Strategi Berinvestasi Di Indonesia

  • View
    2.354

  • Download
    21

Embed Size (px)

Text of Strategi Berinvestasi Di Indonesia

STRATEGI BERINVESTASI DI INDONESIA BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah

Setelah deraan krisis multidimensi yang dialami oleh bangsa Indonesia, kita selalu berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan di berbagai hal. Dari segi pertumbuhan ekonomi, investasi adalah titik awal dari kesempatan untuk tumbuh. Dalam investasi dibutuhkan kejelian dan kepekaan terhadap apa yang dijadikan objek investasi. Dalam investasi, semua investor pasti menginginkan keuntungan yang besar dengan risiko yang relatif rendah atas investasi yang ia lakukan. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan melakukan analisis-analisis atau peramalan-peramalan. Investasi di pasar modal, investor harus memiliki data yang konfrehensif tentang apa yang dijadikan objek investasi, sekaligus pengetahuan dan serangkaian kemungkinan keputusan yang diambil dengan mempertimbangkan risiko yang kecil. Ada tiga karakter perilaku para investor terhadap risiko, Karakter tersebut antara lain 1). Pengambil risiko (Risk seeker) 2). Penghindar risiko (Risk averter) dan 3). Acuh terhadap risiko (Indefferent). ( Weston, Fred and Thomas, Copeland). Dari ketiga karakter tersebut, karakter kedua sering terjadi dikarenakan pada hakikatnya investor adalah bukan makhluk sosial yang selalu mau rugi karena harus menanggung risiko. Oleh karena itu, investasi sangat sensitif terhadap perubahanperubahan yang bersifat global. Hal ini dicontohkan pada saat krisis ekonomi mulai tahun 1998 sampai sekarang ini. yang mana ada keterkaitan antara situasi dengan perilaku investor dalam meresponnya, dan ini wajar karena secara rasional investor harus pandai membaca peluang dan ancaman sebelum memutuskan investasinya terutama pertimbangan risiko yang dihadapi, dalam hal ini investor harus menyadari bahwa investasi yang dilakukan untuk mendapatkan return

1

mengandung

konsekuensi

adanya

risiko.

Mereka

secara

pasti

sebenarnya tidak tahu seberapa besar hasil yang akan diperoleh dari investasi yang dilakukan. Untuk masalah investasi, suatu negara biasanya menyediakan pasar modal atau bursa efek beserta institusi pendukungnya. Pasar modal merupakan wahana yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh lembaga profesi yang berkaitan dengan efek dan sekuritas. Produk yang diperjual belikan adalah sahamsaham atau efek-efek perusahaan yang telah listing di Bursa Efek kepada masyarakat pemilik Pada dasarnya kegiatan investasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu investasi riil dan investasi finansial. Kedua investasi tersebut mengacu ke masa depan dalammemperhitungkan return on investment (ROI). Seperti diketahui masa depan adalah suatuyang tidak pasti dan ketidakpastian berarti suatu risiko dalam berbagai tingkatan tertentu.Walaupun mengandung risiko masa depan juga menjanjikan sesuatu yang lebih baik darimasa sekarang, sehingga banyak orang mau melakukan investasi. Kunci utama untuk berhasil dalam melakukan investasi di bursa efek adalah berkaitan dengan pemilihan strategi yang tepat agar investasi yang akan dilakukan memberikan hasil yang optimal. 2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah strategi apa yang harus diambil/diterapkan oleh para pemodal dalam melakukan investasi dananya di bursa Efek Jakarta (BEJ), agar hasil yang diperoleh optimal? 3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam tulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai berbagai strategi investasi yang dapat digunakan masyarakat pada umumnya dan para investor pada

2

khususnya dalam menginvestasikan dananya di bursa efek.

4.

Manfaat Penelitian

1) Bagi para investor, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahanpertimbangan dalam melakukan investasi saham di bursa efek. 2) Bagi Mahasiswa, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pandangan lebih jauh tentang strategi investasi di bursa efek dan akhirnya dapat digunakan untuk membantu dalam menganalisis sekuritas.

BAB II ISI I. TINJAUAN PUSTAKA 1) Menurut R.L Hagin (1979) ada 5 jenis risiko yang dihadapi pemodal dalam menganalisis investasi yaitu: 1. Interest rate risk adalah variasi dalam pendapatan yang disebabkan oleh adanya perubahan dalam tingkat suku bunga pasar. Jenis risiko ini biasanya muncul dalam Investasi menghasilkan current income, yang bunga obligasi dan dividen saham. NilaiN relatif dari jenisjenis pendapatan tersebut akan bervariasi dengan pergerakan yang timbul dalam tingkat suku pasar. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya saham adalah nilai sekarang (present value) dari pendapatan suku dalam seperti dari Bestial bunga nilai sebagai komponen discount rate dalam perhitungan saham dan tingkat suku bunga pasar yang digunakan nilai sekarang saham. Sehingga fluktuasi dalam tingkat suku bunga berjalan akan mempengaruhi pendapatan investasi. 2. Liquidity risk merupakan risiko yang berhubungan dengan menjadi uang kas.

3

3. purchasing power risk merupakan risiko yang berhubungan dengan adanya inflasi.Dengan adanya inflasi, maka nilai secara riil akan lebih kecil dibandingkandengan nilai nominalnya. 4. Business risk merupakan risiko yang berhubungan dengan prospek bisnis untuk dari perusahaan (emiten) yang dalam mengeluarkan lingkungan saham. terus Keberhasilan perusahaan tergantung dari kemampuan manajemen mengendalikan perusahaan yang berubah. Sehingga kalau misalnya perusahaan gagal dalam bisnisnya, pemodal akan ikut merasakan dampaknya. 5. Investment risk merupakan risiko yang berhubungan dinamika permintaan dan penawaran sekuritas, fluktuasi harga sekuritas dan harapannya terhadap prospek perusahaan.

2) Menurut Sri Handaru Yuliati, Handoyo Prasetyo dan Fandy Tjiptonodalam buku mereka yang berjudul Manajemen Portofolio dan Analisis Investasi mengemukakan : Investasi dapat diartikan sebagai cara penanaman modal, baik langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk mendapatkan manfaat (keuntungan) tertentu sebagai hasil penanaman modal tersebut (21 : 23) 3) Menurut Suad Husnan (2001:17) menyatakan bahwa proses investasi menunjukan bagaimana investor seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas yaitu sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyak investasi tersebut dilakukan. 4) Menurut Perroux, sebagai pioneer arsitek daerah, konsep leading polarized industry development dalam pengembangan

memiliki keterkaitan yang erat dengan sektor kegiatan ekonomi lainnya di daerah; sehingga dapat mendorong pola pembangunan yang terpolarisasi di dalam wilayah suatu daerah. Industri andalan ini biasanya berbentuk industri yang berorientasikan ekspor, seperti LNG untuk Aceh, minyak bumi dan kelapa sawit untuk Riau, pariwisata dan perhotelan untuk Bali, tekstil untuk Jawa Barat dan perbankan/lembaga keuangan untuk DKI Jakarta.

5) Menurut analisis yang dilakukan oleh Brodjonegoro (1999), DaerahAceh memiliki dua industri andalan masing-masing industri yang

4

menghasilkan produk minyak bumi dan pupuk, dengan RCA index di atas satu. Sayangnya ada kendala keterbatasan cadangan minyak dan besarnya komponen impor bahan baku pupuk yang jika akan dikembangkan Propinsi lainnya. lebih lanjut menjadi terbatas sustainabilitynya. Demikian proses analisis seperti ini dapat dilanjutkan untuk Daerah

6) Niles M Hansen (1967,1968) dan DF Darwent (1969). Keterkaitangrowth center dan perekonomian daerah pernah banyak terjadi di banyak kawasan sebagaimana dilaporkan oleh Brian Berry (1969) dan Gordon Cameron (1970); walaupun sebenarnya banyak juga kasus-kasus kegagalan seperti terjadi di Malaysia, Amerika Latin, dan bahkan di Indonesia seperti di kawasan industri Makassar, Cirebon dan Semarang. 7) Jika industri yang berorientasikan ekspor atau suatu leading industry dan dapat pula kawasan industri atau pelabuhan/airport menjadi cukup berkembang sehingga dapat menciptakan pasar untuk produkproduk lanjutan , baik ke hulu maupun ke hilir, dan atau kegiatan tersebut telah cukup untuk menghasilkan external localization economies untuk industri-industri yang terkait, maka strategy pengembangan ancillary industry sudah dapat dicoba untuk dilaksanakan (Moriarty ,1980) II. PEMBAHASAN Investasi adalah setiap wahana dimana dana ditempatkan dengan harapan dapat memelihara dan atau menghasilkan hasil yang positif. Disamping rasa aman para investor perlu memperoleh keyakinan dan kepercayaan bahwa mereka dilayani berdasarkan profesionalisme dengan norma etika yang tinggi untuk itu para investor harus mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, yang merupakan salah satu syarat menuju terciptanya pasar efek yang efisien

5

Menurut Sri Handaru Yuliati, Handoyo Prasetyo dan Fandy Tjiptono dalam buku mereka yang berjudul Manajemen Portofolio dan Analisis Investasi mengemukakan : Investasi dapat diartikan sebagai cara penanaman modal, baik langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan sebagai untuk hasil mendapatkan manfaat (keuntungan) tertentu

penanaman modal tersebut (21 : 23) Namun, tujuan investor atau manajemen investasi dalam melakukan (rate of kegiatan return) investasi adalah memaksimalkan pendapatan tingkat investor keuntungan atau menaikkan nilai investasi awal. Tingkat keuntungan adalah persentase total dibandingkan dengan investasi awal yang diperoleh selama periode investasi Menurut Suad Husnan (2001:17) menyatakan bahwa proses investasi menunjukan bagaimana investor seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas yaitu sekuritas apa yang akan dipilih dan berapa banyak investasi tersebut dilakukan. A. Risiko dan Ketidakpastian Pemodal ( investor) tidak dapat dipisahkan dengan harapan mendapatkan incomedi masa yang akan datang. Masa yang akan datang selalu penuh ketidakpastian, sehingga pemodal perlu membuat perkiraan atau prediksi. Untuk dapat membuat prediksi