Aftercare (Mioma Uteri)

  • View
    231

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ddgew

Text of Aftercare (Mioma Uteri)

Laporan kasus MIOMA UTERI

AFTERCAREPOST HISTEREKTOMI EC MIOMA UTERI

Diajukan Kepada :Pembimbing : dr.Adi Rachmanadi, Sp. OGDisusun Oleh :Detty Ardhyasari1220221129

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAKARTANama: Ny. DUsia: 44 tahunJenis Kelamin: PerempuanAlamat: Kebonbatur 33/11 Sruwen, Tengaran, SemarangPekerjaan: Ibu Rumah TanggaAgama: IslamPendidikan Terakhir: SMAStatus: MenikahKelompok Pasien: UMUMMulai Dirawat: 13 September 2013Pukul 09.00 WIBOperasi: 16 September 2013Selesai Dirawat: 19 September 2013Pukul 15.00 WIBKontrol I Post OP: 23 September 2013Kontrol II Post OP: 1 Oktober 2013

IDENTITAS PASIENPasien datang tanggal 13 September 2013

Keluhan UtamaMengeluh nyeri perut bagian kiri bawah.Riwayat Penyakit SekarangMengeluh nyeri perut bagian kiri bawah sejak 1 minggu yang lalu.Keputihan timbul sejak 3 bulan yang lalu awalnya berwarna putih, lama kelamaan berwarna kuning, kental, dan keluar dalam jumlah yang banyak.Terasa ada benjolan di perut bagian bawah semakin lama semakin besar, lupa terasa sejak kapan.

ANAMNESISRiwayat Penyakit DahuluRiwayat penyakit kelamin sebelumnya disangkal oleh pasien. Riwayat darah tinggi (hipertensi) disangkal. Riwayat kencing manis (DM) disangkal.Riwayat Penyakit KeluargaTidak ada yang mengalami keluhan yang sama dengan pasien. Riwayat darah tinggi (hipertensi) dan kencing manis (DM) pada keluarga disangkal.Riwayat ObstetriMenarche: 12 tahunPola haid: teraturLama haid: 7 8 hariNyeri: ada nyeri selama haidMenopause: belumRiwayat KehamilanAnak I: perempuan, BBL, 2800 gr lahir normal di bidanAnak II: laki-laki, BBL, 3000 gr lahir normal di bidanAnak III: laki-laki, BBL, 3000 gr lahir normal di bidan

Riwayat KBSuntik KB digunakan selama 3 bulan.

Keadaan Umum: BaikKesadaran: Compos MentisTanda VitalTekanan Darah 90/70 mmHgNadi 88 x/menitSuhu 36,6 CPernapasan 20 x/menitKepala: NormocephalMata: Simetris, anemis (-/-), ikterik (-/-)Telinga: Simetris, sekret (-/-)Hidung: Sekret (-), tidak deviasi septumTenggorok: Faring tidak hiperemis, T1-T1Leher: Tidak ada pembesaran KGB, benjolan di leher (-)ThoraksJantung: BJ I-II regular, murmur (-), gallop (-)Paru: Suara napas vesikuler, ronkhi (-/-), wheezing (-/-)AbdomenTeraba massa tunggal kurang lebih sebesar telur angsaHati: Tidak ada pembesaranLimpa: Tidak ada pembesaranEkstremitas: Akral hangat, sianosis (-), edema (-), varises (-), turgor kulit baikPEMERIKSAANDarah RutinHASILNILAI RUJUKANHemoglobin (Hb)12.012 - 16Leukosit11.34.0 - 10Eritrosit4.224.2 5.4Trombosit175200 - 400MPV8.87 - 11Limfosit1.51.7 3.5Monosit0.40.2 0.6Granulosit9.42.5 - 7Limfosit%13.425 35Monosit%3.84 6Granulosit%82.850 80CT0.1540.2 0.5Golongan DarahOCloting Time3.003 - 5Bleeding Time2.001 3LABORATORIUMDIAGNOSISP3A0 44 tahun dengan suspek mioma uteri.

Dilakukan pemeriksaan penunjang USG:Tampak gambaran massa padat pada daerah uterus menyerupai gambaran mioma uteriPEMERIKSAANOperatifHisterektomiMedikamentosa pasca operatifInfus RL 20 tpmCiprofloxacinAsam mefenamatMetronidazole

PENATALAKSANAANDIAGNOSIS AKHIRP3A0 44 tahunPost Histerektomi ec Mioma uteri

I. 23 September 2013 di Poliklinik Kebidanan & Kandungan RSUD AmbarawaAnamnesis: tidak ada keluhanKU : BaikKesadaran : CMVital sign : TD : 120/80 mmhgNadi : 84 x/ minRR: 18 x/minSuhu : 36,60CLaporan kontrolGanti verban pertama kali dan melepas jahitan. Luka bekas operasi sudah kering dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Pasien mengeluhkan belum mengalami menstruasi lagi sejak dilakukannya operasi.Ibu memelihara kebersihan diri dengan baik dan menyadari pentingnya kebersihan.Ibu dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, menunjukkan bahwa fungsi sosial ibu sudah kembali seperti sediakala.

FOLLOW UP PASCA OPERASIII. 1 Oktober 2013 di Poliklinik Kebidanan & Kandungan RSUD Ambarawa

Anamnesis: Tidak ada keluhanKU : BaikKesadaran : CMVital sign : TD : 110/70 mmhgNadi : 90 x/ minRR: 20 x/minSuhu : 36,70CLaporan kontrolGanti verban kedua kali dan melepas jahitan. Luka bekas operasi sudah kering dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi. Pasien mengeluhkan belum mengalami menstruasi lagi sejak dilakukannya operasi.Ibu memelihara kebersihan diri dengan baik dan menyadari pentingnya kebersihan.Ibu dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan normal, menunjukkan bahwa fungsi sosial ibu sudah kembali seperti sediakala.Pasien mendapatkan terapi:Suprimox 3 x 500 mg No. XXProxidon 3 x 1 No. XX

Pasien membawa hasil pemeriksaan patologi anatomi jaringan yang diambil

Organ: UterusDiagnosa Klinis: Mioma UteriMakroskopis: Uterus tanpa cervix dan adnexa, corpus 18 x 13 x 5 cm berwarna coklat, kenyal. Pembelahan penampang endometrium sulit dinilai 3 kupe A dan B.Mikroskopik: Sediaan menunjukkan jaringan miometrium dengan hipertrofi sel otot polos. Jaringan miometrium dengan kongesti dan ekstravasasi eritrosit. A dan B tidak didapatkan tanda ganas.Kesimpulan: Uterus: Hipertrofi miometriumSaran: -

Fungsi BiologikPasien adalah seorang wanita , berusia 44 tahun. Pasien baru menjalani operasi histerektomi. Keadaan ini menganggu fungsi biologis pasien.

Fungsi PsikologikHubungan pasien dengan keluarga dan orang sekitarnya baik. Pasien mengetahui keterbatasan di lingkungan sosial setelah menjalani operasi dan melibatkan keluarga dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.

Fungsi EkonomiPasien sebelumnya karyawan swasta, tetapi sejak mengalami keluhan ini, pasien sudah tidak bekerja lagi. Penghasilan keluarga pasien berasal dari pasien serta suaminya. Kondisi ekonomi pasien termasuk golongan menengah ke bawah.

Fungsi PendidikanPendidikan terakhir pasien adalah SMA.

Fungsi ReligiusPasien dan keluarganya adalah seorang muslim, dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.

Fungsi Sosial dan BudayaKedudukan pasien dalam lingkungan sosial budaya adalah sebagai warga negara yang baik. Pasien tetap menjalin hubungan baik dengan warga lingkungan sekitarnya.

IDENTIFIKASI FUNGSI-FUNGSI KELUARGAFaktor PerilakuPasien menyadari tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Diet pasien sehari-hari merupakan tinggi garam, namun mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Setelah pasien mengetahui dan mendapat penjelasan mengenai kondisi kesehatan saat ini, pasien mengaku akan lebih perhatian terhadap kondisi kesehatannya.

Faktor Non-PerilakuSarana kesehatan mudah dijangkau oleh pasien. Akses transportasi untuk mencapai tempat-tempat tertentu dinilai mudah.Tidak ada kesulitan dalam mencapai fasilitas kesehatan.

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN PASIENFungsi BiologisPasien menyangkal bahwa di keluarga pasien terdapat riwayat penyakit yang diturunkan secara genetik.

Fungsi PsikologisHubungan pasien dengan anggota keluarga baik.

Fungsi Religius dan Sosial BudayaPasien beribadah sesuai agamanya dan berperilaku sosial budaya sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Fungsi EkonomiPasien mengaku tidak ada masalah dengan keadaan ekonomi.

Faktor PerilakuPasien mengerti tentang kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat.

DIAGNOSIS FUNGSI KELUARGAJaga higienitas diri dengan baik. Hal ini dapat mempengaruhi keluhan yang kemungkinan dialami oleh pasien sebelumnya. Ditakutkan pula terjadinya infeksi pasca operasi.Makan makanan yang bergizi. Asupan makanan yang cukup, terlebih lagi tinggi protein dapat membantu proses penyembuhan luka dari bekas operasi.Minum obat penghilang sakit dari dokter. Jangan sampai menahan rasa sakit dan tidak mengkonsumsi obat yang diberikan.Bagi ibu yang sudah bisa mandi tanpa diseka, sebaiknya mandi seperti biasa. Jika ingin mandi dengan cara berendam, bersihkan tempat mandi tersebut sebelum dan setelah digunakan.Setelah mandi, segera keringkan bekas sayatan tersebut dengan handuk yang lembut, kertas tisu, atau kapas.Apabila bekas sayatan (insisi) menjadi bengkak kemerahan dan terasa tanda-tanda ini menunjukkan terjadinya infeksi.Rutin kontrol ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan terhadap organ-organ dan bekas sayatan.

EDUKASI PADA PASIEN PASCA HISTEREKTOMI