Lanskap Cerdas-Iklim dan Pendekatannya cerdas-iklim...Lanskap Cerdas-Iklim dan Pendekatannya Sebuah

  • View
    233

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Lanskap Cerdas-Iklim dan Pendekatannya cerdas-iklim...Lanskap Cerdas-Iklim dan Pendekatannya Sebuah

Lanskap Cerdas-Iklim dan Pendekatannya

Sebuah eksplorasi terhadap konsep

dan implikasi praktisnya

Koen Kusters

Ringkasan

i

Lanskap cerdas-iklim dan pendekatannyaOpini dan pandangan dalam publikasi ini tidak sepenuhya merupakan opini danpandangan dari Tropenbos International atau para mitranya.

Penulis : Koen KustersPenerbit : Tropenbos InternationalHak Cipta : Tropenbos International 2015

: Tropenbos Indonesia 2017ISBN : 978-90-5113-136-9

Saran dan Rujukan: Kusters, K. 2017. Lanskap Cerdas-iklim dan Pendekatannya.Topenbos Indonesia, Bogor, Indonesia. Judul asli: Climate-smart lanscape and thelanscape approach -- An exploration of the concepts and their practical implications,Tropenbos International, Wageningen, the Netherlands, terbit 2015.

Penerjemah : Nina NataliaEditor : Edi Purwanto Disain dan Tata letak : Debut Press YogyakartaSumber foto : Tropenbos International

Jl. Akasia Raya Blok P.VI No. 23

Tanah Sareal Bogor 16161 Indonesia

Phone (62-251) 8316156

Fax: (62-251) 8316257

www.tropenbos.org

ii

Pendekatan Lanskap dan Lanskap-Lanskap Cerdas-Iklim

Ringkasan

iii

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Kotak

Ringkasan

Pendahuluan

Lanskap cerdas-iklim

Pendekatan lanskap

Tantangan dalam menerapkan pendekatan lanskap

Bagaimana kita tahu bahwa itu berhasil?Sebuah agenda masa depan

1. Pendahuluan

1.1 Tujuan

1.2 Mengapa perspektif lanskap?

1.3 Sebuah fokus tentang lanskap pertanian

1.4 Struktur laporan

2. Lanskap cerdas-iklim

2.1 Adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

Keanekaragaman tingkat lanskap untuk meningkatkanketahananMengelola sinergi antara mitigasi dengan adaptasi

2.2 Produksi pertanian

2.3 Penghidupan lokal

2.4 Konservasi keanekaragaman hayati

v

v

1

1

1

2

5

3

4

6

6

8

9

11

12

Praktek pertanian cerdas-iklim pada tingkat ladang/kebun 13

14

16

19

25

27

iv

Pendekatan Lanskap dan Lanskap-Lanskap Cerdas-Iklim

3. Pendekatan Lanskap

3.1 Elemen-elemen pengelolaan lanskap terpadu

Prinsip-prinsip dasar

Ciri-ciri proses pengelolaan lanskap terpadu

Kondisi penunjang

3.2 Inisiatif-inisiatif lanskap

4. Tata kelola Lanskap

4.1 Bentuk-bentuk tata kelola lanskap

4.2 Apa yang berjalan?

4.3 Tantangan-tantangan tata kelola

5. Mengukur efektivitas berbagai inisiatif lanskap terpadu

5.1 Penilaian kinerja

5.2 Kerangka kerja pengukuran lanskap

5.3 Tinjauan umum LPFN terhadap inisiatif lanskap terpadu

5.4 Kajian capaian berdasarkan pada kerangka kerjapermodalan

6. Kesimpulan

6.1 Keanekaragaman sebagai sebuah elemen kunci darilanskap cerdas-iklim (smart-climate)

6.2 Pendekatan lanskap sebagai seperangkat prinsip-prinsip pemandu

6.3 Kesuksesan inisiatif lanskap terpadu dan agendapenelitian di masa depan

Daftar Pustaka

Catatan Akhir

35

37

37

38

39

43

55

57

58

60

71

72

74

76

77

5.5 Menyertakan dimensi iklim dan tata kelola 81

87

88

89

92

95

109

Ringkasan

v

Daftar Tabel

Praktek-praktek dengan manfaat adaptasi dan mitigasi pada tingkat petak ladang dan lanskap

17

22

24

Tabel 1.

Intensifikasi pertanian pada skala ladang dan lanskap Tabel 2.Pengukuran keefektifan versus pengukuran status Tabel 3.Kartu-nilai (Scorecard) performa lanskapTabel 4.

Indikator-indikator yang digunakan dalam ulasan umum ILT oleh LPFN

Tabel 5.

Indikator-indikator terpilih oleh Endamana dkk. (2010)Tabel 6.

Kriteria dan indikator tata kelola yang baik untuk inisiatif tingkat lanskap

Tabel 7.

Daftar Kotak

Pertanian IndustriKotak 1.

Alternatif-alternatif terhadap pertanian industri Kotak 2.

Dasar-dasar pendekatan lanskapKotak 3.

Perencanaan spasial partisipatif dan pemetaan masyarakat

Kotak 4.

Keterlibatan sektor swastaKotak 5.

Kasus pada restorasi lanskapKotak 6.

Insentif keuanganKotak 7.

Mempromosikan lanskap Cerdas-Iklim di Ghana baratKotak 8.

Contoh berbagai indikator untuk mengukur performalanskap

Kotak 9.

Peran organisasi masyarakat sipil, perusahaan dan sektor publik

Kotak 10.

40

42

46

48

62

63

73

20

74

7578

80

81

91

vi

Pendekatan Lanskap dan Lanskap-Lanskap Cerdas-Iklim

Ringkasan

Pendahuluan

Berbagai tantangan global terkait kemiskinan, ketahanan pangan,kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menyatu di perdesaan wilayahtropis. Disanalah terdapat persaingan tinggi untuk lahan dan sumber daya,kemiskinan dan kerusakan lingkungan berjalinan sangat erat, dan perubahaniklim mengancam penghidupan masyarakat secara langsung. Dalambeberapa tahun terakhir, timbul pemahaman perlunya penanganan berbagaitantangan tersebut secara terpadu dan pada skala lanskap. Hal ini memicusemakin banyaknya literatur yang membahas mengenai pendekatan lanskapdan lanskap-lanskap cerdas-iklim (climate-smart). Terminologi tersebutmerepresentasikan bahasan yang sangat kuat sehingga dengan cepatdiadopsi oleh berbagai organisasi yang bekerja di bidang yang berkaitandengan pertanian, kehutanan, dan konservasi keanekaragaman hayati.Namun demikian, saat ini belum ada kesepakatan mengenai implikasi-implikasi praktis dan keterbatasan-keterbatasan dari konsep itu sendiri.Berdasarkan suatu kajian ilmiah literatur mengenai lanskap cerdas-iklim danpendekatan lanskap, serta wawancara dengan para ahli, laporan inibertumpu pada beberapa pertanyaan berikut: Apakah lanskap cerdas-iklimitu? Dalam prakteknya apa yang dimaksud dengan pendekatan lanskap?Bagaimana pendekatan lanskap dapat diterapkan? Dan bagaimana kitamengetahui bahwa pendekatan ini berhasil?

Lanskap cerdas-iklim

Literatur mengenai lanskap-lanskap cerdas-iklim sebagian besar fokuspada area produksi pertanian di kawasan tropis berhutan. Dalam kontekstersebut lanskap cerdas-iklim digambarkan sebagai daerah yang secarabersamaan mendukung kepentingan iklim, pembangunan, dan perlindunganalam. Literatur yang dikaji relatif tidak terlalu memberi perhatian pada

Ringkasan

1

berbagai kemungkinan inovasi teknologi di sektor pertanian dan kemungkinankeunggulan spesialisasi tata ruang (spasial), namun lebih menekankan padakeanekaragaman. Keanekaragaman pada tingkat lanskap memungkinkanadanya interaksi fungsional antar berbagai komponen lanskap yang berbeda dan mendorong ketahanan sosio-ekologis, yaitu kemampuan untuk mengatasidan pulih kembali dari aneka tekanan atau perubahan besar/guncanganseperti kekeringan, banjir, dan kondisi cuaca ekstrim. Ditekankan pulapentingnya memelihara atau menjaga keberadaan pepohonan dan sebaranhutan-hutan kecil di lanskap-lanskap pertanian. Pepohonan dan petakanhutan-hutan kecil tersebut menunjang penghidupan masyakarat lokal melaluipenyediaan sumber makanan, bahan bakar dan penghasilansangat pentingterutama ketika tanaman pangan lainnya gagalserta membantu mencegahperubahan iklim melalui pemeliharaan cadangan karbon baik di atas maupundi dalam tanah. Pepohonan dan petakan hutan-hutan kecil juga menyediakanjasa-jasa lingkungan seperti konservasi tanah dan air yang diperlukan untukmemastikan produksi pertanian pada jangka panjang, serta berkontribusipada konservasi keanekaragaman hayati melalui penyediaan habitat untukspesies-spesies hutan di luar kawasan yang dilindungi.

Pendekatan lanskap

Pendekatan lanskap merupakan seperangkat prinsip pengelolaanlanskap. Hal ini bukanlah suatu yang baru. Pendekatan tersebut dibangunberdasarkan berbagai pengalaman mengenai inisiatif konservasi danpembangunan dalam beberapa dekade terakhir dan secara efektifmelingkupi berbagai konsep dan prinsip yang ada dalam satu kumpulan.Banyak penulis telah mempublikasikan apa yang mereka pandang sebagaielemen utama dari pendekatan lanskap, yang diajukan sebagaiprinsip-prinsip yang harus diperhitungkan ketika melaksanakan inisiatifterpadu di tingkat lanskap. Hal ini termasuk prinsip-prinsip dasar (sepertiperlunya mengikutsertakan semua pemangku kepentingan dalam prosespengambilan keputusan), ciri-ciri proses (seperti pengelolaan yang adaptifdan kerjasama antar sektor), dan kondisi-kondisi umum (seperti perlunyaperaturan yang mendukung). Banyak penulis, baik secara eksplisit ataupunimplisit, menekankan perlunya memastikan bahwa pelaku yang lebih dominandi suatu lanskap, tidak mengabaikan kepentingan para pemangkukepentingan yang lebih lemah (termasuk generasi masa depan), dan perlunya

2

Lanskap cerdas-iklim dan pendekatannya

tata kelola yang baik, termasuk dalam hal akuntabilitas dan transparansi.Hal-hal ini menambah komponen normatif pada pendekatan tersebut.

Tantangan dalam menerapkan pendekatan lanskap

Upaya untuk membangun kesepakatan-kesepakatan tata kelola agardapat mengimplementasikan pendekatan lanskap, sejauh ini masih lebihbanyak bersifat percobaan. Upaya-upaya tersebut biasanya melibatkanpembentukan semacam landasan bersama berbagai pemangku kepentingan(multi-stakeholder platform). Beberapa landasan tersebut dapat dirancangsebagai institusi formal pemerintah, sementara lainnya beroperasi sebagaijejaring informal dan fleksibel. Sebag