Tugas Pengantar Teknik Industri - Perencanaan dan Pengendalian Produksi Es Buah

  • Published on
    16-Sep-2015

  • View
    339

  • Download
    10

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Tugas Pengantar Teknik Industri - Perencanaan dan Pengendalian Produksi Es Buah

Transcript

TUGAS IVMata Kuliah TKI 124 Pengantar Teknik IndustriSie APERENCANAAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI

DISUSUN OLEH:Alfian (2008-043-170)Anastasia Cindy Claudia (2013-043-050)Regina Andriani (2013-043-087)

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSRIFAKULTAS TEKNIKUNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA2014KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah karena atas rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas ini. Penulis pun sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, memberi saran, dan masukanmasukannya untuk kelancaran usaha ini. Khususnya kepada Bapak Hotma Antoni Hutahaean, S.T., M.T., yang sangat berperan dalam pengarahan kegiatan usaha ini.Tugas ini adalah tugas keempat dari matakuliah Pengantar Teknik Industri, dimana penulis diwajibkan untuk menjelaskan Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Pada makalah ini akan dibahas materi mengenai cara merencanakan produksi suatu barang secara tepat menurut pemikiran orang Teknik Industri mulai dari perencanaan bahan, jumlah pekerja, sampai merencanakan berapa banyak produk yang diproduksi dalam satu periode.Penulis menyadari, bahwa masih banyak kekurangan dalam tugas ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk ke depannya. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan. Akhir kata, zpenulis ucapkan terima kasih dan selamat membaca.

Jakarta, 12 Juni 2014

Tim Penulis

KEGIATAN PERENCANAAN & PENGAWASAN OPERASI1. PeramalanIni merupakan tahap awal dalam perencanaan dan pengendalian produksi. Didalam tahap ini akan mengestimasi permintaan yang akan daatang berdasarkan data penjualan masa lampau yang dianalisis dengan cara tertentu. Data yang dibutuhkan untuk melakukan peramalan adalah data historis mengenai permintaan produk yang telah ada sebelumnya. Hasilnya adalah sebuah pernyataan dari jumlah permintaan yang diharapkan untuk beberapa produk selama periode perencanaan tertentu. Misalnya, kemarin produksi mentega sebanyak 20 dus, hari ini juga 20 dus, maka diperkirakan besok produksi 20 dus saja. Peramalan Subyektif. Menekankan pada keputusan-keputusan hasil diskusi, pendapat pribadi dan institusi. Metode DelphiMetode Delphi adalah cara/teknik untuk meramalkan kejadian yang akan datang dan bukan dipakai untuk merencanakannya. Para pakar akan mencoba memberikan jawaban terhadap kuisioner yang berkaitan dengan kondisi dan permasalahan masa depan dalam forum panel diskusi. Tujuannya untuk memberikan kesempatan bagi peserta forum untuk mengutarakan pendapatnya tanpa merasa segan karena tidak ada koleganya yang mengetahui isi pendapatnya seperti dalam forum diskusi terbuka. Metode ini sangat efektif untuk peramalah kebutuhan jangka panjang/ long term predictions/ forecasting) dimana tidak ada data masa lalu. Metode Penelitian PasarMetode ini menganalisa fakta secara sistematis pada bidang yang berhubungan dengan pemasaran. Biasanya dengan teknik survei konsumen yaitu diminta untuk mengisi kuisioner. Peramalan Obyektif. Prosedur peramalan yang mengikuti aturan- aturan matematis dan statistik. Metode Intrinsik Peramalan yang hanya berdasarkan proyeksi permintaan historis (data masa lalu terkait berapa jumlah barang yang laku terjual) tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan.Digunakan untuk peramalan jangka pendek. Misalnya menggunakan analisis deret waktu (time series)Rata-rata Bergerak Tunggal (moving average)Tujuan utama dari penggunaan metode rata-rata bergerak adalah untuk menghilangkan atau mengurangi acakan (randomness) dalam deret waktu. Cara menghitungnya rata-rata bergerak tiga bulanan adalah dengan merata-ratakan tiga data sebelumnya misalnya data kelima adalah hasil rata-rata dari data pada bulan ketiga, keempat, dan kelima, sedangkan cara menghitung rata-rata bergerak lima bulanan adalah dengan merata-ratakan lima data sebelumnya.Soal : Diketahui penjualan es buah di Kantin Unika Atmajaya per periode selama periode satu sampai dua belas. Ramalkan penjualan menggunakan metode rata-rata bergerak tunggal (moving average).BulanDataRata-rata bergerak tiga bulananRata-rata bergerak lima bulanan

1700--

2710--

3720--

4710710-

5720713-

6700717712

7700710712

8720707710

9690707710

10680703706

11700697698

12702690698

Jadi hasil penghitungan menggunakan metode rata-rata bergerak tiga bulan pada periode empat sampai dua belas berturut turut sebesar 710, 713, 717, 710, 707, 707, 703, 697, dan 690. Sementara dengan metode rata-rata bergerak lima bulan pada periode enam sampai dua belas sebesar 712, 712, 710, 710, 706, 698, dan 698. Metode EkstrinsikMempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi besarnya permintaan dimasa datangDigunakan untuk peramalan jangka panjang, karena dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat (disebut metode kausal). Misalnya menggunakan metode regresi linier.Dalam metode regresi linear, pola hubungan antara suatu variabel yang mempengaruhinya dapat dinyatakan dengan suatu garis lurus. Persamaan regresi linear dapat dinyatakan sbb:

Dengan :Y = Besarnya nilai yang diramala = Nilai trend pada periode dasarb = Tingkat perkembangan nilai yang diramalx = Unit tahun yang dihitung dari periode dasarSoal : Diketahui penjualan es buah di Kantin Unika Atmajaya per periode selama periode satu sampai dua belas. Ramalkan penjualan selama periode tiga belas sampai tujuh belas menggunakan metode regresi linier.

Jawaban: Penjualan (Y)Periode (X)X2XY

70011700

710241420

720392160

7104162840

7205253600

7006364200

7007494900

7208645760

6909816210

680101006800

700111217700

702121448424

Total84527865054714

= 1.5666 = 714.512Y = 714,512 - 1,5666 (x)Ramalan ke 13 Y = 714.512 1.5666 (13) = 694,1462Ramalan ke 14 Y = 714,512 1,5666 (14) = 692,5796Ramalan ke 15 Y = 714,512 1,5666 (15) = 691,0130Ramalan ke 16 Y = 714,512 1,5666 (16) = 689,4464Ramalan ke 17 Y = 714,512 1,5666 (17) = 687,8798Jadi, menurut penghitungan dengan metode regresi linier, didapatkan persamaan Y = 714.512 - 1.5666 (x) dengan peramalan pada periode ke 13 sebesar 694,1462 ; periode ke 14 sebesar 692,5796 ; periode ke 15 sebesar 691,0130 ; periode ke 16 sebesar 689,4464 ; periode ke 17 sebesar 687,8798.2. Perencanaan Operasi / ProduksiData yang dibutuhkan adalah data peramalan permintaan. Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa produk yang harus diproduksi berdasarkan hasil peramalan dan persediaan. Berikut adalah tabel rencana produksi berdasarkan peramalan permintaan di atas.BulanPeramalanKomulatifRencana Produksi 1Rencana Produksi 2

Persediaan AwalProduksiPersediaan AkhirPersediaan AwalProduksiPersediaan Akhir

170070026004902390500960760

27101410239049021707609601010

3720213021704901940501960741

4710284019404901720741960991

5720356017204901490502960742

67004260149049012807429601002

7700496012804901070503480283

87205680107049084028348043

96906370840490640504480294

10680705064049045029448094

117007750450490240505480285

1270284522404902828548063

3. Pengawasan dan Rencana PersediaanPersediaan adalah sumber daya menganggur yang menunggu proses lebih lanjut (artinya akan digunakan). Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya menyimpan banyak jenis biskuit di dalam lemari makanan. Biskuit yang banyak itu tidak akan dikonsumsi dalam satu waktu, melainkan akan dijadikan persediaan atau cadangan makanan yang akan dikonsumsi sebagai pengganjal perut ketika lapar di tengah malam. Contoh lainnya adalah menyimpan beras di rumah. Beras tidak akan sekaligus dimasak semua, tetapi menunggu untuk digunakan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan.Fungsi utama pengawasan dan perencanaan persediaan adalah sebagai berikut. Sebagai penyangga, penghubung antar proses produksi dan distribusi untuk memperoleh efisiensi. Sebagai stabilitor harga terhadap fluktuasi permintaan.Masalah umum persediaan dalam suatu system dapat dibedakan menjadi dua, yaitu masalah kuantitatif dan masalah kualitatif.1. Masalah KuantitatifMasalah kuantitatif yaitu semua hal yang berhubungan dengan penentuan kebijakan persediaan, antara lain: Berapa banyak jumlah barang yang akan dipesan. Kapan pemesanan barang harus dilakukan. Berapa jumlah persediaan pengaman. Metode pengendalian persediaan mana yang paling tepat.2. Masalah KualitatifMasalah kualitatif yaitu semua hal yang berhubungan dengan sistem pengoperasian persediaan, antara lain: Jenis bahan/barang apa yang masih ada. Dimana barang tersebut ditempatkan. Berapa banyak barang dalam proses pemesanan. Siapa saja yang ditunjuk sebagai pemasok, dsb.Dalam masing-masing pertanyaan ini terdapat biaya yang saling berlawanan. Misalnya saja pada masalah kuantitatif. Pada pertanyaan pertama, faktor biaya akan terjadi jika order yang dibuat terlalu banyak atau terlalu sedikit dalam satu waktu. Pada pertanyaan kedua, faktor biaya akan terlibat jika order dibuat terlalu sering atau terlalu jarang. Tujuan kita secara umum adalah untuk menentukan tindakan yang dapat meminimasi total biaya yang harus dikeluarkan.Persamaan total biaya sangat tergantung pada kondisi-kondisi tertentu. Berikut adalah komponen biaya dalam rangka penentuan persediaan. Biaya Pembelian (Purchasing Cost = C)Biaya pembelian adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang persediaan. Besarnya biaya tergantung dari jumlah barang yang dibeli dari harga satuan.Biaya Pembelian = D = Demand = Pembelian TahunanC = Cost = Harga Barang per item Biaya Pengadaan (Procurement Cost)Biaya pengadaan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:1. Biaya pemesanan (Ordering Cost = k). Biaya pemesanan adalah semua pengeluaran yang timbul untuk mendatangkan barang dari luar.2. Biaya penentuan pemasok, administrasi pesanan, pengiriman pesanan, pengangkutan, penerimaan dsb.Biaya Pengadaan = Co = Biaya Pesan = Kuantitas Pemesanan Biaya Persiapan (Setup Cost = k = Co)Biaya persiapan adalah semua pengeluaran yang timbul dalam mempersiapkan produksi suatu barang, contohnya biaya menyusun peralatan produksi, menyetel mesin, persiapan gambar kerja dsb. Biaya Penyimpanan (Holding Cost = h = Cc)Biaya penyimpanan yaituu semua pengeluaran yang timbul akibat menyimpan barang, meliputi:1. Biaya dari uang yang diinvestasikan dalam persediaan yang dapat saja digunakan untuk yang lain.2. Biaya dari ruang penyimpanan biaya gudang perlengkapan seperti penyediaan tekanan, penerangan, dan lain-lain.3. Biaya penyusutan, kerusakan, dan kehilangan.4. Biaya untuk asuransi dan pajak untuk persediaan.Biaya Penyimpanan = = h = Biaya Simpan = Q rata-rata Biaya Kekurangan Persediaan/Kehabisan Stock (Shortage Cost = p)Biaya kekurangan persediaan/kehabisan stock adalah biaya yang timbul sebagai akibat kekurangan persediaan (stock out) pada saat produksi

Berikut merupakan contohnya, data didapat dari tabel perencanaan produksi sebelumnya.rata-rata persediaan akhir pada rencana produksi 1 = 1.188rata-rata persediaan akhir pada rencana produksi 2 = 526

Rencana Produksi 1Diketahui:= Rp3.000D= 1.188= Rp1.000C= Rp6.000/gelas

Q== = 84Biaya pesan= = 3.000 = Rp42.429Biaya simpan = = 3.000 = Rp35.714Biaya pembelian = D x C= 1.188 x 6.000 = Rp7.128.000Total Cost = Biaya pesan + Biaya simpan + Biaya pembelian= Rp42.429 + Rp35.714 + Rp7.128.000= Rp7.206.143

Rencana Produksi 2Diketahui:= Rp3.000D= 526= Rp1.000C= Rp6.000/gelas

Q== = 56Biaya pesan= = 3.000 = Rp28.179Biaya simpan = = 3.000 = Rp53.571Biaya pembelian = D x C= 526 x 6.000 = Rp3.156.000Total Cost = Biaya pesan + Biaya simpan + Biaya pembelian= Rp28.179 + Rp53.571 + Rp3.156.000= Rp3.237.750

Analisa: Dari data tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa rencana produksi yang kedua adalah yang terbaik. Hal ini dikarenakan nilai Total Cost yang lebih kecil, yaitu Rp3.237.750

4. Material Requirement Planning (MRP)Tahap ini adalah untuk merencanakan berapa bahan yang harus ada untuk membuat suatu produk karena tidak mungkin produk ada kalau tidak ada bahan untuk membuat produk ini.Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya kue keju. Bahan-bahannya ada tepung terigu, telur, dan keju. Bahan pembentuk kue keju inilah yang akan dihitung dalam tahap MRP.5. Line BalancingArtinya keseimbangan lintasan. Dalam tahap ini diharapkan mesin-mesin kerja terpakai secara efisien dan seimbang dengan jumlah pekerjaan yang sama dan status kerja yang sama. Misalnya ada 4 mesin di dalam suatu pabrik dengan 10 produk yang harus diproduksi. Diharapkan tiap mesin mengerjakan jumlah yang sama sehingga tidak menimbulkan ongkos simpan dan status pekerja yang sama baik sibuk (work) atau menganggur (idle)M1M3M2M4Storage5555SibukSibukSibukSibuk

6. Just in TimePengerjaan produksi pada waktu dan jumlah yang tetap, kualitas baik, dan harga yang paling murah.

TEORI PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI

Dalam perencanaan manajemen produksi/operasi, perencanaan hingga pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kalsifikasi hirarkhis (Hierarchical Classifications). Artinya, perencanaan dan keputusan ditempatkan pada tiga kategori yakni:

1. Strategic Plans and DecisionsPada tataran ini, perencanaan dan keputusan memiliki skop yang luas dan meliputi seperti misalnya, penentuan product line, distribution and marketing channel, new plant and warehouse, dll.

2. Tactical Plans and DecisionsMerupakan keputusan-keputusan perencanaan taktis terutama yang terkait penyusunan skedul operasi, alokasi dana, penggunaan mesin, perencanaan tingkat produksi , penentuan jumlah tenaga kerja yang diperlukan, penentuan perlu tidaknya lembur, penentuan perlu tidaknya persediaan dan berapa banyak.3. Operational Plans and DecisionsMerupakan keputusan jangka pendek yang terkai misalnya menetukan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini atau minggu ini, menentukan siapa melakukan tugas apa, menentukan tugas-tugas apa yang harus diprioritaskan. Perencanaan dan keputusan operasional ini merupakan tingkatan yang terakhir yang mencakup perencanan dan keputusan tugas-tugas rutin sehari-hari, nisalnya penjadualan karyawan dan peralatan, penyesuaian tingkat produksi, keputusan melakukan tindakan-tindakan penyesuaian bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian mesin, pengawasan terhadap kualitas produksi.

Rencana produksi yang telah dikembangkan dengan cermat akan memungkinkan perusahaan Anda memenuhi tujuan sebagai berikut: Meminimalkan biaya / memaksimalkan laba Memaksimalkan layanan nasabah Meminimalkan investasi inventaris Meminimalkan perubahan dalam nilai produksi Meminimalkan perubahan dalam tingkat tenaga kerja Memaksimalkan pemanfaatan pabrik dan perlengkapan

TEKNIK TEKNIK UNTUK PERENCANAAN PRODUKSIDalam Perencanaan Produksi adalah penentuan kebutuhan untuk perencanaan masa depan. Perkiraan permintaan memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan ketiga tugas ini. Oleh karena itu para manajer perlu sadar akan berbagai faktor yang akan mempengaruhi ketepatan dari ramalan permintaan dan penjualan.Agar...