alat ukur 1

  • View
    12.849

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of alat ukur 1

  • 1. ALAT UKUR

2. Uraian Umum

  • Yang dimaksud dengan alat ukur di sini adalah alat yang dipergunakan untuk mengukur secara presisi, yang diperlukan didalam kita melakukan pekerjaan pemeliharaan dan perbaikan otomotif khususnya dan peralatan teknik atau pengerjaan logam lainnya.
  • Sebenarnya alat ukur dipergunakan hanya alat pengukur jarak, atau panjang, yang hanya karena keperluannya dituntut kekhususan.
  • Adapun biasanya yang diukur adalah :
    • Panjang
    • Celah ( gap atau clearance )
    • Diameter
    • Ketebalan
    • kedalaman

3. Yang Harus Diperhatikan Dalam Menggunakan Alat ukur

  • Mengingat pengukuran yang dilakukan menuntut kepresisian yang tinggi, maka dalam menggunakan alat alat ukur untuk pemeliharaan dan perbaikan otomotif, harus memperhatikan hal hal sbb :
    • Pelajari cara pemakaiannya dengan seksama, karena jika tidak, pembacaannya salah

4.

    • Benda yang diukur harus bersih dari debu, minyak pelumas dsb
    • Pengukuran harus dilakukan di ruangan yang bersih
    • Perhatikan suhu benda yang diukur, harus dalam keadaan normal ( sesuai dengan suhu kamar ), usahakan suhu benda yang diukur dan alat ukur harus sama

5.

    • Jaga alat ukur jangan sampai :
      • Terbentur
      • Jatuh
      • Terkena air
      • Terkena debu
      • Terkena minyak pelumas
      • Dibongkar pasang
    • Untuk alat ukur tertentu, harus dikalibrasi secara berkala

6. Alat Ukur Yang Banyak Dipergunakan

    • Dial gauge
    • Micrometer
    • Mistar geser ( Vernier Calliper )

7. Vernier Calliper

  • Mistar geser atau vernier calliper, yang juga dikenal dengan sebutan scetmaat. Alat ukur ini adalah yang paling sederhana dan paling banyak dipakai diantara alat ukur presisi yang ada.
  • Pengukuran yang dapat dilakukan :
    • Pengukuran ketebalan dan diameter luar
    • Pengukuran diameter dalam
    • Pengukuran kedalaman

8. Struktur dan Konstruksi

  • Calliper, yang merupakan batang utama, dimana tertera skala utama ( main scale ) yang biasanya untuk yang menggunakan satuan mm dan inchi, mmtertera di bagian bawah, dan inchi di bagian atas. Sub bagian calliper secara keseluruhan adalah :
    • Main bar ( batang utama )
    • Fixed Jaw
    • Fixed Beak
  • Vernier, yang dapat digerakkan sepanjang Main Bar Calliper, pada mana tertera skala khusus ( vernier scale ) yang disebut Nonius. Sub bagian vernier adalah :
    • Clamping screw atau sekrup pengunci, yang berguna untuk mengunci vernier pada calliper di posisi tertentu.
    • Thumb Position tempat bertumpunya ibu jari kita sewaktu menggeser posisi vernier sepanjang calliper
    • Sliding jaw
    • Sliding beak
    • Depth bar

9. Penggunaan

  • Fixed Jaw bersama-sama dengan sliding jaw dipergunakan untuk mengukur ketebalan dan atau diameter luar.
  • Fixed Beak bersama-sama dengan sliding beak dipergunakan untuk mengukur diameter dalam.
  • Depth Bar dipergunakan untuk mengukur kedalaman

10. Batas Ketelitian Pengukuran

  • Skala Nonius yang terdapat pada vernier adalah :
    • 39 mm. Dibagi dalam 10 bagian, yang masing-masing bagian dibagi lagi 2 bagian sehingga seluruhnya terdiri dari 20 bagian, dengan skala dari 1 s/d 10
    • Dengan demikian jarak antara 1 garis skala Nonius adalah 39 mm : 20 = 1,95 mm
  • Ketelitiannya dapat dibaca dari selisih antara garis skala Nonius terkecil ( 1,95 ) dengan skala utama terdekat ( 2 mm )
  • Jadi ketelitiannya adalah : 2 mm 1,95 mm = 0,05 mm

11. Pemeriksaan

  • Sebelum kita menggunakan vernier calliper untuk mengukur sesuatu, sebaiknya kita periksa dahulu kondisi sebelumnya, agar didapat hasil pengukuran yang akurat.
  • Cara pemeriksaan :
    • Bersihkan vernier calliper, terutama permukaan fixed jaw, sliding jaw, fixed beak dan sliding beak, dari kemungkinan adanya debu, minyak dsb.
    • Geser vernier calliper sampai fixed beak dan sliding beak jugafixed jaw dan sliding jaw rapat. Jika perlu dengan depth bar ada di bagian bawah. Dirikan vernier calliper pada suatu permukaan yang benar-benar rata dan tekan sedikit dengan halus sehingga depth bar benar-benar rata dengan ujung bawah main bar, dan dikuncikan clamping screw.
    • Arahkan vernier caliper sedemikian rupa sehingga menentang sumber cahaya, lihat pertemuan antara :
      • Fixed jaw dan sliding jaw
      • fixed beak dan sliding beak
      • Harus benar-benar rapat, dan tidak terdapat celah sedikitpun, yang dapat kita ketahui dengan adanya cahaya yang menerobos. Bila ada celah berarti ada keausan pada bagian-bagian tertentu.

12.

    • Lihat skala utama dan skala Nonius, angka 0 pada kedua skala tersebut harus berimpitan, bila tidak berarti jaw sudah aus
    • Coba geser-geserkan vernier, harus dapat bergeser dengan halus, jika tidak, berarti terdapat kotoran yang melekat, harus dibersihkan.

13. Pengukuran

  • Sebelum menggunakan vernier calliper, perhatikan hal-hal sbb; agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan mendapat hasil pengukuran yang akurat
    • Kendorkan clampscrew
    • Pegang vernier calliper sedemikian rupa, sehingga ibu jari kita dapat bertumpu pada thumb position dan vernier calliper dapat digeser-geserkan dengan mudah.

14.

    • Waktu mengukur ketebalan atau diameterluar suatu benda, usahakan bagian yang diukur terjepit ditengah-tengah diantara fixed jaw dan sliding jaw, bukan pada bagian ujungnya
    • Lakukan pengukuran dengan lurus dan tegak, tidak miring.

15. Pembacaan

  • Baca penunjukan skala utama yang terdekat di bawahnya/sebelum garis 0 skala Nonius
  • Cari garis skala Nonius yang tepat segaris dengan garis skala utama
  • Hasil pengukuran adalah angka pada skala utama yang terdekat di bawah / sebelum garis 0 skala Nonius, ditambah dengan angka pada skala Nonius yang garisnya segaris dengan garis skala pada skala utama
  • Contoh 1 :
    • Angka skala utama yang terdekat / di bawah 0 ( skala Nonius : 16---16mm
    • Angka skala Nonius yang segaris dengan skala utama : 3,5---0,35 mm
    • Pembacaan pengukuran---16,35 mm

16.

  • Contoh 2 :
    • Angka skala utama yang terdekat / di bawah 0 skala Nonius : 0---0 mm
    • Angka skala Nonius yang segaris dengan skala utama : 8---0,8 mm
    • Pembacaan pengukuran---0,8 mm
  • Contoh 3 :
    • Angka skala utama yang terdekat/ di bawah 0 skala Nonius : 103---103 mm
    • Angka skala Nonius yang segaris dengan skala utama : 9,5---0,95 mm
    • Pembacaan pengukuran---103,95 mm

17. Dial Gauge

  • Dial gauge pada dasarnya adalah alat pengukur kerataan suatu permukaan, dengan membandingkan ketinggian satu titik pada permukaan yang diukur dengan ketinggian titik-titik lainnya yang lebih rendah atau lebih tinggi pada permukaan yang sama

18. Struktur dan Konstruksi

  • Indicator, yang dilengkapi dengan jarum penunjuk dan angka-angka skala, mirip jam, dan disebut Dial.
  • Spindle berfungsi sebagai pengindera dari permukaan benda yang diukur, bagian terbawah spindle yang bersentuhan dengan permukaan benda disebut measuring head.

19. Pemakaian Dial

  • Spindle naik turun sesuai dengan naik turunnya permukaan benda yang diukur
  • Naik turunnya spindle menggerakkan jarum indikator, yang menunjukkan berapa jauh perubahan atau naik turunnya spindle. Satu putaran penuh jarum besar (360 o ) adalah sama dengan naik turunnya spindle sejauh 1 mm, lingkar indikator dibagi dalam 100 garis skala, sehingga garis skala terkecil adalah 0,01.
  • Satu putaran penuh jarum besar menggerakkan jarum kecil sejauh satu garis skala atau sama dengan 1 mm.
  • Bila spindle bergerak ke atas