Analisis Butir Soal Tes Prestasi Hasil Belajar ? Â· Gito Supriadi | Analisis Butir Soal Tes Prestasi Hasil Belajar [ 115 antara siswa yang mempunyai se-dikit kemampuan dan yang

  • View
    227

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of Analisis Butir Soal Tes Prestasi Hasil Belajar ? Â· Gito Supriadi | Analisis Butir Soal Tes...

  • Analisis Butir Soal Tes Prestasi Hasil Belajar

    Oleh: Gito Supriadi

    ABSTRAK

    Untuk mendapatkan soal yang berkualitas baik maka perlu di-lakukan analisis butir soal, Secara garis besar ada dua cara meng-analisis soal, yaitu analisis soal secara kualitatif dan analisis soalsecara kuantitatif.

    Analisis soal secara kualitatif dilakukan sebelum diadakan uji-coba, yakni dengan cara mencermati butir-butir soal yang telah di-susun dilihat dari kesesuaian dengan kemampuan dasar dan indi-kator yang diukur serta pemenuhan persyaratan baik dari aspek ma-teri, kontruksi, dan bahasa. Sedangkan analisis soal secara kuanti-tatif menekankan pada karakteristik internal tes melalui data yangdiperoleh secara empiris. Karakteristik internal secara kuantitatifdimaksudkan meliputi parameter tingkat kesukaran, daya pembeda,fungsi distraktor, dan reliabilitas.

    Indeks Kesukaran soal yang ideal berkisar antara 0.30 - 0.70,indeks daya pembeda yang ideal adalah mendekati angka 1; distrak-tor berfungsi dengan baik apabila dipilih lebih banyak oleh kelom-pok rendah, dan reliabilitas tes yang baik apabila memiliki indeksreliabilitas minimum 0.70.

    Kata-kata kunci: Indeks kesukaran, daya pembeda, dan reliabilitas

    A. Pendahuluan atau tidak dapat menunjukkanSebagai alat ukur, suatu tes perbedaan-perbedaan kecil yang

    baru dapat dikatakan berhasil ada pada objek ukurnya tidaklahmenjalankan fungsi ukurnya apa- banyak memberikan informasibila mampu memberikan hasil yang berguna, Tidak ada arti se-ukur yang cermat dan akurat, Tes buah tes prestasi apabila ia tidakyang hasil ukurnya tidak cermat mampu menunjukkan perbedaan

  • Gito Supriadi | Analisis Butir Soal Tes Prestasi Hasil Belajar [ 115

    antara siswa yang mempunyai se-dikit kemampuan dan yang mem-punyai lebih banyak kecakapan.Tidak berguna sebuah tes prestasiyang sedemikian mudahnya se-hingga semua siswa dapat men-jawab semua soal dengan benardan kemudian penguji tidak dapatmembedakan antara mereka yangbenar-benar menguasai pelajarandan mereka yang menjawab benarsemata-mata karena soal itu ter-lalu mudah. Manfaat apakah yangdapat diambil dari sebuah tes pres-tasi yang demikian sukarnya se-hingga tidak seorang pun yangmampu menjawab satu soalpundengan benar?.

    Sebuah tes yang berisi soal-soal berkualitas tinggi walaupundalam jumlah yang sedikit akanjauh lebih berguna daripada se-buah tes yang berisi puluhan soalberkualitas rendah. Soal-soal yangberkualitas rendah tidak saja akanmenurunkan fungsi tes akan tetapiakan memberikan hasil peng-ukuran yang menyesatkan.

    Oleh karena itu setiap tes yangtelah selesai ditulis, masih hamsdiuji kualitasnya secara empirik.Soal-soalnya masih harus diujidengan menggunakan data yangdiperoleh melalui suatu prosedurtry-out atau dari hasil pengenaantes di kelas yang sesungguhnya(field tested). Dari data hasil penge-

    naan tes ini akan diperoleh buktimengenai kualitas soal-soal tesyang bersangkutan. Kemudian darihasil analisis terhadap data empi-rik ini pula diperoleh dasar untukmelakukan perbaikan-perbaikanyang diperlukan. Prosedur kerjadalam melakukan pengujian selu-run soal tes yang didasarkan padadata empirik tersebut dinamai pro-sedur analisis butir soal.

    Dalam tulisan ini penults akanmemaparkan sebuah proseduranalisis butir soal dengan memu-satkan pada teori tes klasik, deng-an tujuan dapat memberikan se-buah wawasan bagi para penyusuntes prestasi, khususnya tes bentukobjektif, sehingga tes yang disusunakan menghasilkan butir-butir soalyang memiliki kualitas baik dilihatdari segi indeks kesukaran soal dandaya diskriminasi.

    B. Analisis Butir SoalAnalisis butir soal dilakukan

    untuk mengetahui berfungsi tidak-nya sebuah soal. Analisis padaumumnya dilakukan melalui duacara, yaitu analisis soal secarateoritik atau kualitatif dan analisissoal secara empiris atau analisissoal secara kuantitatif.

    Analisis soal secara teoritikatau analisis kualitatif dilakukansebelum diadakan ujicoba, yaknidengan cara mencermati butir-

  • Gito Supriadi | Analisis Butir Soa! Tes Prestasi Hasil Belajar | 123

    Dengan pola penyebaran jawa-ban item sebagaimana tergambarpada label di atas, maka denganmudah dapat diketahui berapapersen peserta tes yang telah"terkecoh" untuk memilih distrak-tor yang dipasangkan pada item 1,2,dan3,yaitu:a. untuk item nomor 1, kunci

    jawabannya D, sedangkanpengecohnya adalah A, B, Cdan E. Pengecoh A dipilih oleh4 orang, berarti 4/50x100% =8%. Jadi pengecoh A sudahdapat berfungsi dengan baik,sebab angka persentasenyalebih dari 5%. Pengecoh Bdipilih oleh 6 orang, berarti6/50x100% = 12% (telah ber-fungsi dengan baik). PengecohC dipilih oleh 5 orang, berarti5/50x100% - 10 % (telahberfungsi dengan baik). Penge-coh E dipilih oleh 5 orang =10% (telah berfungsi denganbaik). Jadi keempat pengecohyang dipasangkan pada itemnomor 1 sudah dapat menja-lankan fungsinya dengan baik.

    b. Untuk item nomor 2 kuncijawabannya adalah B, sebagaipengecohnya adalah : A, C, D,dan E. Pengecoh A dipilih 1orang, berarti 1/50x100% =2% (belum berfungsi), penge-coh C dipilih 2 orang berarti2/50x100% == 4% (belum

    berfungsi), pengecoh D dipilih1 orang = 2% (belum berfung-si), dan pengecoh E dipilih 2orang yang berarti juga 4%(belum berfungsi). Jadi keem-pat pengecoh yang dipasang-kan di item nomor 2 belumdapat menjalankan fungsinyaseperri yang diharapkan.

    c. Untuk item nomor 3, kuncinyaadalah C, sebagai pengecohadalah; A, B, D dan E. Penge-coh A, B, dan D masing-masingdipilih oleh 1 orang (=2%)berarti ketiga pengecoh itu be-lum berfungsi. Adapun penge-coh E dipilih oleh 37 orang,berarti 37/50x100% - 74%(telah berfungsi dengan baik).Jadi soal nomor tiga hanya 1buah pengecoh saja yang su-dah dapat menjalankan fungsi-nya dengan baik.

    4. RellabilitasPenekanan utama dalam me-

    ngumpulkan data untuk menen-tukan reliabilitas tes adalah padakonsistensi dihubungkan denganreliabilitas skor atau reliabilitaspenilai. Reliabilitas skor berartibahwajika suatu tes telah diadmi-nistrasikan pada penempuh ujianuntuk kedua kalinya, maka penem-puh ujian akan tetap mem-perolehskor yang sama dengan pengadmi-nistrasian yang pertama. Salah

  • 124 | HIMMAH Vol. VUI No. 24 September - Desember 2007

    satu cara para spesialis peng-ukuran dalam menentukan relia-bihtas skor tes adalah melalui tesstandar. Jika penempuh ujian diujikembali, mereka harus melengkapitugas yang sama persis dalamkondisi yangjuga persis sama. Halini akan membantu dalam pen-capaian hasil tes yang konsisten.

    Indeks reliabilitas soal dikata-kan baik adalah minimum 0.70CMardapi, 2004: 119). Reliabilitasmemiliki dua keajegan, pertamaadalah keajegan internal yaknitingkat sejauhmana dngkat butirsoal itu homogen baik dari segitingkat kesukaran maupun bentuksoalnya. Keajegan kedua adalahkeajegan eksternal yakni tingkatsejauhmana skor dihasilkan tetapsama sepanjang kemampuan

    orang yang diukur belum berubah.Untuk dapat mengestimasi

    reliabilitas terdapat beberapametode reliabilitas yaitu (1), test'retest atau stabilitas (2) pararelatau ekuivalen, (3) split-half ataubelah dua, (4) interval consintency(Surapranara,2005: 90).Padasaatsekarang sejalan dengan kecang-gihan teknologi dengan bantuankomputer program Reman dariMicroCAT, akan dengan mudahdan cepat untuk menghitungindeks reliabilitas tes hasil belajar.Berikut adalah hasil dari penghi-tungan sebuah tes [data ddakdisampaikan disini) ujicoba teshasil belajar mata pelajaran fiqihkelas VII MTs di Yogyakana gunamencari reliabilitas tes.

  • 128 | HIMMAH Vol. VIII No. 24 September - Desember 2007

    DAFTAR PUSTAKA

    Alien, M.J. and Yen, W. Introduction to Measurement Theory. Monterey:Brooks/Cole Publishing Company. 1979.

    Azwar, Saifuddin. Tes Prestasi : Fungsi dan Pengembangan PengukuranPrestasi Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2005.

    Ebel, R. L. Essentials of Educational Measurement, (2i"l ed.). EnglewoodCliff, New Jersey: Prentice-Hall, Inc. 1979.

    Mardapi, Djemari, Penyusunan Tes Hasil Belajar. Yogyakarta: ProgramPascasarjanaUNY, 2004.

    Sudijono, Anas.. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Raja GrafinfoPersada, 2005.

    Surapranata, Sumarna., Analisis, Validitas, Reliabilitas dan InterpretasiHasil Tes. Implementasi kurikulum 2004. Bandung: RemajaRosdakarya Offset, 2005.