ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN 2011.pdf · 1.4. Intensitas Hujan Intensitas hujan

  • View
    216

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011 DAN PRAKIRAAN HUJAN 2011.pdf · 1.4. Intensitas Hujan Intensitas...

ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011

DAN PRAKIRAAN HUJAN BULAN AGUSTUS, SEPTEMBER DAN OKTOBER 2011

PROVINSI DKI JAKARTA

1. TINJAUAN UMUM

1.1. Curah Hujan Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang jatuh pada tempat yang datar dengan

asumsi tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Curah hujan 1 (satu) mm

adalah air hujan setinggi 1 (satu) mm yang jatuh (tertampung) pada tempat yang datar

seluas 1m2 dengan asumsi tidak ada yang menguap, mengalir dan meresap.

1.2. Curah Hujan Kumulatif Satu Bulan Curah hujan kumulatif 1 (satu) bulan adalah jumlah curah hujan yang terkumpul selama

28 atau 29 hari untuk bulan Februari dan 30 atau 31 hari untuk bulan-bulan lainnya.

1.3. Sifat Hujan Sifat hujan merupakan perbandingan antara jumlah curah hujan kumulatif selama satu

bulan di suatu tempat dengan rata-ratanya atau normalnya pada bulan dan tempat yang

sama.

Sifat hujan dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu:

a. Sifat Hujan Atas Normal (AN) : jika nilai curah hujan lebih dari 115% terhadap

rata-ratanya.

b. Sifat Hujan Normal : jika nilai curah hujan antara 85% - 115% terhadap

rata-ratanya.

c. Sifat Hujan Bawah Normal (BN) : jika nilai curah hujan kurang dari 85% terhadap

rata-ratanya.

Rata-rata curah hujan bulanan didapat dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing

bulan dengan minimal periode 10 tahun. Sedangkan normal curah hujan bulanan didapat

dari nilai rata-rata curah hujan masing-masing bulan selama periode 30 tahun.

1.4. Intensitas Hujan Intensitas hujan merupakan besarnya hujan harian yang terjadi pada suatu waktu.

Umumnya memiliki satuan mm/jam. Intensitas hujan dibagi menjadi 3 (tiga) katagori, yaitu:

a. enteng (tipis) : nilai curah hujan kurang dari 13 mm/jam

b. sedang : nilai curah hujan antara 13 - 38 mm/jam

c. lebat : nilai curah hujan lebih dari 38 mm/jam

1.5. Cuaca Ekstrim

Yaitu keadaan cuaca yang terjadi bila:

1. Jumlah hari hujan yang tercatat paling banyak melebihi harga rata-rata pada bulan

yang bersangkutan di stasiun tersebut.

2. Intensitas hujan terbesar dalam 1 jam selama periode 24 jam dan intensitas dalam 1

hari selama periode satu bulan yang melebihi rata-ratanya.

3. Terjadi kecepatan angin > 45 km/jam dan suhu udara > 35oC atau < 15oC

Curah hujan ekstrim:

Curah hujan dengan intensitas > 50 mm/hari menjadi parameter terjadinya hujan dengan

intensitas lebat. Sedangkan curah hujan ekstrim memiliki curah hujan > 100 mm/hari.

(Jaja Supriatna, diklat meteorologi Publik 2008)

1.6. SOI (Southern Oscillation Index) Indeks ini menunjukkan perbedaan tekanan udara antara daerah Tahiti (mewakili daerah

Amerika Selatan) dan Darwin (mewakili India-Australia). Jika nilai SOI negatif, berarti

tekanan udara permukaan sepanjang Amerika Selatan lebih daripada wilayah India-

Australia, dan jika SOI positif akan terjadi sebaliknya.

1.7. DMI (Dipole Model Index) Fenomena DMI yaitu fenomena yang ditandai dengan interaksi laut-atmosfer di Samudera

Hindia, dimana terjadi penurunan suhu muka air laut dari keadaan normalnya di

Samudera Hindia tropis bagian timur (pantai barat Sumatera) dan kenaikan temperatur

dari normalnya di Samudera Hindia tropis bagian barat atau bagian timur Afrika.

Menganalisis kejadian DMI digunakan indeks sederhana, yaitu berupa dipole anomali

suhu muka laut yang didefinisikan

1.8. Peta Rata-rata Curah Hujan

Gambar 1. Peta Rata-rata Hujan Bulan Juni Prop. Banten dan DKI Jakarta

Gambar 2. Peta Rata-rata Hujan Bulan Agustus Prop. Banten dan DKI

Gambar 3. Peta Rata-rata Hujan Bulan Juni Prop. Banten dan DKI Jakarta

Gambar 4. Peta Rata-rata Hujan Bulan Juni Prop. Banten dan DKI Jakarta

2. ANALISIS HUJAN BULAN JUNI 2011

Berdasarkan data curah hujan yang diterima dari stasiun/pos hujan di propinsi Banten dan DKI

Jakarta, maka analisis curah hujan bulan Oktober 2011 dapat diinformasikan sebagai berikut:

2.1. Analisis Sifat Hujan Bulan Juni 2011

SIFAT HUJAN WILAYAH

Bawah Normal (BN)

DKI Jakarta bagian Tengah, Kota Tangerang bagian selatan, Kota

Tangerang Selatan, Kab.Serang bagian tengah, Kota Serang,

Kab.Pandeglang bagian utara dan selatan, Kab.Lebak bagian

tengah dan selatan.

Normal (N) Kab.Tangerang bagian tengah, Kab.Serang bagian selatan,

Kab.Pandeglang bagian utara, Kab.Lebak bagian utara.

Atas Normal (AN)

DKI Jakarta bagian utara, Kab.Tangerang bagian barat daya, Kota

Cilegon, Kab.Pandeglang bagian tengah, Kab.Lebak bagian barat

daya.

Gambar 5. Peta Distribusi Sifat Hujan Bulan Juni 2011 Propinsi Banten dan DKI Jakarta

2.2. Analisis Curah Hujan Bulan Juni 2011

CURAH HUJAN WILAYAH

Rendah

(0-100mm)

DKI Jakarta, Kab.Tangerang bagian utara, Kota Tangerang bagian

utara, Kab.Serang, Kota Serang, Kota Cilegon, Kab.Pandeglang

bagian tengah, Kab.Lebak bagian tengah dan timur

Menengah

(101-300mm)

Kab.Tangerang bagian selatan, Kab.Pandeglang bagian utara dan

selatan, Kab.Lebak bagian utara dan selatan

Tinggi

(301-400 mm) -

Sangat Tinggi

(>401 mm) -

Gambar 6. Peta Distribusi Curah Hujan Bulan Juni 2011 Propinsi Banten dan DKI Jakarta

2.3. Informasi Cuaca/Iklim Ekstrim Bulan Juni 2011

KRITERIA TERJADI TANGGAL

Angin dengan kecepatan > 45 km/jam -

Suhu udara > 35oC -

Suhu udara < 17oC -

Kelembaban udara < 40% -

Curah hujan harian > 100 mm Jakarta

- Setiabudi Timur, 1 Mei 2011; 112 mm

2.4. Iklim Mikro Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan Juni 2011

Tabel 1. Curah Hujan Maksimum Stasiun Klimatologi Pondok Betung Bulan Juni 2011 (mm)

Periode 5 menit 30 menit 60 menit 2 jam 3 jam 6 jam 12 jam

mm 10.0 26.0 26.0 26.0 26.0 26.0 26.0

Tanggal 29 29 29 29 29 29 29

Curah hujan maksimum pada bulan Juni 2011 tercatat pada tangggal 29. Besar curah

hujan maksimum untuk periode 5 menit-an adalah 10.0 mm, sedangkan untuk periode

30 menit-an sampai dengan 12 jam-an adalah sebesar 26.0 mm

Gambar 7. Intensitas hujan harian pada area Pondok Betung bulan juni 2011

Dari gambar di samping diketahui bahwa intensitas hujan harian bulan Juni 2011 untuk kategori enteng terjadi sebesar 54%, sedang terjadi sebesar 7% dan kategori lebat terjadi sebesar 3%. Kejadian hujan dengan nilai TTU terjadi sebesar 3% dan kejadian tidak ada hujan adalah sebesar 33%.

Gambar 8. Suhu udara harian pada area Pondok Betung bulan juni 2011

Grafik di atas menunjukkan bahwa suhu udara rata-rata bulan Juni 2011 berkisar

26.3-29.2oC dan bernilai maksimum pada tanggal 3 sebesar 29.2oC dan bernilai minimum pada

tanggal 30 sebesar 26.3oC. Suhu udara maksimum absolut terjadi pada tanggal 15, 17 dan 21

sebesar 34.0 sedangkan suhu udara minimum absolut terjadi pada tanggal 18 sebesar 23.4oC.

Gambar 9. Kelembaban udara harian pada area Pondok Betung bulan juni 2011

Kelembaban udara yang terjadi pada bulan Juni 2011 memiliki nilai rata-rata 65-88%.

Kelembaban udara bernilai maksimum pada tangggal 28 sebesar 88% sedangkan bernilai

minimum pada tanggal 18 sebesar 65%.

Gambar 10. Penguapan Udara pada area Pondok Betung bulan Juni 2011

Nilai rata-rata penguapan yang terukur pada Panci Penguapan bulan Juni 2011 sebesar

3,8 mm. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 10 sebesar 5,7 mm dan bernilai minimum pada

tanggal 7 sebesar 1,8 mm. Sedangkan untuk penguapan yang terkur pada ruangan (Pitche)

rata-rata sebesar 3,3 mm. Nilai maksimum tercatat pada tanggal 27 sebesar 5,0 mm dan

bernilai minimum pada tanggal 29 sebesar 1,2 mm.

Gambar 11. Windrose area Pondok Betung bulan Juni 2011

Windrose bulan Juni 2011 menunjukkan bahwa angin yang terjadi pada bulan tersebut

berasal dari arah utara dan untuk frekuensi kejadian dengan kategori calm sebesar 0%,

0-2 knots sebesar 13,3%, 2-4 knots sebesar 80% dan 4-6 knots sebesar 6,7%,

Gambar 12. Temperatur Tanah Gundul dan tanah Berumput Rata-rata pada area Pondok Betung bulan Juni 2011

Gambar 13. Lama Penyinaran Matahari Harian pada area Pondok Betung Juni 2011

Dari gambar di atas terlihat bahwa lama penyinaran matahari pada bulan Juni 2011

bernilai maksimum pada tanggal 25 sebesar 98% dan bernilai minimum pada tanggal 15

sebesar 0%.

2.5. Data Iklim bulan Juni 2011 Stasiun BMKG Propinsi DKI Jakarta

No Pos Hujan

Temperatur (oC)

Kelembaban

Udara (%)

Lama

Penyinaran

Matahari

(%)

Hujan

Rata-

rata Maks Min

Jumlah

(mm)

Hari

Hujan

1 Stasiun Klimatologi

Pondok Betung 28.0 33.3 24.6 75 59 76 6

2 Stasiun Meteorologi

Cengkareng 27.6 31.8 24.0 74 14 60 8

3 Stasiun Maritim

Tanjung Priuk 28.7 32.3 26.0 73 14 103 6

3. PRAKIRAAN HUJAN BULAN AGUSTUS, SEPTEMBER DAN OKTOBER 2011

3.1. Kondisi Dinamis Atmosfer secara Global

Kondisi dinamis atmosfer regional sampai dengan akhir bulan Juli 2011 menunjukkan

bahwa keadaan Suhu Muka Laut (SML) di perairan wilayah Indonesia masih da