Pemanfaatan Air Laut Sebagai Media Pembelajaran Kimia Di Daerah Pesisir

  • Published on
    21-Oct-2015

  • View
    10

  • Download
    1

Embed Size (px)

DESCRIPTION

pembelajaran kimia

Transcript

Pemanfaatan Air Laut Sebagai Media Pembelajaran Kimia di Daerah Pesisir

Posted Sel, 05/10/2010 - 16:32 by ANDI HASNAENIH PEMANFAATAN AIR LAUT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARANKIMIA DI DAERAH PESISIRAndi HasnaenihLaboratorium Kimia, SMAN 2 RAHAABSTRAKPenelitian ini berjudul Pemanfaatan Air Laut Sebagai Media Pembelajaran Kimia Unsur. Yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada rekan-rekan dosen/guru kimia yang bertugas di daerah pesisir; bahwa air laut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kimia unsur, khususnya unsur klor pada golongan Halogen. Air laut mengandung halida-halida dan sebagian besar berupa garam NaCl. Untuk mengisolasi adanya unsur-unsur klor dalam air laut dilakukan dengan cara mengelektrolisis air laut. Sebagai anoda digunakan batangan karbon, dan sebagai katoda digunakan batang besi (paku). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa air laut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kimia unsur-unsur halogen khususnya unsur klor.Kata Kuci: Air laut, Media PembelajaranPENDAHULUANDengan semakin berkembangnya Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, maka tugas yang harus diemban oleh seorang pendidik (guru dan dosen) tidak semakin ringan. Di tangan pendidiklah terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya tujuan pendidikan. Yang menjadi sasaran utama tujuan pembangunan nasional yaitu menjadikan manusia Indonesia seutuhnya; sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945 yaitu pemerintah mengupayakan dan menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional yang diselenggarakan yaitu pendidikan yang berdasarkan pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945 dan dalam Undang-Undang RI No.20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional pada pasal: 3 bahwa pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa; dengan tujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik, agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pemerintah berupaya mengadakan perubahan-perubahan khususnya di bidang pendidikan yang biasa di sebut reformasi di bidang pendidikan. Bertolak dari fungsi dan tujuan pendidikan, maka peningkatan mutu pendidikan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi diusahakan diantaranya di bidang Ilmu Pengetahun Alam. Peningkatana mutu pendidikan tersebut juga diusahakan dalam bidang kimia, karena ilmu kimia merupakan salah satu disiplin ilmu, yang menerapkan teori untuk keperluan proses belajar mengajar, misalnya dengan memanfaatkan lingkungan yang ada, sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai.Ilmu kimia dapat disebut sebagai central science karena mempunyai kedudukan dan peranan yang sangat penting diantara ilmu pengetahuan lainnya. Hampir tidak ada ilmu pengetahuan lain yang tidak bergantung pada ilmu kimia, juga hampir tidak ada industri yang tidak bergantung pada bahan kimia, karena ilmu kimia dapat menjelaskan secara mikro/molekuler terhadap fenomena alam. Di samping itu, ilmu kimia memberikan kontribusi yang penting dan berarti terhadap perkembangan ilmu-ilmu terapan, misalnya kesehatan, pertanian dan perikanan serta teknologi lainnya. Selanjutnya dalam penulisan ini akan dibahas Pemanfaata Air Laut Sebagai Media Pembelajaran Kimia Unsur-Unsur Halogen di Daerah Pesisir. TUJUANPenelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada rekan-rekan dosen dan guru kimia bahwa air laut dapat digunakan sebagai media pembelajaran kimia unsur-unsur halogen khususnya unsur klor di daerah pesisir. Menumbuhkan minat belajar peserta didik khususnya yang berada di daerah pesisirMETODOLOGI PENELITIANDalam Penelitian ini termasuk penelitian deskripsi dan pengamatan/ eksperimen. Pada metode deskripsi yaitu penulis mengkaji berbagai teori tentang bagaimana cara meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran secara umum dan khususnya yang berhubungan dengan kimia sehingga pendidik mampu menyusun dan menyajikan program pembelajaran baik dengan pemahaman konsep maupun denga eksperimen; teori-teori tersebut diperoleh lewat refrensi yang relevan. Sedangkan Metode pengamatan/eksperimen yaitu penulis melakukan uji coba beberapa bahan yang ada di alam sekitar, misalnya dengan larutan garam dapur, bahan pemutih dan air laut. Ternyata air laut dapat digunakan sebagai sumber unsur klor dan air laut sangat mudah diperoleh di daerah pesisirBelajar mempunyai arti yang berbeda-beda. Menurut Oemar Hamalik ( 1977: 40 ), arti dari belajar dapat dikelompokkan menjadi dua, yakni: a. Belajar menurut pandangan tradisional; belajar adalah usaha untuk memperoleh ilmu pengetahuan. b. Belajar menurut pandanga moder; belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi dengan lingkungan. Teori Belajar Dan Pembelajaran KimiaMenurut Aesubel (1968), sebagaimana yang dikutip oleh Ratna Wilis Dahar, belajar dapat diklasifikasikan kedalam dua dimensi. Dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau bahan pelajaran yang disajikan kepada peserta didik melalui penerimaan atau penemuan. Dimensi yang kedua tentang bagaimana peserta didik dapat mengaitkan informasi pada strutur kognitif yang telah ada. Struktur kognotif adalah fakta-fakta, konsep-konsep dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat peserta didik. Dimensi yang kedua ini adalah inti dari teori belajar Aesubel, belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Jadi belajar dapat diartikan bahwa suatu proses yang terjadi karena adanya usaha untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia yang melakukannya, dengan tujuan untuk memperoleh perubahan pada dirinya, baik berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Dalam Pembelajaran kimia perlu dikaitkan dengan kehidupan nyata seperti dalam bidang IPTEK, Kesehatan, Industri dan Pertanian untuk meningkatkan wawasan dan kebanggaan nasional, dengan mempertimbangkan bagaimana manusia berfikir tentang kimia, bagaimana terbentuknya konsep kimia dan kemampuan pada diri manusia, maka diperlukan beberapa teori belajar yang dapat digunakan untuk mempelajari kimia (Liliasari: 1994). Dengan belajar ilmu kimia peserta didik mampu menerapkan konsep-konsep kimia dan metode ilmiah dengan menggunakan pendekatan belajar yang bervariasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran kimia diharapkan pula mampu meningkatkan sikap ilmiah peserta didik dalam menghadapi fenomena alam, mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi dan memiliki kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup (Harry: 1997)MEDIA PEMBELAJARANPada dasarnya media yang digunakan dalam proses pembelajaran berfungsi untuk mengatasi hambatan dalam berkomunikasi, keterbatasan lingkungan (kelas, alat dan bahan dilaboratorium), sikap pasif anak didik, serta untuk meningkatkan tingkat pemahaman pada konsep-konsep tertentu yang diajarkan. Media pembelajaran pada umumnya mengandung aspek, sebagai alat dan sebagai teknik yang sangat erat hubungannya dengan metode pembelajaran yang digunakan. Dalam proses pembelajaran pendidik berperan sebagai fasilitator, motifator, kreator dan inovator; sehingga mampu menumbuhkan motivasi, minat dan semangat yang tinggi pada peserta didik dalam proses pembelajaran. Teknik seperti ini dapat disebut media. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik (1988:22) bahwa media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan untuk mengefektifkan komunikasi antara pendidik dan anak didik dalam rangka proses pendidikan dan pengajaran.Untuk memiliki keterampilan proses tertentu tersebut harus melakukan kegiatan-kegiatan tertentu pula. Hal ini dapat terlaksana apabila sarana memadai, sehingga seorang pendidik harus berperan sebagai motivator dan kreator agar kualitas belajar peserta didik dapat ditingkatkan. Jika alat atau bahan yang ada tidak memungkinkan lagi untuk digunakan atau tidak ada maka lingkungan dapat dimanfaatkan sebai media pembelajaran. Jadai media adalah semua benda yang digunakan dalam proses pembelajaran yang dapat mempengaruhi tingkah laku peserta didik untuk meningkatkan prestasi dalam proses pembelajaran dan efektifitas program yang telah direncanakan.HASIL PENGAMATAN PEMBAHASANa. Air Laut Sebagai Media Pembelajaran Unsur-Unsur HalogenAir sangat penting bagi kehidupan baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Seluruh proses kimia dalam tubuh bnerlangsung dalam pelarut air. Dalam kehidupan sehari-hari air kita gunakan dalam berbagai keperluan, misalnya rumah tangga, peranian, transportasi dan rekreasi. Dalam industri air digunakan antara lain digunakan bahan pengolah, pendingin dan pembangkit listrik. Air merupakan pelarut yang baik, oleh karena itu air alam tidak pernah murni, seperti halnya air laut tedapat berbagai zat terlarut. Berdasarkan eksperimen yang telah kami lakukan bahwa dalam 1 liter air laut terdapat: NaCl 22,05 gram; MgSO4 3,15 gram; MgCl2 2,5 gram; K2SO4 1,75 gram dan KBr 0,15 gram. Air laut mengandung halida-halida sebagian besar berupa garam NaCl. Dengan dasar inilah kami mencoba mengamati sample air laut sebagai media pembelajaran kimia unsur halogen, dengan cara mengelektrolisis air laut menggunakan perangkat elektrolisis sedehana sebagai elekroda digunakan batang karbon sebagai anoda dan paku sebagai katoda, dengan sumber arus searah. b. Sifat Unsur Halogen Halogen adalah unsur-unsurdalam sistem periodik terletak pada golongan VII A yaitu Flour, Clor, Brom, Yod dan Astatin. Unsur-unsur ini disebut halogen artinya pembentuk garam, karena dapat bereaksi logam membentuk garam. Klor sebagai contoh, dapat bereaksi dengan logam natrium membentuk garam natrium klorida, yang lazim disebut sebagai garam dapur. Semua halogen tergolong non logam yang sangat reaktif kecuali astatin yang sifat belum banyak diketahui.Sifat fisis halogen dapat dilihat dari warna dan baunya. Flour berwarna kuning, klor berwarna hijau, brom berwarna merah cokelat, kristal iodberwarna hitam mengkilap sedangkan uap iod berwarna ungu. Unsur klor mempunyai sifat-sifat khusus dan mudah dikenal. Gas klor dari hasil elektrolisis berwarna hijau. Senyawa-senyawa klor banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai desinfektan pada pengolahan air minum sebagai pengelantang (pemutih) dan sebagainya.Dalam proses pembelajaran untuk menjelaskan sifat-sifat gas klor tidak cukup hanya sekedar berteori harus mengamati langsung dengan melakukan eksperimen. Meskipun dengan keterbatasan alat dan bahan yang ada disekolah eksperimen ini tetap dilaksanakan, yaitu dengan memanfatkan air laut sebagai media pembelajaran karena air laut banyak mengandung senyawa halogen berupa senyawa halida. Air laut dielektrolisis seperti pada prosedur berikut: c. Pembuatan gas klor dari air laut Dengan mengambil sampel air laut sebanyak 1000 mL dimasukkan kedalam botol penyimpanan Menyaring kotoran pada air laut Air laut yang sudah disaring diambil sebanyak 250 mL kemudian mengelektrolisis sampel tersebut dengan menghubungkan sumber arus searah hingga warna air laut menjadi hijau.Keterangan: - Sel elektrolisis mengubah energi listrik menjadi energi kimia, reaksi redoks yang terjadi tidak spontan.- Elektrod negatif mengandung banyak elektron yang beraal dari sumber arus. Ion positif Na+ yang tertarik dan bergerak keelektroda negatif, karena ion Na+ termasuk ion logam reaktif maka yang akan mengalami reduksi adalah air menjadi gas H2 dan OH- Air tersebut direduksi oleh elektron dari elektroda yang berasal dari sumber arus; 2H2O(l) + 2e 2OH-(aq) + H2(g); oleh karena pada elektroda negatif terjadi reaksi reduksi, sehingga elektroda negatif pada sel elektrolisis adalah katoda.- Ion positif kekurangan elektron, akibatnya ion Cl- melepaskan elektron pada elektroda dan berubah menjadi molekul Cl2; seperti pada persamaan: 2Cl-(aq) Cl2 + 2e; dengan demikian pada elektroda positif pada sel elektrolisis adalah anoda. Secara keseluruhan persamaan reaksinya dapat ditulis: Katoda (-) : 2H2O(l) + 2e 2OH-(aq) + H2(g) ; QUOTE reaksi reduksi Anoda (+) : 2Cl- Cl2 + 2e ; QUOTE reaksi oksidasi Dari hasil elektrolisis inilah diperoleh gas klor (Cl2) yang warnanya hijau muda, sehingga dengan mudah untuk membedakan antara gas-gas halogen lainya. Dengan melakukan eksperimen seperti ini lebih memudahkan peserta didik untuk menguasai konsep-konsep kimia khususnya unsur-unsur halogen, senyawa halogen dan sifat-sifatnya. Berdasarkan hasil penelitian telah kami lakukan ternyata dengan menggunakan media tersebut dapat meningkatkan kualitas belajar peserta didik, pada pengusaan konsep unsur-unsur halogen kjhususnya pada sub konsep unsur klor, senyawa dan sifat-sifatnya. Kegiatan seperti ini telah kami lakukan sejak alat dan bahan yang ada disekolah tidak memungkinkan lagi untuk digunakan. KESIMPULANHasil Penelitian menunjukkan bahwa air laut dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kimia unsur-unsur halogen khususnya unsur klor. Dalam proses pembelajaran dengan menggunakan suatu media tertentu peserta didik lebih tertarik untuk belajar kimia, sehingga tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dapat tercapai.DAFTAR PUSTAKA Firman Harry, 1997, Kimia 1 SMU, ed 2. Jakarta, Balai Pustaka Liliasari, 1994, Kimia 3 SMU, ed 1. Jakarta, Balai Pustaka Hamalik Oemar, Dr (1988), Media Pendidikan, Bandung, Mandar Maju Sastrawijaya Tresna, 1988, Proses Belajar Mengajar Kimia Jakarta, Direktoar Jenderal Pendidikan Tinggi. Petrucci Ralph. H. (1992), Kimia Dasar Prinsip Dan Terapan Modern edisi keempat, Jakarta: Erlangga. Wilis Dahar Ratna (1986), Teori-Teori Belajar, Jakarta Universitas Terbuka. .(2003), Undang-Undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta, Depdikn