BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM fileMata Diklat : A. Memelihara Piranti Menjahit dan K3 Bidang Busana No Kode Modul Judul Modul 1. BUS –101A Pemeliharaan piranti menjahit dan K3 bidang busana BUS ...

  • Published on
    05-Feb-2018

  • View
    216

  • Download
    2

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>Penyusun NURUL AINI </p><p>Editor TIM FAKULTAS TEKNIK </p><p>UNIVERSITAS NEGRI MALANG </p><p>BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN </p><p>DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL </p><p>2003 </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana ii</p><p>KATA PENGANTAR </p><p>Puji syukur kekhadirat Allah SWT yang tel;ah memberikan rakhmat dan </p><p>hidayahNya sehingga penyusunan modul yang berjudul Teknik Pengikatan dan </p><p>Penomoran Potongan Busana dapat selesai pada waktunya. </p><p> Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya </p><p>kepada semua pihak yang telah banyak membantu, terutama dari kepada Bapak </p><p>Pimpinan Cross Garmen Malang yang telah banyak memberikan informasi yang </p><p>penting tentang hal-hal yang berlkaitan dengan modul ini. Selain itu ucapan </p><p>terimakasih ini kami sampaikan kepada Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum </p><p>Direktorat Pendidikan Menengah Dan Kejuruan Departemen pendidikan </p><p>Nasional. Yang telah memberikan kesempatan, dan pendanaan untuk pengadaan </p><p>modul ini. . </p><p> Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan modul ini masih banuyak </p><p>kekurangannya. Untuk itu , saran dan kritikan yang membangun sangat penulis </p><p>harapkan. </p><p>Harapan penulis, mudah-mudahan modul ini bermanfaat bagi yang </p><p>memerlukannya. </p><p> Penulis </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana iii</p><p>DESKRIPSI </p><p> Setelah mengikuti Mata Diklat dan mempelajari modul Teknik Pengikatan </p><p>dan Penomoran Potongan Busana ini, diharapkan siswa terampil melaksanakan </p><p>pengikatan dan penomoran potongan-potongan bahan, meliputi cara </p><p>mengelompokkan atau memiliah bagian-bagian busana yang sudah digunting, dan </p><p>melaksanakan penomoran (penyerian) serta pengikatan hasil potongan. </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana iv</p><p> PETA KEDUDUKAN MODUL TATA BUSANA </p><p>BUS417B</p><p>BUS417C</p><p>BUS417D</p><p>BUS417A</p><p>BUS416C</p><p>BUS416B</p><p>BUS416A</p><p>BUS415A</p><p>BUS414A</p><p>BUS313A</p><p>BUS313B</p><p>BUS313C</p><p>BUS312A</p><p>BUS312B</p><p>BUS312C</p><p>BUS311A</p><p>BUS311B</p><p>BUS207A</p><p>BUS207B</p><p>BUS207C</p><p>BUS101ABUS</p><p>101B</p><p>BUS208A</p><p>BUS208B BUS208C</p><p>BUS209A</p><p>BUS209B</p><p>BUS209C</p><p>BUS210A</p><p>BUS210B</p><p>BUS210C</p><p>BUS415B</p><p>BUS414B</p><p>RBUS418 MBUS</p><p>313</p><p>EBUS205</p><p>FBUS206</p><p>GBUS207</p><p>ABUS101</p><p>BBUS102</p><p>CBUS103</p><p>DBUS104</p><p>HBUS208</p><p>IBUS209</p><p>JBUS210</p><p>LBUS312</p><p>KBUS311</p><p>QBUS417</p><p>PBUS416</p><p>IVJURU</p><p>GAMBAR</p><p>IPEMBANTUPENJAHIT</p><p>OBUS415</p><p>NBUS414</p><p>IIIPENJAHITMODISTE</p><p>IIPENJAHITINDUSTRI</p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana v</p><p> KETERANGAN PETA KEDUDUKAN MODUL </p><p>TATA BUSANA </p><p>Mata Diklat : A. Memelihara Piranti Menjahit dan K3 Bidang Busana </p><p>No Kode Modul Judul Modul 1. BUS 101A Pemeliharaan piranti menjahit dan K3 bidang busana </p><p> BUS -101B Piranti menjahit Mata Diklat : B. Menjahit Bagian Busana Sesuai Dengan Prosedur Menjahit </p><p> No Kode Modul Judul Modul 2 BUS -102 Teknik Jahit Bagian-bagian Busana </p><p>Mata Diklat : C. Memberi Tanda Untuk Jahit dan Setrika </p><p>No Kode Modul Judul Modul 3 BUS 103 Tanda-tanda Jahit dan Penyeterikaan </p><p>Mata Diklat : D. Melaksanakan Pengepakan Pakaian Dalam Kemasan dan Siap Kirim </p><p>No Kode Modul Judul Modul 4 BUS 104 Teknik Pengemasan dan Pelabelan </p><p>Mata Diklat : E. Melakukan Proses Dan Pelaksanaan Penyeterikaan Dan Pressing </p><p>No Kode Modul Judul Modul 5 BUS -205 Teknik Setrika dan Pressing </p><p>Mata Diklat : F. Melaksanakan Pekerjaan Pengikatan Dan Penomoran Potongan Busana </p><p>No Kode Modul Judul Modul 6 BUS -206 Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Mata Diklat : G. Melaksanakan Pekerjaan Marker </p><p>No Kode Modul Judul Modul 7 BUS 207A Teknik marker </p><p> BUS 207B Teknik merancang bahan BUS 207C Petunjuk praktis pekerjaan marker </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana vi</p><p>Mata Diklat : H. Membuat Sampel Sesuai Desain </p><p>No Kode Modul Judul Modul 8 BUS 208A Teknik pembuatan sampel (busana wanita) BUS 208B Teknik pembuatan sampel (busana pria) BUS 208C Teknik pembuatan sampel (busana anak) </p><p>Mata Diklat : I. Melaksanakan Pekerjaan Bagian Produksi No Kode Modul Judul Modul 9 BUS 209A Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana anak) BUS 209B Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana </p><p>wanita) BUS 209C Teknik Cutting, Sewing, dan Finishing (busana pria) </p><p>Mata Diklat : J. Melakukan Pekerjaan Bordir No Kode Modul Judul Modul 10 BUS 210A Teknik bordir </p><p> BUS 210B Teknik bordir lanjut pada busana BUS 210C Variasi bordir </p><p>Mata Diklat : K. Melakukan Pekerjaan Sablon/Printing No Kode Modul Judul Modul 11 BUS 311A Dasar-dasar printing BUS 311B Pengembangan printing design </p><p>Mata Diklat : L. Membuat Pola Busana Sesuai Konstruksi Dan Model No Kode Modul Judul Modul 12 BUS 312A Konstruksi pola busana pria </p><p> BUS 312B Konstruksi pola busana wanita BUS 312C Konstruksi pola busana anak </p><p>Mata Diklat : M. Membuat Pakaian Dengan Teknik Madya No Kode Modul Judul Modul </p><p>13 BUS 313A Prinsip dasar pembuatan busana Madya </p><p> BUS 313B Garniture BUS 313C Teknik penyelesaian busana madya </p><p>Mata Diklat : N. Berkomunikasi Dan Melaksanakan Pelayanan Prima No Kode Modul Judul Modul 14 BUS 414A Teknik komunikasi </p><p> BUS 414B Prinsip pelayanan prima </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana vii</p><p>Mata Diklat : O. Membuat Pakaian Dengan Teknik Tailoring No Kode Modul Judul Modul 15 BUS 415A Prinsip dasar pembuatan busana tailoring BUS 415B Teknik penyelesaian busana tailoring </p><p>Mata Diklat : P. Membuat Desain Busana Dan Desain Hiasan No Kode Modul Judul Modul 16 BUS 416A Menggambar proporsi tubuh manusia BUS 416B Dasar-dasar desain hiasan busana </p><p> BUS 416C Dasar-dasar desain hiasan lenan rumah tangga Mata Diklat : Q. Membuat Hiasan Dan Penerapannya Pada Busana Dan </p><p>Lenan Rumah Tangga No Kode Modul Judul Modul 17 BUS 417A Pola hiasan lenan rumah tangga </p><p> BUS 417B Pola hiasan busana BUS 417C Teknik menghias lenan rumah tangga BUS 417D Teknik menghias busana </p><p>Mata Diklat : R. Melakukan Draping Pakaian No Kode Modul Judul Modul 18 BUS 418 Prinsip dan teknik draping busana </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana viii</p><p>PRASYARAT </p><p>Sebelum mempelajari modul ini diharapkan siswa terlebih dahulu </p><p>mempelajari dan menguasai Pemeliharaan piranti menjahit dan K3 bidang </p><p>busana dan Teknik Jahit Bagian-bagian Busana sehingga dalam pengelompokkan </p><p>potongan-potongan busana tersebut tidak mengalami kekeliruan. </p></li><li><p> Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana ix</p><p> DAFTAR ISI </p><p>HALAMAN JUDUL i </p><p>KATA PENGANTAR . ii </p><p>DESKRIPSI... iii </p><p>PETA KEDUDUKAN MODUL . iv </p><p>KETERANGAN PETA KEDUDUKAN MODUL . v </p><p>PRASYARAT . viii </p><p>DAFTAR ISI ix </p><p>PERISTILAHAN/GLOSSARY 1 </p><p>PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL 2 </p><p>TUJUAN . 3 </p><p>KEGIATAN BELAJAR I: MEMILAH BAHAN-BAHAN YANG </p><p>SUDAH DIGUNTING 4 </p><p>A. LEMBAR INFORMASI .. 4 </p><p>B. LEMBAR KERJA 4 </p><p>C. LEMBAR LATIHAN . 7 </p><p>KEGIATAN BELAJAR II: MELAKSANAKAN PENOMORAN </p><p>DAN PENGIKATAN . 8 </p><p>A. LEMBAR INFORMASI . 8 </p><p>B. LEMBAR KERJA .. 10 </p><p>C. LEMBAR LATIHAN . 16 </p><p>LEMBAR EVALUASI .. 17 </p><p>LEMBAR KUNCI JAWABAN 19 </p><p>DAFTAR PUSTAKA 25 </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 1</p><p> PERISTILAHAN/GLOSSARY </p><p>Numbering/penyerian: </p><p>Adalah pemberian nomor pada kain yang sudah dipotong mulai dari kain yang </p><p>pertama sampai terakhir, dan selajutnya diikat dengan menggunakan tali. </p><p>Bundling: </p><p>Adalah kegiatan pengikatan pada kain yang sudah dikelompokkan berdasarkan </p><p>warna, ukuran dan jumlah dan selanjutnya diikat dengan menggunakan tali agar </p><p>tidak mudah tercecer. </p><p> Shadding: </p><p>Adalah belang yang terjadi bila antar baju yang satu dengan yang lain berbeda </p><p>baik dari warna, tektur, maupun motifnya. </p><p>Artikel: </p><p>Adalah buku yang berisi tentang warna kain, ukuran serta jumlah total busana </p><p>yang diproduksiyang bertujuan untuk pengecekan pemotongan kain dan dalam </p><p>proses pemberian nomor (numbering). </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 2</p><p> PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL </p><p>1. Mata diklat Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana berisikan </p><p>materi tentang cara pemberian nomor dan melakukan pengikatan pada </p><p>potongan-potongan busana yang sudah digunting. </p><p>2. Modul ini terdiri dari 2 kegiatan belajar, yaitu: </p><p> Kegiatan Belajar Memilah Bahan-Bahan Yang Sudah Digunting </p><p> Kegiatan Belajar Melaksanakan penomoran dan pengikatan bahan yang </p><p>sudah dipotong </p><p>3. Dalam setiap kegiatan belajar terdapat lembar informasi, lembar kerja, dan </p><p>lembar latihan. </p><p>4. Pada akhir modul terdapat lembar evaluasi dan lembar kunci jawaban. </p><p>5. Pelajari dahulu hal-hal yang berkaitan dengan pemilahan, penomoran, dan </p><p>pengikatan dari bahan-bahan yang sudah digunting , baik dari buku atau </p><p>lietartur lainnya serta dari industri busana. Dengan demikian, akan terjadi </p><p>proses belajar mengajar yang baik. </p><p>6. Hal-hal yang perlu dipersiapkan, diantaranya untuk peralatan adalah tali, </p><p>kertas, streples, dan alat-alat tulis serta siapkan pula potongan-potongan </p><p>kain hasil pengguntingan kain. </p><p> 7. Ikuti semua petunjuk yang diberikan. </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 3</p><p> TUJUAN </p><p> A. Tujuan Akhir Setelah mengikuti mata diklat ini diharapkan siswa dapat trampil melaksanakan </p><p>pengikatan dan penomoran potongan-potngan bahan, meliputi cara </p><p>mengelompokkan bagian-bagian busana yang sudah digunting, dan melaksanakan </p><p>pengikatan dan penomoran hasil potongan. </p><p>B. Tujuan Antara </p><p>1. Siswa dapat memilah bahan-bahan yang sudah digunting. </p><p>2. Siswa dapat melaksanakan pengikatan dan penomoran hasil potongan. </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 4</p><p> KEGIATAN BELAJAR I </p><p>MEMILAH BAHAN-BAHAN YANG SUDAH DIGUNTING </p><p>A. Lembar Informasi </p><p>Kegiatan memilah bahan-bahan yang telah dipotong dilakukan setelah </p><p>melalui proses cutting atau pemotongan. Dalam proses cutting bahan dipotong </p><p>dalam jumlah yang banyak atau berlapis-lapis atau bisa berjumlah sampai 80 lapis </p><p>atau lebih tergantung dari jumlah yang akan diproduksi. </p><p> Potong-potongan kain yang dihasilkan dari proses cutting terdiri dari </p><p>berbagai macam warna dan ukuran. Misalnya dalam pembuatan kemeja pria akan </p><p>dihasilkan berbagai macam kemeja pria dengan berbagai warna dan ukuran. </p><p>Potong-potongan kemeja pria tersebut terdiri dari potongan kerah, bahu, badan </p><p>muka dan belakang, lengan, lipatan tengah muka, dan manset dengan berbagai </p><p>macam warna dan ukuran. Selain potong-potongan kain tersebut, juga terdapat </p><p>potong-potongan kain keras/pelapis untuk bagian-bagian kemeja yang </p><p>memerlukan kain keras, seperti kerah, lipatan tengah muka, dan manset. </p><p> Untuk mempermudah proses penomoran potong-potongan kemeja </p><p>tersebut, maka terlebih dahulu harus dilakukan pemilahan terhadap potong-</p><p>potongan kemeja tersebut. Misalnya potong-potongan kemeja tersebut dipilah </p><p>berdasarkan warna atau nomor kain dan ukuran yang sama. Bila potong-potongan </p><p>kemeja pria tersebut telah dipilah-pilah berdasarkan warna dan ukuran yang sama, </p><p>maka langkah selanjutnya adalan pemberian nomor untuk masing-masing </p><p>potongan kemeja . Biasanya dari bagian cutting juga sudah dipotong kain keras </p><p>untuk bagian-bagain busana yang memerlukan kain keras, seperti kerah, manset, </p><p>dan lipatan tengah muka yang dipotong sesuai dengan pola. </p><p>B. Lembar Kerja </p><p>Dalam praktek memilah bahan-bahan yang sudah dipotong akan digunakan </p><p>contoh produksi pembuatan kemeja, terutama yang berlengan panjang . Dengan </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 5</p><p>demikian dalam langkah kerja ini disesuaikan dengan busana yang akan </p><p>dipraktekkan yaitu potong-potongan dari kain kemeja pria serta potongan kain </p><p>keras yang sudah dipotong sesuai dengan pola bagain-bagian kemeja yang </p><p>memerlukan kain keras. </p><p>1. Alat-alat yang Dibutuhkan </p><p>Dalam proses pemilahan bahan-bahan yang sudah dipotong tersebut tidak </p><p>memerlukan alat khusus untuk melakukannya. </p><p>2. Bahan-Bahan yang Dibutuhkan. </p><p>Bahan-bahan yang perlu dipersiapkan adalah potong-potongan dari kain </p><p>kemeja pria yang terdiri potongan badan muka dan belakang, bahu, kerah, lengan, </p><p>saku, lipatan tengah muka, dan manset. Potongan kemeja tersebut terdiri dari </p><p>berbagai warna dan ukuran. Selain potong-potongan kain kemeja, maka terdapat </p><p>pula potongan kain keras untuk kerah,l ipatan tengah kemeja, dan manset yang </p><p>sudah dipotong sesuai dengan pola. </p><p>3. K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) </p><p>Dalam proses memilah bahan-bahan yang dipotong, maka hal-hal yang perlu </p><p>diperhatikan dalam kesehatan dan keselamatan kerja yang pertama adalah masalah </p><p>hygiene dan sanitasi dan keselamatan kerja. Hygiene dan sanitasi meliputi </p><p>ruangan yang bersih atau tidak kotor, sirkulasi udara terjaga dengan baik, </p><p>tersedianya tempat sampah, dan sistim penerangan yang baik Bila masalah </p><p>hygiene dan sanitasi berjalan dengan baik, maka aktifitas kerja akan berjalan </p><p>dengan baik pula. Kedua, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama </p><p>melalukan aktifitas kerja, diantaranya perlu menggunakan masker, tutup kepala, </p><p>pakaian kerja , dan sarung tangan. Masker, tutp kepala, dan pakaian kerja </p><p>diperlukan untuk menghoindari dari sisa-sisa benang dari hasil pemotongan kain. </p><p>Sarung tangan diperlukan untuk menghindari ujung-ujung jari tangan dari </p><p>pinggiran kain yang tajam atau runcing. </p></li><li><p>Teknik Pengikatan dan Penomoran Potongan Busana </p><p>Program Keahlian Tata Busana 6</p><p>4. Langkah Kerja </p><p>Beberapa langkah kerja yang harus dilakukan dalam proses memilah bahan-</p><p>bahan yang sudah dipotong dari kemeja pria adalah sebagai berikut: </p><p>a. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti potong-potongan kain dari </p><p>kemeja pria dari berbagai macam warna dan ukuran berikut kain potongan </p><p>kain kerasnya. Setiap potongan kain tersebut dalam bentuk berlapis-lapis </p><p>sesuai dengan jumlah produksi yang akan dihasilkan. Dalam proses </p><p>spreading atau menggelar kain yang akan dipotong, pertama kali adalah </p><p>mengukur panjang kain yang dibutuhkan sesuai dengan kertas marker </p><p>yang telah dibuat. Pada kertas marker sudah tercetak pola kemeja atau </p><p>model tertentu dengan ukuran M, L, dan XL. Misalnya dalam satu kertas </p><p>marker tersebut dibuat untuk ukuran XL sebanyak 1, ukuran L sebanyak 3, </p><p>dan ukuran M sebanyak 2 kemeja. </p><p> Pada industri skala besar, kertas marker digunakan sebagai pola </p><p>saat menggunting kain, yang digunakan setiap kali proses pemortongan </p><p>(cutting) Pada industri kecil, biasanya kertas marker dijiplak pada kain, </p><p>dan kain yang sudah berisi jiplakan pola tersebut dijadikan patokan untuk </p><p>menggunting kain, sehingga kertas marker masih utuh dan digunakan </p><p>kembali pada setiap proses cutting. </p><p>Setelah proses pembuatan marker, bentangkan kain (proses </p><p>spreading) di atas meja sebanyak sepanjang ukuran marker sampai jumlah </p><p>yang diinginkan secara bergantian antara warna satu dengan lainnya dalam </p><p>setiap gulungan kain. Hal tersebut dimaksudkan untuk memudahkan </p><p>dalam penyerian dan proses bundelling. Dengan demikian pada...</p></li></ul>

Recommended

View more >