Mioma Uteri Edit

  • View
    195

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Mioma Uteri Edit

Presentasi Kasus

SEORANG WANITA 45 TAHUN , MIOMA UTERI DENGAN MENORAGHIA

Oleh: Monika Sitio Meynita Putri R. Juwita Resty Hapsari N. Iswandaru G 0007106 G 0007212 G 0006101 G 0004127

Pembimbing: dr. Eriana Melinawati Sp. OG (K)

TINJAUAN PUSTAKA Mioma Uteri

DEFINISIMioma uteri adalah tumor jinak miometrium uterus dengan konsistensi padat kenyal, batas jelas, mempunyai pseudo kapsul, tidak nyeri, bisa soliter atau multipel. Tumor ini juga dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, atau uterine fibroid.(1,5,6)

ETIOLOGISampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Faktor Predisposisi: 1. Umur 2. Paritas 3. Faktor ras dan genetik 4. Fungsi ovarium

KLASIFIKASI1. Lokasi Cervical Isthmica Corporal

2. Lapisan Uterus -Mioma Uteri Submukosa -Mioma Uteri Subserosa -Mioma Uteri Intramural

GEJALA KLINIS

1. 2. 3. 4.

Perdarahan abnormal Rasa nyeri (tidak khas) Gejala dan tanda penekanan Infertilitas dan abortus

DIAGNOSISDiagnosis 1. Anamnesis 2. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan status lokalis dengan palpasi abdomen. Mioma uteri dapat diduga dengan pemeriksaan luar sebagai tumor yang keras, bentuk yang tidak teratur, gerakan bebas,tidak sakit. 3. Pemeriksaan penunjang a. Pemeriksaan laboratorium - Pemeriksaan darah lengkap

b. Imaging 1) Pemeriksaaan dengan USG akan didapat massa padat dan homogen pada uterus. Mioma uteri berukuran besar terlihat sebagai massa pada abdomen bawah dan pelvis dan kadang terlihat tumor dengan kalsifikasi. 2) Histerosalfingografi digunakan untuk mendeteksi mioma uteri yang tumbuh ke arah kavum uteri pada pasien infertil. 3) MRI lebih akurat untuk menentukan lokasi, ukuran, jumlah mioma uteri, namun biaya pemeriksaan lebih mahal.

PENATALAKSANAAN

1. Penatalaksanaan Konservatif 2. Penatalaksanaan Medikamentosa 3. Penatalaksanaan Operatif

KOMPLIKASI

1. Degenerasi ganas. 2. Torsi (putaran tangkai). 3. Nekrosis dan infeksi.

STATUS PENDERITA

IDENTITASNama : Ny. S Umur : 45 tahun Jenis Kelamin: Perempuan Agama : Islam Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Perum Giri Asri Singodutan Selogiri Wonogiri No. RM : 01102377 Masuk RS : 19 Desember 2011 Pemeriksaan : 19 Desember 2011

ANAMNESISKeluhan Utama Gangguan haid. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang dengan keluhan gangguan haid sejak 3 bulan yang lalu. Dalam sebulan haid sebanyak 1 kali. Setiap haid lamanya 18-21 hari. Setiap hari ganti pembalut 3-5 kali. Darah haid berwarna merah kehitaman. Pasien tidak mengeluh nyeri perut saat haid. Pasien juga mengeluhkan adanya benjolan yang tidak nyeri pada perut bagian bawah yang sudah dirasakan sejak 4 tahun yang lalu dan dirasakan semakin membesar. Benjolan ini terutama dirasakan jika pasien dalam posisi tengkurap. Pasien juga mengeluh kemeng di daerah perut bagian bawah. Pasien tidak mengalami penurunan berat badan. BAK dan BAB tidak ada keluhan.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat

Hipertensi Penyakit Jantung Asma DM Alergi Obat / Makanan

: disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat Penyakit pada Anggota Keluarga Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat Riwayat Hipertensi Asma Penyakit Jantung DM Alergi Obat / Makanan : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal : disangkal

Riwayat Obstetri I. Laki-laki, 12 tahun, 3000 gram, spontan. Riwayat Haid Menarche : Lama haid : Siklus haid : Nyeri haid :

15 tahun 3 hari 28 hari Tidak dirasakan

Riwayat Perkawinan Menikah 1 kali, sudah menikah selama 13 tahun. Riwayat Keluarga Berencana Pasien tidak menggunakan KB.

PEMERIKSAAN FISIKKeadaan Umum Compos mentis, gizi kesan cukup Status gizi BB= 57 kg TB= 159 cm BMI= 22,6 kg/m2 Kesan : Normoweight Tanda Vital Tensi : 120/80 mmHg Nadi : 82x/ menit, kuat, irama reguler, isi dan tegangan cukup Frekuensi Respirasi : 22 x/menit Suhu : 36,3 0C, per axillar

Kulit Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Leher Thorax Jantung

: dbn : dbn : dbn : dbn : dbn : dbn : dbn : dbn : dbn

Status ginekologiAbdomen Supel, Nyeri Tekan (-), Teraba massa padat dengan permukaan rata, konsistensi kenyal dan bersifat mobile. Batas atas setinggi pusat. Batas kanan linea midclavicularis dextra. Batas kiri linea midclavicularis sinistra. Batas bawah kesan masuk panggul. Inspekulo Vulva/Uretra tenang, Dinding Vagina dalam batas normal, Portio utuh, OUE tertutup,darah (+). VT Vulva/Uretra tenang, Dinding vagina dalam batas normal, Portio licin, OUE tertutup, CU sebesar kepala bayi, Darah (+).

PEMERIKSAAN PENUNJANG1. Pemeriksaan Lab Darah (19/12/11) Test Kehamilan : Negatif Darah Lengkap:Hb Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit PT PTT GDS : 11,0 gr/dl : 37% : 6,8 ribu/ul : 293 ribu/ul : 4,08 juta/ul : 14,2 detik : 30,1 detik : 96 mg/dl

Albumin Kreatinin Ureum Na K Cl

: 3,9 g/dl : 0,6 mg/dl : 45 mg/dl : 143 mmol/L : 3,6 mmol/L : 111 mmol/L

3. Hasil Foto USG 19 Desember 2011

-VU terisi cukup -Uterus tampak membesar, ukuran 20x17x13 cm -Tampak gambaran massa. Kalsifikasi (-) -Tampak gambaran whorl like appearance -Adnexa kanan kiri, parametrium kanan kiri dalam batas normal. Kesan: Menyokong gambaran Mioma Uteri

RESUMESeorang wanita, 45 tahun, dengan keluhan utama gangguan haid berupa lama haid yang memanjang yaitu 18-21 hari. Dalam satu hari ganti pembalut 3-5 hari. Pasien mengeluh adanya benjolan yg tidak nyeri di perut bawah sejak 4 tahun yang lalu dan dirasakan semakin membesar. Kemeng dirasakan di perut bagian bawah. Pada pemeriksaan VT didapatkan corpus uteri sebesar kepala bayi, darah (+). Saat massa digerakkan, portio juga ikut bergerak. Pemeriksaan penunjang USG didapatkan pembesaran uterus sebesar 20x17x13 cm. Tampak massa dan gambaran whorl like appearance yang menyokong gambaran mioma uteri.

DIAGNOSIS Mioma Uteri dengan menoraghia. PROGNOSIS Dubia TERAPI Sulfas Ferrosus tab 1x1 PLANNING Kuretase Diagnostik Foto Rontgen Thorax PA Konsul Jantung Konsul Anestesi Rencana dilakukan Total Abdominal Histerektomi (TAH)

PEMBAHASANPada laporan kasus berikut diajukan suatu kasus seorang wanita 45 tahun dengan diagnosa mioma uteri. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga merupakan penyakit multifaktorial. Faktor predisposisi pada pasien tersebut kemungkinan karena umur pasien 45 tahun dimana tumor ini paling sering memberikan gejala klinis antara 35-45 tahun. Diperkirakan ada korelasi antara hormon estrogen dengan pertumbuhan mioma, dimana mioma uteri muncul setelah menarke, berkembang setelah kehamilan dan mengalami regresi setelah menopause.(3)

Diagnosa mioma uteri ditegakan berdasarkan gejala yang timbul, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang ada. Gejala yang timbul sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada serviks, intramural, submukus, subserus), besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi. (6) Gejala-gejala pada pasien tersebut antara lain gangguan haid berupa menoragia yaitu perdarahan haid yang lebih banyak dari normal, atau lebih lama dari normal (lebih dari 8 hari). Sebab kelainan ini terletak pada kondisi dalam uterus, misalnya adanya mioma uteri dengan permukaan endometrium lebih luas dari biasa dan dengan kontraktilitas yang terganggu. (6)

Gejala yang lain yaitu rasa penuh (kemeng) pada perut bagian bawah. Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri sehingga menimbulkan gejala dan tanda penekanan. (6) Pemeriksaan fisik pada pasien ini didapatkan status vital yang baik, yang berarti hemodinamik pasien masih baik. Kemudian juga ditemukan tinggi fundus uteri setinggi pusat. Hal ini karena adanya massa padat yang tumbuh pada uterus. Pada palpasi abdomen teraba massa padat dengan permukaan rata yang berkonsistensi kenyal dan bersifat mobile. Batas atas setinggi pusat, batas kanan linea midclavicularis dextra. Batas kiri linea midclavicularis sinistra. Batas bawah kesan masuk panggul.

Konsistensi dari mioma bervariasi dari keras seperti batu hingga lembek, walaupun sebagian besar memiliki konsistensi kenyal seperti karet.(8) Pada pemeriksaan inspekulo didapatkan Vulva/Uretra tenang, Dinding Vagina dalam batas normal, Portio utuh, OUE tertutup, darah (+). Pada pemeriksaan VT didapatkan Vulva/Uretra tenang, Dinding vagina dalam batas normal, Portio licin, OUE tertutup, CU sebesar kepala bayi, Darah (+). Saat massa digerakkan, portio ikut bergerak.

Pemeriksaan penunjang dengan USG pada pasien ini didapatkan gambaran uterus yang membesar dengan ukuran 20x17x13, tampak massa, gambaran whorl like appearance, kalsifikasi (-) dengan kesan mioma uteri. Pemeriksaan dengan CT scan maupun MRI juga dapat dilakukan, namun lebih mahal dan menghabiskan waktu lebih lama tetapi tidak memberikan informasi yang lebih daripada USG. (9) Dapat ditarik kesimpulan diagnosis pasien tersebut adalah mioma uteri dengan menoraghia melalui hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan.

Penatalaksanaan pasien ini dilakukan pemeriksaan laboratorium darah lengkap. Terutama untuk mengetahui komplikasi dari mioma uteri antara lain anemia (Hb) dan gangguan fungsi ginjal (Ur,Cr). Konsul anastesi dan jantung untuk mengevaluasi keadaan pasien untuk operasi. Direncanakan Total Abdominal Histerektomi (TAH) elektif karena selain untuk mengendalikan perdarahan, pasien juga sudah tidak mempunyai keinginan untuk hamil lagi sehingga tidak perlu mempertahankan fungsi dari rahim. Miomektomi bisa dipilih untuk pasien yang masih menginginkan anak, sehingga perlu mempertahankan fungsi uterus. Histerektomi total umumnya dilakukan dengan alasan mencegah akan timbulnya karsinoma servisis uteri. (6)

TERIMA KASIH