Penangkaran Si Raja Ikan Hias Arwana

  • View
    242

  • Download
    12

Embed Size (px)

Text of Penangkaran Si Raja Ikan Hias Arwana

1

Penangkaran Si Raja Ikan Hias Arwana

A. Pendahuluan Sebagai negara kepulauan terbesar dan secara geografis terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, keanekaragaman hayati laut Indonesia tak tehitung jumlahnya. Hal ini pun menjadi penggerak bagi lembaga pemerintah untuk menangani pengembangan perikanan budidaya. Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pun dituntut untuk memperkuat kelembagaan masyarakat perikanan budidaya melalui penguatan struktur perusahaan dan meningkatkan jiwa wirausaha mereka. Saat ini jenis ikan yang sudah bisa dibudidayakan sekitar 50 jenis dari 300-500 jenis ikan yang diekspor. Salah satu ikan yang dapat dibudidayakan adalah arwana merah (Scleropages formosus). Pada tahun 2004, Indonesia menempati urutan keempat sebagai eksportir ikan hias dunia dengan nilai US$ 12.648.000. urutan pertama Singapura dengan nilai US$ 41.460.000, Malaysia US$ 17.559.000, Republik Czenia US$ 13.353.000.. Seiring berkembangnya usaha-usaha perikanan budidaya di Indonesia membuat persaingan penjualan ikan hias maupun ikan konsumsi di Indonesia semakin ketat. Pasar dunia maupun pasar nasional merupakan incaran para pengusaha budidaya ini. Produk yang mereka hasilkan diharapkan bisa bernilai jual tinggi. Berbagai budidaya ikan pun dicoba para wirausahawanwirausahawan ini, baik ikan hias maupun ikan konsumsi. Budidaya ikan hias banyak diminati kalangan pengusaha budidaya saat ini, karena dengan modal

2

sekian dapat menghasilkan laba yang sangat besar. Para pengusaha budidaya kini banyak yang melirik sebuah usaha, yaitu usaha penangkaran ikan arwana. Hal ini juga didukung adanya trend memelihara arwana di Indonesia yang kian meningkat. Banyak para pengusaha budidaya memperkenalkan kelebihan dari ikan arwana ini, sehingga banyak penggemar dari luar maupun dalam negeri yang penasaran dan datang untuk membeli dan memelihara ikan tersebut. Arwana banyak disebut-sebut sebagai rajanya ikan hias air tawar. Banyak alasan yang menjadikan ikan ini sebagai ikan hias nomer satu. Tetapi dibalik alasan tersebut pastilah juga banyak orang yang mengklaim bahwa arwana sebagai rajanya ikan hias air tawar. Sebelumnya mari samakan dahulu persepsi menegenai kriteria ikan hias yang baik. Ikan Hias didefinisikan sebagai ikan yang memiliki ciri-ciri, seperti bentuk dan warnanya indah, perilakunya menarik, terdapat keanehan, dan tergolong langka. Kebanyakan ikan hias hanya memenuhi satu atau dua kriteria saja dari kelima kriteria tersebut. Beda halnya dengan arwana, arwana adalah ikan yang memiliki bentuk badan kekar. Setiap bagian tubuh arwana, bahkan ujung siripnya memiliki nilai keindahana tersendiri dan menjadi kriteria yang tidak boleh dilewatkan. Itu dari sisi keindahan tubuhnya. Warna arwana, bukan hanya arwana super red tetapi juga arwana lainnya menjadi kriteria yang menentukan nilai seekor arwana. Sisik-sisik arwana yang berwarna merah cabai dengan ring (cicin) berwarna keemasan, menjadi penilaian tersendiri yang menentukan jenis dan harga arwana tersebut. Begitu berharganya nilai sisik, maka sisik tersebuk tidak boleh tanggal sedikit pun. Itu tadi kriteria kedua, lanjut ke kriteria ketiga. Semua orang sudah banyak yang mengetahui

3

arwana hanya hidup dibeberapa tempat di dunia. Hampir semua arwana yang berhasil diternakan adalah jenis ikan asli, bukan hasil persilangan. Bisnis arwana berkembang pesat karena dari ikan yang hanya ada di beberapa tempat di dunia, kini telah sedemikian maju berkat kerja keras para penangkar. Kelangkaan arwana mungkin bisa dilihat dari sejarahnya, bahwa arwana dahulu termasuk jenis satwa yang dilindungi. Dijadikannya arwana sebagai satwa yang dilindungi karena pada mulanya di daerah asal arwana, Sumatera dan Kalimantan, ikan eksotis ini merupakan ikan konsumsi yang hanya sesekali tertangkap oleh jaring nelayan. Karena ikan arwana berukuran cukup besar dan dagingnnya lumayan tebal maka oleh para nelayan ikan diasinkan. Tujuannya agar tahan disimpan dalam jangka waktu lama. Maka dari itu pada tahun 1980 keluar sebuah surat keputusan dari Menteri Pertanian yang melindungi arwana. Denagan keluarnya SK Menteri Pertanian No. 716/Kpts/UmIO/1980, resmilah arwana sebagai satwa yang dilindungi oleh pemerintah. Banyak pro-kontra yang terjadi tentang pemeliharaan dan kepemilikan arwana. Untuk menjawab semua itu maka muncullah ketentuan baru yang mengatur kepemilikan arwana harus menggunakan sejumlah persyaratan dan dinyatakan dengan sertifikat kepemilikan. Selain itu ada peraturan lainnya, yaitu ikan arwana yang dipelihara adalah ikan arwana yang berasal dari penangkaran. Maka dari itu kini banyak tempat-tempat penangkaran yang digunakan untuk budidaya ikan arwana dalam rangka pelestarian sekaligus bisnis atau wirausaha.

B. Permasalah

4

1. Hal-hal atau media apa saja yang perlu diperhatikan dan disiapkan sebelum

memulai usaha penangkaran arwana? 2. Bagaimana cara menangkar arwana yang baik? 3. Bagaimana cara mencegah dan menangani penyakit yang sering terjadi pada arwana?

C. Pembahasan Masalah Klasifikasi Ilmiah Ikan Arwana Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Nama binomial : Animalia : Chordata : Actinopterygii : Osteoglossiformes : Osteoglossidae : Scleropages : S. formosus : Scleropages formosus

Muller and Schlegel, 1844 Ikan arwana memiliki badan yang panjang, sirip dubur terletak jauh di belakang badan. Memiliki warna berkilau seperti perak, ikan ini disebut juga

5

sebagai "ikan naga" karena sering dihubung-hubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa. Untuk harga satuan dari ikan ini yang dewasa telah mencapai jutaan. Umur ikan arwana tergolong panjang, maka banyak orang yang cenderung memelihara ikan ini sebagai ikan hias akuarium.1. Peminat arwana di Indonesia maupun di mancanegara semakin bertambah

banyak. Mulai dari sekedar hobi memelihara kini telah berkembang menjadi sebuah usaha untuk berbisnis. Tempat-tempat penangkaran pun banyak dijumpai di Indonesia. Satu persatu tempat penangkaran mulai berdiri seiring bertambahnya pengetahuan masyarakat dan minat masyarakat akan ikan arwana. Terlebih sekarang banyak orang yang berminat untuk menangkar arwana dalam rangka untuk berwirausaha maupun pelestarian. Berikut hal-hal atau media yang perlu diperhatikan dan disiapkan sebelum melakukan usaha penangkaran.

a. Pemilihan Lokasi Penangkaran Lokasi penangkaran perlu diperhatikan kondisinya, karena perkembangbiakan arwana sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dari alam. Untuk lokasi-lokasi penangkaran di Indonesia sendiri sudah tergolong baik asalkan lokasinya tidak bising dan agak jauh dari permukiman penduduk. Kemudian udara disekitarnya masih bersih dan tidak terkontaminasi oleh asap yang akan membuat polusi pada permukaan air, bebas banjir, serta kondisi air sesuai dengan habitat aslinya. Air disekitar lokasi juga harus tersedia setiap saat, meskipun

6

pada saat musim kemarau. Sebenarnya arwana dapat ditangkarkan di dalam akuarium. Namun, tingkat keberhasilannya sangat kecil. Maka dari itu, jika ingin menernakan arwana, sebaiknya lakukan di dalam kolam.

b. Karakteristik Kolam

Bentuk kolam untuk penangkaran arwana tidak harus persegi empat, tetapi sangat tergantung pada bentuk dan ketersediaan lahan. Kolam bisa saja berbentuk U, L, atau bentuk lainnya. Namun, yang harus diperhatikan saat membangun kolam adalah daya tahan dan luas kolam. Kolam yang akan dibangun sebaiknya memperhatikan kondisi tanahnya. Jika tanah mudah longsor, sebaiknya bangun kolam permanen dari semen atau cor. Jika lokasi pembuatan kolam rawan banjir, sebaiknya bangun kolam yang bebas dari banjir. Sebagai gambaran adalah 125-175 m2 dengan kedalaman sekitar 2,5-3 m. Perlu dipahami bahwa dasar kolam tetap dari tanah agar kondisinya sama dengan habitat asal arwana. Kolam juga harus mudah dibersihkan atau dikuras airnya. Untuk itu, sebaiknya dasar kolam dibuat dengan kemiringan 10-150. Luas kolam penampungan air yang ideal untuk pengembangan dua pasang arwana adalah 10 m x 5 m dengan kedalaman 3 m. Gunanya untuk menampung air jika terjadi kekeringan dan wadah untuk mengendapkan air sebelum di alirkan ke kolam penangkaran. Kolam penangkaran idealnya 12 m x 8 m dengan

7

kedalaman 3 m, dapat dibagi menjadi dua bagian. Satu kolam digunakan untuk arwana yang sudah mengerami telur dan lainnya untuk induk yang baru dijodohkan. Akuarium pembesaran burayak minimal 5 buah dengan ukuran 120 cm x 60 cm x 50 cm dan diletakkan di ruangan khusus yang tertutup bagian atasnya. Sediakan juga sedikit lahan untuk tempat mesin pompa air. Wadah penampungan pakan 1 x 1,5 m dibagi dua untuk anak ikan dan katak sehingga luas lahan yang harus disediakan antara 100-150 m2.

c. Sumber dan Kualitas Air Sumber air untuk penangkaran arwana harus air bersih, belum tercemar dengan limbah pabrik maupun limbah industri lainnya. Sumber air yang utama dari mata air dan sungai. Air yang berasal dari mata air biasanya steril dan belum mengandung bahan organik sehingga tidak subur. Sedangkan air yang berasal dari sungai umumnya kaya akan bahan organi. Namun, sering kali air sungai mengandung limbah beracun. Parameter kualitas air yang sering disyaratkan untuk budi daya ikan, tak terkecuali penangkaran arwana adalah sebagai berikut :-

Suhu 25-30o C, pH 6,0-7,0, kandungan oksigen (O2) lebih dari 5 ppm, dan

-

8

-

kandunagn CO2 kurang dari 25 ppm.

d. Memilih Indukan yang Sehat dan Matang Kelamin Bentuk fisik calon induk betina yang baik harus tebal, lebar, dan terkesan gemuk, sedangkan calon induk jantan sebaiknya memiliki bentuk tubuh lebih panjang dan terkesan gagah dan gerakan pada bagian pangkal ekor meliuk-liuk seperti ular. Calon induk yang akan ditangkarkan sebaiknya memiliki sisik besar, tersusun rapi, dan warna sisik berkilau memancarkan sinar. Mata tidak juling, sungut utuh, dan berdiri tegak. Sirip sehat dan tidak ada