hingga saat ini,maka pada makalah ini akan menggabungkan pengertian retorika dan sejarah perkembangannya.

1.2 Tujuan PenulisanPenulisan makalah ini ditujukan untuk memperluas cakrawala berpikir penulis dan juga kepada khalayak umumnya yang akan menambah ilmu pengetahuan penulis dan pembaca mengenai hal hal yang dianggap perlu di ketahui mengenai Retorika dalam hal ini1.3 Rumusan Masalah1.3.1 Apa itu Retorika?1.3.2 Bagaimana Perkembangan retorika?

1.4 Metode PenulisanPengamatan dan pencarian yang diambil dari berbagai sumber diantaranya :Buku dan Internet

9

1.5 Sistematika penulisanDalam Makalah ini dapat tersusun beberapa sub yang penulis uraikan dibagian Daftar Pustaka :

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang1.2 Tujuan Penulis1.3 Perumusan Masalah1.4 Metode Penulisan1.5 Sistematika Penulisan

BAB II LANDASAN TEORITIS DAN PEMBAHASAN2.1Pengertian Retorika2.2Sejarah Retorika2.2.1Retorika Pra-Yunani 2.2.2 Retorika Pada Zaman Yunani 2.2.3 Retorika Zaman Romawi 2.2.4 Retorika Abad Pertengahan dan Zaman Daulat Islamiah 2.2.5 Retorika Modern2.3 Perkembangan dan Prinsip Dasar Retorika 2.3.1 Perkembangan Retorika 2.3.2 Prinsip-Prinsip Dasar Retorika2.4 Konsep Teori Retorika

BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan3.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

BAB IILANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.1Pengertian RetorikaKata retorika merupakan konsep untuk menerangkan tiga seni penggunaan bahasa persuasi yaitu :etos, patos,danlogos.Dalam artian sempit, retorika dipahami sebgai konsep yang berkaitan dan seni berkomunikasi lisan berdasarkan tata bahasa, logika, dan dialektika yang baik dan benar untuk mempersuasi public dengan opini. Dalam artian luas, retorika berhubungan dengan diskursus komunikasi manusia.Para pakar retorika lainnya adalah Isocrates dan Plato yang kedua-duanya dipengaruhi Georgias dan Socrates. Mereka ini berpendapat bahwa retorika berperan penting bagi persiapan seseorang untuk menjadi pemimpin. Plato yang merupakan murid utama dari Socrates menyatakan bahwa pentingnya retorika adalah sebagai metode pendidikan dalam rangka mencapai kedudukan dalam pemerintahan dan dalam rangka upaya mempengaruhi rakyat.Puncak peranan retorika sebagai ilmu pernyataan antar manusia ditandai oleh munculnyaDemosthenesdanAristotelesdua orang pakar yang teorinya hingga kini masih dijadikan bahan kuliah di berbagai perguruan tinggi.Menurut Plato, retorika adalah seni para retorikan untuk menenangkan jiwa pendengar. Menurut Aristoteles, retorika adalah kemampuan retorikan untuk mengemukakan suatu kasus tertentu secara menyeluruh melalui persuasi.Dari simpulan diatas, retorika didefinisikan sebagai seni membangun argumentasi dan seni berbicara (the art of constructing arguments and speechmaking). Dalam perkembangannya retorika juga mencakup proses untuk menyesuaikan ide dengan orang dan menyesuaikan orang dengan ide melalui berbagai macam pesan.Retorikaberasal daribahasa Yunani, rhtr, orator, teacher adalah sebuah teknik pembujuk-rayuan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argumen (logo), awalnya Aristoteles mencetuskan dalam sebuah dialog sebelum The Rhetoric dengan judul 'Grullos' atau Plato menulis dalam Gorgias, secara umum ialah seni manipulatif atau teknikpersuasipolitik yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth Burke (1969) sebagai konsubstansialitas dengan penggunaan media oral atau tertulis, bagaimanapun, definisi dari retorika telah berkembang jauh sejak retorika naik sebagai bahan studi di universitas. Dengan ini, ada perbedaan antara retorika klasik (dengan definisi yang sudah disebutkan di atas) dan praktik kontemporer dari retorika yang termasuk analisa atas teks tertulis dan visual.Dalam buku Theories of Human Communication karangan Little John, dikatakan bahwa studi retorika sesungguhnya adalah bagian dari disiplin ilmu komunikasi.Mengapa? karena di dalam retorika terdapat penggunaan simbol-simbol yang dilakukan oleh manusia. Karena itu Retorika berhubungan erat dengan komunikasi Persuasi. Sehingga dikatakan retorika adalah suatu seni dari mengkonstruksikan argumen dan pembuatan pidato.Little John mengatakan re torika adalah adjusting ideas to people andpeople to ideas (Little John, 2004,p.50)Selanjutnya dikatakan bahwa Retorika adalah seni untuk berbicara baik, yang dipergunakan dalam pros s komunikasi antarmanusia (Hendrikus, 1991,p.14) Sedangkan oleh sejarawan dan negarawan George Kennedy mendefinisikan re torika sebagai the energy inherent in emotion and thought,transmitted through a system of signs, including language to other to influence theirdecisions or actions(dikutip dalam Puspa, 2005:p.10) atau kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Retorika adalahsuatu energi yang inheren dengan emosi dan pemikiran, yang dipancarkan melalui sebuah sistem dari tanda-tanda, termasuk didalamnya bahsa yang ditujukan pada orang lain untuk mempengaruhi pendapat mereka atau aksi mereka

2.2Sejarah Retorika

2.2.1 Retorika Pra-Yunani

Bak rantai yang tidak terputus, peradaban-peradaban yang ada di muka bumi ini tidak memulai keberadaannya, dengan segala aspek yang dibawa, tanpa pengaruh peradaban sebelumnya. Begitu pun dalam aspek ilmu pengetahuan, kecanggihan teknologi informasi dan transportasi Amerika Serikat saat ini, misalnya, adalah buah pengembangan dasar-dasar teknologi dalam bingkai ilmu matematika pada zaman Yunani Kuno. Ilmu matematika pun pada hakikatnya tidak mungkin dapat dikonsumsi, apalagi dikembangkan, jika tidak dihidupkan kembali oleh peradaban selanjutnya di Asia Barat. Disanalah matematika mulai bertransformasi menjadi pengetahuan modern. Angka nol pertama kali diperkenalkan, rumus trigonometri ditemukan,bahkan matematika telah memiliki cabang tersendiri yakni al-jabar. Berpangkal daripengembangan itu semua akhirnya membuahkan penemuan komputer, dan sekarang peneman itu berimbas pada zaman e-technology. Dalam kaitannya dengan retorika. Ilmu pengetahuan yang major area-nya kemampuan manusia dalam berkomunikasi ini tidak bersifat statis. Dinamisme ilmu ini bisa kita melalui perkembangannya dari zaman ke zaman lainnya. Dari masa dimana retorika hanya merupakan kebiasaan manusia hingga masa yang menjadikan retorika disiplin ilmu dengan berbagai teori dan definisi. Orang-orang Mesopotamia, yang konon peradabannya dijuluki the cradle of civilization, sebagaimana masyarakat Mesir Kuno dan Assyria, yang datang setelahnya, mengasah kemampuan retorika mereka dengan tujuan-tujuan ritual keagamaan . Ritual keagamaan seperti upacara pengorbanan, permohonan surut Nil berkepanjang