Analisa Kelayakan Bangunan Pengendali Banjir di DAS Bengawan ...

  • Published on
    20-Jan-2017

  • View
    216

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

<ul><li><p>ANALISA KELAYAKAN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR DI </p><p>DAS BENGAWAN SOLO HILIR PLANGWOT - SEDAYU LAWAS </p><p>KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN </p><p>JAWA TIMUR </p><p>JURNAL </p><p> Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan </p><p>Memperoleh Gelar Sarjana Teknik </p><p> Disusun Oleh: </p><p>NIRA INDRIANI SHALIHAH </p><p>NIM. 115060400111006-64 </p><p>UNIVERSITAS BRAWIJAYA </p><p>FAKULTAS TEKNIK </p><p>MALANG </p><p>2015 </p></li><li><p>ANALISA KELAYAKAN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR DI </p><p>DAS BENGAWAN SOLO HILIR PLANGWOT - SEDAYU LAWAS </p><p>KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN </p><p>JAWA TIMUR </p><p>JURNAL Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan </p><p>Memperoleh Gelar Sarjana Teknik </p><p> Disusun Oleh: </p><p>NIRA INDRIANI SHALIHAH </p><p>NIM. 115060400111006-64 </p><p>Menyetujui, </p><p>Dosen Pembimbing I </p><p>Dr.Ir.Rispiningtati, M.Eng </p><p> NIP. 19500907 197603 2 001 </p><p>Dosen Pembimbing II </p><p>Dian Chandrasasi, ST, MT </p><p>NIP. 780702 06 1 2 0139 </p></li><li><p>ANALISA KELAYAKAN BANGUNAN PENGENDALI BANJIR DI DAS </p><p>BENGAWAN SOLO HILIR PLANGWOT-SEDAYU LAWAS KECAMATAN </p><p>BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR </p><p>Nira Indriani Shalihah1, Rispiningtati</p><p>2, Dian Chandrasasi</p><p>3 </p><p>1Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya </p><p>2Dosen Jurusan Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya </p><p>Universitas Brawijaya-Malang, Jawa Timur, Indonesia </p><p>E-mail : indriani_nira@yahoo.com </p><p> ABSTRAK </p><p> Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan bangunan pengendali banjir di DAS Bengawan Solo </p><p>Hilir Plangwot-Sedayu Lawas dari segi ekonomi teknik dengan menggunakan empat alternatif perhitungan </p><p>berdasarkan debit pengaliran Q25 2500 m3/detik dan Q50 2800 m</p><p>3/detik dengan pelebaran 100 m dan 125 m. </p><p>Perhitungan analisa kelayakan ekonomi bangunan pengendali banjir di DAS Bengawan Solo Hilir Plangwot-</p><p>Sedayu Lawas ini menggunakan metode BCR, NPV, IRR, Payback Period dan Analisa Sensitivitas. Hasil </p><p>analisa kelayakan bangunan pengendali banjir dari segi ekonomi diperoleh hasil rekomendasi proyek layak </p><p>dilaksanakan dengan debit pengaliran Q25 2500 m3/detik dengan pelebaran 125 m. Pada analisa tersebut </p><p>diperoleh hasil perhitungan perkiraan angka kerugian akibat banjir yang bernilai kecil dari pada tiga alternatif </p><p>lainnya. </p><p>Kata kunci: Sungai Bengawan Solo, ekonomi teknik, pengendali banjir </p><p>ABSTRACK </p><p> This research is to determine the feasibility of floodway control in DAS Bengawan Solo Hilir Plangwot-Sedayu Lawas based on economic aspect using four alternative based on discharge flow Q25 2500 m</p><p>3/second </p><p>and Q50 2800 m3/second with enlargement 100 m and 125 m.Calculation of analys feasibility of floodway </p><p>control in DAS Bengawan Solo Hilir Plangwot-Sedayu Lawas using method BCR, NPV, IRR, Payback </p><p>Period and Analysis of Sensitivitas. The result of analysis feasibility of floodway control based on economic </p><p>aspect obtained the project recommendation executed with discharge flow Q25 2500 m3/second with </p><p>enlargement 125 m. At the analysis obtained by result of calculation of estimate amount of loss effect of </p><p>floods is smaller than other alternative. Keyword: Bengawan Solo River, economic aspect, floodway control. </p><p>A. PENDAHULUAN </p><p> Beberapa tahun terakhir ini banyak </p><p>bencana alam yang terjadi, khususnya di </p><p>Negara Indonesia mulai dari gempa </p><p>bumi, banjir, tanah longsor, serta gunung </p><p>meletus. Salah satunya yang sering </p><p>terjadi di Indonesia adalah banjir. Banjir </p><p>merupakan bencana tahunan yang selalu </p><p>terjadi di Indonesia bila musim </p><p>penghujan tiba. Banjir yang sering terjadi </p><p>mampu memberikan dampak yang besar </p><p>selain kerugian material juga sampai pada </p><p>kematian. </p><p> Sungai Bengawan Solo merupakan </p><p>sungai terbesar dan terpanjang di Pulau </p><p>Jawa, terletak di Provinsi Jawa Tengah </p><p>dan Jawa Timur dengan Luas wilayah </p><p>sungai + 12% dari seluruh wilayah Pulau </p><p>Jawa. DAS Bengawan Solo secara </p><p>geografis dibagi dalam DAS hulu dan </p><p>DAS hilir dengan batas pada pertemuan </p><p>Sungai Bengawan Solo dan Sungai </p><p>Madiun dekat kota Ngawi. DAS hulu </p><p>dibagi menjadi dua sub-DAS, yaitu DAS </p><p>hulu Sungai Bengawan Solo (the Upper </p><p>Solo River basin) dengan luas 6.072 km2 </p><p>di barat dan DAS Sungai Madiun dengan </p><p>luas 3.755 km2 di timur. DAS sebelah </p><p>hilir disebut DAS Bengawan Solo Hilir </p><p>(the Lower Solo River Basin) dengan luas </p><p>6.273 km2 dan panjang sungai 300 km </p><p>dari kota Ngawi menuju ke muaranya. </p><p> Pengendalian banjir yang telah </p><p>dilaksanakan, diantaranya adalah di </p><p>Wilayah Bengawan Solo Hilir </p><p>(Bojonegoro-Tuban-Lamongan-Gresik) </p></li><li><p>yaitu pembangunan sudetan banjir </p><p>(Floodway) Plangwot-Sedayu Lawas </p><p>sepanjang 12,4 km dengan lebar rata-rata </p><p>100 m dan kapasitas 640 m3/dt. </p><p> Pada floodway Plangwot ini terdapat </p><p>pintu intake yang mengatur masuknya air </p><p>yang berasal dari Sungai Bengawan Solo. </p><p>Terdapat pula outlet dari Rawa Jabung </p><p>yang merupakan tempat masuknya sisa </p><p>air buangan dari Waduk Rawa Jabung. </p><p>Selain itu terdapat bendung karet (rubber </p><p>dam) pada floodway yang berfungsi </p><p>sebagai bendung dan mengakibatkan </p><p>terhalangnya sebagian sedimen yang </p><p>berasal dari Sungai Bengawan Solo. </p><p>Debit rencana yang akan dialirkan oleh </p><p>floodway sebesar 640m3/dt. Sedangkan </p><p>debit air Sungai Bengawan Solo di </p><p>musim penghujan diperkirakan jauh lebih </p><p>besar. Sehingga floodway tidak bisa </p><p>mengatasi debit banjir Sungai Bengawan </p><p>Solo. </p><p>B. BATASAN MASALAH </p><p>Berdasarkan identifikasi masalah </p><p>yang ada, maka diperoleh rumusan </p><p>masalah sebagai berikut: </p><p>1. Berapa besar biaya yang diperlukan untuk pembangunan </p><p>bangunan pengendali banjir pada </p><p>tahun 2014? </p><p>2. Berapa benefit pertahun yang diperoleh dalam rentang waktu </p><p>yang ditentukan ditinjau dari </p><p>aspek ekonomi? </p><p>3. Bagaimana analisa kelayakan ekonomi pembangunan </p><p>pengendali banjir yang ditinjau </p><p>dari: Nilai Rasio Manfaat dan </p><p>Biaya ( Benefit Cost Ratio / BCR </p><p>), Nilai Bersih pada Waktu </p><p>Sekarang (Net Present Value / </p><p>NPV ), Tingkat Pengembalian </p><p>Internal (Internal Rate of Return / </p><p>IRR ), dan Periode Pengembalian </p><p>(Payback Period )? </p><p>4. Bagaimana analisa sensitivitas pembangunan pengendali banjir? </p><p>5. Bagaimana rekomendasi yang tepat untuk proyek pengendali </p><p>banjir? </p><p>C. RUMUSAN MASALAH </p><p> Dari permasalahan tersebut akan </p><p>berkembang menjadi permasalahan yang </p><p>lebih luas, sehingga diperlukan adanya </p><p>batasan masalah. Batasan masalah dari </p><p>studi kali ini adalah: </p><p>1. Daerah kajian berada di hilir Sungai Bengawan Solo, khususnya daerah </p><p>floodway Plangwot-Sedayu Lawas </p><p>2. Parameter yang digunakan dalam analisis ekonomi ini adalah BCR, </p><p>NPV, IRR, Payback Period dan </p><p>Analisa Sensitivitas </p><p>3. Studi ini membahas kelayakan bangunan pengendali banjir dari segi </p><p>ekonomi dan segi teknis </p><p>4. Tidak membahas skema jaringan dan pola operasi sungai </p><p>5. Tidak membahas AMDAL 6. Tidak membahas erosi </p><p>D. METODE PENELITIAN </p><p> Perencanaan bangunan floodway </p><p>plangwot ini diharapkan mampu menjadi </p><p>salah satu jalan alternatif guna </p><p>menghindari banjir di wilayah Sungai </p><p>Bengawan Solo Hilir. Setelah melalui uji </p><p>coba, baik dengan meningkatkan </p><p>kapasitas, perubahan dimensi floodway </p><p>serta perencanaan ambang pada hilir </p><p>sungai dapat dilakukan analisis kelayakan </p><p>dari segi teknis untuk selanjutnya ditinjau </p><p>dari segi finansial atau ekonomi teknik. </p><p> Data yang dibutuhkan dalam </p><p>penyelesaian skripsi ini adalah sebagai </p><p>berikut: </p><p>1. Data teknis yang meliputi topografi, data area sungai yang di </p><p>modelkan beserta potongan </p><p>melintang tiap section untuk </p><p>perhitungan volume pekerjaan. </p><p>2. Data fasilitas meliputi harga satuan upah, harga satuan bahan dan alat </p><p>untuk perhitungan harga satuan </p><p>pekerjaan. </p></li><li><p>3. Data pelengkap peta tata guna lahan dan data perkembangan </p><p>penduduk tahun 2014 untuk </p><p>menganalisa kerugian yang </p><p>diakibatkan oleh banjir dianalisa </p><p>dari segi sosial dan ekonomi. </p><p>4. Berdasarkan poin 1,2 dan 3 selanjutnya dapat digunakan untuk </p><p>menganalisa biaya dan manfaat </p><p>proyek. </p><p>5. Analisa selanjutnya analisa ekonomi dengan menggunakan </p><p>beberapa metode: </p><p>- BCR - IRR - NPV - Payback Periode </p><p>6. Analisa ekonomi pada poin kelima selanjutnya akan digunakan untuk </p><p>menganalisa empat alternatif yaitu: </p><p>- Alternatif 1 dengan pelebaran 100 m dengan Q25 2500 </p><p>m3/detik </p><p>- Alternatif 2 dengan pelebaran 100 m dengan Q50 2800 </p><p>m3/detik </p><p>- Alternatif 3 dengan pelebaran 125 m dengan Q25 2500 </p><p>m3/detik </p><p>- Alternatif 4 dengan pelebaran 125 m dengan Q50 2800 </p><p>m3/detik </p><p>7. Setelah menganalisa dengan empat metode diatas selanjutnya </p><p>dilakukan analisa sensitivitas untuk </p><p>mengetahui kelayakan proyek </p><p>pengendali banjir. </p><p>E. PETA LOKASI STUDI </p><p>Gambar Peta Lokasi Wilayah Sungai </p><p>Bengawan Solo </p><p>Sumber: http://sda.pu.go.id </p><p>F. DIAGRAM ALIR </p><p> Berikut ini merupakan gambar </p><p>diagram alir pengerjaan skripsi. </p><p>MULAI</p><p>Data Teknis :</p><p>-Topografi 1:1000</p><p>-Data Area Sungai yang </p><p>dimodelkan </p><p>-Potongan Melintang</p><p>-Q25 dan Q50 </p><p>Data Fasilitas :</p><p>-Harga Satuan Upah</p><p>-Harga Satuan Bahan &amp; </p><p>Alat</p><p>Data Pelengkap :</p><p>-Peta Tata Guna Lahan</p><p>-Data Perkembangan </p><p>Penduduk Tahun 2013 </p><p>Perhitungan Volume </p><p>Pekerjaan</p><p>Perhitungan Harga </p><p>Satuan Pekerjaan</p><p>Perhitungan Kerugian </p><p>Banjir</p><p>Analisa Biaya dan </p><p>Manfaat</p><p>Analisa BCR,IRR,NPV </p><p>dan Payback Periode</p><p>Analisa Sensitivitas</p><p>Layak / Tidak</p><p>Rekomendasi Proyek </p><p>Pengendali Banjir</p><p>SELESAI</p><p>TIDAK</p><p>LAYAK</p><p>RM 1 &amp; 2`</p><p>`</p><p>`</p><p>RM 3</p><p>RM 4</p><p>Kesimpulan dan Saran</p><p>` RM 5</p><p>Gambar Diagram Alir Skirpsi </p><p>G. HASIL DAN PEMBAHASAN </p><p> Pada analisa kelayakan bangunan </p><p>pengendali banjir Plangwot-Sedayu </p><p>Lawas yang ditinjau dari segi ekonomi </p><p>teknik ini dengan pelebaran 100 m dan </p><p>125m dan menggunakan data debit </p><p>pengaliran Q25=2500 m3/detik dan </p><p>Q50=2800 m3/detik. </p><p> Hasil perhitungan rencana anggaran </p><p>biaya pelebaran 100 m senilai total Rp </p><p>566.412.571.000,00 dan pelebaran 125 m </p><p>senilai total Rp 502.880.169.000,00. </p><p> Dengan menggunakan debit </p><p>pengaliran Q25=2500 m3/detik dan </p><p>Q50=2800 m3/detik dengan pelebaran </p><p>masing-masing 100 m dan 125 m </p><p>diperoleh hasil perhitungan pendapatan </p><p>tiap tahun adanya hasil pertambahan </p><p>pendapatan setelah adanya proyek </p><p>dengan hasil sebagai berikut: </p><p>1. Alternatif 1 dengan pelebaran 100 m dengan Q25 2500 m</p><p>3/detik </p><p>adanya pertambahan pendapatan </p></li><li><p>setelah adanya proyek sebesar Rp </p><p>512.410.438.750.658.000,00 </p><p>2. Alternatif 2 dengan pelebaran 100 m dengan Q50 2800 m3/detik </p><p>adanya pertambahan pendapatan </p><p>setelah adanya proyek sebesar Rp </p><p>512.397.248.412.145.000,00 </p><p>3. Alternatif 3 dengan pelebaran 125 m dengan Q25 2500 m3/detik </p><p>adanya pertambahan pendapatan </p><p>setelah adanya proyek sebesar Rp </p><p>512.450.192.043.967.000,00 </p><p>4. Alternatif 4 dengan pelebaran 125 m dengan Q50 2800 m3/detik </p><p>adanya pertambahan pendapatan </p><p>setelah adanya proyek sebesar Rp </p><p>512.431.660.028.827.000,00 </p><p> Hasil pertambahan pendapatan </p><p>setelah adanya proyek selanjutnya akan </p><p>digunakan untuk analisa ekonomi dengan </p><p>menggunakan metode BCR, NPV, IRR, </p><p>Payback Period dan Analisa Sensitivitas. </p><p>Benefit Cost Ratio </p><p> Analisa berikut ini menggunakan </p><p>data ekivalensi nilai sekarang dari </p><p>penerimaan dan pengeluaran, yang dalam </p><p>hal ini BC Ratio adalah merupakan </p><p>perbandingan antara nilai sekarang dari </p><p>pengeluaran (biaya) selama investasi </p><p>tersebut berlangsung dalam kurun waktu </p><p>tertentu. </p><p>Tabel Nisbah Manfaat Biaya (B/C) </p><p>Alternatif 1 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil B/C pada alternatif 1 pelebaran 100 </p><p>m dengan Q25 = 2500 m3/detik diperoleh </p><p>hasil BCR 1 maka dikatakan layak. </p><p>Tabel Nisbah Manfaat Biaya (B/C) </p><p>Alternatif 2 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil B/C pada alternatif 2 pelebaran 100 </p><p>m dengan Q50 = 2800 m3/detik diperoleh </p><p>hasil BCR 1 maka dikatakan layak. </p><p>Tabel Nisbah Manfaat Biaya (B/C) </p><p>Alternatif 3 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil B/C pada alternatif 3 pelebaran 125 </p><p>m dengan Q25 = 2500 m3/detik diperoleh </p><p>hasil BCR 1 maka dikatakan layak. </p><p>Tabel Nisbah Manfaat Biaya (B/C) </p><p>Alternatif 3 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil B/C pada alternatif 4 pelebaran 125 </p><p>m dengan Q50 = 2800 m3/detik diperoleh </p><p>hasil BCR 1 maka dikatakan layak. </p><p>Net Present Value </p><p> Merupakan selisih antara benefit </p><p>(penerimaan) dan cost (pengeluaran) </p><p>yang telah dipresent valuekan </p><p>(Mulyadi,1991). Jika NPV bernilai positif </p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3813455.63</p><p>7.5 3215382.62</p><p>8 3611103.45</p><p>10 3422057.44</p><p>15 3003165.40</p><p>20 2653465.16</p><p>Nisbah Manfaat-Biaya (B/C)</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3849892.13</p><p>7.5 3205072.29</p><p>8 3655742.25</p><p>10 3471748.02</p><p>15 3056409.53</p><p>20 2702226.28</p><p>Nisbah Manfaat-Biaya (B/C)</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 4295569.26</p><p>7.5 3621885.26</p><p>8 4067634.83</p><p>10 3854688.80</p><p>15 3382838.61</p><p>20 2988927.75</p><p>Nisbah Manfaat-Biaya (B/C)</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 4336567.40</p><p>7.5 3610234.14</p><p>8 4117874.50</p><p>10 3910621.07</p><p>15 3442778.51</p><p>20 3043822.01</p><p>Nisbah Manfaat-Biaya (B/C)</p></li><li><p>berarti proyek menguntungkan, </p><p>sedangkan bila NPV bernilai negatif </p><p>proyek tidak layak untuk dilaksanakan </p><p>karena tidak menguntungkan. Metode ini </p><p>didasarkan atas nilai sekarang dari hasil </p><p>perhitungan nilai sekarang aliran dana </p><p>masuk dengan nilai sekarang aliran dana </p><p>keluar selama jangka waktu analisis dan </p><p>suku bunga tertentu. </p><p>Tabel Hasil Perhitungan Net Present </p><p>Value Alternatif 1 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil perhitungan NPV pada alternatif 1 </p><p>pelebaran 100 m dengan Q25 = 2500 </p><p>m3/detik diperoleh hasil NPV &gt; 0 maka </p><p>dikatakan layak. </p><p>Tabel Hasil Perhitungan Net Present </p><p>Value Alternatif 2 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil perhitungan NPV pada alternatif 2 </p><p>pelebaran 100 m dengan Q50 = 2800 </p><p>m3/detik diperoleh hasil NPV &gt; 0 maka </p><p>dikatakan layak. </p><p>Tabel Hasil Perhitungan Net Present </p><p>Value Alternatif 3 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil perhitungan NPV pada alternatif 3 </p><p>pelebaran 125 m dengan Q25 = 2500 </p><p>m3/detik diperoleh hasil NPV &gt; 0 maka </p><p>dikatakan layak. </p><p>Tabel Hasil Perhitungan Net Present </p><p>Value Alternatif 4 </p><p> Sumber: Hasil Perhitungan </p><p>Hasil perhitungan NPV pada alternatif 4 </p><p>2 pelebaran 125 m dengan Q50 = 2800 </p><p>m3/detik diperoleh hasil NPV &gt; 0 maka </p><p>dikatakan layak. </p><p>Internal Rate of Return </p><p> Internal Rate of Return adalah </p><p>merupakan tingkat suku bunga yang </p><p>menggambarkan bahwa antara benefit </p><p>(penerimaan) yang telah dipresent </p><p>valuekan dan cost (pengeluaran) yang </p><p>telah dipresent valuekan sama dengan </p><p>nol. Dengan demikian IRR menunjukkan </p><p>kemampuan proyek untuk menghasilkan </p><p>returns atau keuntungan yang dapat </p><p>dicapainya. </p><p> Hasil analisa berdasarkan tingkat </p><p>pengembalian atau Internal Rate of </p><p>Return (IRR) pada keempat alternatif </p><p>diperoleh hasil memenuhi persyaratan </p><p>karena hasil perhitungan IRR sebesar </p><p>39%. </p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3,771,340,171,448,500,000.00 </p><p>7.5 2,853,731,345,055,660,000.00 </p><p>8 3,438,273,393,827,390,000.00 </p><p>10 3,148,761,502,510,570,000.00 </p><p>15 2,571,787,361,585,390,000.00 </p><p>20 2,148,023,938,365,910,000.00 </p><p>NPV</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3,853,123,827,769,960,000.00 </p><p>7.5 2,853,657,631,569,110,000.00 </p><p>8 3,527,034,254,926,970,000.00 </p><p>10 3,238,964,553,713,380,000.00 </p><p>15 2,653,755,720,991,840,000.00 </p><p>20 2,215,246,204,274,320,000.00 </p><p>NPV</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3,771,340,171,448,500,000.00 </p><p>7.5 2,853,731,345,055,660,000.00 </p><p>8 3,438,273,393,827,390,000.00 </p><p>10 3,148,761,502,510,570,000.00 </p><p>15 2,571,787,361,585,390,000.00 </p><p>20 2,148,023,938,365,910,000.00 </p><p>NPV</p><p>Suku Bunga</p><p>(%)</p><p>6 3,853,123,827,769,960,000.00 </p><p>7.5 2,853,657,631,569,110,000.00 </p><p>8 3,527,034,254,926,970,000.00 </p><p>10 3,238,964,553,713,380,000.00 </p><p>15 2,653,755,720,991,840,000.00 </p><p>20 2,215,246,204,274,320...</p></li></ul>

Recommended

View more >