of 93 /93
Pengaruh Penerbitan ORI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Studi Kasus pada Bursa Efek Indonesia SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen DISUSUN OLEH : FAUZAN WIDAYANTO ( 042214047 ) PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2009

Pengaruh Penerbitan ORI terhadap Indeks Harga Saham ... filePengaruh Penerbitan ORI terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Studi Kasus pada Bursa Efek Indonesia SKRIPSI Diajukan

Embed Size (px)

Text of Pengaruh Penerbitan ORI terhadap Indeks Harga Saham ... filePengaruh Penerbitan ORI terhadap Indeks...

  • Pengaruh Penerbitan ORI terhadap

    Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Studi Kasus pada Bursa Efek Indonesia

    SKRIPSI

    Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

    Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

    Program Studi Manajemen

    DISUSUN OLEH :

    FAUZAN WIDAYANTO ( 042214047 )

    PROGRAM STUDI MANAJEMEN

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS SANATA DHARMA

    YOGYAKARTA

    2009

  • PERSEMBAHAN

    Karya kecil ini kepersembahan kepada :

    My Lord in Heaven Bapak dan Ibu, adikku, Teman hidupku Sahabat-sahabat terbaikku

  • MOTTO

    “Setiap orang harus mencarikan kebahagiaan untuk orang lain sama seperti yang diinginkan untuk

    dirinya sendiri”

    Buddha

    “Pertama-tama, katakan kepada dirimu apa yang akan kau raih; lalu lakukan apa yang

    perlu kau lakukan.”

    Epictetus

    “Tak ada yang mustahil bagi

    orang yang percaya.”

    Markus 9: 23

    “siapapun kamu, atau apapun yang kau lakukan, saat kau benar-benar menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tadi bersumber di dalam jiwa alam semesta......”

    “...Dan, saat kamu menginginkan sesuatu, segenap alam semesta bersatu untuk membantumu meraihnya”

    Paulo Coelho (The Alchemist)

  • ABSTRAK

    PENGARUH PENERBITAN ORI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN ( IHSG )

    Studi Kasus pada Bursa Efek Indonesia

    Fauzan Widayanto

    Universitas Sanata Dharma

    2009

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Penelitian ini dilakukan pada 5 jenis ORI yang sudah terbit antara tahun 2006 sampai tahun 2008, yaitu ORI-001, ORI00-2, ORI-003, ORI-004 dan ORI-005. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi peristiwa pada IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data diperoleh melalui pojok-pojok BEI yang ada di Yogyakarta.

    Sampel pada penelitian ini adalah data IHSG sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah penerbitan ORI. Teknik analisis yang dipergunakan adalah Paired Sample T Test karena merupakan dua kelompok sampel yang berpasangan. Teknik analisis ini dipergunakan sama pada penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004 dan ORI-005.

    Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa : ada perbedaan antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI kecuali pada ORI-003. Pada ORI-001, ORI-002, ORI-004 dan ORI-005 para investor cenderung lebih memilih ORI karena bunga yang besar dan aman sehingga para investor merasa lebih diuntungkan daripada membeli saham. Sedangkan pada ORI-003 para investor kembali berinvestasi ke saham karena menguatnya kembali bursa di Wall Street.

  • ABSTRACT

    The Effect of Indonesia Retail Bond’s Issue on The Jakarta Composite Index

    Case Study at The Indonesia Stock Exchange

    Fauzan Widayanto

    Sanata Dharma University

    2009

    The aim of this research is to know the Jakarta Composite Index difference before and after Indonesia Retail Bond’s issue. This research is carried out in five kinds of Indonesia Retail Bond’s which have been published since 2006 until 2008, that is Indonesia Retail Bond-001, Indonesia Retail Bond-002, Indonesia Retail Bond-003, Indonesia Retail Bond-004, and Indonesia Retail Bond-005. This research is an event study conducted at Jakarta Composite Index in Indonesia Stock Exchange. Data are compiled from the Indonesia Stock Exchange corners in Yogyakarta.

    Sample of this research is Jakarta Composite Index data which are taken one month (20 days of working hours) before and one month (20 days of working hours) after Indonesia Retail Bond’s issue. The analysis technique used in this research is Paired Sample T Test.

    The results of this research show that : there is a difference between before and after Indonesia Retail Bond’s issue except in the case of Indonesia Retail Bond-003. In Indonesia Retail Bond-001, Indonesia Retail Bond-002, Indonesia Retail Bond-004, and Indonesia Retail Bond-005, investors tend to choose Indonesia Retail Bond’s because of their big interest rate and the safety factor. It gives more advantages to the investors than they buy stocks. While in Indonesia Retail Bond-003, the investors reinvest to the stocks because of the strengthening of Wall Street’s stock index.

  • KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas

    segala berkat, rahmat, serta penyertaan-Nya sehingga penulis dapat

    menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Pengaruh Penerbitan ORI

    Terhadap IHSG” studi kasus pada Bursa Efek Indonesia. Skripsi ini diajukan

    untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

    Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma

    Yogyakarta.

    Dalam menyusun skripsi ini, penulis mendapatkan berbagai bimbingan

    dan bantuan dari banyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Oleh karena itu dalam kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan terima

    kasih kepada :

    1. Bapak Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Akt., QIA selaku dekan Fakultas

    Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

    2. Bapak V. Mardi Widyadmono, SE, MBA. selaku Ketua Program Studi

    Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

    3. Bapak Drs. A. Triwanggono, M.S. selaku dosen pembimbing I yang telah

    berkenan dan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan,

    semangat dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

  • 4. Bapak Drs. P. Rubiyatno, MM. selaku dosen pembimbing II yang telah

    berkenan dan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, masukan,

    semangat dan saran dalam penyusunan skripsi ini.

    5. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata

    Dharma yang telah memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman

    selama ini.

    6. Bapak dan Ibu tersayang dan tercinta, terima kasih sudah mau susah payah

    demi anakmu ini. Banyak terima kasih dan sayang buat kalian berdua.

    7. Adikku, Tita, yang selalu ninggalin aku waktu pulang kampung.

    8. Keluarga Godean, Keluarga Watu, Keluarga Pakem. Terima kasih sudah

    mau aku repotin dengan numpang tidur dan numpang makan, juga rasa

    keluarga yang telah kalian semua berikan.

    9. Monica Indah Wulandari, terima kasih sudah menemukanku dan

    menuntunku kembali ke jalanan ini. Tanpa kamu mungkin aku masih

    berada di sudut lorong yang sempit dan tak mau bergerak.

    10. Anak-anak kontrakan Sawojajar : Sonny, Dega, Taufik (dimana

    engkau...?), Niko (penyusup....). Terima kasih selalu nyesakin kamar

    tidurku.

    11. Anak-anak kos di Garboruci : Vico “kodok”, Dody “lambe”, Yuda

    “jamboel”, Andre “tonga”, Nanda “mbah surip”, Tya “smeagol”, Adit

    “dele”, Eric “bokong”. Kalian semua adalah keluarga baruku di Yogya.

    Semoga kenangan-kenangan indah itu akan selalu ada sampai selamanya.

  • 12. Teman-teman futsal : Ari “yor”, Harry “iblis”, Dimas, Hendra, Wisnu,

    Mara, Enggar (thanx a lot bro...). Terima kasih atas pergantian pemain

    kalau aku tepar.

    13. Anak-anak Manajemen’04, terutama kelas B, terima kasih atas cerita-

    cerita indah, menarik, dan lucu yang telah kalian sediakan selama ini;

    Agus, Desan, Icha terima kasih buat bantuan-bantuan dan informasinya.

    14. Kepanitiaan-kepanitiaan yang telah aku ikuti selama ini, UKM Sexen

    (walau cuma sebentar.....), HMJ Manajemen. Kalian semua telah memberi

    ilmu yang begitu berarti untukku, terima kasih atas pengalaman-

    pengalamannya.

    15. Pihak-pihak lain yang turut membantu terselesaikannya skripsi ini. Terima

    kasih banyak.

    Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena

    itu penulis menerima kritik, saran, tanggapan dan ide yang bersifat membangun

    demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, semoga skripsi ini dapat berguna bagi

    pembaca

    Yogyakarta, 15 Juli 2009

    Penulis,

    Fauzan Widayanto

  • DAFTAR ISI

    Hal

    HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i

    HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii

    PERSEMBAHAN DAN MOTTO ........................................................................ iii

    PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... iv

    ABSTRAK ........................................................................................................... v

    KATA PENGANTAR .......................................................................................... vi

    DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1

    B. Rumusan Masalah........................................................................ 5

    C. Batasan Masalah .......................................................................... 6

    D. Tujuan Penelitian ......................................................................... 6

    E. Manfaat Penelitian ....................................................................... 7

    F. Sistematika Penelitian ................................................................. 7

    BAB II LANDASAN TEORI

    A. Pengertian Keuangan ................................................................... 10

    B. Pasar............................................................................................. 10

    C. Pasar Modal ................................................................................. 13

    D. Instrumen di Pasar Modal ............................................................ 13

    E. Investasi ....................................................................................... 14

    F. Obligasi ........................................................................................ 17

    G. Jenis – Jenis Obligasi ................................................................... 17

    H. Obligasi Ritel Indonesia ( ORI ) .................................................. 21

    I. Indeks Harga Saham ................................................................... 25

  • J. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Indeks Harga Saham

    Gabungan (IHSG) ........................................................................ 26

    BAB III METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian ............................................................................ 30

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................... 30

    C. Subyek dan Obyek Penelitian ...................................................... 30

    D. Variabel Penelitian ...................................................................... 31

    E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 32

    F. Data yang Diperlukan .................................................................. 32

    G. Teknik Analisis Data ................................................................... 33

    BAB IV SEJARAH PERUSAHAAN DAN GAMBARAN UMUM

    DATA PENELITIAN

    A. Sejarah Perusahaan ...................................................................... 35

    B. Gambaran Umum Data Penelitian ............................................... 41

    1. ORI-001 pada tanggal 19 Juni 2006 – 11 Agustus 2006 ....... 41

    2. ORI-002 pada tanggal 8 Februari 2007 – 5 April 2007 ......... 43

    3. ORI-003 pada tanggal 27 Juli 2007 – 21 September 2007 .... 45

    4. ORI-004 pada tanggal 24 Januari 2008 – 26 Maret 2008...... 47

    5. ORI-005 pada tanggal 18 Juli 2008 – 15 September 2008 .... 48

    BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

    A. Data yang Diamati ....................................................................... 50

    B. Analisis Data................................................................................ 50

    C. Pembahasan ................................................................................. 52

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • DAFTAR TABEL

    Tabel IV.1 : Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-001 ............................... 42

    Tabel IV.2 : Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-002 ............................... 44

    Tabel IV.3 : Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-003 ............................... 46

    Tabel IV.4 : Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-004 ............................... 48

    Tabel IV.5 : Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-005 ............................... 50

    Tabel V.1 : Paired Samples Statistics ORI-001 .................................................. 52

    Tabel V.2 : Paired Samples Test ORI-001 ......................................................... 52

    Tabel V.3 : Paired Samples Statistics ORI-002 .................................................. 54

    Tabel V.4 : Paired Samples Test ORI-002 ......................................................... 55

    Tabel V.5 : Paired Samples Statistics ORI-003 .................................................. 57

    Tabel V.6 : Paired Samples Test ORI-003 ......................................................... 57

    Tabel V.7 : Paired Samples Statistics ORI-004 .................................................. 59

    Tabel V.8 : Paired Samples Test ORI-004 ......................................................... 60

    Tabel V.9 : Paired Samples Statistics ORI-005 .................................................. 62

    Tabel V.10 : Paired Samples Test ORI-005 ......................................................... 62

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Keuangan pemerintah kita yang dewasa ini semakin lama semakin

    membaik tidak mengurangi semangat pemerintah untuk lebih

    mengembangkan pasar surat utang dalam negeri sehingga ketergantungan

    utang dari luar negeri semakin lama semakin berkurang. Keuangan kita

    yang berada pada posisi yang cukup bagus yaitu defisit APBN kita hanya

    berkutat pada sekitar satu persen dari PDB, jauh di bawah rasio defisit

    negara-negara maju di seluruh dunia.

    Sementara itu, rasio utang pemerintah terhadap PDB sudah berada

    di bawah 50% dan terus menurun dengan cepat. Rasio utang saat ini

    bahkan sudah berada di bawah AS, Jepang, India, maupun negara-negara

    maju di Eropa. Demikian juga rasionya terhadap penerimaan pemerintah

    juga terus menurun. Ini semua terjadi karena selama lima tahun terakhir

    pemerintah berhasil menahan total utang sekitar Rp 1.300 triliun,

    sementara PDB nominal dan penerimaan pemerintah terus mengalami

    peningkatan yang cukup signifikan.

    Tidak mengherankan jika Standard & Poor serta Fitch IBCA baru-

    baru ini menaikkan rating dari surat utang Pemerintah RI. Secara hukum,

  • 2

    pembayaran kupon bunga dan pembayaran kembali pokok utang itu juga

    dijamin oleh Undang-Undang Surat Utang Negara Nomor 24 Tahun 2002.

    Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang diterbitkan oleh pemerintah

    pada tanggal 7 Agustus 2006 memiliki daya tarik tersendiri bagi para

    investor. Hal ini ditunjukkan dengan terjualnya ORI-001 melebihi target

    yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu senilai kurang lebih Rp 3 triliun

    dari target yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 2 triliun.

    Kemunculan ORI yang diterbitkan pemerintah ini merupakan salah

    satu pilihan investasi yang cukup menjanjikan. Dengan bunga sebesar

    9,24% membuat investasi ini dirasa lebih menguntungkan daripada

    deposito yang pergerakannya selalu mengikuti SBI, padahal diramalkan

    bahwa setiap tahun SBI akan mengalami penurunan. Saat ORI-001

    diterbitkan pertama kali SBI yang ada adalah sekitar 12,25%, ini

    merupakan perolehan tertinggi kedua setelah beberapa waktu sebelumnya

    mencapai nilai 12,75% tetapi pemerintah telah memberikan sinyal untuk

    menurunkan SBI menjadi sekitar 10% pada akhir tahun. Oleh karena itu,

    sekali lagi ORI dirasa sebagai investasi yang cukup menjanjikan.

    Tidak hanya itu saja, kemunculan ini mulai menarik para investor-

    investor baru terutama pada kemunculan ORI-002, ORI-003, ORI-004 dan

    ORI-005. Pada ORI-002 pemerintah dapat menyerap dana sekitar Rp 6,23

    triliun dengan kupon senilai 9,28% dan juga dapat menarik sekitar 10.327

    investor baru. Hal senada juga terjadi pada ORI-003 dan juga ORI-004.

  • 3

    ORI-003 dapat menyerap dana sebesar Rp 9,40 triliun dengan kupon

    9,40% dan menarik sekitar 16.692 investor baru. ORI-004 menyerap dana

    sebesar Rp 13,46 triliun dengan kupon yang cukup besar yaitu 9,5% dan

    menarik sekitar 26.089 investor baru. Diperkirakan investor – investor

    baru ini akan terus bertambah karena pada masa penawaran ORI-005

    pemerintah menggunakan sistem pemasaran baru yaitu pemerintah

    mengadakan kegiatan premarketing di daerah-daerah lain yang dirasa

    cukup potensial untuk penawaran ORI seperti Pekalongan, Tanjung

    Pinang, Serang, Pematang Siantar, Sekayu (Musi Banyuasin) dan Jember.

    Selain pemerintah, para agen penjual ORI juga mengadakan kegiatan

    marketing sendiri di 23 kota di seluruh Indonesia antara lain di Banda

    Aceh, Kendari, Palu, Banjarmasin, Kupang dan Jayapura. Kegiatan ini

    sesuai dengan keinginan pemerintah untuk melebarkan sayap dalam

    penjualan ORI ke kota-kota kecil atau kabupaten mengingat saat ini

    pembeli ORI hanya terdapat pada kota-kota besar seperti Jakarta dan

    Surabaya. Pemerintah berharap dengan semakin banyaknya investor baru

    maka dana yang dikumpulkan menjadi semakin besar, dengan demikian

    pemerintah dapat mengurangi utang luar negeri yang selama ini dirasa

    cukup membebani.

    Dari sisi masyarakat, ORI dianggap sebagai investasi yang paling

    aman dan menguntungkan untuk saat ini. Jaminan dari pemerintah

    merupakan alasan yang paling kuat bagi para investor untuk melakukan

    investasi ini. Pemerintah menjamin ORI dengan undang-undang, ini

  • 4

    berarti walaupun presiden Indonesia besok akan berganti tetapi ORI masih

    tetap bisa berjalan. ORI juga merupakan investasi yang memiliki resiko

    kecil atau bahkan tidak ada sama sekali, selain itu ORI sendiri juga tidak

    memiliki resiko likuiditas. Keuntungan yang ditawarkan oleh pemerintah

    melalui ORI semakin lama juga semakin menggiurkan, setelah pada ORI-

    002 sampai ORI-004 memiliki nilai kupon antara 9% sampai 10% maka

    pada penawaran ORI-005 pemerintah memberikan nilai kupon tertinggi

    setelah ORI-001 yaitu sebesar 11,45%. Dengan tingkat kupon yang cukup

    tinggi dan juga kondisi pasar global yang masih terus bergejolak, harga

    saham-saham yang masih terus fluktuatif maka diperkirakan banyak

    investor non ORI akan beralih pada investasi ritel negara ini.

    Terlebih dengan era digital seperti sekarang ini, dimana banyak

    sekali informasi-informasi yang dapat kita peroleh dengan sangat mudah.

    Para investor akan mencari lebih banyak informasi yang mereka perlukan

    tentang ORI, baik itu tentang cara memesan dan membeli maupun tentang

    topik yang paling menarik yaitu keunggulan ORI dibanding dengan

    obligasi yang lain maupun saham. Informasi-informasi inilah yang

    nantinya akan digunakan oleh para investor sebagai referensi atau bahan

    pertimbangan dalam menentukan arah pilihan investasi mereka. Apakah

    akan membeli saham atau memilih membeli obligasi yang ditawarkan oleh

    pemerintah ini (ORI).

  • 5

    Berdasarkan permasalahan diatas, maka penulis tertarik untuk

    melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerbitan ORI

    terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) Studi Kasus pada

    Bursa Efek Indonesia ”.

    B. Rumusan Masalah

    Umum

    Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI ?

    Khusus

    1. Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI-

    001 ?

    2. Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI-

    002 ?

    3. Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI-

    003 ?

    4. Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI-

    004 ?

    5. Apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan setelah penerbitan ORI-

    005 ?

  • 6

    C. Batasan Masalah

    Penulis hanya membatasi penerbitan ORI dan IHSG, gabungan

    dari saham-saham perusahaan go public dan tidak termasuk dalam saham-

    saham LQ-45.

    D. Tujuan Penelitian

    Umum

    Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan terhadap IHSG setelah

    penerbitan ORI.

    Khusus

    1. Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan

    setelah penerbitan ORI-001.

    2. Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan

    setelah penerbitan ORI-002.

    3. Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan

    setelah penerbitan ORI-003.

    4. Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan

    setelah penerbitan ORI-004.

    5. Penulis ingin mengetahui apakah ada perbedaan IHSG sebelum dan

    setelah penerbitan ORI-005.

  • 7

    E. Manfaat Penelitian

    1. Bagi Investor

    Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan menjadi

    bahan pertimbangan bagi investor dalam proses pengambilan

    keputusan investasi di pasar modal terhadap penerbitan ORI di

    masa yang akan datang.

    2. Bagi Universitas

    Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan

    pengetahuan bagi pembaca dan juga tambahan informasi guna

    melakukan penelitian yang lebih lanjut.

    3. Bagi Penulis

    Penulis dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh

    perkuliahan di Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas

    Sanata Dharma.

    F. Sistematika Penelitian

    Agar dapat diperoleh susunan dan pembahasan yang sistematis, penelitian

    ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :

    BAB I : PENDAHULUAN

    Bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah,

    rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, dan

    manfaat penelitian.

  • 8

    BAB II : LANDASAN TEORI

    Bab ini menjelaskan tentang dasar-dasar teori yang

    berkaitan dengan permasalahan yang telah ditulis.

    BAB III : METODE PENELITIAN

    Bab ini berisi tentang jenis penelitian, subyek penelitian,

    obyek penelitian, waktu dan tempat penelitian, teknik

    pengumpulan data, dan teknik analisis data.

    BAB IV : SEJARAH PERUSAHAAN DAN GAMBARAN

    UMUM DATA PENELITIAN

    Bab ini berisi tentang sejarah berdirinya perusahaan dan

    gambaran singkat data IHSG sebulan (20 hari kerja)

    sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah penerbitan

    ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004, ORI-005.

    BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

    Bab ini berisi tentang data identitas responden, analisis

    pengujian data, hsil pengolahan data, pembahsan dan

    jawanam dari masalah yang telah dirumuskan

  • 9

    BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

    Bab ini berisi tentang kesimpulan yang dapat diambil dari

    penelitian yang telah dilakukan beserta saran-saran yang

    dapat penulis simpulkan

  • 10

    BAB II

    LANDASAN TEORI

    A. Pengertian Keuangan

    Menurut Van Horne dan Wachowicz, JR (2005:3) manajemen keuangan

    selalu berkaitan dengan perolehan, pendanaan dan manajemen aktiva

    dengan tujuan umum sebagai latar belakangnya.

    Menurut Brigham (2006 : 6) bagian keuangan terdiri dari 3 bidang yang

    saling berkaitan:

    1. Pasar Uang dan Pasar Modal yang selalu berurusan dengan bursa

    saham dan institusi - institusi keuangan

    2. Investasi yang berfokus pada keputusan yang diambil oleh baik

    individual maupun institusional ketika mereka memilih sekuritas –

    sekuritas untuk portofolio investasi mereka

    3. Manajemen Keuangan yang melibatkan pengambilan –pengambilan

    keputusan di dalam perusahaan.

    B. Pasar

    1. Pasar

    Menurut Kamus Istilah Manajemen (1994:134), arti dari pasar adalah:

    a. Semua pembeli yang mungkin terjadi akan satu barang

  • 11

    b. Seluruh kekuatan dan keadaan yang menghasilkan pengambilan

    keputusan oleh pembeli dan penjual sehingga terjadi jual beli

    barang.

    c. Tempat jual beli barang dilakukan dalam arti kiasan istilah pasar

    digunakan untuk merujuk ke kelompok orang yang sedang

    berniaga.

    2. Jenis Pasar

    Dalam era globalisasi sekarang ini semakin banyak bentuk-bentuk

    pasar yang terjadi. Menurut Brigham (2006) jenis-jenis pasar yang ada

    saat ini adalah :

    a. Pasar Aktiva Fisik

    Merupakan pasar untuk produk-produk seperti gandum, mobil, real

    estat, komputer dan mesin.

    b. Pasar Aktiva Keuangan

    Pasar ini berhubungan dengan saham, obligasi, wesel, hipotek, dan

    klaim-klaim atas aktiva nyata lainnya, sekaligus dengan sekuritas

    derivative yang nilainya ditentukan oleh perubahan yang terjadi

    pada harga aktiva-aktiva lainnya.

    c. Pasar Tunai

    Merupakan pasar dimana aktiva-aktiva dibeli atau dijual untuk

    pengiriman “on-the-spot” atau langsung (meskipun sebenarnya

    terjadi dalam waktu beberapa hari).

  • 12

    d. Pasar Berjangka

    Merupakan pasar dimana pihak-pihak yang setuju pada hari ini

    untuk membeli atau menjual suatu aktiva pada suatu tanggal di

    masa depan.

    e. Pasar Uang

    Merupakan pasar untuk sekuritas jangka pendek yang sangat

    likuid.

    f. Pasar Modal

    Merupakan pasar untuk saham-saham dan utang jangka panjang

    atau jangka menengah perusahaan.

    g. Pasar Primer

    Merupakan pasar dimana perusahaan-perusahaan mendapatan

    modal baru.

    h. Pasar Sekunder

    Merupakan pasar dimana sekuritas yang telah ada dan beredar

    diperdagangkan di antara para investor.

    i. Pasar Privat

    Merupakan pasar dimana transaksi dilakukan secara langsung

    diantara kedua belah pihak.

    j. Pasar Publik

    Kontrak yang distandarisasi diperdagangkan melalui suatu

    pertukaran yang terorganisasi.

  • 13

    C. Pasar Modal

    Menurut Moh. Samsul definisi dari pasar modal adalah “tempat atau

    sarana bertemunya antara permintaan dan menawaran atas instrument

    keuangan jangka panjang, umumnya lebih dari 1 tahun“

    Sedang hukum mendefinisikan pasar modal “sebagai kegiatan yang

    bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan

    publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan, serta lembaga dan

    profesi yang berkaitan dengan efek”.

    Kemudian Jogiyanto (2003:11) mendefinisikan pasar modal sebagai

    tempat bertemu antara pembeli dan penjual dengan risiko untung dan rugi.

    Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan

    dana jangka penjang dengan menjual saham atau mengeluarkan obligasi.

    D. Instrumen di Pasar Modal

    Menurut Moh. Samsul, instrument-instrumen yang terdapat di pasar modal

    adalah :

    1. Saham Preferen

    yaitu jenis saham yang memiliki hak terlebih dahulu untuk menerima

    laba dan memiliki hak laba kumulatif.

    2. Saham Biasa

    yaitu jenis saham yang akan menerima laba setelah laba bagian saham

    preferen dibayarkan.

  • 14

    3. Obligasi

    Merupakan tanda bukti perusahaan memiliki utang jangka panjang

    kepada masyarakat yaitu diatas 3 tahun.

    4. Bukti Right

    merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam

    jangka waktu tertentu. Hak membeli itu dimiliki oleh pemegang saham

    lama. Harga tertentu disini berarti harganya sudah ditetapkan dimuka

    dan biasa disebut harga pelaksanaan atau harga tebusan.

    5. Waran

    Hak untuk membeli saham pada harga tertentu dalam jangka waktu

    tertentu. Tidak saja dapat diberikan pada pemegang saham lama, tetapi

    juga sering diberikan kepada pemegang obligasi sebagai pemanis

    (sweetener) pada saat perusahaan menerbitkan obligasi.

    6. Indeks Saham dan Indeks Obligasi

    merupakan angka indeks yang diperdagangkan untuk tujuan spekulasi

    dan lindung nilai (hedging).

    E. Investasi

    Menurut Jogiyanto (2003:5), investasi didefinisikan sebagai penundaan

    konsumsi sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang efisien

    selama periode waktu yang tertentu.

  • 15

    Jenis-jenis investasi menurut Jogiyanto (2003:7), adalah:

    a. Investasi Langsung

    Investasi langsung dapat dilakukan dengan membeli aktiva

    keuangan yang dapat diperjualbelikan di pasar uang (money

    market), pasar modal (capital market), atau pasar turunan

    (derivative market)

    Macam-macam investasi langsung :

    1. Investasi langsung yang tidak dapat diperjual belikan

    • Tabungan

    • Deposito

    2. Investasi langsung yang dapat diperjualbelikan

    2.1. Investasi langsung di pasar uang

    • T-bill

    • Deposito yang dapat dinegosiasi

    2.2. Investasi langsung di pasar modal

    2.2.1. Surat-surat berharga pendapatan tetap ( fixed-income securities)

    • T-bond

    • Federal agency securities

    • Municipal bond

    • Corporate bond

    • Convertible bond

    2.2.2. Saham-saham (equity securities)

    • Saham preferen ( preferred stock )

    • Saham biasa ( common stock )

  • 16

    2.3. Investasi langsung di pasar turunan

    2.3.1. Opsi

    • Waran ( warrant )

    • Opsi put ( put option )

    • Opsi call ( call option )

    b. Investasi Tak Langsung

    Investasi tidak langsung dilakukan dengan membeli surat-surat

    berharga dari perusahaan investasi. Perusahaan investasi adalah

    perusahaan yang menyediakan jasa keuangan dengan cara

    menjual sahamnya ke publik dan menggunakan dana yang

    diperoleh untuk diinvestasikan ke dalam portofolionya. Oleh

    Jogiyanto (2003:10) investasi tidak langsung diartikan sebagai

    pembelian saham dari perusahaan investasi yang mempunyai

    portofolio aktiva-aktiva keuangan dari perusahaan-perusahaan

    lain.

    F. Obligasi

    Dalam kamus hukum Sudarsono, menurut buku yang ditulis oleh

    Gunawan Widjaja, obligasi memiliki dua pengertian yaitu :

    a. Surat pinjaman dengan bunga tertentu dari pemerintah yang dapat

    diperdagangkan atau diperjualbelikan.

    b. Surat utang berjangka (waktu) lebih dari satu tahun dan memiliki suku

    bunga tertentu, dimana surat tersebut dikeluarkan oleh perusahaan

  • 17

    untuk menarik dana dari masyarakat guna menutup pembiayaan

    perusahaan

    G. Jenis – Jenis Obligasi

    Obligasi merupakan instrument pasar modal yang diperdagangkan di bursa

    efek. Di Indonesia terdapat dua macam bursa efek yaitu Bursa Efek

    Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Berdasarkan pembagian

    segmentasi perdagangan dengan BEJ, maka BES lebih banyak

    memperdagangkan obligasi.

    Jenis-Jenis obligasi, yaitu :

    a. Berdasarkan Proses Peralihan Kepemilikan

    1. Obligasi atas nama (registered bond)

    Obligasi ini merupakan jenis obligasi yang proses

    peralihannya harus dibuat dalam suatu akta perjanjian yang

    menyatakan bahwa pihak yang satu mengalihkan obligasinya

    kepada pihak lain.

    Akta perjanjian peralihan ini merupakan akta cessie

    sebagaimana dimaksud dalam Pasal 613 Ayat (2) KUH

    Perdata.

    2. Obligasi atas tunjuk (bearer bond)

    Obligasi ini merupakan jenis obligasi yang proses

    peralihannya sangat mudah, yaitu hanya berupa penyerahan

  • 18

    secara langsung. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa

    yang memegang sertifikat obligasi tersebut, maka dialah

    sebagai pemiliknya.

    b. Berdasarkan Cara Penetapan dan Pembayaran Bunga

    1. Obligasi dengan bunga tetap

    Obligasi ini memberikan bunga tetap yang dibayar setiap periode

    tertentu, bunga dari obligasi tersebut tidak berubah-ubah sampai

    pinjaman pokoknya jatuh tempo

    2. Obligasi dengan bunga tidak tetap

    Cara penetapan bunga obligasi ini bermacam-macam, misalnya

    bunga yang dikalikan dengan indeks atau dengan tingkat bunga

    deposito atau tingkat bunga deposito yang berlaku.

    3. Obligasi yang tidak terbatas jatuh temponya

    Merupakan salah satu jenis obligasi yang tidak mempunyai batas

    jatuh temponya. Perusahaan yang menerbitkan surat berharga ini

    tidak mempunyai kewajiban untuk mengembalikan utang tersebut,

    kecuali perusahaan tersebut dilikuidasi

    4. Obigasi tanpa bunga

    Jenis obligasi ini tidak mempunyai kupon bunga dan sebagai

    konsekuensinya pemilik tidak memperoleh pembayaran bunga

    secara periodik. Keuntungan yang diperoleh dari pemilikan

  • 19

    obligasi ini diukur dari selisih antara nilai pada waktu jatuh tempo

    dengan harga pembelian.

    5. Obligasi dengan bunga mengambang

    Obligasi ini menjanjikan untuk memberikan suku bunga secara

    mengambang. Bunga obligasi ini dapat berubah-ubah setiap saat

    secara periodik.

    c. Berdasarkan Penerbit

    1. Obligasi Pemerintah Pusat

    Obligasi ini merupakan suatu jenis obligasi yang dikeluarkan oleh

    pemerintah pusat dari suatu Negara dengan tujuan untuk

    membiayai dan membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

    2. Obligasi Pemerintah Daerah

    Obligasi ini merupakan suatu jenis obligasi yang dikeluarkan oleh

    suatu pemerintah daerah dengan tujuan membiayai dan

    membangun Badan Usaha Milik Daerah. Undang-Undang Otonom

    Daerah memungkinkan pemda untuk mengeluarkan obligasi,

    karena pemda sudah kebih bebas menentukan kebijakan dalam

    memajukan daerahnya.

    3. Obligasi Perusahaan Swasta

    Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu

    perusahaan swasta yang membutuhkan dan atau modal secara cepat

    dalam rangka membangun dan memperluas bisnis perusahaan.

  • 20

    d. Berdasarkan Jaminan

    1. Obligasi Jaminan

    Obligasi jenis ini merupakan obligasi yang diberikan agunan untuk

    pelunasan pokok pinjaman beserta bunganya yang berupa harta

    kekayaan perusahaan.

    2. Obligasi Tanpa Jaminan

    Obligasi ini merupakan obligasi yang diterbitkan tanpa ada suatu

    agunan.

    3. Guarented Bonds

    Obligasi ini merupakan pembayaran pokok pinjaman beserta

    bunganya dijamin oleh penanggung utang selaku pihak ketiga.

    4. Mortgage and other asset backed bonds

    Obligasi ini merupakan obligasi yang diterbitkan dengan jaminan

    hak tanggungan dan/atau agunan asset perusahaan lainnya.

    e. Berdasarkan Tujuan Penerbitan

    1. Improvement bonds

    Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang diterbikan oleh suatu

    pihak (biasanya pemda) dengan tujuan untuk memperbaiki sarana

    infrastruktur yang rusak dan pengembalian pinjamannya

    bergantung pada hasil yang diperoleh dari proyek perbaikan

    tersebut.

  • 21

    2. Industrial development bonds

    Obligasi ini merupakan suatu obligasi yang dipasarkan oleh pemda

    dimana hasil penjualan obligasi tersebut digunakan untuk

    pembangunan fasilitas bisnis usaha swasta.

    3. Callable bond

    Obligasi yang setelah lewanya waktu tertentu

    4. Income bond

    Obligasi yang memberikan bunga hanya dalam hal perusahaan

    memperoleh pendapatan atau penghasilan saja

    5. Convertible bond

    Obligasi yang dalam jangka waktu tertentu dapat ditukarkan

    dengan saham dari si penerbit obligasi.

    H. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

    Obligasi ritel adalah surat utang yang diterbitkan pemerintah dengan

    denominasi minimal Rp 5 juta, atau jumlah di atas itu dengan kelipatan Rp

    5 juta. Sama halnya dengan obligasi biasa, ia memiliki bunga tetap, namun

    khusus untuk obligasi ritel ini pembayaran kupon dilakukan setiap bulan.

    Artinya, investor obligasi ritel dapat menikmati pendapatan bunga setiap

    bulan, seperti halnya pada deposito.

    Sebagai produk investasi, ORI memiliki spektrum resiko yang tergolong

    rendah karena dijamin pemerintah. Saat suku bunga cenderung turun, ORI

  • 22

    menjadi suatu alternative pilihan karena memiliki bunga sebesar 9,28

    persen dan tidak mengalami pergeseran sedikitpun.

    1. Prosedur Pembelian ORI

    Calon investor dapat membuka rekening di bank, mendaftar menjadi

    nasabah agen penjual, kemudian menyetor uang ke rekening agen

    penjual sesuai jumlah investasi yang dikehendaki. Setelah itu investor

    mengisi kelengkapan formulir pemesanan disertai lampiran fotokopi

    KTP. Agen penjual akan memproses seluruh formulir pemesanan

    investor. Selanjutnya, pemerintah menetapkan hasil penjatahan kepada

    agen penjual mengenai investor yang memperoleh alokasi pembelian

    ORI. Dua hari setelah penjatahan, agen penjual mesti menyetor dana

    ke rekening pemerintah sesuai hasil penjatahan. Bersamaan itu, agen

    penjual menyampaikan hasil penjatahan kepada masing-masing

    pemesan. Investor yang tidak mendapat alokasi penjatahan akan

    menerima uangnya kembali sehari sesudahnya atau tiga hari setelah

    pengumuman penjatahan.

    2. Agen Penerbit ORI

    Ada 16 agen yang ditunjuk oleh Departemen Keuangan sebagai

    penjuala Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Agen–agen tersebut terdiri

    dari 13 perusahaan perbankan dan 3 perusahaan efek.

  • 23

    Agen-agen tersebut adalah :

    a. Trimegah Securities

    b. Bank Central Asia

    c. Bank Bukopin

    d. Danareksa Sekuritas

    e. Citibank

    f. BRI

    g. Bank NISP

    h. Lippobank

    i. Bank Permata

    j. Bank Danamon Indonesia

    k. Bank Panin

    l. Bank Internasional Indonesia

    m. BNI

    n. Bank Mandiri

    o. Bank Mega

    p. Valbury Asia Securities

    3. Resiko ORI

    Walaupun ORI diterbitkan oleh pemerintah bukan berarti tidak

    memiliki resiko. Berikut resiko investasi ORI menurut Adler Haymans

    Manurung seorang praktisi keuangan :

  • 24

    a. Risiko Tingkat Bunga.

    Risiko ini selalu akan diterima investor karena kenaikan atau

    penurunan tingkat bunga setelah investor membeli obligasi bakal

    terjadi. Gejolak ini dikenal sebagai risiko tingkat bunga. Artinya,

    investor memiliki risiko kekurangan tingkat bunga kupon atas

    obligasi karena tingkat bunga naik dan adanya kelebihan tingkat

    bunga kupon akibat tingkat bunga turun.

    b. Risiko Inflasi atau Risiko Daya Beli.

    Semua investor yang membeli obligasi mengalami risiko daya beli.

    Bila harga barang konsumsi maupun barang modal naik karena

    permintaan dan penawaran ataupun kebijakan pemerintah, maka

    kemampuan investor membeli barang tersebut mengecil. Situasi

    seperti ini yang sekarang kemungkinan dirasakan pemegang dana.

    c. Risiko valuta asing dialami atau diterima investor karena adanya

    perubahan nilai kurs valuta asing setelah investor melakukan

    investasinya ke obligasi.

    I. Indeks Harga Saham

    Indeks harga saham merupakan indikator/suatu angka yang sederhana

    menggambarkan rata – rata turun atau naiknya harga pasar saham pada

    suatu waktu tertentu.

  • 25

    1. Indeks Harga Saham Individu (IHSI)

    Indeks ini merupakan indikator perubahan harga suatu saham

    dibandingkan dengan harga perdananya. Pada saat suatu saham

    pertama kali dicatatkan indeks individualnya adalah 100. Cara

    penghitungan IHSI adalah sebagai berikut :

    2. Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )

    Indeks ini digunakan sebagai indikator untuk mengamati pergerakan

    harga dari sekuritas-sekuritas yang ada di bursa, yang meliputi

    pergerakan-pergerakan saham biasa maupun saham preferen semua

    peserta transaksi di bursa secara keseluruhan.

    Ada 2 cara penghitungan IHSG, yaitu :

    a. Cara Pertama

    Keterangan :

    = harga transaksi saham yang terjadi pada saat

    penutupan jual beli untuk perusahaan ke-n

    = harga pada saat penawaran umum pasar perdana

  • 26

    = banyaknya saham yang terjual saat itu pada

    perusahaan ke-n

    b. Cara Kedua

    Keterangan :

    Nilai dasar = atau

    = harga dasar x banyaknya lembar saham

    J. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan

    (IHSG)

    Untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi Indeks Harga Saham

    Gabungan (IHSG), kita harus melihat faktor-faktor yang mempengaruhi

    harga suatu saham karena IHSG merupakan angka yang menunjukkan

    perkembangan dari seluruh saham yang berada di pasar modal.

    Faktor internal yang mempengaruhi harga saham menurut Halim dan

    Sarwoko (1995:7-10) adalah :

    1. Pengaruh Pendapatan

    Para pemegang saham sangat memperhatikan pendapatan karena

    pendapatan-pendapatan yang dilaporkan maupun ramalan pendapatan-

  • 27

    pendapatan membantu para investor dalam memperkirakan atau

    meramalkan arus deviden di masa mendatang.

    Pengamatan sederhana dari pasar surat berharga akan sangat cepat

    menegaskan bahwa pendapatan merupakan penentu dari harga saham.

    Kadang-kadang terjadi suatu penurunan yang drastis dari harga saham

    suatu perusahaan yang melaporkan secara mendadak pendapatannya

    buruk, memberikan bukti bahwa pendapatan mempunyai pengaruh

    terhadap harga saham.

    2. Pengaruh Deviden

    Harga saham tidak lain adalah nilai sekarang dari seluruh deviden yang

    diharapkan di masa mendatang. Banyak studi telah memperlihatkan

    pengaruh perubahan deviden terhadap penghasilan saham. Hasil dari

    studi tersebut memperlihatkan bahwa ada hubungan positif antara

    pengumuman-pengumuman yang dihubungkan dengan penurunan

    deviden dan pengumuman-pengumuman yang dihubungkan dengan

    kenaikan deviden terhadap harga saham.

    3. Pengaruh Aliran Kas

    Investor yang serius tentu ingin memeriksa aliran kas dari perusahaan

    dengan hati-hati, karena hasil suatu analisis mungkin memberikan

    suatu wawasan yang berharga terhadap profitabilitas perusahaan itu.

    4. Pengaruh Pertumbuhan

    Petumbuhan dapat diartikan sebagai perkembangan penjualan,

    perkembangan laba atau perkembangan aktiva. Perkembangan

  • 28

    penjualan memberi arti bahwa perusahaan mampu mengatasi

    persaingan. Perkembangan laba umumnya digunakan sebagai ukuran

    oleh lembaga-lembaga keuangan dan para pemegang saham. Mereka

    melihat sejauh mana perusahaan mampu mengubah pertumbuhan

    penjualan dan kegiatan operasinya ke dalam kenaikan penghasilan bagi

    pemegang saham.

    Faktor eksternal yang mempengaruhi harga saham adalah :

    1. Hukum Penawaran dan Permintaan

    Para investor pada umumnya akan melakukan transaksi jual maupun

    beli saham, setelah mengetahui kondisi fundamental perusahaan.

    Transaksi-transaksi inilah yang akan mempengaruhi fluktuasi harga

    saham.

    2. Tingkat Suku Bunga

    Faktor suku bunga ini penting untuk diperhatikan karena rata- rata

    semua orang, termasuk investor saham, selalu mengharapkan hasil

    investasi yang lebih besar. Dengan adanya perubahan suku bunga,

    tingkat pengembalian hasil berbagai sarana investasi akan mengalami

    perubahan.

    Yang dimaksud suku bunga di sini adalah suku bunga yang

    diberlakukan Bank Indonesia selaku bank sentral dengan

    mengeluarkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).

  • 29

    3. Dana Asing di Bursa

    Dana Asing di bursa perlu diketahui karena memiliki dampak yang

    sangat besar. Jika sebuah bursa dikuasai oleh investor asing maka ada

    kecenderungan transaksi saham sedikit banyak tergantung pada

    investor asing tersebut.

    4. News dan Rumours

    Yang dimaksud dengan news di sini adalah semua berita yang beredar

    di tengah masyarakat yang menyangkut berbagai hal, baik itu masalah

    ekonomi, sosial, politik, maupun keamanan.

    Sedangkan rumours adalah berita – berita yang belum tentu benar yang

    terkadang juga terselip di antara news berbagai media.

  • 30

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah studi peristiwa (event study)

    yaitu studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event)

    yang informasinya dipublikasikan sebagai suatu pengumuman. Event study

    dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi (information

    content) dari suatu pengumuman dan dapat juga digunakan untuk menguji

    efisiensi pasar bentuk setengah kuat. Dalam penelitian ini peneliti akan

    mengamati reaksi pasar modal masa penerbitan ORI dimana lama waktu

    penerbitannya berbeda-beda sesuai dengan ketentuan pemerintah.

    B. Lokasi dan Waktu Penelitian.

    Tempat Penelitian : Penelitian ini akan dilakukan di pojok BEI yang ada

    di Yogyakarta.

    Waktu Penelitian : Semester awal tahun 2009.

    C. Subyek dan Obyek Penelitian

    1. Subyek Penelitian

    yang menjadi subyek penelitian adalah perusahaan-perusahaan yang go

    public.

  • 31

    2. Obyek Penelitian

    yang menjadi obyek penelitian adalah reaksi nilai IHSG pada waktu

    penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004, ORI-005.

    D. Variabel Penelitian

    Variabel adalah segala sesuatu yang menjadi obyek pengamatan atau

    faktor yang berperan dalam penelitian yang dilakukan, variabel yang

    digunakan yaitu :

    1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan angka yang

    menunjukkan harga seluruh saham yang tercatat di bursa pada

    suatu saat tertentu. Dalam penelitian ini nilai IHSG telah penulis

    peroleh dari Pojok BEI yang ada di Yogyakarta.

    2. Variabel Moderator

    Variabel moderator adalah variabel yang diperlukan untuk menjadi

    penguat dari variable bebas untuk menjelaskan variabel terikat.

    Dalam penelitian ini yang menjadi variabel moderator adalah

    window period. Window period adalah lama waktu yang

    diperlukan untuk melakukan pengamatan dari suatu peristiwa.

    Window period yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebulan

    (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah, dengan

    alasan bahwa informasi/berita yang ada dan harga indeks yang

  • 32

    berubah-ubah setiap hari maka waktu sebulan (20 hari kerja)

    sebelum dan sebulan (20 hari kerja) sesudah dirasa cukup untuk

    meneliti tentang pengaruh penerbitan ORI terhadap IHSG.

    E. Teknik Pengumpulan Data

    Dokumentasi

    Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan cara

    mengutip/mencatat data dan keterangan dari dokumen-dokumen yang

    dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan secara langsung untuk

    mendapatkan data-data yang berhubungan dengan penelitian. Data

    tersebut dapat diperoleh dalam bentuk jadi atau sudah dipublikasikan,

    misal : Jakarta Stock Exchange Monthly, koran Bisnis Indonesia.

    F. Data Yang Diperlukan

    Data yang diperlukan adalah data sekunder (data yang diperoleh dari

    Bursa Efek Indonesia). Dalam penelitian ini, peneliti memerlukan data

    IHSG :

    1. Tanggal 19 Juni 2006 – 11 Agustus 2006 untuk ORI001.

    2. Tanggal 8 Februari 2007 – 5 April 2007 untuk ORI002.

    3. Tanggal 27 Juli 2007 – 21 September 2007 untuk ORI003.

    4. Tanggal 24 Januari 2008 – 26 Maret 2008 untuk ORI004.

    5. Tanggal 18 Juli 2008 – 15 September 2008 untuk ORI005.

  • 33

    G. Teknik Analisis Data

    Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum dan

    sesudah penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004, ORI-005

    maka digunakan pengujian Paired Sample T Test.

    Paired Sample T Test

    Paired Sample T Test dapat dihitung menggunakan rumus sebagai

    berikut :

    Paired Sample T Test dapat dilakukan dengan langkah-langkah

    sebagai berikut, adapun perhitungan t hitung dilakukan dengan

    bantuan program SPSS :

    1. Menentukan Hipotesis

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah

    penerbitan ORI-001.

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-001.

  • 34

    2. Menentukan tingkat signifikansi

    Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a =

    5%.

    Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil resiko

    salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang

    benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau adalah

    ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).

    3. Menentukan T hitung

    T hitung dapat diperoleh dari tabel hasil Paired Sample T Test.

    4. Kriteria Pengujian

    diterima jika Sig. (2-tailed) > 0,05.

    ditolak jika Sig. (2-tailed) < 0,05.

    5. Kesimpulan

    Kesimpulan dapat diambil ketika sudah membandingkan antara

    Sig. (2-tailed) dengan signifikan 0,05.

  • 35

    BAB IV

    SEJARAH PERUSAHAAN

    DAN GAMBARAN UMUM DATA PENELITIAN

    A. Sejarah Perusahaan

    Secara historis, pasar modal telah hadir jauh sebelum Indonesia

    merdeka. Pasar modal atau bursa efek telah hadir sejak jaman kolonial

    Belanda dan tepatnya pada tahun 1912 di Batavia. Pasar modal ketika itu

    didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan pemerintah

    kolonial atau VOC.

    Meskipun pasar modal telah ada sejak tahun 1912, perkembangan

    dan pertumbuhan pasar modal tidak berjalan seperti yang diharapkan,

    bahkan pada beberapa periode kegiatan pasar modal mengalami

    kevakuman. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perang

    dunia ke I dan II, perpindahan kekuasaan dari pemerintah kolonial kepada

    pemerintah Republik Indonesia, dan berbagai kondisi yang menyebabkan

    operasi bursa efek tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

    Pemerintah Republik Indonesia mengaktifkan kembali pasar modal

    pada tahun 1977, dengan emiten pertama dan satu-satunya, yakni Semen

    Cibinong yang melego 178.750 saham masing-masing berharga Rp

    10.000,- atau setara dengan kapitalisasi pasar parsial (=jumlah saham yang

    bererdar di bursa x nilai satuan saham) tak lebih dariRp 1,8 milyar.

  • 36

    Belakangan ikut meramaikan : Centax, BAT (=British American

    Tobacco), Tificorp, Goodyear, dan Unilever. Pada awal berdirinya, bursa

    dikelola oleh Badan Pengawas Pasar Modal atau Bapepam. Karena masih

    merupakan sarana investasi baru, bursa dijalankan dengan sangat berhati-

    hati dan dipagari memakai aturan amat ketat, misalnya: bahwa fluktuasi

    harga saham dibatasi tak boleh melampaui 4%. Pihak asing juga belum

    diizinkan masuk bursa.

    Baru pada 1987, melalui paket kebijaksanaan yang dilansir pada

    bulan Desember (=dikenal sebagai Pakdes), menteri keuangan membuka

    pintu bursa terhadap pihak investor asing untuk membeli saham

    perusahaan nasional sampai semaksimal 49%, disusul dengan pembaruan

    yang lebih revolusioner dan mengarah kepada liberalisasi ekonomi dengn

    terbitnya Pakto pada Oktober (=Paket Oktober) tersebut memberi banyak

    kemudahan kepada perusahaan swasta untuk go public; selain

    mengumumkan bahwa pemilik modal Rp 10 milyar boleh mendirikan

    bank. Batas fluktuasi saham per hari juga dijebol.

    Menyambut paket-paket ekonomi Pakdes (1987) dan Pakto (1988),

    pasar modal mulai bergairah. Perusahaan swasta berlomba-lomba go pubic

    untuk menyerap dana masyarakat. Masa itu ditandai denga mamanasnya

    (over-heated) ekonomi nasional. Calon investor pun rela mengantre untuk

    membeli saham perdana perusahaan yang go public hingga menginap di

    tempat penjualan yang ditunjuk.

  • 37

    Dalam waktu singkat, emiten di bursa tumbuh menjadi 32

    perusahaan dengan kapitalisasi yang membengkak hampir 10 kali lipat

    sampai Rp 4,3 trilyun dari sebelumnya Rp 449 milyar. Total transaksi juga

    naik hngga nyaris menyentuk angka Rp 1 trilyun, yakni Rp 964,3 milyar

    pada tahun 1989, dibandingkan dengan hanya Rp 30,6 milyar pada tahun

    1988.

    Mengamati perkembangan ini, pemerintah lantas memisahkan

    fungsi pengawasan dan penyelenggaraan bursa. Bapepam diapungkan

    menjadi badan pengawas, sedangkan sebagai penyelengara pasar modal

    dibentuklah Perseroan Bursa Efek Jakarta (=PT BEJ) pada 13 Juli 1992.

    Pemegang saham BEJ adalah himpunan pialang yang masing-masing

    menyetor modal awal sebesar Rp 60 juta. Dalam operasinya, mula-mula

    BEJ menarik biaya jasa penyelenggaraan pasar modal atau fee 0,08% dari

    setiap transaksi, namun angka ini menciut terus mengikuti jumlah nilai

    transaksi yang kian menggelembung dari waktu ke waktu sampai sekarang

    cuma berkisar pada 0,03% saja.

    BEJ terus berbenah. Karena meningkat tajamnya frekuensi dan

    volume transaksi, BEJ mulai meningkatkan operasi manual dan beralih

    kepada otomatisasi. Dengan menggunakan fasilitas bernama JATS (=

    Jakarta Automatic Trading System) yang dijalankan BEJ sejak 22 Mei

    1995, pelaku-pelaku di lantai bursa kemudian dapat melakukan transaksi

    secara otomatis melalui komputer dan terhindar dari pekerjaan catat-

    mencatat di papan tulis yang merepotkan. Sekarang transaksi di BEJ

  • 38

    bahkan sudah “scriptless” per tahun 2000 alias tanpa warkat. Investor tak

    lagi memegang sehelai warkat pun, karena semua data transaksi dan

    kepemilikan saham sudah erekam secara otomatis di sentral komputer

    bursa.

    Sebelum era otomatisasi, 5.00-an transaksi terjadi setiap hari di

    BEJ sudah sangat membebani pelaku-pelaku bursa, tetapi setelah

    diakomodasinya otomatisasi dan scriptless trading oleh BEJ, kemudian

    belasan atau puluhan ribu transaksi bisa terselenggara seketika tanpa

    kekacauan berarti. Mungkin karena kemudahan ini pula maka tak heran

    omzet perdagangan di BEJ meningkat terus dari rata-rata Rp 130-an

    milyar pada tahun 1995 menjadi Rp 300-an milyar (1996) dan Rp 480-an

    milyar (1997). Sementara itu kapitalisasi di BEJ pun melejit dari Rp 150-

    an trilyun (1995) menjadi Rp 250 trilyun (2000).

    Indeks Harga Saham Gabungan (=IHSG), suatu parameter yang

    menunjukkan keberhasilan atau kemerosotan investasi di pasar modal,

    untuk ukuran BEJ, terus mendaki dari angka 200-an pada era 1995-an

    (atau 100, bila berhitung dari angka yang dipatok pada 10 Agustus 1982

    sebagai titik awal) sampai 700-an (1997) sebelum negeri ini dihantam

    “krismon”(=krisis moneter, 1998) dan kini sudah menembus angka 1.200-

    an (Lie Charlie, 2008: 45-47)

    Secara singkat, tonggak perkembangan pasar modal di Indonesia dapat

    dilihat sebagai berikut:

  • 39

    1. 14 Desember 1912 : Bursa Efek pertama di Indonesia dibentuk di

    Batavia oleh Pemerintah Hindia Belanda.

    2. 1914 – 1918 : Bursa Efek di Batavia ditutup selama Perang Dunia I

    3. 1925 – 1942 : Bursa Efek di Jakarta dibuka kembali bersama dengan

    Bursa Efek di Semarang dan Surabaya

    4. Awal tahun 1939 : Karena isu politik (Perang Dunia II) Bursa Efek di

    Semarang dan Surabaya ditutup.

    5. 1942 – 1952 : Bursa Efek di Jakarta ditutup kembali selama Perang

    Dunia II

    6. 1952 : Bursa Efek di Jakarta diaktifkan kembali dengan UU Darurat

    Pasar Modal 1952, yang dikeluarkan oleh Menteri kehakiman

    (Lukman Wiradinata) dan Menteri keuangan (Prof.DR. Sumitro

    Djojohadikusumo). Instrumen yang diperdagangkan: Obligasi

    Pemerintah RI (1950)

    7. 1956 : Program nasionalisasi perusahaan Belanda. Bursa Efek

    semakin tidak aktif.

    8. 1956 – 1977 : Perdagangan di Bursa Efek vakum.

    9. 10 Agustus 1977 : Bursa Efek diresmikan kembali oleh Presiden

    Soeharto. BEJ dijalankan dibawah BAPEPAM (Badan Pelaksana Pasar

    Modal). Tanggal 10 Agustus diperingati sebagai HUT Pasar Modal.

    Pengaktifan kembali pasar modal ini juga ditandai dengan go public

    PT Semen Cibinong sebagai emiten pertama.

  • 40

    10. 1977 – 1987 : Perdagangan di Bursa Efek sangat lesu. Jumlah emiten

    hingga 1987 baru mencapai 24. Masyarakat lebih memilih instrumen

    perbankan dibandingkan instrumen Pasar Modal.

    11. 1987 : Ditandai dengan hadirnya Paket Desember 1987 (PAKDES 87)

    yang memberikan kemudahan bagi perusahaan untuk melakukan

    Penawaran Umum dan investor asing menanamkan modal di

    Indonesia.

    12. 1988 – 1990 : Paket deregulasi dibidang Perbankan dan Pasar Modal

    diluncurkan. Pintu BEJ terbuka untuk asing. Aktivitas bursa terlihat

    meningkat.

    13. 2 Juni 1988 : Bursa Paralel Indonesia (BPI) mulai beroperasi dan

    dikelola oleh Persatuan Perdagangan Uang dan Efek (PPUE),

    sedangkan organisasinya terdiri dari broker dan dealer.

    14. Desember 1988 : Pemerintah mengeluarkan Paket Desember 88

    (PAKDES 88) yang memberikan kemudahan perusahaan untuk go

    public dan beberapa kebijakan lain yang positif bagi pertumbuhan

    pasar modal.

    15. 16 Juni 1989 : Bursa Efek Surabaya (BES) mulai beroperasi dan

    dikelola oleh Perseroan Terbatas milik swasta yaitu PT Bursa Efek

    Surabaya.

    16. 13 Juli 1992 : Swastanisasi BEJ. BAPEPAM berubah menjadi Badan

    Pengawas Pasar Modal. Tanggal ini diperingati sebagai HUT BEJ.

  • 41

    17. 22 Mei 1995 : Sistem Otomasi perdagangan di BEJ dilaksanakan

    dengan sistem computer JATS (Jakarta Automated Trading Systems).

    18. 10 November 1995 : Pemerintah mengeluarkan Undang –Undang No.

    8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Undang-Undang ini mulai

    diberlakukan mulai Januari 1996.

    19. 1995 : Bursa Paralel Indonesia merger dengan Bursa Efek Surabaya.

    20. 2000 : Sistem Perdagangan Tanpa Warkat (scripless trading) mulai

    diaplikasikan di pasar modal Indonesia.

    21. 2002 : BEJ mulai mengaplikasikan sistem perdagangan jarak jauh

    (remote trading).

    22. 2007 : Penggabungan Bursa Efek Surabaya (BES) ke Bursa Efek

    Jakarta (BEJ) dan berubah nama menjadi Bursa Efek Indonesia (BEI).

    B. Gambaran Umum Data Penelitian

    1. ORI-001 pada tanggal 19 Juni 2006 – 11 Agustus 2006

    ORI-001 ditawarkan pada 17 Juli 2006 – 4 Agustus 2006. ORI-001

    diterbitkan dengan denominasi Rp 5 juta atau jumlah di atas itu dengan

    kelipatan Rp 5 juta. ORI-001memiliki nilai kupon sebesar 9,24%

    sedangkan pada saat itu besar SBI adalah 12,25%.

    Berikut adalah tabel IHSG selama masa penawaran ORI-001 dengan

    windows period sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari

    kerja) sesudah:

  • 42

    Tabel IV.1

    Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-001

    Tgl Juni Juli Agustus

    1 - 1,371.6932 - 1,394.3643 1,327.755 1,379.7154 1,337.868 1,389.3535 1,338.323 -6 1,340.021 -7 1,347.905 1,403.4908 - 1,396.0839 - 1,413.100

    10 1,339.830 1,384.85611 1,343.945 1,402.19112 1,345.86713 1,334.02914 1,303.58515 -16 -17 1,283.94918 1,286.05019 1,295.051 1,280.49620 1,294.970 1,315.59021 1,293.287 1,314.57722 1,303.450 -23 1,290.164 -24 - 1,303.15025 - 1,307.77526 1,283.853 1,312.83027 1,285.627 1,330.59228 1,272.053 1,337.41029 1,274.744 -30 1,310.263 -31 1,351.649

    TAHUN 2006

  • 43

    2. ORI-002 pada tanggal 8 Februari 2007 – 5 April 2007

    Pada waktu penerbitan ORI-002 suku bunga Bank Indonesia sedang

    mengalami penurunan. ORI-002 ditawarkan pada 8 Maret 2007 – 23 Maret

    2007. ORI-002 memiliki nilai bunga yang cukup besar yaitu 9,28%, jauh

    di atas bunga deposito bank yang hanya sekitar 7% – 8%. Pada saat ini BI

    rate juga hanya ada pada sekitar 8%, oleh karena itu banyak sekali nasabah

    ritel yang tertarik dengan penawaran ORI-002 karena dianggap cukup

    menjanjikan.

    Berikut adalah tabel IHSG selama masa penawaran ORI-002 dengan

    windows period sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari

    kerja) sesudah:

  • 44

    Tabel IV.2

    Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-002

    Tgl Februari Maret April

    1 1,759.490 -2 1,760.019 1,849.3843 - 1,894.5764 - 1,922.0515 1,698.820 1,895.6116 1,732.4387 1,743.1898 1,751.319 1,771.5589 1,734.462 1,764.582

    10 - -11 - -12 1,734.462 1,794.52213 1,727.360 1,797.40214 1,750.986 1,762.28415 1,790.405 1,776.36116 1,794.363 1,777.89017 - -18 - -19 1,799.293 -20 1,806.482 1,775.42321 1,816.566 1,779.23722 1,808.441 1,809.06623 1,791.553 1,805.96124 - -25 - -26 1,783.951 1,813.71827 1,764.008 1,819.66028 1,740.971 1,800.39229 - 1,817.71930 - 1,830.92431 - -

    TAHUN 2007

  • 45

    3. ORI-003 pada tanggal 27 Juli 2007 – 21 September 2007

    ORI-003 ditawarkan pada 27 Agustus 2007 – 3 September 2007. Memiliki

    bunga 9,4% yang masih juga jauh dari suku bunga deposito bank yang

    hanya sekitar 6% – 7% dan juga SBI yang memiliki tingkat bunga 8,25%.

    Berikut adalah tabel IHSG selama masa penawaran ORI-003 dengan

    windows period sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari

    kerja) sesudah:

  • 46

    Tabel IV.3

    Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-003

    Tgl Juli Agustus September

    1 2,256.308 -2 2,270.854 -3 2,269.791 2,213.5744 - 2,215.1175 - 2,214.6226 2,189.107 2,220.7777 2,174.071 2,239.9018 2,262.636 -9 2,241.402 -

    10 2,207.396 2,209.64211 - 2,211.41312 - 2,209.93113 2,211.455 2,222.74614 2,168.638 2,225.60715 2,029.083 -16 1,908.635 -17 - 2,223.22118 - 2,239.86219 - 2,313.33920 2,041.584 2,304.63121 1,993.007 2,335.48722 2,062.99123 2,117.66024 2,143.10925 -26 -27 2,298.414 2,175.35328 - 2,159.60929 - 2,134.88330 2,301.552 2,150.71531 2,348.673 2,194.339

    TAHUN 2007

  • 47

    4. ORI-004 pada tanggal 24 Januari 2008 – 26 Maret 2008

    ORI-004 ditawarkan pada 25 Februari 2008 – 6 Maret 2008. Memiliki

    tingkat kupon sebesar 9,50% yang akan dibayarkan 12 kali dalam setahun.

    Pembeli ORI-004 mencapai 37.724 pemesan yang tersebar di 31 provinsi

    dan dipastikan bahwa semuanya adalah WNI karena setiap pemesanan

    harus disertai dengan KTP. Masyarakat mulai mengenal investasi ORI ini

    sehingga jumlah investor baru juga meningkat cukup signifikan.

    Berikut adalah tabel IHSG selama masa penawaran ORI-004 dengan

    windows period sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari

    kerja) sesudah:

  • 48

    Tabel IV.4

    Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-004

    Tgl Januari Februari Maret

    1 2,646.821 -2 - -3 - 2,652.3124 2,701.629 2,634.7525 2,704.247 2,639.6526 2,639.087 2,656.4567 - -8 - -9 - -

    10 - 2,527.86711 2,589.382 2,523.53412 2,592.070 2,556.24213 2,610.781 2,440.59214 2,675.645 2,383.42015 2,688.191 -16 - -17 - 2,312.32118 2,684.702 2,339.79519 2,711.872 2,323.56620 2,689.256 -21 2,734.210 -22 2,741.181 -23 - -24 2,516.701 - 2,339.29425 2,620.493 2,751.862 2,419.61626 - 2,738.872 2,640.64027 - 2,740.13828 2,582.049 2,756.31429 2,607.843 2,721.94430 2,610.359 -31 2,627.251 -

    TAHUN 2008

  • 49

    5. ORI-005 pada tanggal 18 Juli 2008 – 15 September 2008

    ORI-005 ditawarkan pada 19 Agustus 2008 – 29 Agustus 2008. Memiliki

    tingkat kupon yang lebih tinggi daripada ORI-004 yaitu sebesar 11,45%

    per tahun. Pemsaran ORI-005 ini lebih dikonsentrasikan ke kota – kota

    yang bukan merupakan konsumen utama pada ORI-001 sampai ORI-004

    karena pemerintah khawatir mereka akan jenuh. Oleh karena itu daerah di

    luar Jawa merupakan sasaran yang empuk terlebih lagi banyak pengusaha

    yang berhasil akibat penjualan kelapa sawit dan batubara.

    Berikut adalah tabel IHSG selama masa penawaran ORI-005 dengan

    windows period sebulan (20 hari kerja) sebelum dan sebulan (20 hari

    kerja) sesudah:

  • 50

    Tabel IV.5

    Data IHSG Selama Masa Penawaran ORI-005

    Tgl Juli Agustus September

    1 2,248.750 2,164.6202 - 2,159.0523 - 2,116.0004 2,227.675 2,075.2345 2,185.619 2,022.5646 2,187.204 -7 2,199.011 -8 2,195.926 2,037.9989 - 1,958.752

    10 - 1,885.04311 2,133.920 1,870.13312 2,057.579 1,804.06213 2,063.521 -14 2,106.642 -15 2,085.148 1,719.25416 -17 -18 2,141.135 -19 - 2,042.49820 - 2,069.69821 2,195.067 2,088.25122 2,212.754 2,120.49123 2,225.844 -24 2,257.054 -25 2,245.344 2,127.22426 - 2,107.54827 - 2,131.06328 2,275.676 2,144.84829 2,278.684 2,165.94330 - -

    TAHUN 2008

  • 51

    BAB V

    ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

    A. Data Yang Diamati

    Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder

    (data yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia), yaitu: data Indeks Harga

    Saham Gabungan (IHSG).

    Data dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

    1. Data sebelum penerbitan ORI, yaitu sebulan (20 hari kerja)

    sebelum penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004,

    ORI-005.

    2. Data sesudah penerbitan ORI, yaitu sebulan (20 hari kerja)

    sesudah penerbitan ORI-001, ORI-002, ORI-003, ORI-004,

    ORI-005.

    B. Analisis Data dan Pembahasan

    1. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum

    dan sesudah penerbitan ORI-001 maka digunakan pengujian Paired

    Sample T Test, dengan hipotesis :

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-001.

  • 52

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI-

    001.

    Kemudian untuk menentukan Sig. (2-tailed) maka digunakan program

    SPSS yang memiliki output sebagai berikut :

    Tabel V.1

    Paired Samples Statistics ORI-001

    Mean N Std. Deviation

    Std. Error

    Mean

    Pair 1 Sebelum Penerbitan

    ORI-001 1313.12950 20 26.266965 5.873472

    Sesudah Penerbitan

    ORI-001 1347.94565 20 45.486040 10.170988

    Tabel V.2

    Paired Samples Test ORI-001

    Pair 1

    Sebelum Penerbitan

    ORI-001 - Sesudah

    Penerbitan ORI-001

    Paired Differences Mean -34.816150

    Std. Deviation 28.093001

    Std. Error Mean 6.281786

    95% Confidence Interval

    of the Difference

    Lower -47.964079

    Upper -21.668221

    t -5.542

    df 19

    Sig. (2-tailed) .000

  • 53

    Kesimpulan :

    Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS

    diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut

    maka diketahui bahwa 0,000

  • 54

    Selain hal itu bursa regional Asia yang terus melemah, harga

    minyak yang meningkat, dan melemahnya rupiah menjadikan

    pendorong yang kuat para investor untuk menjual saham mereka

    terutama pada saham-saham unggulan. Dengan demikian ORI menjadi

    alternatif investasi selanjutnya karena pergerakan negatif pasar.

    2. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum

    dan sesudah penerbitan ORI-002 maka digunakan pengujian Paired

    Sample T Test, dengan hipotesis :

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-002.

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI-

    002.

    Kemudian untuk menentukan Sig. (2-tailed) maka digunakan program

    SPSS yang memiliki output sebagai berikut :

    Tabel V.3

    Paired Samples Statistics ORI-002

    Mean N Std. Deviation

    Std. Error

    Mean

    Pair 1 Sebelum Penerbitan

    ORI-002 1764.42890 20 32.624685 7.295101

    Sesudah Penerbitan

    ORI-002 1812.91605 20 45.683741 10.215195

  • 55

    Tabel V.4

    Paired Samples Test ORI-002

    Pair 1

    Sebelum Penerbitan

    ORI-002 - Sesudah

    Penerbitan ORI-002

    Paired Differences Mean -48.487150

    Std. Deviation 66.631708

    Std. Error Mean 14.899303

    95% Confidence Interval

    of the Difference

    Lower -79.671749

    Upper -17.302551

    T -3.254

    Df 19

    Sig. (2-tailed) .004

    Kesimpulan :

    Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS

    diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,004. Berdasarkan hasil tersebut

    maka diketahui bahwa 0,004

  • 56

    Pembahasan :

    Penerbitan ORI-002 juga tidak dapat menyurutkan minat beli para

    investor pada obligasi ini. Bunga yang cukup besar yaitu 9,28%, jauh

    diatas bunga deposito dan SBI. Hal inilah yang menjadi pertimbangan

    para investor untuk berinvestasi pada obligasi ini daripada instrumen

    investasi yang lain.

    Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan IHSG dari tanggal 8

    Maret 2007 sampai tanggal 9 Maret 2007 hanya sebesar 7 poin.

    Pegerakan ini jauh lebih sedikit dibandingkan pada hari-hari

    sebelumnya yaitu bergerak sekitar 10 poin bahkan bisa lebih.

    3. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum

    dan sesudah penerbitan ORI-003 maka digunakan pengujian Paired

    Sample T Test, dengan hipotesis :

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-003.

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI-

    003.

    Kemudian untuk menentukan Sig. (2-tailed) maka digunakan program

    SPSS yang memiliki output sebagai berikut :

  • 57

    Tabel V.5

    Paired Samples Statistics ORI-003

    Mean N Std. Deviation

    Std. Error

    Mean

    Pair 1 Sebelum Penerbitan

    ORI-003 2174.81830 20 117.185141 26.203394

    Sesudah Penerbitan

    ORI-003 2220.73845 20 50.659919 11.327902

    Tabel V.6

    Paired Samples Test ORI-003

    Pair 1

    Sebelum Penerbitan

    ORI-003 - Sesudah

    Penerbitan ORI-003

    Paired Differences Mean -45.920150

    Std. Deviation 150.669143

    Std. Error Mean 33.690645

    95% Confidence Interval

    of the Difference

    Lower -116.435480

    Upper 24.595180

    T -1.363

    Df 19

    Sig. (2-tailed) .189

    Kesimpulan :

    Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS

    diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,189. Berdasarkan hasil tersebut

    maka diketahui bahwa 0,189

  • 58

    bahwa tidak ada perbedaan nilai IHSG antara sebelum penerbitan ORI-

    003 dan setelah penerbitan ORI-003.

    Pembahasan :

    Pada penerbitan ORI-003 ini sepertinya pemerintah kurang berhasil

    dalam mengambil hati para investor. Padahal ORI-003 juga memiliki

    bunga yang cukup tinggi yaitu sebesar 9,4%, masih jauh lebih tinggi

    dibandingkan dengan suku bnga saat itu yaitu sebesar 6%-7%.

    Pergerakan IHSG antara tanggal 27 Agustus 2007 sampai dengan

    tanggal 28 Agustus 2007 turun 16 poin yaitu dari 2.175,353 ke

    2.159,609. Pergerakan ini masih sama besar dengan beberapa hari

    sebelumnya yaitu sekitar 20 poin.

    Pada saat ini ORI dirasa kurang menarik, investor saat ini lebih

    tertarik untuk kembali berinvestasi ke saham. Menurut Edwin

    Sebayang kenaikan angka indeks dipicu oleh beberapa faktor, yaitu

    pertama, berkurangnya tekanan dari krisis subprime mortgage; kedua,

    menguatnya bursa regional yang terimbas naiknya bursa di Wall Street

    setelah membaiknya data ekonomi Amerika Serikat; ketiga, perkiraan

    bank sentral Amerika (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga.

    4. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum

    dan sesudah penerbitan ORI-004 maka digunakan pengujian Paired

    Sample T Test, dengan hipotesis :

  • 59

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-004.

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI-

    004.

    Kemudian untuk menentukan Sig. (2-tailed) maka digunakan program

    SPSS yang memiliki output sebagai berikut :

    Tabel V.7

    Paired Samples Statistics ORI-004

    Mean N Std. Deviation

    Std. Error

    Mean

    Pair 1 Sebelum Penerbitan

    ORI-004 2648.68850 20 58.709514 13.127846

    Sesudah Penerbitan

    ORI-004 2544.95945 20 160.176077 35.816460

  • 60

    Tabel V.8

    Paired Samples Test ORI-004

    Pair 1

    Sebelum Penerbitan

    ORI-004 - Sesudah

    Penerbitan ORI-004

    Paired Differences Mean 103.729050

    Std. Deviation 202.047852

    Std. Error Mean 45.179273

    95% Confidence Interval

    of the Difference

    Lower 9.167744

    Upper 198.290356

    T 2.296

    Df 19

    Sig. (2-tailed) .033

    Kesimpulan :

    Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS

    diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,033. Berdasarkan hasil tersebut

    maka diketahui bahwa 0,033

  • 61

    Pembahasan :

    Pada penawaran ORI-004, para investor kembali melirik obligasi

    milik pemerintah ini. Walaupun dengan bunga yang hampir sama

    dengan seri ORI sebelumnya tetapi obligasi ini telah dapat mengikat

    kembali hati para investor yang sebelumnya mulai meninggalkan

    obligasi ini. Sebanyak 37.724 investor telah siap untuk membeli

    obligasi ini.

    Seperti yang kita ketahui bahwa pergerakan IHSG dari tanggal 25

    Februari 2008 sampai tanggal 26 Februari 2008 sebesar 16 poin yaitu

    dari 2.751,862 ke 2.738,872. Hal ini jauh lebih kecil daripada

    pergerakan IHSG pada hari-hari sebelumnya yang berkisar sekitar 50

    poin.

    Selain itu penurunan nilai IHSG juga dipicu oleh pelemahan harga

    saham PT International Nickel Indonesia, PT Bumi Resources dan

    Bank Rakyat Indonesia.

    5. Untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan nilai IHSG sebelum

    dan sesudah penerbitan ORI-005 maka digunakan pengujian Paired

    Sample T Test, dengan hipotesis :

    : tidak ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan

    ORI-005.

    : ada perbedaan nilai IHSG sebelum dan sesudah penerbitan ORI-

    005.

  • 62

    Kemudian untuk menentukan Sig. (2-tailed) maka digunakan program

    SPSS yang memiliki output sebagai berikut :

    Tabel V.9

    Paired Samples Statistics ORI-005

    Mean N Std. Deviation

    Std. Error

    Mean

    Pair 1 Sebelum Penerbitan

    ORI-005 2191.59050 20 73.588831 16.454963

    Sesudah Penerbitan

    ORI-005 2040.51375 20 128.154764 28.656276

    Tabel V.10

    Paired Samples Test ORI-005

    Pair 1

    Sebelum Penerbitan

    ORI-005 - Sesudah

    Penerbitan ORI-005

    Paired Differences Mean 151.076750

    Std. Deviation 73.427352

    Std. Error Mean 16.418855

    95% Confidence Interval

    of the Difference

    Lower 116.711691

    Upper 185.441809

    T 9.201

    Df 19

    Sig. (2-tailed) .000

  • 63

    Kesimpulan :

    Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS

    diketahui nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Berdasarkan hasil tersebut

    maka diketahui bahwa 0,000

  • 64

    Kenaikan IHSG ini dipicu oleh menguatnya beberapa saham

    unggulan seperti saham Indosat (ISAT) yang mampu membukukan

    kenaikan ditengah anjloknya harga saham lainnya. ISAT tercatat naik

    100 menjadi Rp 5.900,- disusul Astra Internasional (ASII) melejit 100

    menjadi Rp 19.950,- , BATA naik 500 menjadi Rp 20.000,- , Multi

    Bintang Indonesia (MLBI) meroket 10.500 menjadi Rp 65.000,- serta

    Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik 1,07% menjadi Rp 2.350,-

    (Bisnis Indonesia, 19 Agustus 2008).

  • 65

    BAB VI

    PENUTUP

    A. Kesimpulan

    Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan analisis dan pembahasan

    yang telah dilakukan adalah :

    1. Menurut hasil uji Paired Samples T Test maka ada perbedaan nilai

    IHSG antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Pergerakan IHSG

    sesudah penerbitan ORI001 lebih lemah daripada pergerakan IHSG

    sebelum penerbitan ORI001. IHSG hanya bergerak sebesar 3 poin,

    pergerakan ini lebih rendah daripada pergerakan beberapa hari

    sebelumnya yaitu bergerak sekitar 5 poin atau bahkan lebih besar. Hal

    ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih obligasi daripada

    saham.

    2. Menurut hasil uji Paired Samples T Test maka ada perbedaan nilai

    IHSG antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Pergerakan IHSG

    sesudah penerbitan ORI002 lebih lemah daripada pergerakan IHSG

    sebelum penerbitan ORI002. IHSG hanya bergerak sebesar 7 poin,

    pergerakan ini lebih rendah daripada pergerakan beberapa hari

    sebelumnya yaitu bergerak sekitar 10 poin bahkan bisa lebih. Hal ini

    menunjukkan bahwa investor lebih memilih obligasi daripada saham.

  • 66

    3. Menurut hasil uji Paired Samples T Test maka tidak ada perbedaan

    nilai IHSG antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Pergerakan

    IHSG sesudah penerbitan ORI003 sama daripada pergerakan IHSG

    sebelum penerbitan ORI003.

    4. Menurut hasil uji Paired Samples T Test maka ada perbedaan nilai

    IHSG antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Pergerakan IHSG

    sesudah penerbitan ORI004 lebih lemah daripada pergerakan IHSG

    sebelum penerbitan ORI004. IHSG hanya bergerak sebesar 16 poin,

    pergerakan ini lebih rendah daripada pergerakan beberapa hari

    sebelumnya yang berkisar sekitar 50 poin. Para investor kembali

    melirik obligasi ini setelah beberapa saham unggulan mengalami

    pelemahan.

    5. Menurut hasil uji Paired Samples T Test maka ada perbedaan nilai

    IHSG antara sebelum dan sesudah penerbitan ORI. Pergerakan IHSG

    sesudah penerbitan ORI005 lebih lemah daripada pergerakan IHSG

    sebelum penerbitan ORI005. IHSG bergerak sebesar 27 poin, tetapi

    pergerakan ini lebih rendah daripada pergerakan beberapa hari

    sebelumnya yang mencapai sekitar 40 poin. Kembalinya ORI005

    dengan bunga yang tinggi sangat menarik hati para investor, terutama

    yang berada di daerah-daerah.

  • 67

    B. Keterbatasan Penelitian

    Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan sebagai berikut :

    1. Periode waktu yang relatif pendek.

    Penulis hanya menggunakan periode waktu yang pendek yaitu 20 hari

    sebelum dan 20 hari sesudah penerbitan ORI.

    2. Penelitian ini hanya terbatas pada reaksi IHSG terhadap berita dan

    rumor tentang penerbitan ORI, tidak menggunakan variabel lain yang

    dapat dipengaruhi oleh ORI.

    C. Saran

    Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah penulis lakukan, maka

    penulis dapat memberikan saran sebagai berikut

    a. Bagi Investor

    Investor dapat mempertimbangkan instrumen investasi lain seperti

    obligasi yang juga cukup menguntungkan serta aman.

    b. Bagi Peneliti Selanjutnya.

    Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan variabel lain yang

    dapat dipengaruhi oleh ORI.

  • DAFTAR PUSTAKA

    Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. 2006. Dasar-Dasar Manajemen

    Keuangan. Buku I Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

    Charlie Lie. 2008. Smart Investment : Langkah Awal Cerdik Bermain Saham.

    Bandung: PT. TriExs Media.

    Halim dan Sarwoko. 1995. Manajemen Keuangan : Dasar-Dasar Pembelanjaan

    Perusahaan. Yogyakarta: UPP AMP YKPN

    Heriyanto. 2005. Perbandingan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sebelum

    Pemilu 2004 dan Saat Pemilu 2004. Skripsi. Yogyakarta: Universitas

    Sanata Dharma.

    Jogiyanto, H. M. 2003. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta:

    BPFE – UGM Yogyakarta.

    Panitia Istilah Manajemen Lembaga PPM. 1994. Kamus Istilah Manajemen.

    Jakarta: Gramedia.

    Priyatno, Duwi. 2008. Mandiri Belajar SPSS. Yogyakarta: MediaKom

    Samsul, Muhammad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Jakarta:

    Erlangga.

    Sousa, Cipriana Teresa Tita De Jesus E. 2003. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah

    Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ). Skripsi.

    Yogyakarta: Univesitas Sanata Dharma.

    Spillane, James J. SJ. 2008. Metopen Bisnis. Yogyakarta: Penerbit USD

    Sumarni, Murti dan Salamah Wahyuni. 2006. Metopen Bisnis. Yogyakarta: CV.

    Andi OFFSET

  • Van Horne, James C. dan John M. Wachowicz, JR. 2005. Prinsip-Prinsip

    Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

    Widjaja, Gunawan dan Jono. 2006. Penerbitan Obligasi dan Peran Serta

    Tanggung Jawab Wali Amanat dalam Pasar Modal. Jakarta: Kencana

    Prenada Media Group.

    www.kompas.com

    www.bei.co.id

    www.bisnis.com

    http://www.kompas.com/http://www.bei.co.id/http://www.bisnis.com/

  • LAMPIRAN

  • Tgl Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

    1 - 1,240.695 1,239.270 - 1,476.455 1,321.560 - 1,371.693 1,444.490 - 1,589.868 1,734.7502 1,171.709 1,243.393 1,249.678 - 1,475.893 1,347.686 - 1,394.364 - 1,528.907 1,607.696 -3 1,184.690 1,244.126 1,261.265 1,329.313 1,499.071 - 1,327.755 1,379.715 - 1,537.710 1,612.923 -4 1,211.699 - - 1,326.448 1,484.332 - 1,337.868 1,389.353 1,469.559 1,537.085 - 1,731.2355 1,211.000 - - 1,344.600 1,483.061 1,349.038 1,338.323 - 1,468.238 1,544.978 - 1,776.7586 1,222.249 1,245.649 1,262.690 1,355.013 - 1,316.945 1,340.021 - 1,472.563 1,549.629 1,640.848 1,784.4287 - 1,259.362 1,246.251 1,363.298 - 1,287.178 1,347.905 1,403.490 1,470.466 - 1,654.152 1,782.1168 - 1,238.170 1,233.596 - 1,507.926 1,241.326 - 1,396.083 1,466.576 - 1,646.066 1,775.2859 1,245.054 1,246.640 1,239.577 - 1,532.624 1,274.753 - 1,413.100 - 1,543.424 1,660.264 -10 - 1,253.105 1,247.422 - 1,539.401 - 1,339.830 1,384.856 - 1,554.917 1,664.837 -11 1,261.283 - - 1,360.127 1,553.062 - 1,343.945 1,402.191 1,447.254 1,553.119 - 1,759.67312 1,256.253 - - 1,372.394 1,525.780 1,273.110 1,345.867 - 1,435.207 1,549.535 - 1,754.57813 1,250.428 1,252.404 1,243.661 1,382.122 - 1,236.568 1,334.029 - 1,451.080 1,572.198 1,639.270 1,753.79814 - 1,230.378 1,245.379 - - 1,234.198 1,303.585 1,415.224 1,461.292 - 1,672.071 1,767.80215 - 1,236.943 1,244.441 - 1,429.542 1,241.650 - 1,424.239 1,465.701 - 1,670.110 1,792.16416 1,235.256 1,237.874 1,273.797 - 1,427.814 1,309.525 - 1,437.768 - 1,561.786 1,668.824 -17 1,212.870 1,243.475 1,305.178 1,386.785 1,462.158 - 1,283.949 - - 1,566.824 1,672.108 -18 1,193.196 - - 1,417.375 1,400.847 - 1,286.050 - 1,474.258 1,564.549 - 1,787.62019 1,230.059 - - 1,453.227 1,392.990 1,295.051 1,280.496 - 1,485.349 1,568.595 - 1,736.67020 1,222.888 1,247.414 1,330.113 1,464.528 - 1,294.970 1,315.590 - 1,479.307 1,572.846 1,684.006 1,766.79921 - 1,236.089 1,327.142 1,459.288 - 1,293.287 1,314.577 - 1,507.365 - 1,681.340 1,789.08622 - 1,231.250 1,302.328 - 1,309.045 1,303.450 - 1,435.029 1,510.825 - 1,705.441 1,785.76023 1,200.127 1,224.164 1,305.623 - 1,326.260 1,290.164 - 1,438.631 - - 1,704.130 -24 1,207.220 1,216.140 1,311.374 1,442.865 1,323.147 - 1,303.150 1,429.484 - - 1,717.730 -25 1,230.117 - - 1,458.784 - - 1,307.775 1,416.930 1,506.756 - - -26 1,226.653 - - 1,481.719 - 1,283.853 1,312.830 - 1,500.105 - - 1,783.97927 1,229.709 1,235.423 1,311.950 1,474.609 - 1,285.627 1,330.592 - 1,523.059 - 1,728.933 1,803.26428 - 1,230.664 1,325.219 1,464.406 - 1,272.053 1,337.410 1,418.004 1,533.800 - 1,691.084 1,805.52329 - - 1,322.974 - 1,333.884 1,274.744 - 1,432.931 1,534.615 - 1,713.397 -30 1,232.321 - - - 1,366.170 1,310.263 - 1,425.225 - 1,580.189 1,718.961 -31 - - - - 1,329.996 - 1,351.649 1,431.262 - 1,582.626 - -

    Indeks Harga Saham Gabungan Tahun 2006

  • Tgl Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

    1 - 1,771.326 1,759.490 - 2,001.178 - - 2,256.308 - 2,399.456 2,704.657 -2 1,836.520 1,780.381 1,760.019 1,849.384 2,008.559 - 2,167.820 2,270.854 - 2,464.943 2,710.617 -3 1,834.709 - - 1,894.576 2,025.644 - 2,189.119 2,269.791 2,213.574 2,451.586 - 2,726.9254 1,824.103 - - 1,922.051 2,033.368 2,111.752 2,196.105 - 2,215.117 2,473.155 - 2,752.9435 1,832.550 1,764.909 1,698.820 1,895.611 - 2,093.110 2,220.931 - 2,214.622 2,500.581 2,652.478 2,768.0586 - 1,761.293 1,732.438 - - 2,102.444 2,227.051 2,189.107 2,220.777 - 2,681.902 2,795.3997 - 1,764.909 1,743.189 - 2,037.041 2,093.811 - 2,174.071 2,239.901 - 2,713.978 2,778.9478 1,813.394 1,751.319 1,771.558 - 2,022.790 2,054.449 - 2,262.636 - 2,523.701 2,678.224 -9 1,780.881 1,734.462 1,764.582 1,925.471 2,037.978 - 2,271.344 2,241.402 - 2,546.608 2,707.667 -10 1,710.367 - - 1,925.471 2,047.031 - 2,282.379 2,207.396 2,209.642 2,591.483 - 2,790.26511 1,703.844 - - 1,931.044 2,022.297 2,084.029 2,273.417 - 2,211.413 2,638.213 - 2,810.96212 1,678.044 1,734.462 1,794.522 1,930.397 - 2,108.580 2,284.916 - 2,209.931 - 2,671.902 2,795.83913 - 1,727.360 1,797.402 1,941.152 - 2,088.601 2,301.601 2,211.455 2,222.746 - 2,654.208 2,755.72914 - 1,750.986 1,762.284 - 2,044.211 2,108.412 - 2,168.638 2,225.607 - 2,691.871 2,740.06115 1,730.475 1,790.405 1,776.361 - 2,037.783 2,120.640 - 2,029.083 - - 2,705.820 -16 1,754.294 1,794.363 1,777.890 1,963.822 2,063.763 - 2,286.218 1,908.635 - - 2,668.704 -17 1,758.483 - - 1,965.438 - - 2,301.342 - 2,223.221 2,641.590 - 2,664.91818 1,777.708 - - 1,959.677 - 2,126.493 2,294.591 - 2,239.862 2,616.740 - 2,646.22819 1,795.559 1,799.293 - 1,918.353 - 2,142.186 2,333.683 - 2,313.339 2,563.752 2,646.813 2,657.97720 - 1,806.482 1,775.423 1,968.731 - 2,161.074 2,366.396 2,041.584 2,304.631 - 2,624.862 -21 - 1,816.566 1,779.237 - 2,071.272 2,152.340 - 1,993.007 2,335.487 - 2,563.621 -22 1,817.409 1,808.441 1,809.066 - 2,078.605 2,152.321 - 2,062.991 - 2,453.211 2,569.514 -23 1,808.575 1,791.553 1,805.961 1,986.727 2,104.246 - 2,380.210 2,117.660 - 2,553.799 2,584.347 -24 1,805.692 - - 1,981.570 2,078.605 - 2,401.144 2,143.109 2,353.630 2,524.981 - -25 1,773.956 - - 1,986.671 2,060.434 2,152.203 2,394.565 - 2,330.363 2,596.663 - -26 1,759.206 1,783.951 1,813.718 2,016.033 - 2,153.542 2,365.263 - 2,359.206 2,624.432 2,648.044 2,714.54827 - 1,764.008 1,819.660 2,019.676 - 2,125.338 2,298.414 2,175.353 2,378.830 - 2,627.954 2,739.70428 - 1,740.971 1,800.392 - 2,077.000 2,112.851 - 2,159.609 2,359.206 - 2,671.8