Persalinan Preterm (Preterm Labour)

  • View
    1.748

  • Download
    8

Embed Size (px)

Text of Persalinan Preterm (Preterm Labour)

PERSALINAN PRETERM

PERSALINAN PRETERMBy Kelompok 1DefinisiPersalinan preterm menurut Creasy dan Herron,4 didefinisikan sebagai persalinan pada wanita hamil dengan usia gestasi 20 36 minggu, dengan kontraksi uterus empat kali tiap 20 menit atau delapan kali tiap 60 menit selama enam hari, dan diikuti oleh satu dari beberapa hal berikut:ketuban pecah dini (premature rupture of membrane), dilatasi serviks 2 cm, penipisan serviks > 50%, atau perubahan dalam hal dilatasi dan penipisan serviks pada pemeriksaan secara serial. EpidemiologiRata-rata angka kejadian persalinan preterm 5% -8% dari keseluruhan kelahiran dan 80% penyebab kematian dari semua kematian neonatal. Persalinan preterm terjadi kira-kira 7% dari seluruh kehamilan terjadi sedikit perubahan pada angka kejadiannya disebabkan teknologi kesehatan

KLASIFIKASIMenurut usia kehamilan persalinan preterm diklasifikasikan dalam:Preterm kurang bulan: usia kehamilan 32 36 mingguVery preterm /sangat kurang bulan: usia kehamilan 28 32 mingguExtremely preterm /ekstrim kurang bulan: usia kehamilan 20 27 minggu

EtiologiBeberapa faktor mempunyai andil dalam terjadinya persalinan preterm seperti faktor ibu, faktor janin dan plasenta:

Faktor Ibu : - Penyakit berat ibu - Diabetes Melitus - Preeklampsia/hipertensi - Infeksi saluran kemih/ genital/ intrauterin - Stress psikologik - Trauma - Perokok berat - Kelainan imunologi - Inkompetensi serviks - Pemakaian obat narkotik

Faktor Janin dan Plasenta : - Pendarahan trimester awal - Pendarahan antepartum - Ketuban pecah dini (KPD) - Cacat bawaan janin - Kehamilan ganda- -/ gemeli - Pertumbuhan janin terhambat - Polihidramnion

5Patofisiologi

Tanda dan GejalaGejala klinis persalinan preterm (Cunningham et al, 2005) :Kontraksi uterus dengan atau tanpa rasa sakit.Tekanan pada panggulKram seperti saat menstruasiNyeri punggung bawahPendarahan vaginal

Tatalaksana TerapiTujuan Terapi :Menghambat proses persalinan preterm dengan pemberian tokolisis.Pematangan surfaktan paru janin dengan kortikosteroidDilakukan pengobatan terhadap infeksi menggunakan antibiotik

SKENARIONy. B 28 tahun G2P1A0 hamil 29 minggu masuk RS karena pendarahan per vagina, nyeri punggung, kram dan kontraksi rahim. Kontrasi rahim dalam 30 menit terakhir intensitasnya sangat bervariasi, dengan interval antara 8-10 menit. Ante Natal Care (ANC) dilakukan secara ketat seminggu sekali, karena riwayat kehamilan yang pertama Ny. B melahirkan saat usia kehamilan 32 minggu (preterm). Hasil kultur lender cervix menunjukkan positif Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Hasil laboratorium darah dan urin dalam batas normal. Gambaran USG tampak janin berumur 30 minggu dengan taksiran berat janin 1200 gram.

SUBJECTIVENama : Ny. BUsia : 28 tahunChief complain : Perdarahan pervagina , nyeri punggung, kram dan kontraksi rahimHistory of present illness : Persalinan Preterm Social History: G2P1A0Medication History : Ante Natal Care (ANC) seminggu sekaliAlergi Obat: -Family History: -

OBJECTIVEKontraksi rahim dalam 30 menit terakhir intensitasnya sangat bervariasi, dengan interval antara 8-10 menit.Hasil kultur lender cervix menunjukkan positif Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorroeae.Hasil laboratorium darah dan urin dalam batas normal.Gambaran USG tampak janin berumur 30 minggu dengan taksiran berat janin 1200 gram.

Analisis obatObat Dosis indikasiketKortikosteroidBetamethasone 12 mg IM tiap 24 jam selama 48 jam untuk percepatan pematangan paruMonitoring kontraksi Cek kematangan paru Pantau kondisi bayi melalui USG TocolyticsNifedipine(ca chanel bloker)20 mg oral diikuti oleh 10-20 mg oral setiap 6-8 jamefektif dalam menekan kontraksi uterus dengan efek samping maternal dan janin yang minimal (nyeri kepala, flushing , hipotensi dan takikardia ).

Antibiotikauntuk mencegah infeksi pada neonatus(Infeksi )

Chlamydia trachomatis

Neisseria GonorrhoeaeCefixime (Suprax), 400 mg orally Azithrimycin 1x1g (250mg tab x 4) selama 7 hari min 3 hari.Sebagai pengobatan infeksi selama kehamilan. Clinical practice guideline for obstrectician-Gynecologis.May-2003American of Academy Family Physician AssesmentProblem Medik Rekomendasi terapi Tujuan Monitoring Referensi Preterm Betamethasone12mg IM tiap 24 jam (selama 48 jam) Untuk pematangan paru janin Monitoring kontraksi Cek kematangan paru Pantau kondisi bayi melalui USG Nifedipine (CCB) : 20 mg oral diikuti oleh 10-20 mg oral setiap 6-8 jam.Masimum dosis 120-160 mg/ hari.Mempertahankan kehamilan dengan mencegah kontraksi Clinical practice guideline for obstrectician-Gynecologis.May-2003Infeksi Kombinasi Cefixime 400mg dan Azithrimycin 1x1g (250mg tab x 4) Sebagai pengobatan infeksi selama kehamilan. PLANTerapi non-farmakologiPerbaikan nutrisi berupa tinggi protein, suplemen kalsium, suplemen magnesium, suplemen seng, suplemen asam linoleatIstirahat baring yg ketat dalam posisi miring ke samping (bed rest)Pemeriksaan kehamilan 2 minggu sekaliMengurangi aktifitas Di anjurkan tidur dengan posisi kaki lebih tinggiSetelah pemberian terapi non farmakologi dan farmakologi(mak.7hari) namun tetap tidak bias,maka bayi harus dilahirkan.Melakukan NICU (neonatal intensive care unit)

Terapi FarmakologiCefixime 400mg one time dan Azithrimycin 1x1g (250mg tab x 4) selama 7 hari Nifedipine : dosis 20 mg peroral, dalam 30 menit jika kontraksi masih ada tambah 20 mg lagi, setlha 30 jika masih kontraksi tambah 20 mg lagi. Masimum dosis 120-160 mg/ hari.Betametason 11,4 -12 mg im, ulangi 24 jam setelah pemberian pertama

MonitoringMonitoring pembentukan kelengkapan organ bayi dg USGMengecek kematangan paru-paruMonitoring terjadi nya kontraksiSetelah di lahirkan melakukan monitoring:kelengkapan organ,tanda-tanda vital,kematangan paru,dll.Monitoring keadaan bayi

Pilihan obat tocolytic

tokolitik mungkin berkepanjangan kehamilan selama 2-7 hari,keuntungannya dapat menyediakan waktu untuk steroid dan transportasi bahan ke fasilitas dengan perawatan intensif neonatal unit.19

Ceftriaxon dan cefixim efektif untuk gonorhea