Buletin KBRI Khartoum Maret 2011.pdf

  • View
    218

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Buletin KBRI Khartoum Maret 2011.pdf

  • 1

    F O K U S

    M e d i a K o m u n i k a s i W N I d i S u d a n B U L E T I N K B R I K H A R T O U MB U L E T I N K B R I K H A R T O U M

    [ E D I S I 1 / 2 0 1 1 , M A R E T 2 0 1 1 ]

    D A F T A R I S I

    A S A K A N C A B U T E M B A R G O E K O N O M I S U D A N

    1

    T A M B A N G E M A S D I S U D A N

    1

    B A C H T I A R : I N I P E L A J A R A N B E R H A R G A

    3

    I N D O N E S I A B I S A T U M B U H S E P E R T I C H I N A

    3

    T I G A P E R U S A H A A N R I T A R I K D I R I D A R I L I B Y A

    4

    P E M B U K A A N K U R S U S B A H A S A I N D O N E S I A D I K H A R T O U M

    4

    D E L E G A S I D P R R I B E R K U N J U N G K E S U D A N

    6

    A H M A D I Y A H D A N E K S I S T E N S I N YA D I I N D O N E S I A

    6

    H U B U N G A N M E D I A D E N G A N P E N U L I S P E M U L A ?

    7

    P E L A Y A N A N W N I D I S U D A N D A N E R I T R E A

    1 0

    dengan pihak-pihak terkait di bidang

    keuangan.

    Wakil Direktur Keuangan AS untuk

    wilayah Timur-tengah dan Afrika, Andrew

    Bakool berjanji akan menyampaikan hasil

    kunjungan tersebut ke Kongres AS untuk

    dibahas. Andrew berharap Pemerintah Sudan

    agar tetap konsisten mengimplementasikan

    Comprehensive Peace Agreement (CPA) dan

    perdamaian di Darfur. Menteri Perekonomian

    dan Keuangan Sudan, Ali Mahmoud

    menegaskan bahwa, sebagaimana inisiatif

    Heavily Indebted Poor Countries (HiPC), Sudan

    telah memenuhi persyaratan teknis untuk

    dapat dihapuskan hutang luar negerinya.

    Pada bulan April 2011, Delegasi Sudan

    akan bertolak ke AS untuk menghadiri Rapat

    Teknis AS-Sudan guna membahas skenario

    penghapusan hutang luar negeri Sudan dan

    pencabutan status Sudan sebagai negara

    pelindung teroris. (Selanjutnya : halaman 6)

    P ada tanggal 14-18 Maret 2011, Delegasi Kementerian Keuangan AS melakukan kunjungan ke Sudan untuk membahas teknis

    penghapusan hutang luar negeri Sudan bersama

    dengan Paris Club, Negara Eropa dan Lembaga

    Keuangan Internasional. Selama kunjungan

    tersebut dilakukan pertemuan dengan Menteri

    Perekonomian dan Keuangan Sudan dan

    Gubernur Bank Sentral Sudan (CBOS) serta

    kunjungan ke Juba, Sudan Selatan untuk bertemu

    AS AKAN CABUT EMBARGO EKONOMI SUDAN

    D isela-sela kunjungan ke lokasi-lokasi penambangan emas di wilayah Negara Bagian El Gadarif (24/1) M e n t e r i

    Pertambangan Sudan, Dr. Abdul Baqi Jailani

    menegaskan bahwa, di beberapa wilayah di

    Sudan Utara seperti Kordofan, Red Sea, River

    Nile, Gadarif dan Darfur Selatan terdapat

    kandungan emas dan hasil tambang lainya

    seperti besi, fosfat, mika, platina dan potasium

    yang cukup besar.

    Pada tahun 2010, sektor pertambangan

    emas tradisional di Sudan mampu

    menghasilkan 35 kg/hari dan 30 ton emas

    dalam setahun serta menyerap tenaga kerja

    hingga 40 ribu orang. Sedangkan pada tahun

    2011, produksi emas Sudan diperkirakan

    mencapai 74 - 90 ton senilai US$ 3 milyar.

    Pada tahun 2011, tercatat sekitar 103

    perusahaan asing telah mendaftar untuk

    berinvestasi di bidang pertambangan di

    Sudan, diantaranya dari Eropa, Kanada,

    Australia, Prancis, Cina dan Amerika. Hingga

    pertengahan tahun ini perkirakan 4

    perusahaan penambangan sudah akan

    (Selanjutnya : halaman 9)

    baca juga

    Dalam rangka memberikan dukungan moral terhadap proses perundingan damai yang sedang berlangsung di Doha, 2

    Pemerintah Jepang menyampaikan penghargaan kepada Rita Retnaningtyas, perawat Indonesia di rumah sakit Miyagi, 3

    Pemerintah Indonesia menyerukan upaya gencatan senjata yang segera dan pencarian solusi politik damai di Libya. 9

    TAMBANG EMAS DI SUDAN MENJANJIKAN

    FOKUS BERITA NASIONAL LINTAS PERISTIWA

  • 2

    B U L E T I N K B R I K H A R T O U MB U L E T I N K B R I K H A R T O U M [ E D I S I 1 / 2 0 1 1 , M A R E T 2 0 1 1 ]

    F O K U S

    D alam rangka memberikan

    dukungan moral terhadap

    proses perundingan damai

    yang sedang berlangsung di Doha,

    Qatar saat ini dan sekaligus melihat

    secara langsung upaya-upaya yang

    dilakukan oleh UN-AU Missions in

    Darfur (UNAMID), tujuh Duta Besar

    yang terakreditasi di Sudan melakukan

    kunjungan kerja ke El-Fashir, Darfur

    Utara, tanggal 21 Februari 2011.

    Kunjungan yang diorganisir oleh

    UNAMID dan Kedubes Qatar ini

    mendapatkan sambutan hangat bukan

    saja dari Pemerintah setempat tetapi

    juga dari masyarakat yang tinggal di

    Kamp-Kamp Pengungsi di Tawilla, salah

    satu kabupaten di Darfur Utara, yang

    sempat dikunjungi oleh para Dubes

    tersebut.

    Joint Special Representative of

    UNAMID, Prof. Ibrahim Gambari saat

    memberikan briefing kepada para

    Dubes menyampaikan terima kasih

    karena telah memenuhi undangan

    UNAMID dan berharap kiranya

    kunjungan ini akan memberikan

    semangat baru bagi masyarakat

    setempat dalam mencapai apa yang

    mereka inginkan selama ini, yaitu

    perdamaian yang abadi.

    Sujatmiko juga memuji upaya

    yang dilakukan oleh UNAMID dan

    se luruh UN Agencies yang

    beroperasi di Darfur dalam

    menjalankan tugas berat yang mulia,

    yaitu menciptakan dan menjaga

    perdamaian di wilayah tersebut.

    "Saya salut atas upaya yang tidak

    henti-hentinya yang dilakukan oleh

    UNAMID, dibawah pimpinan Prof.

    Gambari, untuk menciptakan dan

    sekaligus menjaga perdamaian di

    Sudan, seperti melakukan patrol

    secara terus menerus di kamp-kamp

    dan memberikan perlindungan

    kepada masyarakat di kamp tersebut.

    Apalagi melihat bagaimana UNAMID

    membangun kapasitas masyarakat

    se tempa t me l a lu i keg i a t an -

    k e g i a t a n n ya y a n g l a n g su n g

    menyentuh masyarakat, seperti

    pemberian kursus Bahasa Inggris, dan

    lain-lain," tutur Sujatmiko.

    Sujatmiko juga berharap kiranya

    ke depan, UNAMID dapat terus

    mendorong masyarakat di kamp-

    kamp tersebut untuk mandiri dan

    mema h a m i a r t i p en t i n gn ya

    perdamaian di wilayah yang kaya

    akan sumber daya alam tersebut.

    Kunjungan yang diprakarsai dan

    diorganisir oleh UNAMID kali ini

    dihadiri oleh Dubes Qatar,

    Indonesia, India, Pakistan, Yemen,

    Zimbabwe dan Iran, serta Charge

    d'Affaires Venezuela, Irak dan

    perwakilan Kedubes Afrika Selatan.

    Sejumlah diplomat termasuk

    Pelaksana Fungsi Politik KBRI

    Khartoum juga ikut hadir saat

    kunjungan kerja ke Darfur tersebut.

    Pada kunjungan tersebut Dubes

    RI juga bertemu dengan Gubernur

    Darfur Utara membicarakan

    kerjasama bilateral dan sekaligus

    untuk menyerahkan sumbangan buku

    tulis dan alat-alat olah raga serta

    peralatan sholat bagi para pengungsi

    di Darfur.(pkb)

    "Saya sangat senang 7 Duta

    Besar dan sejumlah perwakilan

    Kedubes asing di Sudan memenuhi

    undangan saya ke Darfur. Kunjungan

    ini dimaksudkan untuk memberikan

    dukungan moral terhadap proses

    penciptaan perdamaian di Darfur yang

    saat ini sedang berlangsung di Doha,

    demikian tutur Gambari.

    Sementara itu, Dubes RI, yang

    ikut dalam rombongan menyampaikan

    bahwa RI akan terus mendukung

    upaya penciptaan perdamaian di

    Sudan, terutama Darfur.

    "Keikutsertaan kami dalam

    rombongan ini tidak lain merupakan

    indikasi tingginya komitmen Indonesia

    untuk mendukung upaya yang

    dilakukan oleh berbagai pihak, baik itu

    Pemerintah Sudan maupun PBB untuk

    menciptakan perdamaian di Darfur,

    demikian tutur Sujatmiko.

    Sujatmiko menambahkan "Ketika

    melakukan tinjauan lapangan di

    Tawilla, saya melihat begitu besar

    keinginan masyarakat di Kamp-Kamp

    IDP's di wilayah tersebut untuk

    melihat Darfur aman dan tenteram

    serta berkesempatan hidup yang layak

    sebagaimana masyarakat lainnya."

    DUBES RI UNTUK SUDAN KUNJUNGI DARFUR

  • 3

    B U L E T I N K B R I K H A R T O U MB U L E T I N K B R I K H A R T O U M [ E D I S I 1 / 2 0 1 1 , M A R E T 2 0 1 1 ]

    BERITA NASIONAL

    kebijakan di negara

    ini bisa diadili,"

    ujarnya usai

    mendengar sidang

    vonis di Pengadilan

    Tipikor, Jakarta,

    Selasa (22/3/2011).

    Majelis Hakim yang

    dipimpin Tjokorda

    Rae menyatakan,

    Bachtiar terbukti

    melakukan tindak pidana korupsi

    dengan menyetujui penunjukkan

    langsung dalam tiga proyek Departemen

    Sosial yakni pengadaan mesin jahit, sapi

    potong, dan kain sarung. Kebijakannya

    yang menyetujui penunjukkan langsung

    dalam tiga proyek itu dinilai merugikan

    negara Rp 33,7 miliar.

    Namun, politisi Partai Persatuan

    Pembangunan itu tidak terbukti

    menikmati uang hasil korupsi. "Saya

    tidak menikmati satu sen pun dan

    memang diakui ada jasa-jasa kepada

    negara tapi kebijakan saya merugikan

    negara," katanya.

    Bachtiar juga mengimbau agar

    pejabat negara lainnya lebih berhati-

    hati dalam mengambil kebijakan.

    "Keputusan ini adalah yurisprudensi

    bagi siapapun. Saya imbau kepada

    teman-teman saya yang pada hari ini

    memimpin set