eBook Alquran Dibakar Syukur

  • View
    39

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of eBook Alquran Dibakar Syukur

http://www.blogernas.co.cc

Alquran Dibakar? Syukur!Saya maklum jika anda benar-benar kaget membaca judul tulisan ini. Tapi saya sendiri juga maklum. Karena yang menulisnya adalah seorang blogger gila yang sudah sesat. Bahkan pada sholat id kemaren dia juga sempat memberi kotbah yang meresahkan semua mahasiswa yang hadir di Stadion Universitas Blogernas: Kotbah Lebaran yang Menyesatkan! Memang aneh. Disaat jutaan umat Islam merasa terbakar dan marah atas aksi pembakaran Alquran oleh 2 orang pendeta di Amerika, malah ia dengan santai menyatakan bersyukur. Saya sendiri jadi penasaran. Karena itu saya langsung mewawancarainya: Saya: Apa anda tidak takut dikecam oleh jutaan umat Islam dengan pernyataan anda? Blogger sesat: Tidak. Saya: Kenapa anda begitu yakin? Blogger sesat: Saya kan punya alasan.

Saya: Oya, kalau boleh tahu apa alasan anda menyatakan begitu? Blogger sesat: Supaya umat Islam tidak menyembah Alquran.

Saya: Waduh maaf. Terus terang saya kaget mendengar pernyataan anda. Saya malah tambah bingung. Bisa anda jelaskan? Blogger sesat: Yang wajib disembah umat Islam itu hanya Tuhan. Bukan Nabi Muhammad. Bukan Agama dan juga bukan Alquran. Apalagi para ulama, kiay, ustad, tradisi beragama dan seterusnya. Saya: Lalu dimana letaknya umat Islam menyembah Alquran?

http://www.blogernas.co.cc

Blogger sesat: Banyak umat Islam menjadikan Alquran itu hanya sebagai berhala. Saya: Waduh maaf lagi. Ucapan anda mengagetkan saya. Maksudnya apa ya? Blogger sesat: Ya Alquran hanya dibaca, ditarok di atas lemari bahkan ada yang meletakkannya di loteng. Alasannya karena Alquran itu suci. Padahal yang suci itu hanya Tuhan. Jadi tinggi letaknya tidak boleh dikalahkan oleh yang lain. Kalau begitu kenapa tidak ditarok di atap rumah saja. Atau di atas antena TV. Terus Alquran sudah dijadikan bahan perlombaan, seperti kontes. Itu lomba MTQ dimana nilai penghayatannya. Semua peserta sibuk latihan menyanyikan ayat-ayatnya. Hanya untuk meraih juara. Tapi lihat kehidupan mereka sehari-hari. Apakah mereka sudah mengamalkan isinya? Saya: (terdiam ) Blogger sesat: Terus Alquran juga dijadikan jimat untuk banyak hal. Apa mereka lupa bahwa yang mengabulkan segala permintaan mereka hanyalah Tuhan? Dan Alquran itu hanya sebuah kertas yang dicetak. Tidak bisa memberikan apa-apa . Saya: Lho! Itukan firman Tuhan? Blogger sesat: Betul. Tapi firman itu bukan huruf zahir dari Alquran. Tapi adalah maknanya. Dan maknanya itu juga tidak ada artinya walaupun anda hafal. Firman itu ayat yang hidup. Anda kan ingat kata Aisyah. Kalau ingin tahu akhlak Rasulullah ya pahamilah makna Alquran. Artinya apa? Ayat alquran yang berupa huruf mati itu hidup dalam diri Rasulullah. Hidup dalam segala tingkah lakunya. Hidup dalam hatinya. Dalam segala sikap bathinnya. Dalam imannya. Saya: Hm begitu ya. Jadi anda tidak marah Alquran dibakar umat lain? Blogger sesat: Untuk apa saya marah. Yang dibakar mereka itu kan kertas. Bukan firman Tuhan. Bukan keyakinan Islam. Bukan keyakinan siapa-siapa. Apakah keyakinan anda berubah setelah mereka membakar Alquran?

http://www.blogernas.co.cc

Saya: Ya tidak. Tapi kita sebagai umat Islam kan jadi tersinggung. Jadi dilecehkan. Bukankah kita harus membela kehormatan Islam? Blogger sesat: Anda berteriak-teriak. Mengutuk melalui tulisan. Demo kemana-mana. Membakar gedunggedung, dan sebagainya. Semua itu anda anggap pernyataan iman. Membela kehormatan Islam. Bagi saya itu bohong. Anda hanya membela nafsu amarah anda. Anda justru sedang bersekutu dengan setan. Anda sedang tergelincir. Iman anda sudah terbang berganti dengan kesurupan. Kalau anda membela kehormatan Islam, hidupkan keyakinan Islam itu dalam diri anda. Lalu amalkan dalam segala sikap bathin dan prilaku anda. Kemudian ajak orang lain melakukan hal yang sama. Maka barulah Islam itu benar-benar tegak dalam kehidupan. Saya: Artinya anda ingin mengatakan bahwa tidak masalah Alquran dibakar orang lain? Blogger sesat: Berapapun mereka mau membakar Alquran kita juga tidak bisa mencegahnya. Dan itu juga percuma. Dan sebaliknya kita pun juga bisa mencetaknya kembali berapa pun kita mau. Tapi kalau iman anda yang dibakarnya, siapa yang bisa menggantinya? Atau kalau iman anda kuat, siapa yang bisa membakarnya? Saya: Hmm . Begitu ya. Oya! Anda kan seorang blogger. Adakah hubungan antara iman dengan blogging? Blogger sesat: Kenapa cuma blogging. Seluruh aspek kehidupan ada hubungannya dengan iman Islam. Anda kan juga blogger. Bagaimana cara anda berinteraksi dengan pengunjung? Apa yang anda tulis pada blog anda? Bagaimana sikap dan sosok yang anda tampilkan lewat tulisan anda? Apakah anda merasa hebat, sok terhormat, sok rendah hati, sok suci atau anda munafik? Semua itu kan penubuhan nilai-nilai Islam dalam sikap bathin dan prilaku anda. Anda mengaku tidak butuh pengunjung, tidak peduli apa ada yang membaca tulisan anda atau tidak, tidak butuh ranking alexa, tidak butuh google PR, tidak iri dengan presatsi blog lain. Tapi dalam hati anda bagaimana? Apa betul seperti yang anda katakan? Saya: (tertidur .)

http://www.blogernas.co.cc

Tanggapan:81 komentar:

Dearryk mengatakan...

Judulnya bener-bener bikin kaget. tapi, baru membacanya. akhirnya saya mengerti, menurut Pak Anas. Alquran itu hanya kertas, yang lebih penting adalah maknanya. Tapi apakah bapak tidak merasa marah, dilecehkan, dihina atau tersinggung sedikit pun? Tapi, kalau dipikir-pikir. benar juga... Tuhan itu lebih diatas tempatnya.Erianto Anas mengatakan...

Sama sekali tidak mas Dearryk. Justru saya kasihan dengan orang yg membakar Alquran itu. Mereka dibakar oleh emosinya sendiri. Bagi saya itu contoh iman "kekanakkanakan". Bagi saya Iman itu tdk zahir. Tapi bathin. Dan banar spt kamu tulis, Tuhan itu diatas dari segalanya. Di atas dari agama. Apalagi dari kertas. Yang membakar dan yang tersinggung bagi saya sama saja: Penyembah berhala! Penyembah emosi.

Belantara Indonesia mengatakan...

kayaknya ini jika tersinggung dan marah ga bisa di jadikan penyembah berhala mas anas,karena walaupun Al quran dlm bentuk kertas, tetapi kala itu Al Quran di turunkan Allah Ta'alla langsung pada Rasululllah..Ya bentuknya spt itu (menurut Hadits dan sunatullah lho mas..heheheh) Jadi mengenal Allah swt antara lain lewat Al Quran, dimulai dari jaman Nabi dan para sahabat. Sholat pun dari Al Quran dan Hadits, Nah maksud saya yg newbie ini...byurrr......lebay...hahahaha..Al Quran adalah fatwa Allah Swt buat umatnya, dan tak ada penyembahan barang termasuk Al Quran bagi muslim, jika mensucikan dan menghormati semata krn Khalam Allah swt, seperti ketika bersujud di Baitullah,juga bukan menyembah batu. Jadi membakar dan menghina tulisan khalam Allah adlh menghina yg sulit di maafkan oleh manusia maupun oleh Allah Swt sendiri, ga bareng teman...woooo..edan...Rasanya memang hanya Allah yg pantas disembah dan disucikan, tetapi Kitab Allah swt juga pantas jadi simbol umatNya, dan akan marah ketika simbol dari Allah langsung, di rusak oleh yg tak tau ttg Islam. rasanya wajar jika marah, walau Islamnya belum taat...Bukankah Nabi pun tahu Allah Swt dan agama Allah

http://www.blogernas.co.cc

dari Al Quran juga? dgn di bantu malaikatullah....sekian kultum pagi ini....alhamdulillah semoga tak menjadikan debat kayak Bola.crut kmaren...amin...lelemedia pendidikan mengatakan...

salut sama blogger kayak ente mas, nyang alexanya 70.000an. Salam dari Media PendidikanPO STIK mengatakan...

Hmm, kalau soal "memberhalakan" kitab suci, rasanya itu bukan monopoli umat Islam saja, Pak. Kami yang Kristen juga banyak yang hanya menaruh Alkitabnya di meja, lemari, jadi bantal tidur, dll. tapi tidak mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari. Sungguh mengagumkan tulisan anda. Membuat orang jadi berkaca. Ijin share ya...?

Erianto Anas mengatakan...

* Belantara Indonesia: Benar mas Adit. Alquran itu firman Tuhan yg diwahyukan ke Muhammad. Dan melalui Alquran itulah kita mengenal Islam. Betul. Tapi dalam PRAKTEKnya, hakikat Islam itu yg tdk tercermin pd umat. Kecuali hanya slogan dan teriak2. Tp iman dan kepribadiannya amburadul (terutama yg menulis tulisan ini). Semoga saja blogger sesat itu akan tobat di akhir zaman. * Di zaman nabi belum ada Alquran mas Adit. yang ada baru Musyaf. Berupa lembaran2 dari bahan alam. Setelah Nabi baru dicetak, dan itulah yang dinamakan Alquran. Tapi ini bukan pendapat saya mas Adit. Tapi kata sejarah Islam. * Dan sesama orang yang belum taat (saya dan mas Adit) tidak boleh saling membakar. Kecuali dg "bola lemah jantan" hhahaha... lele! * media pendidikan: Makasi atas kesalutan mas thd Alexa blog ini. Terhadap tulisannya tidak salut mas? * PO STIK: Iya benar mas. Hal ini memang terjadi pada setiap agama. Bahkan setahu saya, di kalangan Kristen,jangankan kitab suci, Yesus pun juga dijadikan berhala oleh sebagian mazhab Kristen, yg disetarakan dg Tuhan. Pdhal Yesus sendiri dg tegas menyatakan bhw dia tetap seorang manusia. Ya ... inilah problem dan ekspresi keberagamaan di tingkat

http://www.blogernas.co.cc

akar rumput mas. Tuhan ditarik-tarik ke benda zahir. Padahal Tuhan Maha Suci dari segala yg kita bayangkan. Dari segala yang dibayangkan oleh semua umat beragama apapun. Terima kasih atas apresiasinya mas. Silahkan dishare kamana saja ... Saya senang sekali.Qta mengatakan...

Jujur saja ketika membaca judulnya, aku sama sekali tidak kaget, karena sedikit banyak aku telah mengenal sosok dan cara berfikir si bloger sesat, aku meraba-raba.. kemana kiblat... kemana madzhab.. dan kemana arah dari judul tersebut diatas ternyata dugaanku benar.. Yang Syerem sebenarnya cuma judulnya aja sama cara penyampaiannya, tapi sebagai seorang wanita, seandainya aku istri dari si bloger sesat, mungkin akan mengingatkan : Pipi tolong judulnya diganti bulu kuduk mimi merinding nih ! ganti dengan Bagaimana cara memperlakukan Al Quran Tapi si pipi tidak mungkin mendengar perka